Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

[ Jawaban ] Jelaskan 3 Cara Perpindahan Kalor? Menurut Ahli

Jelaskan 3 Cara Perpindahan Kalor – Inilah jawaban pertanyaan tentang 3 cara kalor melakukan perpindahan. Tapi sebelum kita membahas tentang perpindahan kalor maka ada baiknya kita membahas tentang apa itu kalor. Kalor adalah suatu energi yang mudah menerima dan melepaskan. Jadi bisa mengubah suhu temperatur zat itu menjadi turun atau naik. Kalor juga bisa melakukan perpindahan dari zat satu kepada zat lainnya dengan melalui perantara. Semisal dua buah zat yang memiliki temperatur berbda yang bercampur dalam wadah, maka temperatur pada kedua benda tersebut akan menjadi bernilai sama.

Kalor adalah suatu energi yang berpindah yang disebabkan oleh adanya perbedaan suhu. Di tahun 1850 an, joule menggunakan sebuah alat yang didalamnya terdapat beberapa beban yang jatuh dan merotasikan kumpulan pengaduk pada sebuah wadah air dengan kondisi tertutup. Pada silus ini, beberapa beban yang jatuh tersebut melakukan beberapa kerja di dalam air memakai massa air = m dan air itu sudah mengalami kenaikan temperatur yang besarnya Dt. Percobaan disini berupaya menjelaskan bahwa ada sebuah energi yang dapat menyebabkan hadirnya kalor dalam siklus tersebut.

Sehingga kalor itu bisa diartikan sebagai proses transfer energi yang berasal dari zat ke zat lainnya yang diikut oleh adanya perubahan temperatur.

Kalor termasuk energi yang berpindah dari benda yang memiliki temperatur tinggi menuju benda dengan memiliki temperatur rendah. Jadi pengukuran kalor senantiasa berhubungan dengan terjadinya suatu perpindahan energi.

Energi bersifat kekal, jadi benda yang memiliki temperatur atau suhu yang lebih tinggi maka akan dapat melepaskan energi yang besarnya sebesar QL dan benda yang memiliki temperatur lebih rendah ini akan dapat menerima energi yang besarnya QT dengan besar yang sama.

Baca Juga  Pengertian Larutan Elektrolit dan Ciri-Ciri Larutan Elektrolit

Pengukuran kalor seringkali dilakukan dengan cara menentukan kalor jenis pada suatu zat. Jika jenis kalor zat itu sudah diketahui maka penyerapan dan pelepasan kalor itu dapat ditentukan dengan cara mengukur perubahannya dari temperatur zat tersebut maka mesti kita ingat persamaan berikut ini

“Jika temperature naik artinya zat telah menerima kalor dan sebaliknya jika temperature turun artinya zat telah melepaskan kalor.”

Kalorimeter adalah suatu alat yang digunakan dalam mengukur pengukur kalor. Bentuk kalorimeter ini terdiri atas sebuah bejana logam yang kalor jenisnya telah diketahui. Pada bejana tersebut kadang ditempatkan dalam bejana lain yang jauh lebih besar ukurannya. Kedua bejana tersebut akan dipisahkan dengan bahan penyekat seperti gabus atau wol. FUngsi bejana luar adalah suatu pelindung agar pertukaran dari kalor dengan lingkungan sekitar kalorimeter itu dapat dikurangi.

jelaskan 3 cara perpindahan kalor

Jelaskan 3 Cara Perpindahan Kalor

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa perpindahan kalor itu terdiri dari benda yang memiliki suhu tinggi menuju benda yang memiliki suhu lebih rendah. Ada 3 perpindahan kalor yang bisa terjadi pada suatu zat antara lain:

1. Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan kalor secara konduksi merupakan suatu perpindahan kalor yang melewati suatu zat perantara berupa logam yang tak disertai dengan adanya perpindahan sejumlah partikel zat tersebut secara permanen.

Adapun contoh perpindahan kalor secara konduksi yaitu:

Pada saat kita sedang memanaskan salah satu bagian ujung logam maka ujung logam yang lainnya pun ikut terasa panas. Hal ini terjadi karena disebabkan adanya hantaran kalor dari suhu tinggi menuju pada suhu yang lebih rendah.

Baca Juga  Apa Yang Dimaksud Dengan Gaya? Berikut Pengertian dan Penjelasannya

Bagian salah satu ujung dari logam yang sudah dipanaskan itu, partikelnya akan mengalami pergetaran dan menghasilkan getaran yang terjadi pada partikel-partikel lainnya yang terhubung dengannya. Jadi, semua partikel logam tersebut akan bergetar meskipun hanya satu ujung logamnya saja yang sudah dipanaskan. Nah, hal inilah yang nantinya akan dapat merangsang terjadinya suatu perpindahan kalor.

2. Perpindahan Kalor Secara Konveksi

Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor yang melewati suatu zat dimana disertai dengan menggunakan perpindahan sejumlah bagian dari zat tersebut. Konveksi bisa terjadi di zat cair (gas). Kemudian terdapat dua jenis perpindahan kalor secara konveksi, diantaranya:

– Konveksi Alamiah

Konveksi alamiah adalah salah satu jenis konveksi yang telah dipengaruhi oleh adanya gaya apung yang asalnya tidak dari luar akan terapi karena adanya perbedaan massa dari jenis benda tersebut.

Contoh konveksi alamiah yaitu pada saat kita memanaskan air, massa dari jenis partikel air yang sudah panas akan menjadi naik dan menjauhi api dan mengganti dengan partikel air lainnya dengan memiliki suhu yang lebih rendah. Proses ini telah menghasilkan semua partikel zat cair tersebut menjadi panas secara sempurna.

– Konveksi Paksa

Konveksi paksa adalah suatu jenis konveksi yang terjadi karena adanya pengaruh yang berasal dari faktor luar (mendapatkan tekanan) dan perpindahan kalor yang dilakukan secara sengaja atau dipaksakan. Artinya disini adalah panas kalor yang dipaksa menuju pada tempat yang ingin dituju lewat bantuan dari faktor luar misalnya seperti tekanan.

Baca Juga  Teori Model Atom Dalton: Pengertian, Keuntungan, Kelemahan, Contoh, Gambar, Ciri-Ciri

ADapun contoh konveksi paksa yaitu pada saat kipas ingin yang membawa udara dingin menuju pada tempat yagn panas dan radiator mobil yang mempunyai sistem pendinginan mesin

3. Perpindahan Kalor Secara Radiasi

Perpindahan kalor secara radiasi merupakan salah satu perpindahan kalor tanpa melalu zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi memang berbeda dengan perpindahan kalor secara konveksi dan konduksi. DI dalam radias, supaya terjadi sebuah perpindahan kalor maka kedua benda tidak harus saling bersentuhan. Hal ini terjadi karena kalor bisa melakukan perpindahan tanpa adanya zat perantara. Itu artinya bahwa kalor tersebut akan memancarkan energi ke segala arah dari sumber panas dan akan mengarah menuju ke segala macam arah.

Contoh perpindahan kalor secara radiasi yaitu
Pada saat kita berada di dekat api unggun pada sudut mana saja, maka kita akan masih merasakan kehangatan yang berasal dari api tersebut.

Nah, demikianlah informasi tentang jelaskan 3 perpindahan kalor. Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi ini bisa dicegah dengan cara mengisolasi pada ruangan tersebut. Contohnya dalam hal ini sangat sederhana untuk penerapannya yaitu termos. Termos dipakai untuk dapat menjaga suhu air bisa tetap panas dengan cara melakukan pencegahan perpindahan kalor.a

1 vote, average: 5.00 out of 5
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5 (1 votes, average: 5.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *