Menu

Pengertian Diplomasi Adalah, Tujuan, Fungsi Diplomasi & Jenis-Jenisnya

Diplomasi: Pengertian Diplomasi, Tujuan, Fungsi Diplomasi & Jenis-Jenisnya – Secara umum atau dalam arti luas bahwa pengertian diplomasi adalah perpaduan antara ilmu dan seni perundingan atau metode yang berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui perundingan untuk mencapai tujuan dan kepentingan negara baik dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, sosial, budaya, pertahanan, militer, dan berbagai kepentingan lain dalam bingkai hubungan internasional.
 
Dalam arti sempit, Diplomasi merupakan instrumen penting yang bertujuan dalam pelaksanaan kepentingan nasional suatu negara.
 
Tujuan pentingnya Diplomasi, bagian dari fungsi sebagai upaya pencapaian kepentingan nasional yang berkaitan dengan negara lain atau organisasi internasional baik itu berkomunikasi secara bilateral atau multilateral.
 
Sebab melakukan diplomasi, negara dapat membangun citra yang bermanfaat bagi negara. Diplomasi terdiri dari komunikasi antar sejumlah pihak yang didesain agar dapat berfungsi dalam mencapai kesepakatan.
 
Diplomasi adalah sesuatu yang dikategorikan seebagai soft power yang mempunyai beragam bentuk diantaranya diplomasi publik, diplomasi kebudayaan, diplomasi asap, diplomasi gertakan dan diplomasi beras.
 
Dalam sebuah diplomasi, yang dibutuhkan adalah pada teknik negosiasi atau lobby itu sendiri dibutuhkan.
 
Sehingga dalam melakukan diplomasi orang yang ahli dalam negosiasi, komunikasi atau pintar agar terciptanya kepentingan bersama.
 
Salah satu pembahasan dari bentuk diplomasi diatas, yaitu diplomasi kebudayaan diartikan sebagai usaha memperjuangkan kepentingan nasional suatu negara melalui pada aspek kebudayaan.
 
Dalam hal ini dapat diperjelas jika secara mikro, diplomasi kebudayaan mencakup kesenian dan olahraga.
 
Sedangkan, secara makro diplomasi mencakup proganda dan lain-lainnya. Dalam pengertian konvensional atau tradisional dapat diidentikan tidak mencakup bidang militer, politik dan ekonomi.
 
Dalam hal politik, Diplomasi diartikan sebagai proses interaktif dua arah antara dua negara yang dilakukan dengan tujuan mencapai poltik luar negeri masing-masing negara.
 
Diplomasi dan politik luar negeri identik dengan dua sisi mata uang tak terpisah. Maksudnya adalah bahwa politik luar negeri berpokok pada mekanisme pelaksanaan dari kebijakan luar negeri suatu negara.
 
Sedangkan diplomasi adalah proses pelaksanaan politik luar negeri tersebut. Sehingga dengan kata lain, diplomasi dan politik luar negeri saling berkaitan dan mendukung satu sama lain.
 
Selain itu, diplomasi dapat diistilahkan “agency room“. Maksudnya adalah sebagai mesin atau alat penggerak yang menghubungkan dan mengkomunikasikan setiap negara secara global.
 
Wadah untuk berdiplomasi salah satunya adalah “Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)“.

Pengertian Diplomasi: Apa itu Diplomasi?

Daftar Isi

Maka dari itu, dapat disimpulkan Secara umum atau dalam arti luas bahwa pengertian diplomasi adalah perpaduan antara ilmu dan seni perundingan atau metode yang berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui perundingan untuk mencapai tujuan dan kepentingan negara baik dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, sosial, budaya, pertahanan, militer, dan berbagai kepentingan lain dalam bingkai hubungan internasional.

Sejarah Diplomasi Yang Pernah Dilakukan Indonesia

Berkaca pada sejarah Indonesia, Diplomasi memiliki fungsi besar terhadap yang dirasakan negara Indonesia saat ini.
 
Salah satu contohnya yang dilakukan oleh Sjahrir untuk mendapatkan pengakuan internasional atas keberadaan Republik Indonesia sebagai negara yang berdaulat yang dikenal dengan “Diplomasi Syahrir“.
 
Baik itu pengakuan secara de jure ataupun de facto. Pengakuan de jure adalah pengakuan berdasarkan hukum internasional bahwa indonesia secara resmi diakui dari dunia luar.
 
Sedangkan de Facto bahwa indonesia telah memenuhi unsur negara berdaulat dan memiliki pemimpin.

Pengertian Diplomasi Menurut Para Ahli

Terdapat gagasan dan teori yang dirumuskan oleh para tokoh atau pakar dalam memkaji diplomasi. Sebab dengan fungsi dan manfaat yang begitu besar.
 
Olehnya itu, diplomasi memerlukan rumusan yang begitu dalam agar terciptanya kepentingan nasional dan bersama. Adapun pengertian diplomasi menurut para ahli (tokoh, pakar) yaitu:

1. Pengertian Diplomasi Menurut G.R. Berridge

Menurut G.R. Berridge (2010), konsep diplomasi merujuk pada aktivitas politik yang dilakukan oleh para aktor untuk mengejar tujuannya dan mempertahankan kepentingannya melalui negosiasi, tanpa menggunakan kekerasan, propaganda, atau hukum.

2. Pengertian Diplomasi Menurut KM Panikkar

Menurut KM Panikkar (1956), diplomasi, dalam hubungannya dengan politik internasional, adalah seni mengedepankan kepentingan suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain (Roy 1991, 2-3).

3. Pengertian Diplomasi Menurut Sir Earnest Satow (1957)

Menurut Sir Earnest Satow (1957) yang mengartikan diplomasi sebagai penerapan kepandaian dan taktik pada pelaksanaan hubungan resmi antar pemerintah negara-negara berdaulat.

Tujuan Utama Diplomasi

  • Diketahui bahwa Tujuan utama diplomasi adalah pengamanan kepentingan nasional suatu negara. Selain itu terdapat tujuan yang lebih khusus dalam hal bidang ekonomi dll yang dapat dilihat dibawah ini:
  • Tujuan Diplomasi dalam Bidang Ekonomi. Tujuannya adalah faktor yang menjadi pilihan utama dalam diplomasi
  • Tujuan Diplomasi dalam Bidang Budaya. Dalam budaya, diplomasi bertujuan untuk memamerkan keagungan kebudayaan suatu negara yang juga dapat mempengaruhi pendapat umum masyarakat dan negara yang di kunjungi.
  • Tujuan Diplomasi Dalam Bidang Politik. Dalam politik, diplomasi bertujuan untuk memberikan keamanan kebebasan politik dan integritas teritorialnya dalam mencegah negara-negara lain bergabung melawan suatu negara tertentu dan untuk mencapai tujuan-tujuan nasional secara damai.
  • Tujuan Diplomasi dalam Ideologi. Maksud dari hal ini adalah untuk memberikan pengaruh dan memasukan sebanyak mungkin negara lain kedalam blok ideologinya untuk meminimalisir terjadinya konflik dan adanya lawan serta dapat memelihara sistem politik, ekonomi dan sosial didalam suatu negara dan mencoba menyebarkan sistem-sistem politik, ekonomi dan sosial negara lawan.
Dalam buku berjudul “Kautilya’s concept of diplomacy: a new interpretation” oleh Kautilya menjelaskan bahwa tujuan utama diplomasi adalah pengamanan kepentingan negara atau secara khusus penjaminan keuntungan maksimum negara sendiri selain itu berarti kepentingan pada seperti komersial, perlindungan warga negara yang berada di negara lain, ekonomi, pengembangan budaya dan ideologi, perdagangan dan kepentingan, peningkatan prestise bersahabat dengan negara lain, dan lain-lain.

Fungsi Diplomasi

Secara umum, macam-macam tugas dan fungsi dari diplomasi dibedakan oleh Oana Iucu (2010) dalam “Diplomacy and Diplomatic Function” bahwa terdapat atas 4 fungsi yaitu: representing, protecting, negotiating, reporting, dan promoting. Maksud dari fungsi diplomasi ini adalah:

1. Fungsi Representing

Maksud Representing (perwakilan) adalah seorang diplomat untuk mewakili sebuah negara-bangsa di negara penerima dan memperjuangkan kepentingan yang ditugaskan kepadanya.

2. Fungsi Protecting

Fungsi Protecting (perlindungan) sebagai bentuk perlindungan kepentingan nasional negara dan warga negara yang diwakilinya di negara penerima berdasarkan batas-batas hukum internasional.

3. Fungsi Negotiating

Arti dari fungsi Negotiating (perundingan) adalah fungsi yang berkaitan pada peran diplomat sebagai seorang negosiator dalam memperjuangkan kepentingan nasional negara yang diwakilinya.

4. Fungsi Reporting

Yang dimaksud dengan Reporting (pelaporan) yaitu untuk melaporkan hasil pelaksanaan tugas, pengamatan dan analisis di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya di negara penerima atau organisasi internasional.

5. Fungsi Promoting

Fungsi ini yaitu untuk meningkatkan kerjasama multidimensional di antara negara yang diwakilinya dengan negara penerima (Iucu, 2010).

Jenis-Jenis Diplomasi

Secara umum, diplomasi terdapat 4 macam yaitu:

1. Diplomasi Bilateral

Pengertian Diplomasi bilateral adalah diplomasi yang mengacu pada hubunga politik dan budaya yang melibatkan kedua negara (Berridge, 2002 : 132). Pada berbagai bentuk hubungan bilateral terdapat situasi apabila terdapat keberadaan dan fungsi Kedutaan Besar tidak dapat dipertahankan. Sehingga diperlukan Keputusan formal untuk menutup Kedutaan Besar terjadi apabila terdapat suatu masalah dengan satu atau lebih negara.

2. Diplomasi Multilateral

Pengertian Diplomasi Multilateral adalah diplomasi yang dilakukan melalui konferensi yang diikuti paling sedikit tiga atau lebih negara dengan komunikasi secara lisan atau tulisan (Berridge dalam Djelantik, 2008 : 133).

3. Diplomasi Preventif

Yang dimaksud dengan jenis diplomasi preventif adalah diplomasi yang dilakukan dengan membuat jarak dengan kepentingan langsung sebuah negara dengan tujuan untuk memberikan bantuan moril maupun materil Diplomasi preventif lebih dari sekedar menyelamatkan dunia tetapi berfungsi untuk mencegah agar tidak terisolasi dari masyarakat internasional.

4. Diplomasi Publik

Istilah yang pertama kali digunakan tahun 1965 oleh Dean Edmund Gullion dari “Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University”. Pengertian Diplomasi Publik adalah diplomasi yang berhadapan dengan pengaruh, sikap publik atas pembentukan dan pelaksanaan kebijakan luar negeri, yang terdiri atas  hubungan internasional diluar diplomasi internasional; perkembangan opini publik di negara lain; interaksi dari kelompok swasta dan kepentingan di suatu negara terhadap negara lainnya; pemberitaan masalah-masalah luar negeri dan dampaknya terhadap kebijakan; komunikasi antara para diplomat dan koresponden asing dan proses dari cultural komunikasi; pusat dari itu semua adalah arus transnasional atas informasi dan ide-ide.
 
Saat ini di era siber, terdapat jenis diplomasi yang dikenal dengan Diplomasi digital atau “eDiplomacy“. Pengertian dari Diplomasi Digital atau Siber adalah pemanfaatan Internet dan teknologi komunikasi informasi baru untuk meraih tujuan-tujuan diplomatik.
 
Menurut UK Foreign and Commonwealth Office bahwa pengertian diplomasi digital adalah diplomasi yang dilakukan sebagai penyelesaian masalah kebijakan luar negeri lewat internet.
 
Sedangkan untuk definisi secara sempit yang tidak mencakup perangkat kolaborasi elektronik internal dan diplomasi berbasis telepon genggam dan tablet.
 
 
Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam mempelajari kegiatan diplomasi yang baik dan baik dalam bernegosiasi atau lobby sehingga tidak menciderai kepentingan personal dan kepentingan bersama. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *