Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Ini Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Dongeng, Bikin Indah Dongeng Anda

Unsur Intrinsik Unsur Ekstrinsik Dongeng – Sebelum masuk ke apa itu dongeng dan bagaimana atau mengapa dongeng bisa indah dan alur ceritanya bisa bagus.

Mari kita mengacu terlebih dahulu seperti apa lahirnya dongeng itu. Diketahui dongeng merupakan bagian atau jenis dari cerita rakyat. Apa sih itu Cerita Rakyat?

Yang dimaksud dengan Cerita rakyat adalah warisan budaya nasional dan masih memiliki nilai-nilai yang perlu untuk dikembangkan,

Selain itu cerita rakyat juga patut untuk dimanfaatkan untuk kehidupan saat ini dan juga untuk tentunya masa yang akan datang.

Pemanfaatan tentang cerita rakyat dapat dilakukan dengan membangun hubungannya dengan pembinaan apresiasi sastra.

Sebenarnya, cerita rakyat telah lama lahir. Cerita rakyat memiliki peran yang teramat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Cerita rakyat berfungsi sebagai lumbung pemahaman dan gagasan serta pewaris tata nilai yang tumbuh dalam masyarakat.

Selain itu, diketahui bahwa cerita rakyat berperan sejak berabad-abad lamanya dalam membangun pondasi komunikasi antara pencipta dan masyarakat, dalam arti ciptaan yang menurut lisan dan lebih mudah diganti karena ada unsur yang dikenal masyarakat.

Secara sederhana, cerita rakyat disebut juga dengan cerita daerah. Yang dimaksud dengan cerita daerah ialah cerita yang tumbuh dan berkembang pada suatu daerah.

Cerita itu berkembang dari lisan ke lisan dan tidaj jelas pengarangnya. Setiap daerah biasanya mempunyai cerita semacam itu.

Menurut William Bascom (Edi Sedyawati, 2004: 199) membagi jenis-jenis cerita rakyat menjadi tiga macam sebagai berikut Mite, Legenda dan dongeng. Sehubungan dengan itu, lalu apa sih yang dimaksud dengan dongeng?

Pengertian Dongeng: Apa itu?

Ini Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Dongeng, Bikin Indah Dongeng Anda
Ini Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Dongeng, Bikin Indah Dongeng Anda

Yang dimaksud dengan Pengertian Dongeng adalah cerita rakyat dalam bentuk prosa yang kerap disebut sebagai cerita rekaan belaka.

Dalam dongeng, baik itu isi cerita dan juga alur yang memang ketika membaca membuat para pembaca terhipnotis karena keindahan alur ceritanya yang begitu menarik,

Namun ternyata dongeng sebenarnya dimana kebenaran peristiwa yang terjadi dalam dongeng tidak pernah dipermasahkan.

Hal itulah mengapa dongeng sering kali disebut hanya memiliki fungsi sebagai sekedar hiburan. Tidak hanya hiburan, dongeng juga berfungsi oleh para pewarisnya dianggap penting seperti yang dikesankan oleh dongeng-dongeng yang mengandung nasihat.

Hal yang perlu diketahui bersama dimana dongeng tidak terkait atau terikat oleh tempat dan waktu, dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

Baca Juga  Pengertian Resensi dan Unsur Resensi

Bukan lagi rahasia, jika banyak terdapat dongeng-dongeng yang bercerita tentang para peri dan dewa, dongeng juga berkisah tentang petualang manusia dan binatang, dongeng yang memiliki naga.

Banyaknya dongeng yang menjamur dan meluas di seluruh daerah di Indonesia, lantas apa yang membuat dongeng begitu menarik dan bertahan saat ini, itu karena para peminatnya tidak pernah merasa jenuh dan selalu saja menjadi kegemaran bagi beberapa kalangan.

Fakta menarik tentang dongeng ini, secara terang-terangan dicari dan diburu, dan bahkan ada yang mencari judul-judul dongeng sesuai dari jenis-jenis dongeng seperti judul dongeng fabel, judul dongeng mite, judul dongeng sage, judul dongeng legenda, judul dongeng parabel.

Pencarian tentang dongeng tersebut, bisa dikatakan dongeng masih menarik walau perkembangan zaman saat ini dapat dikatakan tidak lagi relevan.

Namun, tetap saja dongeng masih menarik, hal itu lantaran terdapat unsur-unsur yang membangun dongeng sehingga dapat terus berkembang walau zaman semakin maju. Adapun unsur-unsur dongeng ialah:

Unsur-Unsur Dongeng

Diketahui terdapat dua unsur yang membangun dongeng seperti unsur instrinsik dongeng dan juga unsur ekstrinsik dongeng.

Berdasarkan pandangan dari Nurgiantoro (2010: 23) bahwa unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri.

Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra.

Unsur Instrinsik Dongeng

Pandangan Nurgiantoro tersebut juga terdapat dalam karya sastra lisan (cerita rakyat). Unsur-unsur intrinsik yang membangun cerita rakyat antara lain tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan amanat. Adapun penjelasan dari macam-macam unsur dongeng itu ialah:

1.Tema

Menurut Zulfanur (Wahid, 2004: 82) tema adalah ide sebagai pokok suatu pembicaraan atau suatu tulisan. Tema ialah suatu dimensional yang berperan penting dari suatu cerita, karena dengan dasar itu, pengarang dapat membayangkan dalam fantasinya tenang cerita yang akan dibuat.

Pengarang sendiri tidak asal menyebut apa yang menjadi latar belakang/tema ceritanya, namun dapat kita ketahui, apabila telah membaca semua cerita.

2.Tokoh

Diketahui penokohan berasal dari kata tokoh. Arti tokoh sendiri ialah pelaku. Maksud dari hal ini menurut Sumarjo (Wahid, 2004:76) ialah yang dilukiskan atau digambarkan tentang watak-watak atau pelaku cerita, melalui tokoh, pembaca dapat mengikuti jalanya cerita dan mengalami berbagai pengalaman batin seperti yang dialami tokoh cerita.

Baca Juga  Pengertian Dongeng, Ciri, Jenis Dongeng, Fungsi & Contohnya

Selain itu menurut Nursisto (2000:105) yang memaparkan bahwa watak (penokohan) ialah sikap batin manusia yang mempengaruhi seluruh pikiran dan perbuatannya.

Berdasarkan pendapat inilah, sehingga dapat disimpulkan bahwa tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita rekaan sehingga peristiwa itu dapat menjalin suatu cerita.

Penokohan ialah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh yang membedakan dengan tokoh yang lain.

3. Alur

Penjelasan mengenai Alur, dapat dilihat dari penjelasan Aminuddin, (2004: 83). Menurutnya bahwa alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh seluruh pelaku dalam suatu cerita.

Istilah alur sama dengan istilah plot begitu pula untuk struktur cerita. Tahapan peristiwa yang menjalin suatu cerita pada umumnya terbentuk dari sautu rangkaian peristiwa yang berbagai macam.

Demikian ini sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli seperti Montage dan Henshaw (dalam Aminuddin, 2004: 84). Menurutnya bahwa tahapan peristiwa dalam polt suatu cerita dapat tersusun dengan beberapa tahapan. Adapun beberapa tahapan atau langkah itu ialah:

  • Tahapan awal (exposition), yakni tahap awal yang berisi tentang tempat terjadinya peristiwa serta perkenalan dari setiap pelaku yang mendukung cerita.
  • Tahap inciting force adalah tahap ketika timbul kekuatan, kehendak maupun perilaku yang bertentangan dari pelaku.
  • Tahap rising action artinya situasi panas karena pelaku-pelaku dalam cerita berkonflik.
  • Tahap crisis dimaksudkan sebagai tahap tentang situasi semakin panas dan para pelaku sudah diberi gambaran nasib oleh pengarangnya.
  • Climax, merupakan tahpa tentang situasi puncak ketika konflik berada pada radar yang paling tinggi sehingga para pelaku itu mendapatkan kadar nasibnya sendiri-sendiri.
  • Tahap falling action ialah tahap terakhir mengenai kadar konflik sudah menurun sehingga ketegangan dalam cerita sudah mulai mereda sampai menuju conclucion atau penyelesaian cerita.

4. Latar

Dalam menjawab mengenai unsur instrinsik ini, Abrams, (dalam Wahid Sugira, 2004: 88) mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan pengertian latar adalah landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Pembagian latar sendiri terdiri dari latar tempat, waktu, dan sosial budaya. (1) Latar tempat merujuk pada pengertian tempat dimana cerita yang dikisahkan itu terjadi. (2) Latar waktu merujuk pada berlangsungnya peristiwa dalam cerita. (3) Latar sosial budaya dapat dipahami sebagai keadaan atau kondisi kehidupan sosial budaya masyarakat yang diangkat dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga  Pengertian Frasa, Ciri, Jenis-Jenis, Contoh & Frasa Menurut Para Ahli

Berdasarkan pandangan-pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa latar merupakan tempat yang merujuk pada lokasi, waktu, dan suasana sebuah cerita berlangsung.

5. Sudut Pandang

Yang dimaksud dengan Sudut pandang, Wahid (2004: 83) menyampaikan pendapatnya bahwa Sudut Pandang berarti tempat penceritaan dalam hubungannya dengan cerita, dari sudut mana penceritaan menyampaikan kisahnya. Sudut pandang dapat dilihat dari posisi pengarang dan pusat pengisahan pada posisi penceritaan.

Sejalan dengan pendapat diatas Nursisto (2000:109) juga menyampaikan sudut pandang atau disebut juga titik tinjau adalah tempat atau posisi pencerita terhadap kisah yang dikarangnya, apakah ia ada di dalam cerita atau di luar cerita itu. Sudut pandang dalam kesustraan mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • Tokoh yang terlibat (sudut pandang tokoh)
  • Tokoh sampingan (sudut pandang tokoh sampingan)
  • Orang yang serba tahu, serba melihat, dan serba mendengar (sudut pandang interpersonal)

6. Amanat

Menurut Sudjiman (Zulfahnur 1997: 25) dari sebuah karya sastra adalanya dapat diangkat sesuatu moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang; itulah yang disebut amanat.

Amanat terdapat pada sebuah karya sastra secara impilisit atau secara eksplisit. Implisit jika ajaran keluar atau ajaran moral disyaratkan di dalam tingkah laku tokoh menjejang cerita.

Eksplisit jika pada atau akhir menyampaikan seruan, sastra, peringatan, nasehat, anjuran, larangan, dan sebaliknya, berkenan dengan gagasan yang mendasari cerita itu.

Unsur Ekstrinsik Dongeng

Adapun unsur ekstrinsik dongeng sebenarnya terbagi atas dua yaitu latar belakang masyarakat dan latar belakang pengarang. Yang dimaksud dengan bagaimana penjelasan dari kedua unsur ekstrinsik dongeng ini ialah:

1. Latar Belakang Masyarakat

Yang dimaksud dengan Latar belakang masyarakat merupakan faktor-faktor dalam lingkungan masyarakat penulis yang mempengaruhi penulisan dongeng oleh penulis tersebut. Bebrapa contoh latar belakang masyarakat antara lain adalah:

  • Ideologi Negara.
  • Kondisi Politik.
  • Kondisi Sosial.
  • Kondisi Ekonomi.
  • Nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

2. Latar Belakang Pengarang

Yang dimaksud dengan latar belakang pengarang merupakan faktor-faktor dalam pengarang yang mempengaruhi penulisan dongeng tersebut, beberapa faktor dari latar belakang pengarang adalah:

  • Riwayat hidup penulis.
  • Kondisi psikologis.
  • Aliran sastra penulis.

Demikianlah informasi mengenai Ini Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Dongeng, Bikin Indah Dongeng Anda. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *