Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Arti Istighfar: Keutamaan, Makna, Bacaan Sayyidul Istighfar

Arti Istighfar – Dalam Islam, adapun salah satu cara yang biasa digunakan oleh seseorang saat melakukan suatu kesalahan yakni mengucapkan istighfar dengan harapan mendapatkan ampunan dari Allah Swt terhadap kesalahan yang sudah dilakukannya.

Kata istighfar berasal dari kata yang dalam kamus Al-Munawwir yang berarti menutupi, mengampuni, mendoakan dan memperbaiki. Menurut pendapat Imam Ar-Raghib Al-Asfahani dalam kitabnya yaitu Mufradat li Alfadh Al-Quran, bahwa istighfar adalah meminta ampunan kepada Allah Swt yang dilakukan dari segi ucapan dan juga tindakan atau perbuatan.

Oleh karena itu, istighfar bukanlah sekedar hanya memohon ampunan kepada Allah Swt dengan menggunakan lisan berupa pengakuan kesalahan. Akan tetapi lebih dari sekedar itu, istighfar mesti disesuaikan dengan perbuatan untuk tak melakukan kesalahan yang sama dan berharap supaya kesalahan yang sudah dilakukannya itu bisa diampuni oleh Allah Swt dan berjanji untuk tak mengulanginya kesalahan tersebut dilain waktu. Baca juga: Arti Astaghfirullah

Sederhananya, saat seseorang beristighfar atau memohon ampun kepada Allah Swt maka hal yang mesti ada dalam diri setiap orang tersebut yaitu adanya keselarasan antara ucapan dan tindakannya.

Di dalam Al-Quran, kata Istighfar dan turunannya disebutkan sebanyak 124 kata. Hal tersebut telah mengisyaratkan mengenai betapa pentingnya mengucapkan istighfar. Berikut terdapat tiga makna istighfar yang ada dalam al-Quran.

Arti Istighfar: Keutamaan, Makna, Bacaan Sayyidul Istighfar

arti istighfar

Makna Istighfar

1. Memohon Ampunan Atas Dosa yang sudah dilakukan

Sebagaimana yang menjadi firman Allah Swt:

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِي

(Hai) Yusuf: “Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.” (Q.S. Yusuf: 29).

AYat yang di atas telah menceritakan mengenai kisah Nabi Yusuf dengan Zulaikha. Saat terungkapnya apa yang menjadi kebohongan istri seorang Raja Mesir yang bernama ZUlaikha dimana berusaha untuk menggoda Yusuf, maka sang Raja memerintahkan kepada Istrinya untuk bisa segera meminta ampun kepada ALlah Swt terhadap dosa yang sudah dilakukannya.

2. MEmohon Ampun Atas Kesyirikan

Sebagaimana firman Allah Swt:

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ

“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (Q.S. Hud: 90)

Makna yang sama disebutkan juga dalam firman-Nya yang lain :

فَقُلْتُاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Q.S. Nuh: 10)

Baca Juga  Arti Barakallah Fii Umrik: Penjelasan Arti dan Jawabannya Menurut Hadits

Q.S Hud ayat 90 tersebut telah menceritakan bahwa kisah Nabi Syuaib yang memerintahkan kaumnya untuk meminta ampun kepada Allah Swt terhadap perbuatan mereka yang berada dalam kesyirikan.

Sedangkan untuk Q.S Nuh:10 telah menceritakan mengenai kisah Nabi Nuh yang menyerukan kepada kaumnya untuk bisa segera meminta ampun kepada Allah Swt karena tak mau mengikuti ajakannya untuk bisa beriman kepada Allah Swt.

3. Menunaikan Shalat

Sebagaimana firman Allah Swt:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَار

“(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Q.S. Ali Imran: 17)

Makna yang sama juga terdapat dalam Firman-Nya yang lain :

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 18)

Pada Q.S Ali Imran ayat 17 memberikan syarat mengenai permohonan ampunan saat melakukan sholat di sepertiga malam. Sedangkan untuk Q.S Adz-Dzariyat ayat 18 memberikan isyarat mengenai memohon ampun saat melakukan sholat shubuh.

Macam-macam Istighfar

sayyidul istighfar

Adapun macam-macam istighfar, arti dan makna yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw yaitu membaca istighfar secara berulang-ulang. Bisa 1 kali, 3 kali bahkan ada yang sampai mengulanginya sampai 100 kali. Anda tetnu saja sudah sangat sering mendengarkan kalimat istighfar. Setelah kita melakukan sholat wajib, biasanya kita juga mengucapkan istighfar. Dalam sehari semalam kita melakukan aktivitas sholat wajib sebanyak 5 kali pada waktu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya’. Inti dari istighfar adalah suatu permohonan ampunan terhadap dosa-dosa yang sudah dilakukan oleh kita sebagai manusia. Sungguh termasuk bacaan yang teramat mulia. Pada ajaran Islam, meminta ampun itu sangatlah penting sehingga tidak bisa ditinggalkan. Perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari dosa dan salah. Walaupun dia juga melakukan suatu amal sholeh, akan tetapi dalam sebuah kesempatan yang lainnya kita tidak luput dari suatu kesalahan. Istighfar dapat menjadi alat dalam membersihkan jiwa kita.

Terdapat beberapa macam macam istighfar pendek dan penjang, sebagai berikut:

1. “ASTAGHFIRULLAH.”
Artinya :
” Aku memohon ampun kepada Allah.”

2. “ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIHI”
Artinya :
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”.

3. “ASTAGHFIRULLAHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI”
Artinya :
” Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadaNya.”

4. “RABBIGHFIRLII WATUB ‘ALAYYA INNAKA ANTAT TAWWAABUR RAHIIM”
Artinya :
“Wahai Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Baca Juga  [ Jawaban Benar ] Mengapa Kita Harus Beriman Kepada Nabi dan Rasul?

Sayyidul Istighfar

5. Bacaan istighfar ini seringkali dikenal sebagai Sayyidul Istighfar.

ALLAAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBII, FAGHFIRLII FAINNAHUUA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA”
Artinya :
”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau”

Adapun untuk perintah meminta ampun kepada Allah Swt sudah tercantum dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 110

Artinya :
” dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Mengucapkan istighfar dalam agama Islam yang mulia ini mempunyai makna bahwa seorang hamba yang meminta terus ampunan atas segala tindakan salah dan dosa yang sudah dia perbuat. Tak hanya yang keluar dari ucapan di mulut, akan tetapi harapannya dia juga senantiasa mengingat kebesaran Allah Swt. Tatkala dirinya mulai tergoda melakukan berbuat dosa. Kalau sudah terlanjut melakukan dosa maka sesegera mungkin menyadari perbuatannya dan meminta ampun kepada Allah Swt.

Keutamaan Istighfar

keutamaan istighfar

Ibnu Abbas telah meriwayatkan hadits yang berasal dari Nabi Muhammad Saw yang bersabda “Orang yang banyak membaca istighfar maka Allah akan jauhkan dirinya dari segala kesusahan, akan diberikan jalan keluar dari segala bentuk kesempitan dan akan diberikan rejeki dari jalan yang tidak dia sangka-sangka” (HR. Abu Daud).

Istighfar yang dimaksud pada hadits ini yaitu permintaan ampunan kepada Allah kepada orang-orang yang melakukan dosa maupun tidak berdosa. Untuk orang yang berdosa bisa menjadi penghapus dari dosa-dosanya. Sedangkan bagi orang yang tak berdosa, maka istighfar ini berfungsi menjadi penambah pahala dan dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah Swt.

Orang yang mengucapkan istighfar akan diberikan ampunan dari Allah Swt kalau dia bersungguh-sungguh dalam mengucapkannya. Semisal, dia berdosa kepada Allah, saat membaca istighfar dengan memiliki niat yang sungguh-sungguh dan benar mengharapkan ampunan Allah Swt maka niscaya orang tersebut akan diberikan ampunan oleh Allah Swt.

Baca Juga  Arti Syafakillah dan Jawaban: Penjelasan Menurut Ulama dan Hadits

Begitu juga untuk orang berdosa kepada sesama manusia, Allah tak akan menerima istighfarnya atau permohonan ampunannya kecuali orang tersebut sudah meminta maaf kepada orang yang telah dizaliminya. Dengan demikian bahwa istighfar yang dimaksud pada hadits tersebut yaitu ampunan dari Allah yang menghapus semua dosa orang yang mengucapkan istighfar atau bahkan untuk menambah pahala serta meningkatkan posisinya dari sisi Allah kalau ternyata istighfarnya lebih banyak dibandingkan dosa-dosanya.

Istighfar yang seperti ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan makna takwa yang tertera pada surah Al-Baqarah ayat 183 dijadikan tujuan dari puasa Ramadhan yakni Takwa yang mempunyai arti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya sehingga orang tersebut menjadi tidak berdosa. Yaitu sama dengan orang yang mengucapkan istighfar.

Orang-orang seperti inilah yang pantas Allah jauhkan dari segala bentuk kesusahan, yang pantas Allah berikan yaitu jalan keluar dari segala macam kesempitan, dan yang pantas Allah berikan berupa rezeki dari jalan yang tidak dirinya sangka-sangka seperti yang Allah janjikan lewat hadits Rasul Muhammad Saw atau sebagaimana yang sudah ALlah janjikan sendiri dari surah Al-Talaq ayat 2 – 3 yang artinya, “Dan, orang yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar dari segala kesempitan dan memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.”

Janji ALlah ini sudah terbukti secara langsung lewat peristiwa yang pernah terjadi di masa Rasulullah Muhammad Saw dan menjadi sebab dari turunnya ayat 2 -3 surah Al-Talaq. Disebutkan bahwa salah seorang dari sahabat Nabi Muhammad Saw bernama Auf bin Malik Al-Asyja’i mempunyai anak yang ditawan oleh sekumpulan orang-orang musyrik, kemudian dia mendatangi RAsulullah Muhammad Saw dan menjelaskan peristiwa tersebut dan betapa pentingnya peran anaknya untuk kehidupan keluarganya. Kemudian Rasulullah Saw menyuruh dirinya untuk bersabar dan bersabda bahwa “Sesungguhnya Allah Akan memberikan jalan keluar”.

Tidak lama setelah itu, anaknya dapat melarikan diri dari tangan musuh dan menggiring binatang ternaknya kembali lagi kepada orang tuanya.

Nah, demikianlah informasi tentang arti istighfar: makna dan keutamaan Istighfar. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan info mengenai keutamaan istighfar.

1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *