Menu

NPWP Pribadi Adalah: Syarat & Cara Membuat NPWP

NPWP Pribadi Adalah: Syarat & Cara Membuat NPWP – Sebagaimana diketahui bahwa NPWP memiliki fungsi dan kegunaan yang penting untuk pribadi dan negara.

Sebab manfaat dari adanya NPWP dapat menunjang aktivitas anda dan pembangunan nasional. Walaupun terdapat syarat dan cara membuat NPWP yang harus di lalui. 

NPWP merupakan singkatan. Untuk kepanjangan NPWP adalah Nomor Pokok Wajib Pajak. 

Untuk pengertian NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipakai sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban dalam urusan perpajakan.

Melihat definisi NPWP ini, maka setiap warga negara Indonesia wajib untuk memiliki NPWP dimana diketahui terdapat 2 jenis yaitu NPWP Pribadi dan NPWP perusahaan. 

Melalui NPWP ini, manfaat yang dirasakan ketika telah membuat NPWP, bisa di fungsikan sebagai sarana administrasi perpajakan atau acuan untuk membayar pajak, 

Selain itu, NPWP bisa digunakan untuk persyaratan sejumlah pelayanan umum, seperti pengajuan kredit, pembuatan paspor, dan sebagainya.

Melihat jenis dari NPWP yang terbagi 2 sebagaimana disebutkan diatas, maka untuk pembahasan kali ini akan mempersempit dengan membahas NPWP Pribadi atau perorangan. 

Pengertian NPWP Pribadi Adalah?

Umumnya, NPWP Pribadi atau perorangan tidaklah jauh beda dengan KTP atau kepanjangannya Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dimana NPWP dan KTP wajib untuk dimiliki semua orang yang telah memenuhi ketentuan dan persyaratan dalam membuatnya.

Bila demikian, maka terdapat syarat-syarat tersendiri bagi anda yang ingin memiliki Kartu NPWP salah satunya adalah merupakan wajib pajak. 

Mendapatkan NPWP bagi anda yang telah memenuhi syarat sebagai wajib pajak adalah wajib untuk membuat NPWP. 

Namun, apabila membuat NPWP dihiraukan dengan alasan tidak tahu cara membuat NPWP atau tidak tahu syarat serta ketentuan NPWP, maka sangatlah fatal. 

Sebab bagi anda wajib pajak yang tidak mendaftarkan diri untuk membuat dan mendapatkan NPWP, akan mendapatkan sanksi sebagaimana yang diatur dalam undang-undang perpajakan. 

Walaupun, pertanyaan seputar tidak tahu cara membuat NPWP serta syarat-syarat yang harus diperlukan atau dibutuhkan dalam membuat NPWP sering terjadi dan benar adanya. 

Pertanyaan ini memang tidak asing tentang bagaimana membuat NPWP. Olehnya itu, pemerintah Indonesia terus berupaya dalam mensosialisasikan tentang NPWP baik dalam hal syarat dan tata cara mendaftar dalam membuat NPWP. 

Selain dengan sosialisasi, pemerintah juga terus meningkatkan kinerjanya dalam mempermudah pendaftaran NPWP dengan menyajikan 2 mekanisme dalam pendaftaran dan pembuatan NPWP. 

Kedua cara yang dapat dilakukan untuk anda adalah dapat dengan memilih pembuatan NPWP mau yang secara offline atau yang online. 

Tentunya bagi anda yang memiliki pekerjaan yang padat, pendaftaran dan pembuatan NPWP secara online adalah solusinya. 

Yang menjadi catatan bahwa tata cara pembuatan NPWP secara online tentunya berbeda dengan tata cara pembuatan NPWP secara ofline. 

Mengesampingkan sejenak antara offline dan online. Bila ada yang bertanya dan ingin membuat NPWP akan tetapi belum bekerja atau masih sedang melamar atau mencari pekerjaan. 

Kondisi itu masih berlaku dan bisa untuk anda dalam membuat NPWP. Dalam proses pembuatan NPWP tidak perlu tegang dan takut atau bahkan berpikir akan dirugikan.

Baca Juga  Kepanjangan HRD Adalah, Pengertian, Fungsi & Tugas HRD

Sebab pada saat hendak mendaftar pembuatan NPWP, anda akan ditanya pertanyaan yang sederhana baik pendaftaran online maupun offline,

Seperti pertanyaan berupa  Apakah Anda saat ini : tidak bekerja atau bekerja atau wirausaha.

Dalam menjawab hal ini saat mendaftar NPWP secara online maupun offline sangatlah mudah, hanya dengan mengungkapkannya atau memilih opsi jawaban yang menjadi tujuan awal anda. 

Sehingga anda tidak perlu lagi ragu-ragu mengenai proses pendaftaran NPWP, apalagi bagi anda yang belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. 

Sebab pertanyaan tersebut sudah ada dalam opsi-opsi jawaban dalam pembuatan NPWP baik itu secara offline atau online. 

Karena dengan membuat NPWP, ada banyak manfaat positif yang dapat anda rasakan sebab tidak sedikit kantor atau tempat bekerja anda yang memberikan syarat dalam menyertakan NPWP. 

Syarat dan Cara Membuat NPWP Pribadi

NPWP Pribadi Adalah: Syarat & Cara Membuat NPWP (Foto: Artikelsiana.com)
NPWP Pribadi Adalah: Syarat & Cara Membuat NPWP (Foto: Artikelsiana.com)

Namun bagi anda yang belum memiliki NPWP dan hendak mengetahui tata cara atau mekanisme dalam pembuatan NPWP, terkhusus NPWP pribadi dapat dilihat dibawah ini: 

Bagi anda yang masih kebingungan apakah anda masuk dalam kategori sebagai wajib pajak atau tidak, 

Sebenarnya untuk menjawab hal ini sangatlah sederhana, dan mudah, karena Wajib Pajak (WP) adalah ketika anda mempunyai penghasilan dalam satu tahun yang melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Syarat-syarat ini berlaku untuk semua orang (pribadi), baik itu untuk kategori yang belum atau yang sudah berkeluarga. 

Akan tetapi, bagi wanita yang sudah kawin yang dimana diketahui tidak melakukan perjanjian pisah harta dan pisah penghasilan dengan suaminya tidak wajib untuk mempunyai NPWP.

Adapun penghasilan yang tidak kena pajak (PTKP) terbaru tahun 2019, yakni masih mengacu pada PMK No.101/PMK.010/2016:

  • Untuk PTKP terkhusus diri Wajib Pajak orang pribadi adalah Rp 54.000.000,- 
  • Untuk Wajib Pajak yang kawin atau sudah menikah Rp 4.500.000,- 
  • Untuk istri anda yang memiliki penghasilannya digabung dengan suami sebesar Rp 54.000.000,- 
  • ntuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga itu sebesar Rp 4.500.000,-
  • Ringkasnya, misalnya penghasilan/gaji/pendapatan Anda sebulan ialah Rp4.500.000, maka berdasarkan aturan PTKP, Anda dibebaskan dari laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi atau SPT pajak dan tidak wajib mempunyai NPWP. Akan tetapi, apabila ingin mempunyai NPWP dengan penghasilan dibawah PTKP, maka Anda wajib lapor SPT pajak, dan ketika anda tidak ingin lapor, NPWP tidak akan aktif atau otomatis dinonaktifkan.

Bagi Anda yang telah berpenghasilan melebihi batas maksimal PTKP diatas maka Anda tercatat telah memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak, wajib memiliki NPWP dan melaporkan pajak Anda.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Adapun syarat dalam membuat NPWP peribadi tidak susah, namun terdapat beberapa catatan penting yang harus diketahui apakah anda masuk dalam kategori wajib pribadi tidak berusaha atau tidak memiliki pekerjaan bebas,

Dan yang kedua apakah anda Wajib Pajak Pribadi yang menjalankan usaha atau sedang melakukan pekerjaan bebas,

Serta yang terakhir adalah apakah anda wajib pajak pribadi wanita yang telah menikah namun ingin perpajakannya terpisah. 

Baca Juga  Pengertian Xilem Adalah: Ciri, Fungsi Xilem & Strukturnya

Ketiga kategori ini memiliki syarat dan ketentuan pembuatan NPWP yang berbeda-beda yang perlu anda sertakan atau lampiran baik itu secara online maupun offline. Adapun syarat-syaratnya adalah: 

1. Wajib Pajak (WP) Pribadi Tidak Berusaha/Pekerjaan Bebas

  • Fotokopi KTP (Warga Negara Indonesia/WNI)
  • Fotokopi paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) (Warga Negara Asing/WNA).

2. Wajib Pajak (WP) Pribadi Menjalankan Usaha/Pekerjaan Bebas

  • Fotokopi KTP (WNI).
  • Fotokopi paspor, KITAS atau KITAP (WNA).
  • Fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan instansi berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) minimal setingkat Lurah atau Kepala Desa atau lembar tagihan listrik/bukti pembayaran listrik.
  • Surat pernyataan di atas materai bahwa WP benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.

3. Wajib Pajak (WP) Pribadi Wanita Kawin Ingin perpajakannya Terpisah

  • Fotokopi KTP (WNI)
  • Fotokopi Paspor dan KITAS/KITAP (WNA)
  • Fotokopi Kartu NPWP suami
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi dokumen perpajakan luar negeri jika suami WNA
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan menghendaki hak dan kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami

Cara Membuat NPWP Pribadi Secara Online

Menurut Dirjen Pajak yang telah memperkenalkan cara pendaftaran NPWP melalui internet atau juga dikenal sebagai e-Registration (E-REG DJP).

Melalui inovasi ini memudahkan anda dalam membuat NPWP sehingga pertanyaan seputar bagaimana cara mendaftar dan tata cara membuat NPWP itu susah atau mudah, tidak lagi muncul. 

Sebab telah dimudahkan dengan adanya pendaftaran NPWP secara online. 

Langkah-langkah selengkapnya untuk mendaftar dan membuat NPWP Pribadi secara online adalah sebagai berikut:

  1. Kunjungi situs Dirjen Pajak di alamat www.pajak.go.id atau klik ereg.pajak.go.id/login untuk langsung mengakses halaman pendaftaran NPWP online di situs Dirjen Pajak. Di laman Dirjen Pajak tersebut, pilih menu sistem e-Registration.
  2. Silakan mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan akun dengan mengklik “daftar”. Isilah data pendaftaran pengguna dengan benar seperti nama, alamat email, password, dan lainnya.
    Lakukan Aktivasi Akun
  3. Cara mengaktivasi akun Anda adalah dengan membuka kotak masuk (inbox) dari email yang Anda gunakan untuk mendaftar tadi, kemudian buka email yang masuk dari Dirjen Pajak. Ikuti petunjuk yang ada di dalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.
  4. Isi Formulir Pendaftaran
  5. Setelah proses aktivasi berhasil dilakukan, selanjutnya Anda harus login ke sistem e-Registration dengan memasukkan email dan password akun yang telah Anda buat. Atau Anda bisa mengklik tautan yang terdapat di dalam email aktivasi kedua dari Dirjen Pajak. Setelah login, Anda akan dibawa ke halaman Registrasi Data WP untuk memulai proses pembuatan NPWP. Silakan mengisi semua data dengan benar pada formulir yang tersedia. Ikuti semua tahapannya secara teliti. Bila data yang diisi benar, akan muncul surat keterangan terdaftar sementara.
  6. Kirim Formulir Pendaftaran
  7. Setelah semua data pada formulir pendaftaran terisi lengkap, pilih tombol daftar untuk mengirim Formulir Registrasi Wajib Pajak secara elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
  8. Cetak (Print)

Selanjutnya, Anda harus mencetak dokumen seperti yang tampak pada layar komputer, yaitu:

  1. Formulir Registrasi Wajib Pajak
  2. Surat Keterangan Terdaftar Sementara
  3. Menandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak dan melengkapi dokumen. Setelah Formulir Registrasi Wajib Pajak dicetak, silakan ditandatangani, kemudian satukan dengan berkas kelengkapan yang telah Anda siapkan.
  4. Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak ke KPP. Setelah berkas kelengkapannya siap, Anda harus mengirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak, Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang sudah ditandatangani, beserta dokumen lainnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda sebagai Wajib Pajak terdaftar. Berkas tersebut dapat diserahkan langsung ke KPP atau melalui Pos Tercatat. Pengiriman dokumen ini harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim secara elektronik.
  5. Jika Anda tidak ingin repot-repot menyerahkan atau mengirimkan berkas secara langsung atau melalui pos ke KPP, Anda dapat memindai (scan) dokumen Anda dan mengunggahnya dalam bentuk softfile melalui aplikasi e-Registration tadi.
  6. Cek status dan tunggu kiriman kartu NPWP. Setelah mengirimkan berkas dokumen, Anda dapat memeriksa status pendaftaran NPWP Anda melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e-Registration. Jika statusnya ditolak, Anda harus memperbaiki beberapa data yang kurang lengkap. Namun, jika statusnya disetujui, kartu NPWP Anda akan segera dikirim ke alamat Anda melalui Pos Tercatat.
Baca Juga  Pengertian Mahkamah Agung, Fungsi, Tugas, Wewenang & Susunan Struktur MA

Cara Pembuatan NPWP Pribadi Secara Offline

Pendaftaran NPWP secara offline atau secara langsung dapat dilakukan dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Persyaratan dokumen yang harus dibawa sama seperti pada pendaftaran online. Ada dua metode yang dapat Anda gunakan untuk pendaftaran offline, yaitu:

1. Mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Anda dapat langsung datang ke KPP terdekat dari tempat Anda berdomisili dengan membawa berkas persyaratan yang dibutuhkan.

Bagi Anda yang alamat domisilinya berbeda dengan yang tertera di KTP, Anda perlu mempersiapkan juga surat keterangan tempat tinggal dari kelurahan tempat Anda berdomisili.

Semua dokumen persyaratan difotokopi, kemudian Anda lengkapi dengan formulir pendaftaran Wajib Pajak yang sudah diisi dengan benar dan lengkap serta ditandatangani. Formulir ini akan Anda peroleh dari petugas pendaftaran di KPP.

Selanjutnya serahkan berkas tersebut ke petugas pendaftaran. Anda akan mendapatkan tanda terima pendaftaran Wajib Pajak yang menunjukkan bahwa Anda sebagai Wajib Pajak telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan NPWP.

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kartu NPWP tidak lama, hanya satu hari kerja, dan tidak dipungut biaya alias gratis. Kartu NPWP akan dikirim ke alamat Anda melalui Pos Tercatat.

2. Melalui Jasa Pos atau Ekspedisi

Metode ini bisa Anda pilih jika lokasi KPP terlalu jauh dari tempat Anda. Anda bisa mendatangi kantor pos atau jasa ekspedisi terdekat.

Di sana Anda tinggal mengisi formulir pendaftaran sekaligus mengirimkannya dengan melampiri dokumen persyaratan yang telah Anda siapkan.

Demikianlah informasi mengenai NPWP Pribadi Adalah: Syarat & Cara Membuat NPWP. Semogai informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *