Menu

Revolusi Industri 4.0: Pengertian, Ciri, Dampak Industri 4.0 & Tantangannya

Revolusi Industri 4.0: Pengertian, Ciri, Dampak & Tantangan di Indonesia – Secara umum, Pengertian revolusi industry 4.0 menurut Wikipedia adalah suatu revolusi dengan tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik yang mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Revolusi Industri 4.0 dibangun di atas Revolusi Industri  3.0 atau ketiga juga dikenal sebagai Revolusi Digital, yang ditandai oleh proliferasi komputer dan  otomatisasi pencatatan di semua bidang. 
Otomatisasi di semua bidang dan konektivitas adalah tanda-tanda yang nyata dari RI keempat. 
Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke-4 ini mempunyai skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.
Hal itu didasari atas kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah.
Bidang-bidang yang mengalami terobosoan berkat kemajuan teknologi baru diantaranya (1) robot kecerdasan buatan (artificial intelligence  robotic), (2) teknologi nano,  (3) bioteknologi, dan (4) teknologi komputer kuantum, (5) blockchain (seperti bitcoin), (6) teknologi berbasis internet, dan (7) printer 3D.
Revolusi Industri 4.0 adalah suatu fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang akan dimulai pada abad ke-18.
Indonesia juga diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040, yaitu penduduk dengan usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan penduduk non produktif. 

Pengertian Revolusi Industri 4.0 Menurut Para Ahli

Adapun pengertian revolusi industry 4.0 menurut para ahli yaitu: 

1. Pengertian Revolusi Industri 4.0 Menurut Zimmerman 

Menurut Zimmerman (2018) bahwa Era RI 4.0 dan selanjutnya akan melibatkan pekerjaan pada kemampuan sains, teknologi, teknik dan matematika, internet of things, pembelajaran sepanjang hayat sebanyak 75%. 

2. Pengertian Revolusi Industri 4.0 Menurut Prof Dwikorita Karnawati

Berdasarkan pendapat Prof Dwikorita Karnawati (2017) bahwa revolusi industri 4.0 dalam 5 tahun akan mendatang akan menyebabkan dampak dimana 35% jenis pekerjaan terhapus. Sedangkan 10 tahun akan datang terdapat 75 persen yang terhapus.

3. Pengertian Revolusi Industri 4.0 Menurut Prof Klaus Schwab 

Menurut Ekonom asal Jerman sebagai Ketua Eksekutif World Economic Forum (WEF), Prof Klaus Schwab (2017) yang memperkenalkan konsep Revolusi Industri 4.0 bahwa revolusi industri 4.0 mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental.

4. Pengertian Revolusi Industri 4.0 Menurut Presiden Joko Widodo

Menurut Presiden Joko Widodo ke 7 bahwa revolusi industri  4.0 telah mendorong inovasi-inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat.

Sejarah: Awal Munculnya Revolusi Industri 4.0 

Dalam sejarah awal munculnya Istilah Industri 4.0 berasal dari proyek dalam strategi teknologi canggih yang dimunculkan oleh pemerintah jerman yang lebih menekankan pada komputerisasi pabrik. 
Hingga pada tahun 2011, Istilah industri 4.0 kemudian diangkat kembali pada acara Honnover Fair.
Kelanjutan dari hal ini, pada oktober 2012 dalam Working Group On Industri 4.0 menjelaskan bahwa rekomendasi pelaksanaan industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. 
Dalam kelompok kerja industri 4.0 yang kemudian dalam anggota tersebut sebagai bapak pendiri dan perintis Industri 4.0. Dari oktober 2012, barulah hasil akhir Working Group Industri 4.0 memaparkan pada tahun 8 April 2013 dalam acara Honnover Fair. 

Prinsip Rancangan Revolusi Industri 4.0

Dalam hadirnya revolusi Industri 4.0 terdapat suatu rancangan yang membantu setiap perusahaan dalam mengindentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario yang akan dijalankan pada Industri 4.0. Adapun jenis-jenis prinsip dari revolusi industri 4.0 adalah: 

1. Interoperabilitas 

Yang dimaksud dengan prinsip Revolusi Industri 4.0 ini adalah bahwa Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet untuk segala (IoT) atau Internet untuk khalayak (IoP). IoT akan mengotomatisasikan proses ini secara besar-besaran.

2. Transparansi Informasi 

Arti dari Transparansi informasi didefinisikan dalam revolusi industri 4.0 adalah kemampuan sistem informasi yang berfungsi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual
Hal itu dilakukan dengan cara memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Tentu saja dengan membutuhkan pengumpulan data sensor mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi.

3. Bantuan Teknis

Maksud dari bantuan teknis adalah kemampuan sistem bantuan yang berfungsi dalam membantu manusia mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh sehingga dapat membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. 
Selain itu, kemampuan sistem siber-fisik bertujuan untuk membantu manusia secara fisik dengan menjalankan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.

4. Keputusan Mandiri 

Pengertian dari Keputusan mandiri adalah suatu kemampuan sistem siber-fisik yang berfungsi untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin yang ditujukan agar tidak terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, tugas didelegasikan ke atasan.
Salah satu contohnya Revolusi Industri 4.0 di Indonesia dan Dampaknya adalah pertarungan antara taksi konvensional versus taksi online atau ojek pangkalan vs ojek online. Publik tidak pernah menduga sebelumnya bahwa ojek atau taksi yang populer dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan mobilitas manusia yang berhasil ditingkatkan kemanfatanya dengan sistem aplikasi berbasis internet.
Dampak yang ditimbulkan Revolusi Industri 4.0 adalah publik lebih mudah untuk mendapatkan layanan transportasi dan bahkan dengan harga yang sangat terjangkau.
Masyarakat di era revolusi Industri 4.0 mempunyai ketergantungan begitu besar terhadap penggunaan teknologi informasi. Hal itu diketahui berdasarkan survei pada tahun 2014 yang dilakukan oleh Nokia.
Contohnya dampak revolusi industri 4.0 adalah temuan Nokia bahwa terdapat temuan yang mengejutkan bahw tingkat ketergantungan manusia terhadap teknologi. Bahkan di Inggris dalam 1.500 Responden menghabiskan waktunya engan menjalankan media sosial dalam 62 juta jam perhari.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa dalam Revolusi Industri 4.0 tidak hanya memberikan peluang besar. Bahkan disisi lain Revolusi Industri 4.0 juga memberikan tantangan bagi generasi milenial. 
Dampak Revolusi Industri 4.0 seperti kompetensi semakin tinggi, pengangguran, dan kompetisi manusia vs mesin.
Revolusi Industri 4.0 dimana terjadinya revolusi digital disebabkan adnaya proliferasi komputer dan otomatisasi dalam pencatatan semuan bidang industri 4.0.
Salah satu karakteristik menurut Tjandrawinata (2016) adalah revolusi industri 4.0 adalah pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelegence dengan penggunaan robot yang lebih murah, efisien dan efektif.
Dampak dari Revolusi Industri 4.0 dalam Bidang Kesehatan dan Kedokteran adalah pada pencarian obat yang kini telah terkomputerisasi. Bahkan pada diagnosa sebuah penyakit dapat semakin tepat dengan penggunaan teknologi. 
Hal itu ditandai dengan era baru biologi sistem, yang berfungsi secara menyeluruh dalam mengkuantifikasi  perubahan sistem pada manusia. 
Penerapannya dalam dunia kedokteran untuk  menegakkan  diagnosis, mendefinisikan predileksi penyakit, dan mengembangkan strategi pengobatan secara individual (pribadi) berdasarkan patobiologi molekuler modern dan seperangkat lengkap data genom lengkap yang tersedia untuk populasi dan individu.

Tantangan Revolusi Industri 4.0 

Menurut Wolter bahwa untuk mengindentifikasi tantangan revolusi industri 4.0 kedepannya adalah pada persoalan:
  1. Masalah keamanan teknologi informasi
  2. Tantangan pada keandalan dan stabilitas mesin produksi
  3. Tantangan pada kurangnya suatu keterampilan yang memadai
  4. terdapat pada keenggenan untuk berubah oleh para pemangku suatu kepentingan
  5. tantangan pada hilangnya banyak suatu pekerjaan karena seiring terjadinya perubahan menjadi otomatisasi. 
Baca Juga  Dampak APBD Terhadap Perekonomian
Sedangkan Menurut Hecklau et al (2016) yang menjelaskan bahwa tantangan revolusi industri 4.0 baik dalam bidang ekonomi, sosial, teknis, lingkungan dan tantangan politik dan aturan. Adapun penjabaran Hecklau dapat dilihat dibawa ini: 
Tantangan Bidang Ekonomi 

1. Globalisasi Terus Berlanjut
  • keterampilan antarbudaya
  • pemahaman proses 
  • terdapat fleksibilitas waktu
  • adanya keterampilan jaringan 
  • terdapat kemampuan berbahasa
2. Meningkatnya Kebutuhan Akan Inovasi
  • Pemahaman proses
  • Kreativitas 
  • Pengetahuan mutakhir
  • Pemecahan Masalah 
  • Pemikiran Wirausaha 
  • Bekerja di bawah tekanan 
  • Keterampilan penelitian 
3. Tumbuh Kebutuhan Untuk Kerja Sama dan Kolaboratif
  • Terdapat keterampilan berjejaring
  • Mampu dalam berkompromi dan juga kooperatif 
  • Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi
  • Memiliki kemampuan dalam bekerja dalam tim 
Tantangan Bidang Teknis 

1. Menumbuhkan Kerja Kolaboratif
  • Memiliki kemampuan dalam komunikasi visual 
  • Kemampuan untuk bersikap kooperatif 
  • Mempunyai kemampuan dalam keterampilan media 
  • Memiliki kemampuan komunikasi virtual
  • Memiliki pemahaman keamanan TI 
2. Perkembangan Teknologi dan Penggunaan Data Eksponensial
  • Memiliki kepatuhan 
  • Memiliki keterampilan teknis 
  • Mempunyai keterampilan dalam koding
  • Terdapat efisiensi dalam bekerja dengan data 
  • Memiliki kemampuan dalam analisis 
  • Mempunyai kemampuan dalam memahami keamanan TI
Tantangan Dalam Bidang Politik dan Aturan 

1. Standarisasi
  • Keterampilan proses
  • Keterampilan Teknis 
  • Keterampilan koding 
2. Keamanan data dan Privasi
  • Kepatuhan 
  • Pemahaman keamanan teknologi.
Tantangan dalam Bidang Sosial 

1. Peningkatan Kerja Virtual
  • Pemahaman keamanan TI 
  • Keterampilan dalam teknologi 
  • Fleksibilitas waktu dan tempat 
  • Keterampilan dalam media 
2. Pertumbuhan Kompleksitas Proses
  • Keterampilan analisis 
  • Keterampilan teknis 
  • Toleransi ambigiuitas 
  • Memiliki motivasi belajar 
  • Penyelesaian masalah 
  • Pemahaman proses 
  • Pengambilan keputusan
3. Perubahan Demografi dan Nilai Sosial
  • Keterampilan memimpin 
  • Kemampuan mentransfer pengetahuan 
  • Terdapat fleksibilitas waktu dan tempat 
  • Penerimaan rotasi tugas kerja dan perubahan pekerjaan yang terkait (toleransi ambiguitas)
Sebagian besar perusahaan menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online..”
The Economist, 2017 Indonesia perlu meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja dengan teknologi digital (Parray, ILO, 2017).
Berdasarkan data Linkedin (2017) bahwa terdapat 55% organisasi yang menyatakan bahwa perkembangan digital talent semakin melebar.
Sebab hal itu, sehingga diperlukan Relevansi pendidikan dan pekerjaan, perlu disesuaikan dengan perkembangan era dan IPTEK dengan tetap memberikan perhatian kepada aspek humanities. 

Dalam bidang ekonomi, menurut Marmolejo (World Bank: 2007) bahwa Pasar kerja saat ini itu tengah membutuhkan kombinasi berbagai skills yang berbeda dengan yang selama ini diberikan oleh sistem pendidikan tinggi.
Olehnya itu sehingga agar dalam dunia pendidikan khususnya kurikulum menndapatkan orientasi baru ditengah hadirnya era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya menekankan pada aspek yang disebut sebagai Literasi Lama dalam hal ini yaitu membaca, menulis dan matematika yang kerap dianggap sebagai modal dasar untuk masyarakat dapat berkiprah.
Melainkan dalam dunia pendidikan Indonesia diperlukan suatu orientasi baru baik kepada mahasiswa, pelajar dan masyarakat pada umumnya agar mampu lebih kompetitif dengan berorientasi pada Literasi Baru. 
Dalam hal ini dirumuskan oleh Aount (MIT: 2017) yaitu Literasi Data, Literasi Teknologi, dan Literasi Manusia. 

Literasi Data. Yang dimaksud dengan literasi data adalah kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (Big Data) dalam dunia Digital.
Literasi Teknologi. Pengertian literasi teknologi adalah dengan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi yang dikenal dengan Coding, Engineering Principles, dan Artificial Intelegence. 

Literasi Manusia. Yang dimaksud dalam literasi manusia adalah literasi yang dimana mengedepankan pada aspek humanities, komunikasi dan desain.
Maksudnya agar setiap manusia memiliki keterampilan leadership, team work. Tidak hanya itu, memahami budaya serta semangat entrepreneurship.


Demikianlah informasi mengenai Revolusi Industri 4.0: Pengertian, Ciri, Dampak & Tantangan di Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu dari pengertian Revolusi Industri, Ciri, Dampak dan tantangan yang akan di hadapi di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *