Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Seorang Pria Ditilang karena Pasang Lampu Strobo, Bagaimana Sih Aturan Sebenarnya? | Aneh dan Unik

Hai bro selamat datang di blog artikelsiana.com. Kali ini artikelsiana.com akan menyajikan informasi menarik mengenai Seorang Pria Ditilang karena Pasang Lampu Strobo, Bagaimana Sih Aturan Sebenarnya?. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.

Lampu strobo atau yang biasa kita kenal dengan pemberi isyarat memang harusnya hanya dibeli oleh kendaraan tertentu. Namun, banyak orang yang menggunakan lampu ini dipasang di mobil pribadinya. Entah mengapa mereka melakukan itu, namun lebih karena ingin dianggap spesial di jalan raya. Mungkin juga dapat menarik pusat perhatian para pengguna jalan yang lain.

Sama halnya dengan pria yang melepaskan polisi lantaran menggunakan lampu rotator di mobilnya. Peristiwa tersebut diunggah di akun instagram @patroli_satlantas_lampungutara. Pria berbaju putih ini tampak tak terima diberkati polisi karena lampu strobo di mobilnya. Namun apa yang mau dikata, dia hanya bisa memasang lampu pemberi izin ini harus disita polisi karena memang diizinkan.

Lihat posting ini di Instagram

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 pasa 59 ayat (5) Pengguna lampu isyarat dan sirene meminta izin pada ayat (1) dan ayat (2): A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk operator seluler Kepolisian Negara Republik Indonesia; B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulan, palang merah, dan jenazah; dan C. Lampu warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobile patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus Pasal 287 Ayat (4) UU no. 22 Tahun 2009, sebagai berikut: Setiap orang yang menu Kendaraan Bermotor di Jalan yang meminta izin penggunaan atau hak utama untuk Kendaraan yang menggunakan alat percakapan dengan bunyi dan sinar yang disetujui dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan hukuman kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah). @polantasindonesia @ditlantaspoldalampung @satlantaslampura @humas_poldalampung @viral_berita @tmcpoldametro @ indozone.id

Pos yang dibagikan oleh PATROLI SATLANTAS POLRES LAMUT (@patroli_satlantas_lampungutara) di

Jika dilihat dari kejadian yang menimpa pria tadi, kemungkinan besar masyarakat belum tahu tentang aturan penggunaan lampu rotator tersebut. Mungkin banyak yang dinilai oleh orang awam karena banyak dijual di pasaran. Jadi, banyak warga negara Indonesia yang protes jika dirazia oleh polisi lantaran menggunakan lampu rotator di kendaraan pribadinya.

Lampu strobo di mobil pribadi [Sumber Gambar]

Meskipun lampu yang digunakan bentuknya lebih kecil dari rotator polisi militer dan sebagainya, itu sama saja dengan aturan. Sebab, lampu strobo bisa memiliki warna yang bermacam-macam. Nah, warna tersebut sudah tersedia masing-masing penggunaan masing-masing sahabat boombastis. Sementara warna-warna itu hanya boleh dipakai pada satu kendaraan saja. Itupun kendaraan yang sudah disetujui oleh negara dan juga masuk ke dalam aturan undang-undang. Jadi, meskipun ukurannya mini bagaikan tempat pensil, tetap saja itu adalah lampu rotator yang haram digunakan oleh kendaraan pribadi.

Polisi menilang pengguna strobo [Sumber Gambar]

Peraturannya tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan dan Lalu Lintas berdasarkan Pasal 59 Ayat (5). Di tempat berisikan "Penggunaan lampu terjemahan dan sirene diperbolehkan pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk ponsel petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulan, palang merah, dan jenazah; Dan
C. Lampu warna kuning tanpa sirene digunakan untuk ponsel patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus. "

Harus membayar tilang [Sumber Gambar]

Nah, jika kalian masih menggunakan lampu rotator di kendaraan pribadi, jangan berharap nasib akan aman-aman saja. Alasannya karena ada aturan andang-andang yang menuntut tentang hukuman bagi si pelanggar. Aturan ini tertuang pada Pasal 287 Ayat (4) oleh Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 seperti berikut Pasal 59 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan kekerasan kurungan lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah). "

Hukumannya memang tidak seberat yang kita harapkan pada awalnya. Tapi, tetaplah mengingat jika aturan itu dibuat untuk ditaati, bukan dilanggar. Mengandalkan, jadilah para pengguna jalan yang cerdas dengan tidak dilanggar aturan. Daripada kalian dipenjara satu bulan dan akhirnya mengotori Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), siapa yang akan rugi? Pasti kalian sendiri lah.

Gimana mbak bro? Mudah-mudahan bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Baca Juga  5 Bukti Kontroversial Mesin Waktu Benar-benar Bisa Dibuat | Unik dan Aneh
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *