Menu

Waterboarding Metode Penyiksaan Kejam Terhadap Tahanan Untuk Mengorek Informasi | Aneh dan Unik

Helo bro selamat datang di blog artikelsiana.com. Kali ini artikelsiana.com akan membahas informasi menarik mengenai Waterboarding Metode Penyiksaan Kejam Terhadap Tahanan Untuk Mengorek Informasi.

Jika kalian pernah melihat film-film bertema perang atau penangkapan, pasti kalian tidak menggunakan cara penyiksaan yang dilakukan oleh mata-mata atau tentara untuk menyiksa target operasi demi mendapat informasi. Salah satu penyiksaan yang cukup terkenal dan kejam adalah waterboarding. Konsep penyiksaan ini dengan memasukkan udara ke dalam sinus, faring, laring dan trakea untuk menciptakan perasaan terpasang pada target

Belum pernah merasakan tenggelamnya seperti apa? Seperti ini, jika kamu tenggelam, paru-paru akan mulai kehabisan oksigen dan sekujur tubuh memberikan respons yang berlebihan serta pikiran kalian mulai tidak terkendali yang berjenjang pada kepanikan karena tubuh mulai melepaskan oksigen.

Kemudian kalian akan merasakan air yang membanjiri tenggorokan kalian dan saat ini mengerti sistem pernafasan mulai tidak teratur. Sahabat artikelsiana.com kurang lebih seperti yang terjadi kompilasi basket disiksa dengan metode waterboarding. Ternyata penyiksaan dengan metode waterboarding ini memiliki fakta-fakta unik dan menarik yang akan dibahas di bawah.

Sejarah Waterboarding

Sejarah Waterboarding

Mulai dari zaman dulu, penyiksaan menggunakan air ternyata sudah sering dilakukan untuk menyiksa orang. Salah satunya adalah korban yang terhindar dari masalah di lautan luas yang dihabiskan untuk berenang dan menyelamatkan yang akan mati lemas karena kehilangan tenaga. Atau menenggelamkan kepala korban di bak mandi atau membawa berisi udara, layak film film, kemudian mengangkat kepala korban sembari meminta beberapa informasi terkait rahasia dan prosesnya diulang terus-menerus sampai si penyiksa mendapat semua informasi yang dibutuhkan.

Metode-metode tersebut adalah metode baru yang lebih disempurnakan, yaitu papan air untuk lebih mendapatkan efek yang lebih rumit dan lebih mudah dipasang. Papan air pertama kali didaftarkan pada abad ke 14 yang dipopulerkan benih masa inkuisisi spanyol.

Metode penyiksaan ini cukup populer selama masa inkuisisi Spanyol, peralatan lengkap yang sudah disiapkan dengan sangat baik untuk menyiksa orang-orang yang tidak patuh. Menurut literatur, waterboarding saat itu disebut toca, para eksekutor akan mengikat korban dalam posisi berdiri dengan harapan korban mengakui kejahatannya. Selanjutnya sehelai kain diletakkan di atas mulut korban dan di udara mulai ditusikan ke kain, di atas masuk ke dalam mulut korban di atas yang disiapkan di atas mulutnya. Pada awal tahun 1800-an, waterboarding sudang mulai dianggap sebagai penyiksaan yang kejam, ingat dan menghebohkan yang tidak pernah digunakan oleh gereja, militer atau pemerintah karena tidak berperikemanusiaan dan menjijikkan.

Baca Juga  10 Orang Kaya Raya Paling Dermawan di Dunia | Unik dan Aneh

Berawal dari inkuisisi Spanyol, kemudian melebar hingga Filipina melalui jalur perdagangan dan kolonialisasi yang dilakukan Spanyol untuk menaklukkan pulau-pulau. Semenjak saat Amerika Serikat Pertama kali memulai metode waterboarding kepada orang-orang Filipina selama perang Filipina-Amerika pada tahun 1902. Sebagai surat kabar ternama mencantumkan sampul dengan foto tentara AS sedang menyiksa orang di Filipina dengan metode waterboarding.

Selang beberapa waktu kemudian, waterboarding menjadi bentuk penyiksaan yang menimbulkan respons terhadap berlayar dari orang-orang yang mengendalikan. Salah satunya adalah Presiden Sebagai Theodore Roosevelt yang mengirim surat permintaan kepada komandan Angkatan Darat AS untuk berhenti melakukan praktik papan air karena hal itu dianggap sanga kejam dan tidak biasa. Terkait bentuk penyiksaan yang ditularkan melalui air, menempatkan korban dalam posisi yang sangat layak, orang yang tidak bisa tenggelam.

Penggunaan metode waterboarding di filipina kemudian merambah ke vietnam. Ketika perang Vietnam AS, pertumpahan darah yang mendatangkan tradisi lama, yang harus dilakukan untuk menyiksa tahanan demi mendapatkan informasi penting.

Sekilas Tentang Waterboarding

Sekilas Tentang Waterboarding

Dalam eksekusi waterboarding, seseorang diletakkan di atas permukaan yang dapat disesuikan dengan posisinya. Biasanya tubuh korban dimiringkan pada sudut 15 hingga 20 derajat sehingga udara dapat dengan mudah dialiri ke wajah korban. Sahabat artikelsiana.com korban juga biasanya diikat atau kadang-kadang diminta oleh beberapa orang. Sama seperti tradisi yang dilakukan saat Inkuisisi Spanyol, sehelai kain dipasang atas wajah korban untuk agar tetap udara melekat dan masuk terus-menerus ke dalam bagian mulut dan gerombolan korban.

Baca Juga  8 Mumi Yang Masih Utuh Menyeramkan Sampai Sekarang | Unik dan Aneh

Air mulai masuk ke tenggorokan dan korban, saat oksigen mulai menipis dan korban mulai merasa seperti terkulai, korban akan berjuang untuk memindahkan aliran udara dengan memuntahkan udara untuk mengambil nafas. Namun hal itu nampaknya susah dilakukan karena menggunakan kain di wajah pada saat diproyeksikan karena arah, yang memungkinkan korban hanya bisa menghembuskan nafas tanpa bisa menghirup napas, inilah yang menyebabkan oksigen dalam tubuh menjadi sedikit.

Karena konsep waterboarding adalah untuk menstabilkan efek perasaan yang tertahan pada korban, maka mabuk selanjutnya yang terjadi adalah korban akan kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen dalam aliran darah. Saat ini terjadi, tubuh korban yang sebelumnya bergetar kuat akan menjadi lemas karena proses aspirasi udara ke saluran pernafasan terjadi. Hilangnya kesadaran pada metode waterboarding dapat disetujui oleh si eksekutor, eksekutor akan mengalihkan aliran udara kompilasi yang sudah tak sadarkan diri, kemudian disadarkan untuk kembali sadar dan kembali disiksa sampai korban membeberkan apa yang dicari si penyiksa.

Untuk menambah rasa aneh pada papan air, terkadang digunakan udara untuk membangunkan korban yang telah hilang kesadaran, tentu saja hal ini memberikan efek kejutan yang luar biasa untuk tubuh korban. Selain itu, otot tubuh juga dapat digunakan untuk mengatasi kerumitan yang dihadapi untuk menyelesaikan proses eksekusi, sedangkan jika korban menggunakan tali. Papan air juga dapat merusak fungsi otak dan paru-paru karena kekurangan asupan oksigen.

Secara umum, udara tidak mungkin masuk ke dalam paru-paru kompilasi dilakukan penyiksaan ini, namun beberapa korban yang telah selamat dari penyiksaan itu melaporkan bahwa udara masuk ke paru-parunya sehingga menyebabkan infeksi paru-paru. Hal itu terjadi kompilasi udara yang dituangkan masuk ke dalam hidungnya, sementara mulutnya ditutup oleh tangan si eksekutor, korban tidak bisa menahan nafasnya lebih lama dan akhirnya menghirup udara tersebut yang fokjung ke dalam paru-parunya. Korban yang tidak ingin disebut ini mengatakan jika momen ini terasa lebih buruk dari papan air yang umum dilakukan.

Baca Juga  Tahanan Penjara Alcatraz Yang Paling Tersohor | Aneh dan Unik

Sementara dalam kasus lainnya, praktik waterboarding juga dapat menyebabkan udara masuk ke dalam lambung sehingga menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat. Seperti yang terjadi pada Ramon Navarro, korban penjahat perang Jepang bernama Chinsaku Yuki yang menyiksa Ramon dengan metode waterboarding. Ramon mengatakan bahwa pada saat penyiksaan dilakukan, ia sadar dan merasa bahwa Yuki duduk atas perutnya untuk mendapatkan udara yang masuk kembalik melalui mulut dan hidungnya, kemudian Yuki mulai memasukkan udara ke dalam dan melakukan hal yang dilakukan-dilakukan Yuki. Jika hal tersebut terus dilakukan, rongga sinus menjadi rusak dan bisa rusak kematian (yang dimaksud bukan tujuan utama dari suatu penyiksaan).

Legalitas Papan Air

Legalitas Papan Air

Konvensi Jenewa tahun 1949 yang berisi tentang serangkai perjanjian yang diselesaikan standar hukum internasional untuk perundingan perang dan sudah disetujui dan disetujui oleh berbagai negara, membahas berbagai penyiksaan yang dianggap terlalu kejam dan bagi manusia. Salah satunya adalah metod waterboarding yang secara resmi merupakan tindakan perang dan para eksekutor dianggap sebagai kriminal perang. Namun, sejak awal, metode waterboarding memang sudah dikecam oleh berbagai pihak dan tetap saja ada pihak yang menggunakan ilegal.

Bahkan Presiden AS Donald Trump menentang digunakannya penyiksaan waterboarding dapat dilakukan jika memang dalam kondisi yang menguji. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki terorisme, hal yang sama juga terjadi benih pemerintahan bush yang melegalkan waterboarding baik di luar maul dalam negeri.

Itu beberapa pertanyaan menarik tentang waterboarding yang mungkin menjawab pertanyaan kalian kompilasi menonton film dengan penyiksaan seperti itu. Selain kejam dan nyata, tentu saja papan air juga memberikan efek jera kepada setiap korbannya, sehingga metodi ini masih digunakan secara ilegal oleh berbagai kalangan. Tentu saja kami ingatkan untuk tidak mencoba melakukan hal berbahaya ini.

Referensi

https://www.npr.org/2007/11/03/15886834/waterboarding-a-tortured-history

Gimana teman-teman? kami berharap teman-teman dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan artikel Waterboarding Metode Penyiksaan Kejam Terhadap Tahanan Untuk Mengorek Informasi di sosial media kalian.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *