6 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi

Konsumsi adalah istilah dari bahasa Inggris yaitu ”Consumption”. Arti dari kata ini adalah pemenuhan akan makanan dan minuman.

Sedangkan arti luas Konsumsi adalah seluruh pembelian barang dan jasa akhir yang dikonsumsi oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan.

Selain itu, menurut para ahli dalam hal ini dari T Gilarso (2003:89) yang menyampaikan bahwa konsumsi ialah titik pangkal dan tujuan akhir seluruh kegiatan ekonomi masyarakat.

Sedangkan apabila merujuk dari Kamus Besar Ekonomi, yang dimaksud dengan konsumsi adalah tindakan manusia baik secara langsung/tak langsung untuk menghabiskan/mengurangi kegunaan (utility) suatu benda pada pemuasan terakhir dari kebutuhannya.

Bisa juga konsumsi didefinisikan sebagai pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga. Ini bisa saja berupa barang yang tahan lama, kendaraan dan perlengkapan dan barang tidak tahan lama contohnya makanan dan pakaian. Jasa yang mencakup barang yang tidak berwujud konkrit, khususnya adalah pendidikan.

Melalui hal itu, maka bisa disimpulkan bahwa konsumsi adalah sebagai kegiatan pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan akan makanan dan minuman rumah tangga konsumen.

Banyaknya konsumsi yang dibutuhkan oleh suatu daerah bergantung dari banyaknya warga yang menaungi daerah tersebut, apalagi suatu negara seperti halnya Indonesia yang daerah terbentang dari sabang sampai merauke.

Baca Juga  6 Persamaan & Perbedaan Antara Konduksi dan Konveksi

Walaupun masyarakat Indonesia yang banyak, tidak menjadikan otomatis bahwa tingkat konsumsi rakyat Indonesia besar. Sebab terdapat indikator kesejahteran daerah di Indonesia salah satunya adalah rendahnya angka kemiskinan.

Melihat Indonesia, apabila angka kemiskinan rendah maka akan membuat pola konsumsi masyarakat semakin tinggi, namun apabila tidak maka pola konsumsi pun rendah.

Menganalisis Indonesia yang masih dikategorikan sebagai negara berkembang, maka masih terdapat beberapa rakyat Indonesia yang memiliki pola konsumsi kurang baik.

Selain itu masih banyak lagi instrument atau metode yang bisa dipakai dalam memahami pola konsumsi yang begitu penting ini. Pentingnya mengetahui pola konsumsi seseorang atau masyarakat membuat pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang sesuai agar masyarakat tidak dirugikan dan dapat menekan angka kemiskinan.

Pada teorinya kemiskinan berhubungan negatif dengan pola konsumsi, artinya semakin tinggi angka kemiskinan akan berpengaruh negatif pada kemampuan konsumen atau rumah tangga untuk mengkonsumsi komoditas.

Maka dari itu, yang menjadi utama pemerintah tiada lain dan tiada bukan untuk menekan secara masif angka kemiskinan dengan beragam kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat luas.

Pentingnya pola konsumsi juga banyak dijelaskan oleh Al-Qur’an, salah satunya yang tercantum dalam surat Al-A’raf ayat 31, yang artinya Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Baca Juga  10 Contoh CSR Perusahaan Kecil dan Internasional

Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi

Banyak faktor-faktor yang mempengaruh pola konsumsi rumah tangga atau masyarakat. Diantaranya adalah variabel Pendapatan, Pendidikan dan Lingkungan tempat tinggal.

Pendapatan memegang peranan penting dalam menentukan pola konsumsi individu, rumah tangga, masyarakat dan pemerintah.

Lebih terperinci soal faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi hal itu diungkapkan oleh Hattas (2011). Menurut para ahli ini yang memaparkan terdapat 6 faktor pola konsumsi yaitu

6 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi

6 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi

1. Tingkat Pendapatan Masyarakat

Hal ini bisa menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola konsumsi seseorang, sebab tingkat pendapatan dipakai 2 tujuan yaitu tabungan dan konsumsi. Dengan besarnya pendapat yang diterima oleh seseorang, maka tidak menutup kemungkinan juga mempengaruh pola konsumsi masyarakat.

Sehingga dalam artian ketika semakin besar tingkat pendapatan seseorang, maka hal itu akan diikuti juga dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Sebaliknya ketika pendapatan rendah, maka hasil yang didapatkan kecil.

Baca Juga  Pengertian Inflasi, Jenis, Teori, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi Inflasi

2. Selera Konsumen

Setiap orang mempunyai keinginan yang berbeda dan ini bisa memengaruhi pola konsumsi. Sebab setiap konsumen pasti akan memilih satu jenis barang yang dipakai dibandingkan dengan jenis barang yang lainnya.

3. Harga Barang

Apa bila haga barang mengalami kenaikan, maka konsumsi barang itu akan mengalami penurunan. Sebaliknya ketika harga, barang itu ternyata mengalami penurunan, maka konsumsi barang yang terjadi adalah barang akan mengalami kenaikan.

4. Tingkat Pendidikan Masyarakat

Dengan tingginya rendahnya pendidikan masyarakat bisa saja ikut dalam mempengaruhi terhadap perilaku, sikap dan kebutuhan pada konsumsinya.

5. Jumlah Keluarga

Besar kecilnya jumlah keluarga akan bisa memengaruhi pola konsumsinya.

6. Lingkungan

Keadaan sekeliling dan kebiasaan lingkungan akan memengaruhi perilaku konsumsi pangan masyarakat setempat. Apabila lingkungan tersebut baik, maka tingkat kesuburan disekitarnya semakin baik, yang bisa mempengaruhi tingkat konsumsi pangan yang tinggi, begitupula sebaliknya. 

Demikianlah informasi mengenai 6 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...
6 Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi | fajeros | 4.5