Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Bagaimana Proses Berdirinya Kerajaan Mataram

Sejarah Proses Berdirinya Kerajaan Mataram – Dalam sejarah mengenai awal atau asal usul berdirinya kerajaan mataram di latar belakangi dari keterlibatan dari Sultan Hadiwijaya, yaitu dari raja Kerajaan Pajang. 

Kekuasaan pajang memiliki usaha dalam menegakkan kekuasaan, Namun ternyata berbeda dengan Arya Panangsang yang merupakan putra Sunuwunn Sekar Seda Lepen dimana tak ingin tahta Demak diambil oleh Sultan Hadiwijaya.

Melihat hal itu, Sultan Hadiwijaya pun merasa kesulitan untuk mengalahkannya. Memutar setir, Sultan Hadiwijaya membuat strategi matang.

Strategi ini bisa disebut sebagai proses awal berdirinya kerajaan mataram. Sebab dengan strategi yang mengadakan sayembara untuk mengalahkan penangsang untuk mendapatkan hadiah, tanah pati dan mataram. 

Dalam sayembara demikian, maka pada akhirnya Panangsang bisa dengan mudah untuk dikalahkan oleh Danang Sutawijaya, putra Pemanahan.

Karena kesuksesan ini ialah strategi Pemanahan dan Penjawi, maka Sultan Hadiwijaya menganggap kemenangan Danang Sutawijaya ini ialah kemenangan Pemanahan dan Penjawi.

Maka Sultan memberikan tanah itu kepada mereka berdua. Penjawi mendapatkan tanah Pati, sebuah kadipaten di pesisir utara yang telah maju.

Sedangkan Pemanahan mendapatkan tanah Mataram yang masih berupa Mentaok, wilayah itu kini ada di sekitar Kota Gede, Yogyakarta. Pemanahan yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram.

Baca Juga  Dampak Peristiwa G30S/PKI 1965

Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat di tahun 1575, Sutawijaya akhirnya menjadi bupati di Mataram.

Namun hal itu tidak menjadi tanggapan yang positif, sebab Sutawijaya ternyata tidak puas menjadi bupati dan malah menginginkan menjadi raja.

Hingga pada akhirnya, Sutawijaya malah memilih untuk memperkuat sistem Pertahanan. 

Ancang-ancang yang tengah dilakukan oleh Sutawijaya ternyata diketahui oleh Sultan Hadiwijaya. Pergerakan Sultan Hadiwijaya begitu cepat dengan mengirim pasukan untuk menyerang Mataram. 

Ternyata dalam penyerangan itu, Kondisi Sultan Hadiwijaya sedang sakit dan terjadi masalah internal dimana perebutan kekuasaan antara bangsawan Pajang, Pangeran Pangiri sebagai menantu Hadiwijaya sebagai bupati Demak menyerbu Pajang untuk merebut takhta. 

Hal itu tentu saja sangat ditentang oleh para bangsawan Pajang yang bekerjasama dengan Sutawijaya, bupati Mataram. Pada akhirnya pangeran Pangiri telah tersingkirkan dan diusir dari Pajang.

Kemudian setelah keadaan menjadi aman, pangeran Benawa sebagai anak dari Hadiwijaya menyerahkan tahtanya kepada Sutawijaya memindahkan pusat pemerintahannya ke Mataram tahun 1586.

Baca Juga  Segala Hal tentang Proto Melayu (Melayu Tua)

Sejak inilah menjadi sejarah awal dalam berdiri kerajaan Mataram Sutawijaya mengangkat dirinya sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senopati, dengan ibukota kerajaan berada di Kota Gede.

Berbeda dengan ayahnya yang mematuhi sebagai bawahan Pajang, dimana tiap tahun melakukan penghadapan serta mengirim upeti kepada raja Pajang.

Senopati memang telah mempersiapkan hal itu dengan sengaja untuk melakukan pembangkangan yang direncananakan. Kecerigaan ini berlandaskan dari upaya membuat benteng sebagai pertahanan.

Akhirnya raja Pajang kemudian berencana untuk menyelesaikan pembangkangan Senopati dengan melakukan kekuatan militer.

Penyerbuan ke Mataram berada dibawah komando dari Sultan Pajang sendiri namun ternyata usaha mereka mengalami kegagalan.

Setelah wafatnya Sultan Pajang maka semakin kokoh kekuasaan Senopati atas Mataram. Sebagai founding father kerajaan Mataram, sadar betul dalam mengelola konflik intern maupun juga dalam menghegemoni wilayah lain.

Langkah politik kedalam, sepertinya harus menyingkirkan Ki Ageng Mangir tokoh lokal yang menjadi batu sandungan bagi kekuasaan Senopati.

Adapun langkah politik keluar, Senopati metaram selanjutnya melakukan politik ekpansionis kewilayahan.

Baca Juga  Sejarah : Gerakan Pemuda dan Pergerakan Wanita Indonesia

Tindakan-tindakan penting yang dilakukan adalah dengan meletakkan dasar-dasar kerajaan Mataram dan berhasil untuk memperluas wilayah kekuasaan ke Timur, Surabaya, Madiun, Ponorogo, dan ke wilayah Barat berhasil dengan cara menundukkan wilayah Cirebon dan Galuh.

Pengganti Panembahan Senopati adalah Mas Jolang. Dalam pengangkatannya ini terdampak konflik yang dapat menimbulkan pemberontakan-pemberontakan.

Diantaranya timbulnya pemberontakan Pangeran Puger di Demak yang terjadi pada 1602-1605. Pangeran Jayanegara di Ponorogo tahun 1608 M.

Pemberontakan itu dapat dipadamkan dalam waktu yang cukup lama, Surabaya masih menyusun kekuatan dan tidak tunduk ke Mataram, sehingga dengan beberapa dekade Surabaya dan sekitarnya masih sebagai rival bagi Mataram.

Selanjutnya gugur di daerah Krapyak dengan tujuan untuk upaya memperluas wilayah, sehingga disebut sebagai Panembahan Seda Krapyak.

Setelah meninggalnya Mas Jolang, ia digantikan oleh putranya yaitu Raden Mas Rangsang yang dikenal sebagai raja terbesar Kerajaan Mataram dengan gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645).

Demikianlah informasi mengenai Bagaimana Proses Berdirinya Kerajaan Mataram. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *