Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Pengertian Sistem Penunjang Keputusan Adalah: Arti, Fungsi dan Manfaat

Sistem Penunjang Keputusan – Adapun definisi atau pengertian sistem pendukung keputusan (SPK) adalah suatu sistem yang bisa menyediakan fungsi pengelolaan data yang berdasarkan pada suatu model tertentu, sehingga user daripada sistem tersebut bisa melakukan pemilihan alternatif keputusan yang paling terbaik. Hal yang mesti ditekankan disini bahwa sistem penunjang keputusan itu bukanlah suatu alat pengamnbilan keputusan, melainkan sebagai alat atau tool pendukung (Turban, 2005).

Pengertian sistem penunjang keputusan Menurut Para Ahli

sistem penunjang keputusan

sistem penunjang keputusan adalah bagian dari sistem informasi yang berbasis komputer (termasuk sistem yang berbasis pengetahuan atau knowledge management) yang digunakan dalam mendukung setiap pengambilan keputusan pada suatu perusahaan atau organisasi.

Hal tersebut dianggap sebagai sistem komputer yang melakukan pengolahan data menjadi informasi dalam pengambilan keputusan isu spesifik semi terstruktur.

Menurut Moore and Chang bahwa sistem penunjang keputusan bisa digambarkan sebagai sistem yang bisa mendukung analisis ad hoc data dan pemodelan keputusan, orientasi perencanaan masa depan yang berorientasi pada keputusan dan digunakan dalam waktu yang tidak biasa.

sistem penunjang keputusan

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai karakteristik suatu sistem itu bisa dikatakan sebagai suatu yaitu sebagai berikut:

1. Mengacu dari pendekatan sistem secara luas dan bisa memberikan suatu dukungan dalam proses pengambilan keputusan dengan menitik beratkan sistem pada konsep management by perception.
2. Adanya suatu penerapan konsep manusia dan mesin, dimana manusia memiliki fungsi sebagai pengendali dalam menghadapi permasalahan semi struktural dan tidak struktural.
4. Memanfaatkan fungsi dari model dalam proses analisa, baik itu berupa model secara matematis, model statistik ataupun tipe-tipe model yang lainnya.
5. Bisa menyediakan informasi yang diperlukan untuk dapat mendukung fungsi interaktif sehingga user bisa secara mudah menndapatkan informasi yang diperlukannya.
6. Mempunyai subsistem yang terintegrasi dimana bisa menyupport semua tingkatan manajemen.
7. Didukung oleh adanya suatu basis data secara komprehensif.
8. Menerapkan sistem tampilan easy to use.
9. Dinamis dalam menghadapi permasalahan baru.
10. Pengambilan keputusan mempunyai kontrol secara menyeluruh terhadap semua langkah proses dalam pengambilan keputusan.

Pada sistem penunjang keputusan memiliki tiga keputusan tingkatan perangkat keras maupun perangkat lunak. Masing-masing dari tingkatan tersebut berdasar pada tingkatan kemampuan yang mengacu pada perbedaan tingkat teknik, lingkungan dan tugas yang akan dikerjakan. Pada ketiga tingkatan tersebut adalah:

1. sistem penunjang keputusan atau Specific DSS
2. Pembangkit sistem penunjang keputusan atau DSS generator.
3. Peralatan sistem penunjang keputusan.

Dalam penggolongan tersebut mengacu dari tingkat teknologi yang dipakainya. Aplikasi konsep SPK bisa kita bedakan menjadi tiga level teknologi yakni:

1. sistem penunjang keputusan atau SPK merupakan suatu tipe level teknologi aplikasi SPK yang sudah siap untuk digunakan dalam menyelesaikan suatu tipe permasalahan tertentu.
2. Pembangkit sistem penunjang keputusan merupakan suatu tipe level teknologi aplikasi SPK yang dipakai dalam membantu penciptaan atau pengembangan SPK khusus dengan lebih cepat dan lebih mudah.
3. PEralatan SPK yang merupakan perangkat dasar yang dipakai dalam menciptakan SPK yakni berupa program-program dan komponen hardware komputer yang bisa kita gunakan dalam proses penciptaan SPK.

Baca Juga  Pengertian Persuasif - Komunikasi Persuasif dan Strategi dalam Melakukan Persuasi

Menurut Herbert A. Simon (Kadarsah, 2002:15-16), tahap-tahap yang mesti dilalui dalam proses pengambilan keputusan yakni sebagai berikut:

Tahap-Tahap Pengambilan Keputusan

tahap pengambilan keputusan

Tahap Pemahaman (Inteligence Phace)

Pada tahap ini merupakan suatu proses penelusuran dan pendeteksian yang berdasarkan lingkup permasalahan dan proses pengenalan masalah. Data masukan yang didapatkan diproses dan diuji dalam rangka untuk mengidentifikasi masalah.

Tahap Perancangan (Design Phace)

Pada tahap perancangan merupakan suatu proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan atau solusi yang bisa diambil. Tahap ini merupakan suatu perwakilan dari kondisi nyata yang disederhanakan sehingga dibutuhkan proses validasi dan verifikasi untuk dapat mengetahui keakuratan dari model dalam meneliti setiap permasalahan yang ada.

Tahap Pemilihan (Choice Phace)

Pada tahap pemilihan dilakukan pemilihan terhadap diantara berbagai macam alternatif solusi yang dihadirkan pada tahap perencanaan supaya ditentukan atau dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai.

Tahap Implementasi (Implementation Phace)

Pada tahap ini dilakukan suatu penerapan terhadap rancangan sistem yang sudah dibuat di tahap perancangan dan pelaksanaan alternatif tindakan yang sudah dipilih dalam tahap pemilihan.

Terdapat beberapa keuntungan penggunaan sistem penunjang keputusan atau SPK antara lain yaitu (Surbakti, 2002).

1. Dapat mendukung menemukan solusi dari berbagai macam permasalahan yang rumit atau kompleks.
2. Bisa merespon secara cepat pada kondisi yang tak diharapkan dalam kondisi yang selalu saja berubah-ubah.
3. Bisa menerapkan berbagai macam strategi yang berbeda pada konfigurasi yang berbeda secara tepat dan cepat.
4. Pandangan dan pembelajaran baru.
5. Sebagai fasilitator dalam berkomunikasi.
6. Meningkatkan kontrol manajemen dan kinerja.
7. Menghemat biaya dan sumber daya manusia atau SDM.
8. Menghemat waktu karena keputusan tersebut bisa diambil secara cepat.
9. Meningkatkan efektivitas manajerial dimana menjadikan manajer bisa bekerja lebih singkat dengan memiliki sedikit usaha.
10. Meningkatkan produktivitas analisis.

Adapun beberapa komponen sistem penunjang keputusan yakni sebagai berikut:

Data Management

Termasuk database yang memiliki kandungan data yang relevan dalam berbagai situasi dan diatur oleh adanya software yang disebut dengan Database Management System (DBMS).

Model Management

Mengaitkan model finansial, statistikal, management science atau berbagai macam model kualitatif lainnya sehingga bisa memberikan ke sistem adanya suatu kemampuan analitis dan manajemen software yang diperlukan.

Communication

User bisa melakukan komunikasi dan memberikan perintah kepada DSS lewat subsistem ini. Hal ini berarti menyediakan antarmuka.

Knowledge Management

Subsistem optional ini bisa mendukung adanya subsistem lain atau bertindak atau bertindak sebagai suatu komponen yang dapat berdiri sendiri.

Keputusan Terstruktur

Keputusan terstruktur adalah suatu keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan rutin. Informasi yang diperlukan spesifik, sempit, interaktif, realtime, terjadwal, detail dan internal. Prosedur yang dilakukan untuk melakukan pengambilan keputusan sangat jelas. Keputusan tersebut terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah. Adapun contohnya: keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang, menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan dan menawarkan kredit kepada para pelanggan.

Baca Juga  45+ Pengertian HAM Adalah: Jenis, Fungsi HAM, dan Kasus Pelanggaran Ham
Keputusan Semiterstruktur

Keputusan semiterstruktur adalah suatu keputusan yang memiliki sifat yaitu sebagian keputusannya bisa ditangani oleh komputer dan yang lainnya tetap mesti dilakukan oleh pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan fokus, interaktif, realtime, internal, terjadwal dan spesifik. Adapun contoh pengevaluasian kredit, pengendalian sediaan, penjadwalan produksi, merancang rencana pemasaran dan mengembangkan anggaran departemen.

Keputusan Tidak Terstruktur

Keputusan yang tidak terstruktur adalah suatu keputusan yang penanganannya rumit karena tak terjadi berulang-ulang atau tak selalu terjadi. Keputusan ini menuntut adanya pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat secara eksternal. Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas. Informasi yang diperlukan umum, eksternal, internal dan luas. Adapun contohnya yaitu pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung bersama perusahaan lain, perekrutan eksekutif.

Komponen Pendukung SPK

komponen pendukung keputusan

Untuk dapat lebih memudahkan dalam proses perancangan, maka sistem penunjang keputusan bisa kita bagi menjadi beberapa komponen utama yang saling berhubungan yakni:

Manajemen Basis Data

Pada konsep sistem penunjang keputusan, diperlukan suatu fungsi dalam pengelolaan basis data yang berhubungan dengan keputusan yang mesti diambil, dimana fungsi tersebut haruslah memiliki kemampuan dalam melakukan hal-hal yang terdapat di bawah ini:

1. Memadukan berbagai macam sumber data yang bervarias dengan cara menggunakan metode-metode penangkapan dan ekstraksi data.
2. Melakukan suatu perubahan dan penambahan data-data yang relevan dengan proses pengambilan keputusan untuk dapat mengakomodasi adanya suatu perubahan kondisi sistem secara mudah.
3. Melukiskan struktur dan logika pengambilan keputusan yang mengacu pada data-data yang telah ada secara sederhana sehingga sangat mudah untuk dimengerti oleh para pengguna atau user.

4. Menangani berbagai macam data pribadi dan non official sehingga pengguna bisa melakukan eksperimen dengan berbagai macam alternatif keputusan.

5. Melakukan pengelolaan berbagai variasi data yang bisa mengakomodasi luasnya fungsi manjajemen data yang berasal dari pengguna atau user.

Manajemen Model

Pemakaian model pada konsep sistem penunjang keputusan memiliki tujuan supaya pengguna bisa menganalisis masalah yang terjadi secara utuh dan menyeluruh dengan memiliki berbagai macam alternatif solusi yang tersedia. Pada sistem manajemen yang digunakan diharapkan tersedia adanya kemampuan-kemampuan sebagai berikut:

1. Kemudahan dalam menciptakan suatu model baru
2. Memasukkan dan mengintegrasikan model atau building block.
3. Mengkatalogkan dan mengelola model untuk bisa dipahami secara mudah oleh semua tingkatan pengguna.
4. Menghubungkan model yang tersedia dengan database yang berhubungan sehingga bisa dihasilkan alternatif yang sesuai.

Manajemen Dialog

Komponen manajemen dibutuhkan pada suatu SPK untuk dapat memberikan mekanisme kontrol daripada proses analisa pada user. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan memberikan faktor interaktif pada sistem penunjang keputusan atau SPK.

Baca Juga  Pengertian Efek Rumah Kaca dan Dampaknya Terhadap Alam Secara Global

Maksud Pembuatan Keputusan dan Teori yang Menjelaskannya

Menurut pendapat Herbert A.Simon bahwa terdapat suatu rangkaian keputusan dengan keputusan yang terprogram dan keputusan yang tidak terprogram. Ada beberapa tahap dalam pengambilan keputusan menurut Simon diantaranya:

Kegiatan Intelijen

Kegiatan intelijen berhubungan dengan sebuah langkah yang bergerak dari suatu tingkat sistem menuju ke subsistem dan bagian-bagian sistem yang dianalisis secara berurutan dan kegiatan yang mengamati lingkungan untuk dapat mengetahui kondisi kondisi yang mesti diperbaiki.

Kegiatan Merancang

Kegiatan merancang berkaitan dengan suatu langkah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai macam alternatif dan kegiatan dimana untuk menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai macam alternatif tindakan yang mungkin dilakukan.

Kegiatan Memilih

Kegiatan Menelaah berhubungan dengan sebuah langkah yang menerapkan adanya solusi untuk dapat menindaklanjuti dan menilai setiap pilihan yang lalu.

Manfaat sistem penunjang keputusan

sistem penunjang keputusan memberikan banyak manfaat dan keuntungan. ADapun manfaat sistem penunjang keputusan yakni sebagai berikut:

1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam mengolah data atau informasi bagi penggunanya.
2. SPK dapat membantu pengambil keputusan untuk dapat memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangatlah rumit dan tak terstruktur.
3. sistem penunjang keputusan dapat menghasilkan solusi secara lebih cepat dan hasilnya bisa kita andalkan.
4. Meskipun suatu SPK mungkin saja tak dapat memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, akan tetapi dia bisa menjadi stimulan bagi para pengambil keputusan dalam memahami setiap persoalannya karena bisa menyajikan berbagai macam alternatif pemecahan.

Sumber Referensi:

Surbakti, Irfan. 2002. sistem penunjang keputusan (Decision Support System). Surabaya: Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh November.

Sparague, R. H. and Watson H. J. 1993. Decision Support Systems: Putting Theory Into Practice. Englewood Clifts, N. J., Prentice Hall.

Turban , Efraim & Aronson, Jay E. 2001. Decision Support Systems and Intelligent Systems. 6th edition. Prentice Hall: Upper Saddle River, NJ.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/sistem-penunjang-keputusan-3/ (diakses tanggal 29 Agustus 2014)

http://haniif.wordpress.com/2007/08/01/23-tinjauan-pustaka-sistem-pendukung-keputusan-spk/ (tanggal 29 Agustus 2014)

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah: Arti, Fungsi, Tujuan dan Manfaat. Semoga informasi ini dapat memberikan jawaban bagi anda yang sedang membutuhkan info tentang sistem penunjang keputusan.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *