Penyakit Sistem Peredaran Darah

Loading...
Advertisement


loading...

Loading...



loading...
Gangguan atau penyakit Sistem Peredaran Darah|Gangguan kesehatan disebabkan kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah manusia pada darah, jantung dan pembuluh darah. Kelainan pada darah antar lain hemofilia, talasemia dan leukimia. "Hemofilia" adalah suatu penyakit keturunan pada manusia yang ditandai dengan tidak dapatnya darah membeku secara wajar ketika mengalami luka atau perdarahan. Hal ini terjadi karena tubuh tidak ampu membentuk protein yang berperan dalam proses pembekuan darah. "Talasemia"juga merupakan penyakit yang diwarisi seorang dari orangtua. Penyakit ini ditandai adanya gangguan pembentukan sel dalam darah merah. Sel darah merah penderita talasemia mudah pecah, tidak taha lama sehingga penderita selalu kekurangan sel dalam merah. Talasemia dapat dibedakan menjadi dua macam, talasemia mayor dan talasemia minor. Talasemia mayor memperlihatkan gejala-gejala klinis anemia berat yang dapat berakibat fatal.Gejala penderita talasemia mayor sudah tampak sejal awal masa kanak-kanak ( umur + 3 tahun). Penderita talasemia minor biasanya tidak mengalami anemia berat sehingga masih dapat bertahan hidup. 

"Leukemia"atau kanker darah adalah suatu penyakit kelainan pada manusia karena jumlah sel-sel darah putih (leukosit) meningkat tidak terkendali. Penderita cenderung menjadi lemah, nafsu makan berkurang. dan berat badan menurun. Selain itu, ia juga mengalami kekurangan sel darah merah (anemia), karena sel-sel darah putih yang berlebihan jumlahnya akan memangsa sel-sel darah merah: Dalam kondisi normal, jumlah sel darah putih sekitar 7.000 tiap milimeter kubik. Pada penderita leukemia, jumlah sel-sel darah putih dapat mencapai 25.000-50.000 tiap milimeter kubik. Jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia juga dapat mengalami penurunan. Keadaan itu disebut anemia.  

Anemia dapat disebabkan menderita penyakit malaria, infeksi cacing tambang, atau kekurangan zat besi. Penyebab penyakit malaria adalah Piasmodium malariae yang menyerang sel-sel darah merah sehingga sel-sel darah merah banyak yang mati sebelum berumur 120 hari. Zat besi merupakan mineral penting untuk menyusun hemoglobin di dalam sel darah merah. Kekurangan zat besi berarti menghambat proses pembentukan sel-sel darah merah. Infeksi cacing tambang ke dalam tubuh manusia juga dapat menyebabkan anemia karena cacing tersebut mengisap darah sambil mengeluarkan zat anti pembekuan darahSerangan jantung terjadi karena terhambatnya aliran darah yang membawa makanan dan oksigen ke jaringan otot jantung. Hambatan itu terjadi karena pembuluh nadi jantung mengalami gañgguan átau kerusakan. 

Kerusakan pembuluh nadi tersebut terjadi karena pembekuan darah atau gumpalan materi yang menyumbat pembuluh. Apabila gumpalan ini menghambat aliran darah di otak akan terjadi stroke. Hasil penelitian menyebutkan bahwa gumpalan yang sering menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah adalah senyawa kolesterol. Penyakit jantung umumnya berkaitan erat dengan ketidakseimbangan antara pola makan dan olahraga. Konsumsi makanan yang cenderung banyak mengandung lemak dan daging bagi manusia usia lanjut berisiko besar terhadap serangan jantung. Usaha untuk mempertahankan kesehatan jantung antara lain dengan cara menyeimbangkan kebutuhan makanan dengan kerja fisik atau olahraga. Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh kebiasaan hidup yang kurang baik, misalnya minum minuman keras dan merokok. Kondisi kesehatanjantung dapat dimonitor menggunakan elektrokardiogram (EKG).

Kelainan atau gangguan yang terjadi pada pembuluh darah antara lain varises, bawasir, dan hilangnya sifat elastis dinding pembuluh darah. Varises adalah pelebaran pembuluh balik atau vena. Hal-hal yang dapat menyebabkan varises antara lain kehamilan dan terlalu gemuk. Bawasir atau ambeien adalah pelebaran pembuluh darah di sekitar anus.

Penyakit Sistem Peredaran Darah
(Darah)
Sekian Artikel Tentang Penyakit Sistem Peredaran Darah Semoga Bermanfaat 

.
Blog, Updated at: 15.29