Menu

Pentingnya Kekuasaan Negara

Bagaimana seseorang dapat menjalankan perannya dalam memanfaatkan suatu kekuasaan. Seperti itu juga yang dimiliki dalam kekuasaan suatu negara tidak dapat dilepaskan dari kemampuannya mendayagunakan kekuasaan (power) yang dimilikinya.

Menurut kenyataan, kepemimpinan memang perlu ditunjang oleh kekuasaan sehingga dapat menjalankan fungsinya.

Melalui kekuasaan yang dimiliki, seorang pemimpin dapat menciptakan pengaruh (influence) bagi pribadi-pribadi yang dipimpinnya. Pengaruh itu membuatnya dapat merealisasikan hal-hal ideal yang ingin dilakukannya sebagai seorang pemimpin.

Dalam kekuasaan negara khususnya di Indonesia, presiden adalah pemegang tertinggi kekuasaan negara. Dengan kekuasaan dimilikinya ia mampu untuk mempengaruhi dan menyetujui kebijakan yang bergulir dalam kekuasaan yang dipegang olehnya.

Namun hal itu tidak dapat terjadi apabila, seorang pemimpin atau pemegang dalam kekuasaan negara tidak mampu untuk menghadirkan komitmen, kepatuhan, dan perlawanan.

Diketahui yang dimaksud dengan komitmen adalah membuat bawahan terhadap keputusan atau permintaan seorang pemimpin dengan tujuan memberikan dukungan dan melaksanakannya secara efektif.

Sedangkan kepatuhan ialah persetujuan yang diberikan oleh para bawahan mengenai keputusan atau permintaan seorang pemimpin untuk memberikan dukungan dan melaksanakannya.

Baca Juga  Jelaskan Mekanisme Pembagian Kekuasaan Yang Dilaksanakan Indonesia

Selain itu mengenai perlawanan. Perlawanan yang ditampilkan mungkin terdapat penolakan untuk menjalankan permintaan yang dilakukan oleh pemimpin, mencari alasan untuk tidak melaksanakannya, meminta pemimpin untuk membatalkan perintahnya, atau menunda-nunda waktu untuk melaksanakannya.

Olehnya itu, bagi seorang pemimpin yang memegang kekuasaan negara memelurkan kejeliaan dalam menghadapi macam-macam situasi yang ada yang mampu memudarkan dan menghilangkan kekuasaannya.

Pentingnya Kekuasaan Negara (Foto: Artikelsiana.com)
Pentingnya Kekuasaan Negara (Foto: Artikelsiana.com)

Kecerugiaan dan antisipasi itu memang akan terus ada bagi seorang pemimpin yang menjalankan kekuasaannya.

Namun, dengan menjalankan prosedural yang ada dalam kekuasaan dengan menciptakan kebaikan, kemakmuran dan kesejahteraan dengan setulus hati tanpa ada niatan tertentu, maka perjalanan dalam menjalankan kekuasaan negara dapat berjalan baik.

Sebab terdapat banyak bagian-bagian yang juga memegang peranan penting dalam kekuasaan negara, di Indonesia terdapat 3 pembagian kekuasaan yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Ketiga pembagian kekuasaan ini masing-masing memiliki kekuasaan tersendiri, dan tetap berkoordinasi dalam menjalankannya yang disebut sebagai pembagiaan kekuasaan secara horisontal menurut UDD Negara RI Tahun 1945.

Baca Juga  [Jawaban] Akibat Tidak Memiliki Dasar Negara dan Pandangan Hidup?

Seperti eksekutif secara sederhana berfungsi untuk menjalankan pemerintahan melalui kebijakan dan menerapkannya, yang melalui rancangan dari Legislatif yang membuat aturan-aturan sehingga memiliki kekuatan yang mengikat dan memaksa dan disepakati oleh Yudikatif yang terlibat dalam aspek kesepakatan kebijakan. Begitupula selama perjalanan kebijakan dan selesainya kebijakan itu dalam suatu negara.

Apabila terdapat indikasi-indikasi yang keliru dalam menjalankan suatu kekuasaan negara, maka Yudikatif berperan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi kekeliruan itu sebagaimana dalam aturan yang berlaku, baik itu yang dilakukan oleh legislatif dan juga dari eksekutif.

Walaupun demikian, tetap pemimpin suatu negara yang memegang kekuasaan penuh dalam menjalankan kekuasaan negara, tetap saja mendapatkan pengawasan dari 2 lembaga negara ini yaitu legislatif dan Yudikatif. Maka dari itu, penyelewengan akan kekuasaan negara bisa dianulir seminimal mungkin.

Begitu pula ketika melihat pembagian kekuasaan secara vertikal yang menurut tinggkatannya pada pasal 18 ayat 1 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang.

Baca Juga  Hubungan Antara Lobi, Diplomasi & Negosiasi Terhadap Komunikasi

Hal ini bertujuan agar para pemegang kekuasaan negara mampu menjalankan peranannya yang begitu penting untuk semata-mata kepada rakyatnya. Agar terciptanya kemakmuran yang diharapkan bagi seluruh rakyatnya dan sebagai bentuk menjalankan pesan-pesan luhur yang dirangkum dalam dasar negara yaitu Pancasila.

Pentingnya Kekuasaan Negara

Pentingnya Kekuasaan Negara (Foto: Artikelsiana.com)
Pentingnya Kekuasaan Negara (Foto: Artikelsiana.com)

Berdasarkan penjelasan diatas, maka secara sederhana dan singkat kekuasaan negara itu penting sebab dengan adnaya kekuasaan maka negara dapat berjalan dalam satu tujuan yang dipimpin. Tidak hanya itu, keadilan dan kemakmuran rakyat dapat diatur lebih oleh seorang Pemimpin atau pemegang kekuasaan suatu negara.

Apalagi kekuasaan negara yang dipegang oleh seorang pimimpin dapat membuat suatu peraturan kebijakan yang baik sehingga kehidupan masyarakat dapat makmur, teratur dan terarah.

Demikianlah informasi mengenai Pentingnya Kekuasaan Negara. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *