Menu

Penjelasan Kekuasaan Negara Menurut John Locke

Kekuasaan Negara Menurut John Locke – Secara umum, pengertian Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

Kekuasaaan merupakan konsep yang paling mendasar dalam ilmu-ilmu sosial dan didalamnya terdapat perbedaan titik penekanan yang dikemukakan.

Menurut pendapat dari Russel (1988) terdapat batasan umum dari kekuasaan yaitu merupakan produk pengaruh yang diharapkan. Ketika seseorang ingin memperoleh tujuan yang diinginkannya dan juga diinginkan oleh orang banyak,

Maka orang tersebut harus memiliki kekuasan yang besar. Faktor pendorong yang menimbulkan keinginan berkuasa antara lain faktor eksplisit dan implisit yang berupa dorongan untuk memperoleh kekuasaan.

Faktor eksplisit dari dalam diri seseorang, sedangkan faktor implisit adalah faktor dari luar yang mempengaruhi seseorang untuk berkuasa.

Secara umum, yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan.

Dalam membahas kekuasaan ada banyak teori-teori yang disebutkan oleh para ahli. Teori-teori kekuasaan ini berguna dijadikan sebagai pendekatan dalam membahas kekuasaan.

Apabila ingin membahas seluruh teori kekuasaan menurut para ahli, kiranya tulisan ini cukup panjang untuk mengupasnya. Olehnya itu, penulis mengambil kesimpulan untuk,

Membahas beberapa teori kekuasaan yang disampaikan oleh para ahli yang terkenal dan banyak dicari oleh para masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Terdapat beberapa nama mengenai teori-teori kekuasaan yang banyak dicari yaitu John Locke dan Montesquie. Melihat antusias pencarian teori kekuasaan antara John Locke dan Montesquie,

Dan melihat padatnya pandangan antara John Locke dan Montesquie, penulis akhirnya mengambil kesimpulan untuk membahas satu persatu pada artikel selanjutnya.

Sebab pada kali ini, penulis akan membahas mengenai pendapat John Locke dan teorinya tentang kekuasaan begitupula dengan kekuasaan negara.

Sebab beberapa diantara penanya soal teori John Locke ada yang meminta penjelasan, seperti jelaskan kekuasaan menurut John Locke, Bagaimana teori kekuasaan menurut John Locke dan ada pula yang hanya mencari mengenai pengertian kekuasaan menurut John Locke, serta makna kekuasaan menurut John Locke.

Baca Juga  Fungsi Pengurai Dalam Menyuburkan Tanah

Melihat beragamnya pertanyaan-pertanyaan seputar teori John Locke tentang kekuasaan maka, penulis berinisiatif untuk menghimpun seluruh pertanyaan mengenai kekuasaan menurut John Locke pada pembahasan kali ini.

Sebelum itu, tahukah anda siapasih itu John Locke? bagaimanasih biografi John Locke? Bagaimana landasan John Locke mengembukakan tentang teori kekuasaan?, Filsafat apa yang dipakai John Locke untuk mengupas kekuasaan itu?..

Pertanyaan seputar demikian perlu untuk dihadirkan dalam kepala setiap insan pembaca, sebab setiap orang baik itu para ahli tersendiri seperti John Locke memiliki landasan sehingga mengemukakan definisi misalnya kekuasaan.

Olehnya itu, dibawah ini akan dibahas sedikit mengenai informasi tentang John Locke yang berhubungan dengan pembahasan kali ini.

Siapasih John Locke itu?

Penjelasan Kekuasaan Negara Menurut John Locke (Foto: Artikelsiana.com)
Penjelasan Kekuasaan Negara Menurut John Locke (Foto: Artikelsiana.com)

Lahir pada 29 Agustus 1632 di Wrington, Inggris. Karir pendidikan John Locke diawali pada tahun 1647 di Westminster. Berkat keberhasilannya, John Locke mendapat Beasiswa bersekolah di Gereja Kristus, Oxfort hingga mendapat gelar S2.

Dari sanalah, John Locke kemudian menggemari filosofis dan alergis terhadap filsafat skolastik. John Locke juga penggembar sastra dan medis hingga mengenal filsafat alam serta mekanis.

Dengan prestasi itu, akhirnya ia bertemu dengan Robert Boyle yang memberikan pengaruh besar bagi pemikiran John Locke. Pertemuan itu juga membuat John Locke rajin dalam membaca karya Descartes.

Sedari awal, John Locke telah menumbuhkan minat dalam bidang Politik, terbukti dari tiga karyanya yang dibuat melalui adanya gejolak politik yang terjadi di Inggris.

Pada tahun 1661, John Locke akhirnya memulai karirnya sebagai dosen di Sekolah Gereja Kristus dengan mengajar bahasa Yunani dan Latin. Barulah pada 1664, mendapat amanah sebagai petugas sensor filsafat Moral.

Baca Juga  Bagaimana Ciri Umum Dari Teks Eksplanasi? Ini 5 Cirinya

Prestasi itu, membuatnya juga dalam mencetuskan teori mengenai Pembatasan Kekuasaan Negara.

1. Kekuasaan Menurut John Locke

Dalam teori John Locke itu, ia berbendapat bahwa pembatasan negara dapat dilakukan dengan 2 cara dimana yang pertama adalah dengan membentuk konstitusi atau UUD yang ditentukan oleh parlemen menurut Prinsip Mayoritas.

Sedangkan untuk cara kedua pembatasan negara menurut John Locke adalah dengan pembagian kekuasaan dalam tiga unsur atau lebih yang disebut “Trias Politika” yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan federatif.

2. Landasan Pembagian Kekuasaan Menurut John Locke

Ada tidak diantara pembaca yang berpikir dan bertanya mengapa atau kenapa John Locke mengambil teori tersebut dan cara itu?.

Sebenarnya langkah yang diambil John Locke ini memiliki landasan atau dasar pemikiran sendiri, sebab John Locke berusaha menggabungkan teori empirisme seperti yang pernah diajarkan oleh Bacon dan Hobbes melalui ajaran Rasionalisme Descrates.

Dengan pandangan ini, maka John Locke secara tegas menentang teori rasionalisme yang mengenai idea-idea dan asas-asas pertama yang dipandang sebagai suatu bawaan manusia.

Kekuasaan Negara Menurut John Locke

Melalui hal ini, John Locke berpandangan bahwa kekuasaan tertinggi dalam kehidupan negara adalah yang pertama negara mempunyai hak kuasa atas masyarakat sejalan dengan perjanjian yang disepakati bersama.

Melalui dari ini, John Locke berpandangan bahwa terdapat basis legitimasi rakyat terhadap masyarakat yang mengakibatkan penguasa harus bertanggung jawab mengenai kehidupan rakyat.

Kekuasaan Negara menurut John Locke dibentuk untuk melindungi dan menjaga kepemilikan Individu. Individu perlu menyerahkan sebagian hak alamiahnya kepada pemegang kekuasaan yaitu negara agar dapat dilindungi hak-hak alamiah setiap individu.

Namun, teori John Locke terus berlanjut hingga membagi kekuasaan negara melalui 3 macam kekuasaan yaitu eksekutif, legislatif, dan federatif yang dikenal dengan Trias Politika.

Trias Politika Menurut John Locke

Dasar pemikiran atau landasan sehingga John Locke membagi tiga kekuasaan negara lantaran mencegah timbulnya tirani yang berkuasa pada pemerintahan sehingga rentan terjadi pemerintahan Otoriter. Adapun penjelasan dari jenis-jenis trias Poltika menurut John Locke adalah:

  1. Kekusaan Eksekutif. Yang dimaksud dengan pengertian eksekutif menurut John Locke adalah kekuasaan untuk menjalankan undang-undang. Ketika lalai, maka menyatakan perang terhadap rakyat dan rakyat berhak menyingkirkan eksekutif melalui kekerasan.
  2. Kekuasaan Legislatif. Selain itu, pengertian legislatif menurut John Locke adalah lembaga perumur undang-undang serta peraturan negara hukum yang sifatnya fundamental negara. Kekuasaan negara ini, tidak dapat diserahkan ke lembaga manapun dan sebagai bentuk pendelegasian rakyat kepada negara. Hukum yang mengontrol legislatif menurut John Locke adalah hukum kodrat. Secara struktur, kekuasaan legislatif mempunyai kedudukan tertinggi dibandingkan eksekutif dan federatif.
  3. Kekuasaan Federatif. Yang dimaksud dengan definisi kekuasaan federatif adalah kekuasaan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri yang bertugas dalam menentukan perang, perdamaian, liga dan aliansi antar negara serta transaksi dengan negara asing.
Baca Juga  Pengertian Toolbar, Fungsi, Jenis & Contoh Toolbar

Menurut John Locke bahwa memasukkan federatif kedalam eksekutif dengna alasan praktis untuk menjaga agar kekuaaan bisa berjalan baik, maka setiap lembaga dijabat oleh orang yang berbeda.

Pengertian Kekuasaan Menurut John Locke

Melalui penjelasan diatas, ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian John Locke tentang kekuasaan negara adalah suatu kekuasaan yang terjadi karena adanya perjanjian bersama dengan rakyat sebagai sesuatu hal alamiah yang dibagi dalam 3 kekuasaan sebagaimana disebut “Trias Politika” untuk menghindari pemerintahan yang rentan terhadap otoriter. 

Demikianlah informasi mengenai Kekuasaan Negara Menurut John Locke. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *