Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

5 Contoh Lembaga Agama: Pengertian, Tujuan, Fungsi Lembaga Agama & Unsurnya

 5 Contoh Lembaga Agama: Pengertian, Tujuan, Fungsi Lembaga Agama & Unsurnya – Di era saat ini yang serba digital, membuat kebutuhan kita sebagai manusia semakin kompleks. Tidak hanya kebutuhan, permasalahan juga semakin banyak dihadapi yang mengarah kepada berbagai bidang kehidupan.

Sehingga, hal yang menjadi modal dan impian kita setiap manusia adalah kerinduan akan suatu kebahagiaan berupa ketenangan jiwa.

Sepanjang sejarah dan literatur, bahwa salah satu cara untuk mendapatkannya adalah melalui jalan yang dikenal Agama, sehingga manusia dapat dikatakan makhluk yang beragama.

Dalam sebuah buku yang membahas tentang kejiwaan disebutkan bahwa tatkala Allah membekali manusia itu dengan nikmat berpikir dan daya penelitian, diberinya juga rasa bingung dan bimbang,

Dalam buku itu, hal itu dilakukan agar semata-mata bertujuan untuk memahami dan belajar mengenali alam sekitarnya disamping rasa ketakutan terhadap kegarangan dan kebengisan alam.

Demikianlah inilah yang menjadi api pendorong manusia tadi untuk menyalakan mesin diri untuk mencari sesuatu kekuatan yang dapat melindungi dan membimbingnya di saat-saat yang membuat dirinya terancam dalam hal ini adalah Agama.

Dengan agama seseorang dikatakan dapat menjadi tumpuan bagi diri untuk menjadi pelontar semangat agar dapat terus bergerak. Sampai saat ini, terdapat banyak Agama, hal itu juga tidak dipungkiri.

Demikian itu, maka dikenal suatu lembaga agama. Secara umum Badan Lembaga Agama memiliki tujuan untuk mencapai keberhasilan dalam kelangsungan ke masa yang akan datang untuk menciptakan hadirnya kesadaran umat.

Dalam hal ini lembaga membutuhkan kesadaran dari umat untuk dapat membantu tercapainya tujuan baik itu yag terdapat di daerah kota maupun kabupaten.

Para ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang hadirnya lembaga agama, salah satunya Durkheim. Menurut Durkheim (2008) bahwa lembaga agama memiliki kewajiban untuk menetapkan kebijakan-kebijakan dalam mendapatkan, memakai dan mengelola sumber yang ada dan telah terkumpul.

Tidak hanya Durkheim, ternyata Bruce (2003) juga mengemukakan pendapatnya. Menurutnya bahwa hadirnya lembaga agama bertujuan untuk mencapai tingkat efisiensi yang optimal dengan memakai sumber daya yang ada. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu sistem pengendalian biaya yang baik sehingga lembaga agama mencapai tujuannya sesuai yang diharapkan.

Pengendalian biaya ialah suatu sistem yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara keadaan yang di inginkankan, sehingga dapat menekan biaya serendah mungkin,

Baca Juga  8 Cara Sederhana Memperkokoh Pernikahan Dalam Pandangan Islam

Selain itu agar tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan biaya. Pengendalian biaya itu, dilakukan dengan tata cara tertentu bergantung pada kesadaran umat yang memberikan bantuan dalam lembaga.

Diketahui bahwa lembaga keagamaan atau organisasi keagamaan salah satu unsur penunjang yang bertanggung jawab dalam menunjang keberhasilan dibidang keagamaan.

Selain dibidang keagamaan, ternyata hadirnya lembaga keagamaan merupakan lembaga sosial keagamaan yang berperan dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Peranan itu dapat dilihat dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan baik itu formal atau non formal, serta keaktipan lembaga keagamaan dalam kegiatan amal dan pembinaan kerukunan hidup beragama. Masyarakat masih merasakan manfaatnya yang besar dari peran lembaga keagamaan dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat

Pengertian Lembaga Agama

5 Contoh Lembaga Agama: Pengertian, Tujuan, Fungsi Lembaga Agama & Unsurnya
5 Contoh Lembaga Agama: Pengertian, Tujuan, Fungsi Lembaga Agama & Unsurnya

Yang dimaksud dengan Lembaga agama adalah sistem keyakinan dan praktik keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan (Emile Durkheim).

Lembaga agama adalah sebuah lembaga yang mengatur kehidupan dan tingkah laku manusia dalam bersosial.

Pengertian lain dari lembaga agama ialah, lembaga agama merupakan suatu organisasi yang dibentuk yang bertujuan untuk memajukan kepentingan hidup beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, oleh umat beragama.

Jika berkaca pada aspek sosiologis, yang dimaksud dengan lembaga keagamaan adalah suatu bentuk organisasi yang tersusun relatif tetap atas pola-pola kelakuan, peranan-peranan dan relasi-relasi yang terarah dan mengikat individu, mempunyai otoritas formal dan sanksi hukum untuk mencapai kebutuhan dasar yakni dunia supra-empiris. 

Tujuan Lembaga Agama

Tujuan lembaga agama adalah untuk meningkatkan kualitas hidup beragama setiap umat

Fungsi Lembaga Agama

Diketahui bahwa secara etimologis kata “agama” merupakan diambil dari kata bahasa sansakerta, dimana arti agama yang ialah tidak kacau.

Hal itu lantaran agama berasal dari dua kata, ialah “a” yang berarti tidak, sedangkan yang dimaksud dengan “gama” yaitu kacau. Dari pengertian ini, dapat diistilahkan bahwa agama adalah peraturan yang mengatur kehidupan manusia agar berfungsi tidak kacau.

Dalam istilah yang sama, demikian itu juga didapatkan bahwa kata religi yang berasal dari bahasa latin yaitu “religio” dan berakar pada kata kerja religare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Baca Juga  Doa Sholat Witir: Tata Cara, Niat Sholat Witir, Keutamaan & Waktu Sholat Witir

Melihat arti dari agama, maka dengan hadirnya lembaga agama dapat berfungsi lebih mengarahkan kepada definisi dari agama itu. Selain itu, fungsi-fungsi dari lembaga agama ialah:

  • Sebagai pedoman buat rekreasi dan hiburan. Dalam mencari suatu kepuasan batin yang melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar suatu kaidah-kaidah agama.
  • Didalam hidup harus mempunyai pedoman dan keyakinan agar hidup lebih terarah dan mempunyai tujuan.
  • Pedoman hidup
  • Sumber kebenaran
  • Pengatur tata cara hubungan antara manusia dengan manusia dengan Tuhan
  • Tuntunan prinsip benar dan salah
  • Pedoman Keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup didunia ini merupakan ciptaan tuhan.
  • Untuk pengungkapan suatu perasaan persaudaraan didalam sebuah agama yang diwajibkan berbuat baik terhadap sesama manusia.
  • Pedoman keyakinan manusia yang melakukan perbuatan baik yang harus selalu disertai dengan keyakinan bahwa perbuatannya ialah kewajiban dari Tuhan dan yakin perbuatannya mendapatkan pahala, meskipun walau sekecil apapun.
  • Pengungkapan perasaan suatu nilai estetika manusia yang cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia.

Contoh Lembaga Agama di Indonesia

Disetiap negara mempunyai berbagai macam agama yang dianut, salah satu contohnya di Indonesia. Di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui, adapun ke lima agama dan juga lembaga keagamaannya ialah:

1. Lembaga Agama Islam

Islam sebagai agama mayoritas yang terdapat di Indonesia, memiliki lembaga agama. Adapun contoh lembaga agama Islam adalah Majelis Ulama Indonesia atau disingkat dengan MUI.

2. Lembaga Agama Kristen

Selain itu, agama kristen juga memiliki lembaga agama yang merangkum seluruh perkumpulan agama kristen. Adapun contoh lembaga agama kristen ialah Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia atau disingkat PGI. PGI ini sendiri mempunyai peranan untuk mencitai dan mengasihi anak tuhan.

3. Lembaga Agama Katolik

Contoh lembaga agama katolik ialah Konferensi Wali Gereja Indonesia yang biasa disebut dengan KWI. KWI memiliki peran yang sangat penting. Sebab KWI ini selain berkerjasama untuk memberikan perlindungan atas pemeluknya.

4. Lembaga Agama Hindu

Jenis lembaga agama selanjutnya yang ada dalam Agama Hidup adalah Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI. Institusi ini memberikan pengulasan tentang beraga masalah sosial di Indonesia serta memberikan perlindungan bagi seluruh WNI yang beragama Hindu.

Baca Juga  Inilah Tujuh Kata Yang Dicoret Rasulullah Pada Perjanjian Hudaibiyah

5. Lembaga Agama Buddha

Contoh lainnya yang berkaitan dengan lembaga agama, salah satunya ialah Agama Buddha deng simbul institusinya adalah Perwakilan Umat Buddha Indonesia disingkat WALUBI. Fungsi dari institusi ini ialah selain memberikan regulasi juga memberikan fatwa-fatwa tentang keagamaan.

6. Lembaga Khonghucu

Khonghucu ialah agama termuda di Indonesia yang telah diakui secara lagalitasnya oleh Gusdur atau Presiden Indonesia yaitu K.H. Abdurrahman Wahid. Lembaga agama ini ialah Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia atau disingkat MATAKIN. Agama tersebut sudah menyebar diantara pemeluknya hampir ada disebagaian besar Provinsi-Provinsi di Indonesia itu sendiri.

Berikut ini adalah contoh secara umum, contoh-contoh lainnya mengenai lembaga agama ini yang ada dalam kehidupan masyarakat, antara lain;

  • Kantor Urusan Agama. Lembaga yang disingkat dengan KUA memiliki fungsi untuk memberikan regulasi pengaduan KDART ataupun Pernikahan.
  • Departemen Agama. Lembaga yang biasai disebut dengan Depag menjadi salah satu contoh lembaga agama yang memberikan peranan pada pendidikan-pendidikan secara menyeluruh kepada masyarakat.
  • Kementrian Agama. Lembaga yang disingkat dengan Kemenag merupakan salah satu jenis lembaga agama yang diakui yang berguna untuk memberikan hubungan kepada lembaga legistatif yaitu presiden.
  • Pengadilan Agama adalah salah satu bentuk lembaga agama yang memberikan regulasi dari tindakan-tindakan menyimpang dengan norma atau hukum yang berlaku di dalam masyarakat.

Unsur- Unsur Lembaga Agama

Ada beberapa ilmuwan seperti misalnya Light, Killer, dan Calhoun (1989), yang memusatkan pada unsur-unsur dasar suatu agama, yaitu sebagai berikut.

  1. Kepercayaan. Setiap agama pasti memiliki kepecayaan seperti percaya kepada Tuhan, nabi-nabi, dan kitab.
  2. Simbol. Pada setiap agama pasti mengenal berbagai macam lambang atau simbol, baik itu berupa pakaian, ucapan, tulisan maupun tindakan.
  3. Praktek Keagamaan. Disetiap ajaran agama yang ada pasti memiliki praktek keagamaan seperti contohnya sholat, kebaktian, puasa, semedi, dan lain sebagainya.
  4. Pemeluk/Umat. Agama memiliki sejumlah pemeluk/ pengikut.
  5. Pengalaman keagamaan. Setiap pemeluk agama memiliki beberapa bentuk pengalaman keagamaan

Demikianlah informasi mengenai 5 Contoh Lembaga Agama: Pengertian, Tujuan, Fungsi Lembaga Agama & Unsurnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *