Menu

Mobil Ambulans Dikawal oleh Pengendara Motor Biasa, Gimana Ya Aturan Sebenarnya?

Hai guys selamat datang di situs artikelsiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi menarik tentang Mobil Ambulans Dikawal oleh Pengendara Motor Biasa, Gimana Ya Aturan Sebenarnya?. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.

Fenomena mengawal ambulans dengan sepeda motor mungkin merupakan tradisi di negara kita. Ini karena banyak pengguna jalan sedikit mementingkan diri sendiri ketika ambulans seharusnya lewat. Meskipun sirene dan lampu berkedip menyala, pengguna jalan masih mengabaikan ini.

Karena itu, banyak orang harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Dimulai dengan pengemudi ojek on-line sampai ada komunitas yang membantu ambulan. Dengan ambulans, banyak pahlawan dapat diselamatkan, karena mereka tidak terlambat dalam perawatan.

Baca Juga  Viral Video Uang di Minimarket Diambil Tuyul, Begini Lho Cara Menangkalnya

Banyak pekerja penyelamat [Sumber Gambar]

Meski niatnya bagus, ternyata ada juga pengguna jalanan yang protes. Alasannya, pengguna sepeda motor tidak berhak menemani ambulans. Hanya polisi yang bisa menemani mobil bersama orang yang sakit.

Ambulans didampingi oleh polisi [Sumber Gambar]

Anggapan itu terbukti benar, Boombastis Friends. Karena pengawalan adalah tentang keamanan, yaitu mengacu pada polisi. Hal ini juga dinyatakan dalam Pasal 14 (1) (a) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Di sana dinyatakan bahwa Polisi Nasional mempunyai tugas untuk melakukan, jika perlu, tindakan pencegahan, tindakan perlindungan, pengawalan dan patroli dari masyarakat dan pemerintah. Ayat yang sama masih ada dalam huruf "b" ketika Polisi Nasional melakukan semua kegiatan untuk memastikan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas jalan.

Baca Juga  Trik Rahasia Cara Memotret Penampakan Hantu, Jin, & Mahluk Halus Dengan Kamera | Video Misteri

Ambulans adalah prioritas di jalan [Sumber Gambar]

Dari artikel itu jelas bahwa hanya polisi yang berhak menemani ambulans. Alasannya adalah bahwa dalam kegiatan ini, hak sementara pengguna jalan lainnya secara tidak langsung "disita". Jika ambulans didampingi oleh warga sipil, ini dapat dianggap sebagai pelanggaran Pasal 14 (1), yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya.

Fenomena ini dengan demikian melanggar aturan yang berlaku. Namun, jika Anda menginginkan jalan yang layak tanpa ambulans mengawal warga sipil, pengguna jalan harus mengikuti aturan juga. Salah satunya memiliki prioritas pada ambulans. Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 134 UU No 22 tentang transportasi dan transportasi jalan pada tahun 2009. Jika ambulans nomor dua, kendaraan harus diprioritaskan setelah truk pemadam kebakaran di jalan.

Baca Juga  Kimpoi demi pesugihan putih tak senyaman istilahnya. Yakin mau melakukannya? | Unik dan Aneh

Nah, pertanyaannya adalah, kita telah menjadi pengguna jalan yang sadar prioritas dengan memberikan jalan kepada ambulans. Ternyata tidak banyak yang mau "kalah" di jalan, hm. Setelah membaca ini, kita harus lebih peduli dengan lalu lintas.

Gimana mas bro? Semoga mas bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan tulisan di sosial media kalian.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *