Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Pengertian Klausa, Ciri, Jenis Klausa, Fungsi & Contoh Klausa

Klausa – Pemahaman mengenai klausa sebagai salah satu satuan sintaktis bermanfaat dalam membuat dasar yang begitu mendalam mengenai seluk beluk tentang kalimat.

Demikian ini dapat terjadi lantaran hal ini merupakan satuan sintaktis, klausa berbeda dengan satuan-satuan sintaktis yang lain, baik itu merupakan strukturnya atau yang memiliki hubungan, serta jenisnya.

Selain itu, perlu untuk dipahami lebih lanjut bahwa untuk mendalami seluk beluk yang terdapat kalimat kalimat.

Maka dari itu dengan mempelajari klausa sehingga menjadi sebuah harapan akan dapat memperoleh pemahaman yang benar mengenai konsep dan jenis klausa.

Pengertian Klausa: Apa itu?

Pengertian Klausa, Ciri, Jenis Klausa, Fungsi & Contoh Klausa
Pengertian Klausa, Ciri, Jenis Klausa, Fungsi & Contoh Klausa

Secara umum, yang dimaksud dengan Klausa adalah satuan sintaksis yang terdiri dari runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. Maksud dari hal ini ialah dimana di dalam konstruksi itu terdapat komponen yang terdiri dari kata atau frasa.

Demikian ini tentunya dapat berfungsi sebagai predikat. Sedangkan untuk yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek, dan sebagai keterangan.

Klausa dapat berpotensi menjadi kalimat deklaratif (berita), imperatif (perintah), dan interogatif (tanya) ketika diberi intonasi akhir,

Berbeda dengan kata maupun frasa yang memiliki potensi menjadi suatu kalimat, tetapi hanya sebagai kalimat minor saja.

Pengertian Klausa Menurut Para Ahli

Selain pengertian terdapat beberapa tanggapan yang disampaikan oleh para ahli yang berguna untuk memperkaya gagasan dan pemahaman kita semua. Adapun pendapat para ahli tersebut tentang klausa ialah:

Baca Juga  Kekuasaan Moneter Dilaksanakan Oleh? Begini Penjelasannya dan Pasalnya

1. Menurut Keraf (1991)

Menurut pendapat dari Keraf (1991) menyatakan bahwa definisi mengenai klausa adalah suatu konstruksi yang didalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung hubungan fungsional, yang dalam tata bahasa lama dikenal dengan subjek, predikat, objek, dan keterangan.

2. Menurut Badudu (1976)

Menurut pendapat dari Badudu (1976) yang menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan klausa adalah kalimat yang merupakanbagian dari kalimat yang lebih besar.

3. Menurut Ramlan (2001)

Menurut Ramlan (2001) yang menegaskan dalam pendapatnya bahwa pengertian dari klausa merupakan satuan grmatik yang terdiri atas S,P, baik itu yang disertai dengan adanya keterangan ataupun tidak.

4. Menurut Parera (1978)

Menurut Parera (1978) menyatakan bahwa klausa adlah kalimat yang memenuhi salah satu pola dasarkalimat inti dengan dua atau lebih unsur pusat.

Ciri-Ciri Klausa

Adapun karakteristik atau ciri-ciri yang dikatakan dengan klausa ialah:

  • Terdapat unsur predikat
  • Sebagai satuan gramatik yang terdapat atas subjek, predikat, baik itu yang disertai objek dan keterangan.
  • Berupa runtutan kata-kata berkonstuksi

Jenis Klausa

Perlu diketahui bahwa klausa memiliki beragam jenis yang banyak. Olehnya itu, pada kali ini akan dipaparkan mengenai 2 penggelongan jenis klausa.

Adapun dua penggelongan jenis klausa itu ialah menurut struktur dan menurut katagori segmental yang menjadi predikatnya.

Baca Juga  Pengertian Kurikulum, Fungsi dan Komponennya.

1. Berdasarkan Struktur

Menurut strukturnya, ternyata klausa dibedakan ke dalam 2 macam ialah klausa bebas dan klausa terikat.

Yang dimaksud dengan Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap, dengan minimal terdapat susunan atas subjek dan predikat. Perlu diketahui bahwa Klausa ini memiliki potensi untuk menjadi kalimat mayor.

Contoh: Nenek sedang makan

Sedangkan yang dimaksud dengan klausa terikat merupakan klausa yang terikat untuk mempunyai struktur tidak lengkap. Dapat terdiri atas subjek saja, objek saja, atau keterangan saja. klausa jenis ini diketahui tidak memiliki potensi menjadi kalimat mayor.

Contoh:

  • Klausa kalau diizinkan oleh ibu
  • Klausa membaca komik merupakan klausa terikat sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan. Klausa kalau diizikan oleh ibu merupakan klausa yang terdapat dalam kalimat majemuk yaitu saya akan ikut kalau diizinkan oleh ibu.
  • Klausa “membaca komik.

2. Berdasarkan Katagori Unsur Segmental Predikat

Jenis klausa menurut katagori ini dibedakan menjadi klausa verbal, klausa nominal, klausa adjectival, klausa adverbial, dan klausa preposisional.

a. Klausa Nominal

Perlu diketahui yang dimaksud dengan klausa nominal merupakan klausa yang memiliki P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan nomina.

  • Contoh : Dia seorang guru

b. Klausa Verbal

Selain itu, yang dimaksud dengan Klausa verbal ialah klausa yang predikatnya berkatagori verba. Perlu diketahui terdapat 4 macam klausa verba antara lain klausa transitif, klausa intransitif, klausa refleksif (kata kerja yang menyatakan ‘perbuatan’ yang mengenai ‘pelaku’ perbuatan itu sendiri), dan klausa resiprokal (kata kerja yang menyatakan ’kesalingan’).

Baca Juga  Inilah Ciri-Ciri Dongeng Secara Umum Beserta Artinya

Contoh:

  • Saya sedang berdandan (klausa refleksif)
  • Saya membeli buku (klausa transitif)
  • Saya menangis kemarin (klausa intransitif)
  • Saya bertengkar dengan Ani kemarin (klausa resiprokal)

c. Klausa Adverbial

Yang dimaksud dengan Klausa adverbial merupakan klausa yang predikatnya berupa adverbial.

  • Contoh: bandelnya teramat sangat (adverb)

d. Klausa Preposisional

Yang dimaksud dengan Klausa preposisional ialah klausa yang predikatnya terdiri dari kata atau frasa yang berkategori preposisi.

  • Contoh: Saya di rumah, Ayah ke pasar

e. Klausa Bilangan

Yang dimaksud dengan Klausa bilangan atau klausa numeral ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan bilangan.

  • Contoh: Anaknya dua belas orang

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Klausa, Ciri, Jenis Klausa & Contohnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Sumber:

  • Suhelan dan Odien R.2003. Ihwal Bahasa dan Cakupannya.Banten: untirta press.
  • Chaer, Abdul. 2003.Linguistik Umum.Jakarta: PT Asdi Mahasatya
0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *