Menu

Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli

 Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli – Apa yang dimaksud membaca? Membaca adalah kewajiban bagi setiap warga negara. Apalagi kita sebagai negara Indonesia. Wajib bagi kita untuk memiliki pengetahuan untuk berkontribusi bagi pembangunan membaca. 
Sangat disayangkan, ketika masyarakat justru terus mengkritik lantas tidak pernah memberikan sumbangsih kepada pemerintah. 
Sumbangsih yang baik yang mampu menghasilkan karya yang luar biasa bagi negara dan kehidupan sekitar didapatkan salah satunya dengan membaca. 
Apalagi di era sekarang ini, yang serba digital. Membaca adalah suatu faktor penting untuk membuat arah perkembangan zaman ini ke hal yang positif. Misalnya saja gejala akibat kurangnya membaca yang menyebabkan analisis beberapa kalangan yang dangkal atau dungu (istilah bung Rocky) yaitu penyebaran Hoax. 
Salah satu yang melandasi Hoax dapat tersebar dengan mudah salah satunya disebabkan kurangnya membaca setiap kalangan. Akibatnya asal share dan asal koment sebelum membaca. 
Jujur saja, ketika setiap orang memiliki tingkat minat membaca yang bagus dan sudah banyak buku bacaan atau artikel, serta apapun itu, maka dapat meningkatkan analisis setiap warga Indonesia. 
Maka ketika tingkat analisis meningkat, akan memberikan manfaat positif dalam menilai baik buruk suatu bacaan, suatu berita, dan postingan apa yang akan disebarnya. 
Hal itu tentu saja memberikan manfaat yang tak kalah ketika diperhadapkan pada dunia yang sebenarnya dalam hal ini persoalan kerja. 
Dengan tingkat membaca yang baik, maka setiap orang secara kausalitas, hubungan sebab dan akibat akan memudahkan setiap orang untuk mendapatkan pekerjaan apapun itu, baik di Indonesia dan bahkan di luar negeri. 

Indonesia Memang Malas Baca Atau Tidak Sih? 

Mari merujuk data, Indonesia masih sangat terbelakang soal performa membaca lantaran menduduki urutan ke 44 dengan skor 397. Kalah dari Singapura yang terbilang negara yang kecil. 
Sedangkan data CCSU merilis tingkat literasi negara dunia pada tahun 2016 menunjukkan Indonesia ranking 60 dari 61 negara. Korea Selatan dapat ranking 22, Jepang ada pada ranking 32, dan Singapura berada di peringkat ke-36. Malaysia ada di barisan ke-53.
Penyebab dari hal ini tida lain karena kemampuan membaca. Apa itu kemampuan membaca? Kemampuan membaca merupakan kemampuan yang kompleks yang menuntut adanya kerja sama antara sejumlah kemampuan. Agar dapat membaca suatu bacaan, seseorang harus dapat menggunakan pengetahuan yang sudah dimilikinya. 
Demikian itu, sehingga terdapat dua faktor yang melandasi penyebab seseorang sebelum membaca. Faktor internal yang diartikan sebagai intelegensi (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca, dan sebagainya. 
Sedangkan untuk faktor eksternal berupa sarana membaca, teks bacaan (sederhana-berat, mudah-sulit), faktor lingkungan, atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca. 
Sebelum berbicara jauh mengenai membaca, apa sih itu pengertian membaca, tujuan dan ciri-ciri membaca yang baik dan benar serta jenis-jenis kegiatan membaca yang dapt membantu kita semua? 

Pengertian Membaca: Apa itu? 

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, bahwa pengertian membaca berasal dari kata baca. Arti demikian, membaca memiliki arti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu. 
Sedangkan secara umum, pengertian membaca adalah proses penerjemahan suatu tanda-tanda dan lambang kedalam maknanya serta melakukan pemaduan makna baru yang terdapat kedalam sistim kognitif dan afektif yang telah dimiliki pembaca 

Pengertian Membaca Menurut Para Ahli 

1. Pengertian Membaca Menurut Henry Guntur Tarigan 

Menurut Henry Guntur Tarigan (2008:7) bahwa Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. 
2. Pengertian Membaca Menurut Sabarti Akhadiah, dkk 

Menurut Sabarti Akhadiah, dkk (1992/1993: 22), bahwa pengertian membaca adalah suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud bacaan. 
3. Pengertian Membaca Menurut Soedarso 

Menurut Soedarso (2005: 4) bahwa definisi membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, misalnya pembaca harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati, dan mengingatingat untuk memperoleh informasi dalam bacaan. 
4. Pengertian Membaca Menurut Anderson 

Menurut Anderson, dkk, 1985 (dalam Sabarti Akhadiah dkk, 1992/1993: 22) menjelaskan bahwa pengertian membaca adalah suatu proses untuk memahami makna suatu tulisan.

Jenis-Jenis Membaca 

Henry Guntur Tarigan (2008: 13) membedakan jenis-jenis membaca terbagi atas dua macam, yaitu: pertama membaca dengan suara nyaring dan yang kedua adalah membaca dengan dalam hati.
Selain itu, secara umum jenis-jenis kegiatan membaca menurut  Akhadiah (1991/1992: 29-31), mengemukakan berapa jenis kegiatan membaca antara lain sebagai berikut:

1. Membaca dalam hati

Arti membaca dalam hati adalah suatu kegiatan kegiatan membaca tanpa mengeluarkan suara atau adanya gerakan bibir.

2. Membaca indah

Sebenarnya jenis membaca ini memiliki teknik akan tetapi bahan bacaaan yang digunakan pada umumnya adalah bacaan berupa karya sastra, seperti puisi. Jenis membaca ini bertujuan apresiatif yang mengharapkan agar membaca sebagai ungkapan penghayatannya terhadap karya sastra.

3. Membaca Bahasa

Kegiatan membaca bahasa ditekankan pada sisi kebahasaan, bukan isinya. Jadi, dalam kegiatan ini bardasarkan bacaan yang diberikan, siswa berlatih mengenai makna dan penggunaan kata, ungkapan, serta, kalimat.

4. Membaca cepat

Tujuan kegiatan membaca cepat ialah agar siswa mampu dengan cepat menangkap isi bacaan. Kemampun ini sangat penting karena informasi mengenai ilmu dan teknologi disampaikan melalui tulisan. 

5. Membaca Pustaka

Kegiatan membaca ini merupakan kegiatan diluar pelajaran jadi dapat bersifat kokurikuler, ekstrakurikuler, bahkan individual. Kegiatan membaca pustaka yang terarah dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam pengembangan minat serta kemampuan memahami bacaan. 

Ciri-Ciri Membaca 

Menurut Anderson (Akhadiah 1991: 23-24), mengemukakan bahwa terdapat lima ciri membaca. Adapun ciri membaca tersebut yaitu: 

1. Membaca adalah Proses Konstruktif

Dalam hal ini, setiap pembaca perlu untuk mengolah hasil bacaan berdasarkan informasi dalam tulisan tersebut yang dilandasi pada pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki atau dibaca sebelumnya. 

2. Membaca Harus Lancar

Kelancaran membaca ditentukan dari adanya kesanggupan pembaca mengenai suatu kata-kata. Artinya pembaca harus dapat menghubungkan adanya tulisan dengan maknanya. Dari hasil penelitian ternyata bahwa konteks yang bermakna dapat mempercepat pengenalan.

3. Membaca Menggunakan Strategi

Pembaca yang terampil dengan sendirinya akan menyesuaikan srtategi membaca dengan taraf kesulitan tulisan, pengenalannya tentang topik yang dibaca, serta tujuan membacanya. 
Pembaca yang terampil dengan cepat akan dapat menangkap jika ada kalimat atau informasi  yang tidak relevan dalam bacaannya, sedangkan pembaca yang belum terampil tidak dapat melihatnya.

4. Membaca Memerlukan Motivasi

Motivasi merupakan kunci keberhasilan dalam belajar membaca. Membaca pada dasarnya adalah sesuatu yang menyenangkan.

5. Membaca Harus Dikembangkan

Keterampilan tidak diperoleh secara mendadak atau dalam waktu singkat dan untuk selamanya. Keterampilan diperoleh melalui belajar, tahap demi tahap, dalam waktu yang panjang serta terus-menerus.

Tujuan Membaca 

Ada banyak tujuan membaca terlebih jika meminta tanggapan setiap orang. Keberagaman tujuan membaca ini disesuaikan dengan situasi dan berbagai kondisi pembaca. Akan tetapi, secara umum tujuan dari membaca yaitu: 
  • Ada kalanya orang membaca untuk melepaskan diri dari kenyataan,misalnya pada saat ia merasa jenuh,sedih, bahkan putus asa.
  • Tujuan membaca yang tinggi ialah untuk mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis dan nilai-nilai kehidupan lainnya
  • Mungkin juga orang membaca untuk tujuan rekreatif, untuk mendapat kesenangan atau hiburan, seperti halnya menonton film atau bertamasya.
  • Salah satu tujuan membaca ialah untuk mendapatkan informasi.
  • Ada orang-orang tertentu yang membaca dengan tujuan agar citra dirinya meningkat.
  • Kemungkinan lain, orang membaca tanpa ada tujuan apa-apa hanya karena iseng tidak tahu apa yang akan dilakukan: jadi hanya sekedar untuk merintang waktu.
Demikianlah informasi mengenai, Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua sehingga dapat meningkatkan minat baca kita dan mampu membawa negara Indonesia ke negara maju. Apalagi melihat data statistik tentang minat baca yang Indonesia saat ini jauh mengkhawatirkan. 
Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli - Apa yang dimaksud membaca? Membaca adalah kewajiban bagi setiap warga negara. Apalagi kita sebagai negara Indonesia. Wajib bagi kita untuk memiliki pengetahuan untuk berkontribusi bagi pembangunan membaca.  Sangat disayangkan, ketika masyarakat justru terus mengkritik lantas tidak pernah memberikan sumbangsih kepada pemerintah.  Sumbangsih yang baik yang mampu menghasilkan karya yang luar biasa bagi negara dan kehidupan sekitar didapatkan salah satunya dengan membaca.  Apalagi di era sekarang ini, yang serba digital. Membaca adalah suatu faktor penting untuk membuat arah perkembangan zaman ini ke hal yang positif. Misalnya saja gejala akibat kurangnya membaca yang menyebabkan analisis beberapa kalangan yang dangkal atau dungu (istilah bung Rocky) yaitu penyebaran Hoax.  Salah satu yang melandasi Hoax dapat tersebar dengan mudah salah satunya disebabkan kurangnya membaca setiap kalangan. Akibatnya asal share dan asal koment sebelum membaca.  Jujur saja, ketika setiap orang memiliki tingkat minat membaca yang bagus dan sudah banyak buku bacaan atau artikel, serta apapun itu, maka dapat meningkatkan analisis setiap warga Indonesia.  Maka ketika tingkat analisis meningkat, akan memberikan manfaat positif dalam menilai baik buruk suatu bacaan, suatu berita, dan postingan apa yang akan disebarnya.  Hal itu tentu saja memberikan manfaat yang tak kalah ketika diperhadapkan pada dunia yang sebenarnya dalam hal ini persoalan kerja.  Dengan tingkat membaca yang baik, maka setiap orang secara kausalitas, hubungan sebab dan akibat akan memudahkan setiap orang untuk mendapatkan pekerjaan apapun itu, baik di Indonesia dan bahkan di luar negeri.  Indonesia Memang Malas Baca Atau Tidak Sih?  Mari merujuk data, Indonesia masih sangat terbelakang soal performa membaca lantaran menduduki urutan ke 44 dengan skor 397. Kalah dari Singapura yang terbilang negara yang kecil.  Sedangkan data CCSU merilis tingkat literasi negara dunia pada tahun 2016 menunjukkan Indonesia ranking 60 dari 61 negara. Korea Selatan dapat ranking 22, Jepang ada pada ranking 32, dan Singapura berada di peringkat ke-36. Malaysia ada di barisan ke-53. Penyebab dari hal ini tida lain karena kemampuan membaca. Apa itu kemampuan membaca? Kemampuan membaca merupakan kemampuan yang kompleks yang menuntut adanya kerja sama antara sejumlah kemampuan. Agar dapat membaca suatu bacaan, seseorang harus dapat menggunakan pengetahuan yang sudah dimilikinya.  Demikian itu, sehingga terdapat dua faktor yang melandasi penyebab seseorang sebelum membaca. Faktor internal yang diartikan sebagai intelegensi (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca, dan sebagainya.  Sedangkan untuk faktor eksternal berupa sarana membaca, teks bacaan (sederhana-berat, mudah-sulit), faktor lingkungan, atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca.   Sebelum berbicara jauh mengenai membaca, apa sih itu pengertian membaca, tujuan dan ciri-ciri membaca yang baik dan benar serta jenis-jenis kegiatan membaca yang dapt membantu kita semua?  Pengertian Membaca: Apa itu?  Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, bahwa pengertian membaca berasal dari kata baca. Arti demikian, membaca memiliki arti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu.  Sedangkan secara umum, pengertian membaca adalah proses penerjemahan suatu tanda-tanda dan lambang kedalam maknanya serta melakukan pemaduan makna baru yang terdapat kedalam sistim kognitif dan afektif yang telah dimiliki pembaca  Pengertian Membaca Menurut Para Ahli  1. Pengertian Membaca Menurut Henry Guntur Tarigan  Menurut Henry Guntur Tarigan (2008:7) bahwa Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.  2. Pengertian Membaca Menurut Sabarti Akhadiah, dkk  Menurut Sabarti Akhadiah, dkk (1992/1993: 22), bahwa pengertian membaca adalah suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud bacaan.  3. Pengertian Membaca Menurut Soedarso  Menurut Soedarso (2005: 4) bahwa definisi membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, misalnya pembaca harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati, dan mengingatingat untuk memperoleh informasi dalam bacaan.  4. Pengertian Membaca Menurut Anderson  Menurut Anderson, dkk, 1985 (dalam Sabarti Akhadiah dkk, 1992/1993: 22) menjelaskan bahwa pengertian membaca adalah suatu proses untuk memahami makna suatu tulisan. Jenis-Jenis Membaca  Henry Guntur Tarigan (2008: 13) membedakan jenis-jenis membaca terbagi atas dua macam, yaitu: pertama membaca dengan suara nyaring dan yang kedua adalah membaca dengan dalam hati. Selain itu, secara umum jenis-jenis kegiatan membaca menurut  Akhadiah (1991/1992: 29-31), mengemukakan berapa jenis kegiatan membaca antara lain sebagai berikut: 1. Membaca dalam hati Arti membaca dalam hati adalah suatu kegiatan kegiatan membaca tanpa mengeluarkan suara atau adanya gerakan bibir. 2. Membaca indah Sebenarnya jenis membaca ini memiliki teknik akan tetapi bahan bacaaan yang digunakan pada umumnya adalah bacaan berupa karya sastra, seperti puisi. Jenis membaca ini bertujuan apresiatif yang mengharapkan agar membaca sebagai ungkapan penghayatannya terhadap karya sastra. 3. Membaca Bahasa Kegiatan membaca bahasa ditekankan pada sisi kebahasaan, bukan isinya. Jadi, dalam kegiatan ini bardasarkan bacaan yang diberikan, siswa berlatih mengenai makna dan penggunaan kata, ungkapan, serta, kalimat. 4. Membaca cepat Tujuan kegiatan membaca cepat ialah agar siswa mampu dengan cepat menangkap isi bacaan. Kemampun ini sangat penting karena informasi mengenai ilmu dan teknologi disampaikan melalui tulisan.  5. Membaca Pustaka Kegiatan membaca ini merupakan kegiatan diluar pelajaran jadi dapat bersifat kokurikuler, ekstrakurikuler, bahkan individual. Kegiatan membaca pustaka yang terarah dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam pengembangan minat serta kemampuan memahami bacaan.  Ciri-Ciri Membaca  Menurut Anderson (Akhadiah 1991: 23-24), mengemukakan bahwa terdapat lima ciri membaca. Adapun ciri membaca tersebut yaitu:  1. Membaca adalah Proses Konstruktif Dalam hal ini, setiap pembaca perlu untuk mengolah hasil bacaan berdasarkan informasi dalam tulisan tersebut yang dilandasi pada pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki atau dibaca sebelumnya.  2. Membaca Harus Lancar Kelancaran membaca ditentukan dari adanya kesanggupan pembaca mengenai suatu kata-kata. Artinya pembaca harus dapat menghubungkan adanya tulisan dengan maknanya. Dari hasil penelitian ternyata bahwa konteks yang bermakna dapat mempercepat pengenalan. 3. Membaca Menggunakan Strategi Pembaca yang terampil dengan sendirinya akan menyesuaikan srtategi membaca dengan taraf kesulitan tulisan, pengenalannya tentang topik yang dibaca, serta tujuan membacanya.  Pembaca yang terampil dengan cepat akan dapat menangkap jika ada kalimat atau informasi  yang tidak relevan dalam bacaannya, sedangkan pembaca yang belum terampil tidak dapat melihatnya. 4. Membaca Memerlukan Motivasi Motivasi merupakan kunci keberhasilan dalam belajar membaca. Membaca pada dasarnya adalah sesuatu yang menyenangkan. 5. Membaca Harus Dikembangkan Keterampilan tidak diperoleh secara mendadak atau dalam waktu singkat dan untuk selamanya. Keterampilan diperoleh melalui belajar, tahap demi tahap, dalam waktu yang panjang serta terus-menerus. Tujuan Membaca  Ada banyak tujuan membaca terlebih jika meminta tanggapan setiap orang. Keberagaman tujuan membaca ini disesuaikan dengan situasi dan berbagai kondisi pembaca. Akan tetapi, secara umum tujuan dari membaca yaitu:  Ada kalanya orang membaca untuk melepaskan diri dari kenyataan,misalnya pada saat ia merasa jenuh,sedih, bahkan putus asa. Tujuan membaca yang tinggi ialah untuk mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis dan nilai-nilai kehidupan lainnya Mungkin juga orang membaca untuk tujuan rekreatif, untuk mendapat kesenangan atau hiburan, seperti halnya menonton film atau bertamasya. Salah satu tujuan membaca ialah untuk mendapatkan informasi. Ada orang-orang tertentu yang membaca dengan tujuan agar citra dirinya meningkat. Kemungkinan lain, orang membaca tanpa ada tujuan apa-apa hanya karena iseng tidak tahu apa yang akan dilakukan: jadi hanya sekedar untuk merintang waktu. Demikianlah informasi mengenai, Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua sehingga dapat meningkatkan minat baca kita dan mampu membawa negara Indonesia ke negara maju. Apalagi melihat data statistik tentang minat baca yang Indonesia saat ini jauh mengkhawatirkan.  Ilustrasi: Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli Olehnya, semoga informasi ini mampu memberikan pengetahuan untuk bersama-sama menyebarkan virus membaca di seluruh masyarakat, sebab hoax tersebar itu karena kurangnya membaca. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Ilustrasi: Pengertian Membaca, Tujuan, Ciri, Jenis & Menurut Para Ahli
Olehnya, semoga informasi ini mampu memberikan pengetahuan untuk bersama-sama menyebarkan virus membaca di seluruh masyarakat, sebab hoax tersebar itu karena kurangnya membaca. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!