Menu

Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematika Penulisan Skripsi

Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematika Penulisan Skripsi –  Dalam informasi ini terdapat pernyataan yang paling menegangkan seperti ‘Sudah sampai mana skripsimu hari ini?’.

Ini sama horornya atau menakutkannya saat ditanya soal ‘Kapan Nikah’ atau ‘Kapan dapat kerjaan’?.

Pertanyaan jenis ini memang membutuhkan waktu untuk yang banyak dan konsep yang tidak sedikit untuk mencari alasan dalam menjawab pertanyaan ini.

Untuk yang masih menginjak semester awal, tentu pertanyaan atau mengedar kata skripsi, tidak lah membuat orang sekaget itu sampai-sampai harus menahan sedih yang luar biasa sakitnya serupa saat diputuskan sama pacar.

Bahkan tidak sedikit orang yang menjadi stress, apalagi tidak dapat tidur semalaman disebabkan memikirkan judul skripsi yang begitu susahnya.

Bagi mereka atau anda yang sedang menginjak semester pertengahan, janganlah berpikir bahwa apapun akan berlalu, baik ujian dan kesulitan seperti skripsi.

Karena, jangan sampai kita tidak sadar, hingga hari demi hari berlalu, membayaran perkuliahan semester yang terus naik, hingga tiba masa dimana kita akan merasakan skripsi,

Maka disaat itulah, kita merasakan atmosfer yang begitu mendalam, perasaan yang menggelora. Bukan lagi cerita rahasia, ketika terdapat berita-berita atau informasi dimana tidak sedikit mahasiswa yang binasa karena skripsi seperti mengakhiri hidupnya lantaran kesulitan untuk menyelesaikan skripsinya.

Apalagi bagi anda yang tengah menginjak semester akhir atau mapala, mahasiswa paling lama, tentu rasa-rasanya ingin saja mengakhiri hidup, lemah, dan letih yang tak berkesudahan.

Bagi penulis, sangat menghormati mereka yang sedang menginjak semester akhir, dan bahkan mereka yang tengah mengalami depresi atau stress.

Olehnya itu, janganlah menghakimi mereka yang tengah mengalami kesulitan seperti yang beredar di berita-berita, pastikan untuk tidak berat sebelah melihat mahasiswa yang depresi atau bahkan ada yang bunuh diri karena skripsi.

Sekali lagi, bagi anda yang merasakan skripsi pahitnya gimana, tentu komentar seperti ini tidak akan kita lakukan, dibandingkan dengan yang belum merasakan skripsi atau tidak kuliah sama sekali.

Bagi mereka yang sedang menghadapi skripsi atau membuat skripsi, ada keadaan dimana kita ditelantarkan oleh dunia. Saat dimana kita menghadapi dosen pembimbing,

Dimana skripsi kita, sudah malah bagus dan semua yang dikritik dospem telah dilakukan, dan akhirnya kembali menghadap. Ternyata masih ada yang salah,

Apalagi kalau dicoret-coret tidak jelas, membuat kepala kita begitu pusing.

Ada lagi cerita yang begitu konyol yang tak kalah menariknya, dimana mahasiswa yang sedang mengejarkan skripsi malah diperhadapkan perbedaan pendapat dari dospem satu yang minta revisi, sedangkan dospem dua malah sudah selesai atau acc.

Selain itu, ada juga cerita yang tak kalah pahit lebih pahit dari kopi hitam tanpa gula. Dimana setelah semua usai, ternyata ada kesalahan di akhir, dan pada intinya solusi yang harus dihadapi adalah ketika kita diminta untuk mencari judul baru.

Baca Juga  Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi

Disinilah, kesulitan yang begitu menyakitkan, dan sulit untuk kita hadapi. Namun masalah itu semua, tentunya tetap menginginkan kita mahasiswanya untuk tidak mendapatkan nilai jelek ketika sidang.

Mereka justru menginginkan mahasiswa bimbingannya mendapatkan nilai “A” dari penguji, dan hal itu membuat mereka bangga.

Olehnya itu, bagi kita atau anda yang sedang berada di semester pertengahan pastikan untuk mendalami hal ini secepatnya dan juga pastikan kesiapan kita semau.

Ilustrasi Gambar: Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematika Penulisan Skripsi
Ilustrasi Gambar: Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematika Penulisan Skripsi

Agar masalah-masalah seperti depresi, stress dan bahkan bunuh diri dapat kita hindari semua dengan menambah cakrawala pengetahuan kita tentang cara-cara membuat atau menyusun skripsi.

Pengertian Skripsi: Apa itu?

Sebagaimana pengantar diatas, diketahui bahwa, penyusunan skripsi banyak membuat mahasiswa menjadi mahasiswa stres, takut, frustasi dan ada juga yang nekat bunuh diri.

Telah banyak contoh kasus mahasiswa dimana lama di kampus, karena terhambat dalam menyelesaikan studinya seperti mengerjakan skripsi. 

Dengan pemikiran yang seperti itu, yang dimana mengatakan bahwa membuat skripsi itu susah dan berat, banyak mengambil jalan pintas dengan menyerahkan pembuatan skripsi ini ke orang lain

Atau dengan cara meminta bantuan kepada semacam biro jasa pembuatan skripsi, atau membeli/mencari skripsi orang lain untuk ditiru. Sebelum membahas lebih jauh, apasih itu pengertian skripsi? 

Diketahui pengertian Skripsi adalah proses penelitian ilmiah atau eksperimen ilmiah yang melibatkan pengumpulan data yang sangat banyak, bertujuan, dan sistematis.

Analisa dan interpretasi data kemudian dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan baru atau menambahkan pengetahuan yang sudah ada.

Skripsi memiliki tujuan akhir untuk mengembangkan suatu kerangka pengetahuan ilmiah yang terorganisasi (Dempsey, 2002).

Atau menurut Purwadarminta dalam Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro (2005) yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Skripsi adalah karya ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis di Perguruan Tinggi. 

Tujuan Skripsi

Menurut pendapat Dempsey (2002) bahwa skripsi itu mendalami proses penemuan jawaban untuk suatu pertanyaan atau solusi suatu masalah, menemukan dan menginterpretasikan fakta baru, menguji teori guna merevisi teori atau hukum yang sudah diterima berdasarkan fakta baru tersebut, dan merumuskan teori yang baru.

Diketahui tujuan akhir skripsi adalah untuk mengembangkan rangka pengetahuan ilmiah yang sistematis dan dapat dipakai untuk menjelaskan, memprediksi, dan juga mengendalikan fenomena.

Selain itu, juga terdapat tujuan khusus dalam penyusunan skripsi. Adapun tujuannya ialah:

  1. Mahasiswa dapat menyusun dan menulis karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmu yang ditempuh.
  2. Mahasiswa dapat melakukan penelitian yang dimulai dari tahap merumuskan masalah, mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan menarik suatu kesimpulan.
  3. Membantu mahasiswa untuk menyampaikan, memakai, mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan sebagai sistem yang terpadu untuk pengembangan ilmu.

Jenis-Jenis Skripsi

Berdasarkan bahan kajian dan tipe pembahasannya, skripsi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :

Baca Juga  Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi

1. Skripsi Berdasarkan Hasil Kajian Pustaka

Kajian pustaka adalah kajian atau pembahasan suatu topik yang dipakai untuk memecahkan suatu masalah yang berpijak pada pengkajian kritis dan mendalam terkait terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan.

Bahan-bahan yang terdiri dari informasi teoritis, penjelasan teknis, atau temuan aplikatif dari beragam sumber pustaka ini dianalisis secara kritis dan juga disajikan dengan sistematika baru sejalan dengan keperluan tertentu.

Dengan demikian bahan-bahan pustaka ini diposisikan sebagai sumber ide atau inspirasi yang bisa membangkitkan gagasan atau pemikiran lain. Oleh sebab itu, pola pikir deduktif sering diterapkan dalam skripsi jenis kajian pustaka ini.

2. Skripsi Berdasarkan Hasil Penelitian Lapangan

Yang dimaksud dengan Penelitian lapangan ialah suatu jenis penelitian yang berorentasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Menurut data empiris tersebut peneliti mengambil suatu simpulan.

Berdasarkan dari pendekatannya, penelitian lapangan dibedakan ke dalam 2 jenis yang disebut dengan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Penelitian kuantitatif ialah penelitian yang memakai pola nalar deduktif-induktif. Maksud dari pola nalar ini yang berangkat dari kerangka teori, gagasan para ahli, atau pemahaman penelitian,

Kemudian dikembangkan menjadi suatu rangkaian permasalahan dan kemungkinan-kemungkinan pemecahannya untuk mendapatkan pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Sementara itu, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan mengungkap gejala atau fenomena secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber langsung lewat keterlibatan peneliti sebagai instrumen kunci.

Penelitian kualitatif memiliki sifat yang deskriptif dan biasanya memakai analisis dengan pola nalar induktif.

Oleh karena itu, gambaran proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

3. Skripsi Berdasarkan Hasil Pengembangan

Penelitian pengembangan ialah perancangan kegiatan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan aktual dengan memanfaatkan teori-teori, dan konsep-konsep, dan prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian yang relevan.

Oleh karena itu, kegiatan pengembangan ini bersifat praktispragmatis. Skripsi berjenis pengembangan ini memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan skripsi berjenis penelitian lapangan.

Apabila skripsi berjenis penelitian lapangan berupaya menguji jawaban yang diajukan terhadap suatu masalah, skripsi berjenis pengembangan berupaya menerapkan pemecahan suatu masalah.

Persyaratan Penyusunan skripsi

Menurut pendapat Arikunto (2005) yang dikutip dari Pranata (2005) tanpa adanya karya tulis ilmiah berupa skripsi, pengetahuan tidak akan bertambah maju.

Padahal pengetahuan adalah dasar dari seluruh tindakan dan usaha. Sehingga pada kesimpulannya, penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan, harus diadakan demi tujuan meningkat pula pencapaian usaha-usaha manusia.

Diketahui terdapat 3 persyarataan penting dalam melakukan penyusunan skripsi seperti sistematis, berencana, dan mengikuti konsep ilmiah.

Sistematis artinya dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Berencana artinya dilaksanakan dengan adanya unsur tentang langkah-langkah pelaksanaannya. Mengikuti konsep ilmiah artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Baca Juga  Sebutkan Struktur Teks Negosiasi? Berikut Penjelasannya

Ketika diterapkan dalam kegiatan skripsi maka urutannya sebagai berikut:

  1. Penelitian dihadapkan pada suatu kebutuhan atau tantangan.
  2. Merumuskan masalah, sehingga masalah tersebut jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk pemecahan masalah.
  3. Menetapkan hipoteesis sebagai titik tolak mengadakan tindakan menentukan alternatif pemecahan masalah yang dipilih.
  4. Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis.
  5. Mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan kepada hipotesis yang sudah dirumuskan.
  6. Menentukan kemungkinan untuk mengadakaan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya di masa yang akan datang.

Prosedur Skripsi

Menurut Arikunto (2006) prosedur skripsi masih dapat disebutkan langkah-langkah penelitian yang lain dan lebih menitikberatkan pada kegiataan administrasi, yaitu: penyusunan rangsangan penelitian, pelaksanaan penelitian, dan penyusunan laporan penelitian.

Ketiga langkah di atas memiliki pendekatan praktik, sesuai dengan maksud skripsi. Namun pada dasarnya, ketiga langkah tersebut terlalu besar jaraknya.

Oleh karena itu peneliti mengemukakan langkah-langkah yang lebih kecil, terinci, dan sifatnya merupakan kegiatan langkah pemikiran tetapi praktis.

Langkah-langkah pemikiran tersebut selengkapnya adalah sebagai berikut: memilih masalah, studi pendahuluan, merumuskan masalah, merumuskan anggapan dasar yakni berupa hipotesa, memilih pendekatan, menentukan variabel dan sumber data, menentukan dan menyusun instrumen, mengumpulkan data, analisa data, menarik kesimpulan, dan menulis laporan.

Sistematika Penulisan Skripsi

Sistematika penulisan skripsi dalam hal ini bagian-bagian skripsi dimana diketahui terdapat penyusunan pola keseluruhan sajian skripi.

Ilustrasi Gambar: Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematika Penulisan Skripsi
Ilustrasi Gambar: Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematika Penulisan Skripsi

Sebagai gambaran umum, dapat dikemukakan bagain-bagian yang lazim terdapat dalam pengorganisasian adalah:

  1. Bagian muka skripsi
  2. Bagian tubuh skripsi
  3. Bagian belakang skripsi

Untuk lebih jelasnya dalam bagian ini ialah:

a. Bagian Muka (awal) Skripsi

Pada bagian awal dalam pembuatan skripsi, terdapat komponen-komponen yang berurutan. Seperti dalam ‘Halaman Sampul’ terdapat Cover luar (halaman sampul) dan Cover dalam (halaman judul).

Setelah itu terdapat ‘Halaman Pernyataan hasil Karya Sendiri (tidak plagiat)’. Selanjutnya ‘Halaman Persetujuan’, Halaman Pengesahan’, Abstrak, Kata pengantar, Daftar isi, Daftar tabel (jika diperlukan), Daftar gambar (jika diperlukan), Daftar skema /bagan (jika diperlukan), Daftar lain (jika diperlukan), Daftar lampiran (jika diperlukan), dan Bagian utama/ tubuh (isi) skripsi.

b. Bagian Utama

Pada bagian penulisan sistematika skrips ini terdapat bagian utama yang berisi komponen-komponen yang berurutan. Adapun komponennya ialah:

  1. Bab 1 : Pendahuluan
  2. Bab 2 : Tinjauan Pustaka
  3. Bab 3 : Kerangka konsep & Hipotesis
  4. Bab 4 : Metode penelitian
  5. Bab 5 : Hasil & Pembahasan
  6. Bab 6 : Simpulan dan saran

c. Bagian Akhir (Belakang)

Selain itu, dalam bagian akhir skripsi memuat komponen-komponen secara berurutan adalah:

  1. Daftar Pustaka
  2. Lampiran

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Skripsi, Ciri, Tujuan Skripsi & Sistematikan Penyunanan Skripsi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *