Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris? Berikut Penjelasannya

Indonesia Disebut Negara Agraris – Bukan lagi rahasia umum, ketika Indonesia dikatakan dianugerahi kekayaan alam yang melimpah.

Selain itu, dapat disebut juga Indonesia memiliki posisi yang teramat strategis dibandingkan negara-negara lainnya.

Berkaca pada kondisi geografis Indonesia, Negara kita terletak dan merupakan negara tropis. Hal itu berdampak positif dan menguntungkan.

Sebab Indonesia mempunyai curah hujan yang tinggi sehingga ada banyak macam-macam tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

Tidak hanya pada aspek itu saja, Indonesia diketahui berada pada posisi dimana titik pergerakan lempeng tektonik. Manfaat dari ini bagi Indonesia ialah membuat banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.

Kekayaan melimpah Indonesia dari darat dan udara sangat luar biasa, apalagi jika menelisik mengenai kekayaan perairan di Indonesia.

Dalam perairan Indonesia ini juga kaya akan jenis tanaman laut, ikan, dan hewan laut, dan juga mengandung macam-macam jenis sumber mineral.

Hal itu sehingga sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai pelaut dan juga mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

Pantas saja jika melihat kekyaan Indonesia ini, Indonesia disebut dengan negara agraris karena hal itu. Berbicara mengenai agraris, tahukah anda yang dimaksud dengan agraris?

Secara umum, yang dimaksud dengan pengertian agraris adalah suatu keadaan dimana profesi penduduk suatu negara sebagian besar adalah bertani.

Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris?

Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris? Berikut Penjelasannya
Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris karena..

Indonesia disebut negara Agraris karena kebanyakan warga atau penduduk Indonesia bekerja disektor pertanian atau bermata pencarian dengan bermata.

Olehnya itu Indonesia disebut negara agraris. Sejalan dengan hal itu, menurut rujukan data Februari 2016 dari Badan Pusat Statistik (BPS) melampirkan 31,74 persen angkatan kerja di Indonesia atau 38,29 juta bekerja di sektor pertanian.

Selain itu, Catatan atau lampiran data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa pada 2018, terdapat luas lahan pertanian sekitar tinggal 7,1 juta hektare.

Pertanian di Indonesia diketahui terbagi atas 2 macam ialah pertanian basah dan juga pertanian kering.

Baca Juga  Mengapa Letak Indonesia Dikatakan Strategis? Karena Astronomis & Geografisnya, Apa itu?

Sebagai agraris, pertanian di Indonesia menghasilkan macam-macam tumbuhan komoditas ekspor yang dikagumi dunia.

Contoh-contoh hasil pertanian Indonesia seperti padi, singkong, jagung, aneka cabai, ubi, kedelai, dan sayur-sayuran dll.

Selain itu, Indonesia juga dikenaluas dengan hasil perkebunannya yang banyak dijadikan komoditas ekspor seperti, kapas, kelapa sawit, tebu, tembakau, dan kopi dll.

Sejarah mencatat Indonesi pada tahun 1980-an pernah menorehkan kejayaan sebagai negara yang swasembada pangan, khususnya komoditas beras.

Sehinga dengan kata lain, mengapa Indonesia disebut negara Agraris dapat dilampirkan dalam beberapa point yaitu:

  1. Geografis Indonesia yang menunjang besar untuk suburnya tumbuhan dan tanaman pertanian.
  2. Kebanyakan masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani atau disektor agraris.
  3. Produksi terbesar dengan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi komiditi dunia.
  4. Luas lahan sektor pertanian Indonesia yang terbesar.
  5. Program pemerintah yang kebanyakan menekankan pada sektor pertanian atau agraris.

Ternyata tidak hanya Indonesia yang disebut sebagai negara agraris. Hal itu karena terdapat negara-negara yang disebut negara agraris karena memanfaatkan sektor-sektor pertanian.

Adapun negara yang memanfaatkan sektor agraris selain Indonesia ialah:

  • Thailand
  • Filipina
  • India
  • Brazil
  • Tiongkok
  • Vietnam
  • Afrika, dan beberapa negara lainnya.

Masihkah Indonesia Disebut Negara Agraris?

Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris?
Masihkah Indonesia Disebut Negara Agraris?

Pertanyaan seputar ini banyak bergulir di media massa dan juga didunia nyata. Banyak orang-orang yang mempertanyakan apakah indonesia masih disebut sebagai negara agraris.

Ada banyak alasan dan pernyataan terus menyebutkan bahwa Indonesia masih negara agraris dan ada juga yang menyebut Indonesia bukan lagi negara agraris.

Sebab merujuk data BPS diatas, dapat dilihat bahwa terdapat hampir 2 juta pekerja sektor pertanian itu ternyata beralih ke sektor lain dengan rentetan waktu hanya dalam setahun.

Apalagi ketika data lahan BPS pada tahun 2018 diatas, dimana jika berpikir kritis mengenai pertanyaan masihkah indonesia negara agraris lantas ternyata luas lahan tinggal 7,1 juta hektare, turun dibandinkan dengan lahan 2017 yang masih 7,75 juta hektare.

Selain itu, alih-alih disebut negara agraris yang notabenenya kebanyakan indonesia menghasilkan dari sektor pertanian. Ternyata tidak menutup mata Indonesia untuk mengimpor bahan pangan dari negara lain.

Baca Juga  Pengertian Operasional & Menurut Para Ahli

Pantas saja, ketika isu-isu soal impor pangan ini memberikan penanda bahwa pemerintah Indonesia tidak serius dalam memberdayakan petani dan juga mengembangkan sektor pertanian.

Walaupun persoalan ini cukup dinamis, sebab mulai dari persediaan yang terbatas, harga berbagai komoditas pangan yang sering bergejolak, hingga praktik nakal yang biasa terjadi dalam rantai distribusi pangan.

Bahkan disebutkan diatas, bahwa Indonesia kebanyakan warganya bekerja di sektor pertanian ternyata tidak dengan data terbaru yang menjelaskan bahwa share Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di Indonesia adalah sektor industri, bukan pertanian atau agraris.

Sektor industri memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi sampai 19,66 persen.

Sedangkan untuk sektor pertanian ternyata memilukan pasalnya berada pada posisi kedua dengan 13,53 persen.

Tidak hanya itu penyimpangan yang terjadi walaupun indonesia negara agraris, ternyata sektor pertanian,

Bahkan hampir disalip dengan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan angka yang menyumbang tidak jauh dari angka sektor pertanian sekitar 13,02 persen.

Cukup aneh dan unik apabila problem yang dikenal bahwa Indonesia negara agraris, namun ternyata yang menjadi penompang utama dalam perekonomian bukanlah pada sektor agrarisnya atau pertaniannya.

Apalagi diera yang semakin modern ini, Indonesia terus menggenjot diri untuk ikut modern. Tidak asing lagi jika banyak bangunan megah yang berdiri menjulang ke langit tersebar ke seluruh nusantara.

Beragam perumahan dengan berbagai tipe dan fasilitas di dalamnya, apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, gedung-gedung pencakar langit, seolah sudah jadi rupa baru Indonesia yang notabenenya merupakan negara agraris.

Sedangkan kini dewasa ini, sangat sulit untuk menemukan pemandangan hijau sawah yang ada di perkotaan, bahkan tidak hanya di kota, indonesia yang sebagai negara agraris yang kebanyakan berada di desa juga semakin terkikis oleh banyaknya bangunan-bangunan.

Maju dengan Agraris

Diketahui Indonesia merupakan pasar terbesar nomor empat dunia, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Hal itu terjadi karena jumlah penduduknya yang besar, lebih dari 200 juta.

Baca Juga  Pengertian Obligasi dan Jenis-Jenis Obligasi

Melihat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar ini, maka pengembangan usaha di sektor pertanian, perkebunan, dan agroindustri memiliki peluang pasar yang besar.

Permasalahan saat ini, ialah bagaimana Indonesia dapat memahami dan menguasai ilmu dan teknologi. Hal itu difungsikan untuk menunjang pengembangan usaha agrobisnis,

Sehingga menguntungkan atau bermanfaat bagi negara dalam menghasilkan produk yang unggul kualitasnya dan harganya dapat bersaing dengan produk luar negeri.

Kegagalan dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian, perkebunan, dan agroindustri sebagai bagian usaha untuk mencapai swasembada pangan, akan membahayakan bagi kelangsungan hidup sebagai bangsa.

Demikian ini diakibatkan adanya ketergantungan pada luar negeri sangat besar, dan akan sangat mengancam ketahanan nasional itu sendiri.

Apalagi ketika berbicara soal dampak sosial dari jatuhnya usaha di sektor pertanian dan perkebunan, yang membuat para petani tidak memiliki harapan lagi untuk hidup di desanya.

Akibat dapat disaksikan bersama-sama dimana banyak yang pergi dari desanya, dan mencari kerja dikota tanpa adanya keterampilan hingga membuat banyaknya pengangguran yang setiap tahun terus bertambah.

Pada dasarnya pemerintah sudah tidak memiliki pilihan lagi, kecuali harus bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk memberdayakan kehidupan para petani.

Sebab selama ini belum terangkat nasibnya di latar belakangi dari harga barang yang dihasilkan tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga barang di sektor industri lainnya.

Padahal, mereka pada hakikatnya ialah penyangga kelangsungan hidup bangsa. Pencetakan lahan pertanian sejuta hektar, dengan dukungan teknologi yang tepat untuk meningkatkan produknya perlu dipikirkan lagi, tentu saja dengan pilihan lahan yang tepat.

Swasembada pangan bagi negara agraris yang luas wilayahnya, merupakan keharusan dan tidak boleh gagal bagi kejayaan Indonesia.

Demikianlah informasi mengenai Indonesia Disebut Negara Agraris. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *