Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone | Unik & Aneh

Hai teman-teman selamat datang di blog artikelsiana.com. Kali ini artikelsiana.com akan membahas informasi menarik mengenai Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone. Anda jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

iklan

[Sains Box] Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone


Ditemukan banyak mayat di gereja kota Venzone, Italia, yang sudah menjadi mumi, namun proses mumifikasinya terlihat aneh, berbeda dengan mumi yang ada di Mesir. Sejak ditemukan pertama kali tahun 1647 hungga kini masih misteri apa yang menyebabkan mayat tersebut menjadi mumi.

Ini memang mengulas berita baru, namun saya tergelitik untuk mengulasnya di sini. Pada tahun 1647, para pekerja konstruksi bangunan yang sedang mengadakan kegiatan pembangunan di Gereja Saint Andrew yang berada di kota kecil Venzone, diatasi di provinsi Udine, Italia, tanpa sengaya malah membobol sebuah makam di halaman gereja tersebut. Di dalam makam itu terlihat tubuh pria yang terlihat sangat kering dengan ukuran yang terlihat tinggi. Namun anehnya, tubuh pria tampak menyusut menjadi tinggal 33 kg, atau sekitar 15 kg. Dan yang lebih aneh lagi adalah tubuh mayat pria tidak membusuk sama sekali lagi.

Baca Juga  Mengerikan, Orang di Dalam Foto ini Sudah Meninggal

Baca Juga:

Selama 4 abad berikutnya hingga saat ini, telah ada 42 Mayat yang telah digali dari makam di halaman gereja itu. Semuanya telah selesai proses yang dinamakan 'mumifikasi secara spontan' selang beberapa saat setelah mereka dimakamkan.

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Kulit mereka terlihat berubah menjadi kuning kecoklatan. Sementara otot, dan jantung mereka telah berkurang menjadi selaput tipis. Untuk organ-organ dalam ginjal dan pankreas juga nampaknya telah hilang. Volume otaknya pun menjadi sepertiga. Mumi ini memiliki menyarankan tubuh antara 22 dan 44 kilogram. Bagaimanapun bentuknya sudah berubah, beberapa fitur masih terlihat terpelihara dengan baik, juga dapat dikenali.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa transformasi memang telah terjadi di 11 makam, terletak di dekat altar yang tinggi. Namun tidak ada satu pun dari 11 makam ini yang menunjukkan adanya tanda-tanda konstruksi khusus, makam-makam ini dibuat dari batu, sangat tertutup, serta ditutup dengan lempengan batu.

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan tahun 1906, oleh penulisnya bernama F. Savorgnan de Brazza Membahas beberapa hipotesis tentang penyebab mumifikasi mayat tersebut.

Katanya, mengandung garam niter, alumina atau kapur mungkin telah menghasilkan lebih banyak, namun anehnya tidak ada garam seperti itu ditemukan di dalam makam. Penulis Brazza pun percaya mumi itu disebabkan oleh jamur yang ditunjuk Hypha tombicina, yang mana menyebar umum di kuburan dan peti mati kayu mereka.

Baca Juga  Kisah pria India rutin makan pasir dan kerikil selama 25 tahun | Unik dan Aneh

"Kuburan Hypha," sebutnya, "sangat ingin kelembaban, Jamur ini menyerapnya dengan cara pengisap mikroskopis yang digunakan sebagai akar, ia berkembang dan berkembang biak dengan sangat cepat dan mengeringkan tubuh sebelum mereka bisa masuk ke dalam dekomposisi."

Namun, upaya untuk menumbuhkan spesies Hypha ini, tidak juga, tidak pernah berhasil.

Pada saat tulisan Brazza diterbitkan, Jumlah mumi di Venzone sebanyak 42 orang. Gempa yang terjadi di daerah ini pada tahun 1976 telah diperbaiki menjadi menjadi 15 mumi saja. Jumlah mereka yang menurun telah membuat sulit yang lebih baik untuk kebutuhan yang tepat saat mereka berbalik mumifikasi pada mereka. Selanjutnya, orang mati tidak lagi dikuburkan di reya-gereya, jadi jumlah mereka juga tidak akan bertambah di masa depan.

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Untuk saat ini, teori yang mengaitkan jamur tidak lebih dari sekedar spekulasi saja. Pada tahun 1983, profesor Universitas Minnesota Bernama Arthur C. Aufderheide Kunjungi situs tersebut dan diterbitkan untuk membahas dua contoh jamur dan juga ia mengumpulkan sampel kayu, tanah, serta batu bata untuk dianalisis. Akan tetapi, tak satu pun dari mikroorganisme yang dapat membantunya untuk melengkapi deskripsi asli Hypha bombicina (ejaan seperti yang digunakan oleh Aufderheide di dalam benih uraiannya itu.) Selain itu, Aufderheide juga menyimak, demikian deskripsi Hypha bombicina terlalu tidak mencukupi untuk membedakannya dari banyak hubungan lain dalam taksonomi modern. Aufderheide menyimpulkan bahwa penjelasan yang paling mungkin tentang pelestarian mayat Venzone adalah tanah kapur yang dikeringkan dengan baik dan perlindungan Makam oleh gereja yang mencegah menyerapnya udara.

Baca Juga  Fosil Kucing Predator Prasejarah Raksasa Ditemukan Di Kenya | Unik & Aneh

Mumi Venzone lapar ini terus menggelitik para peneliti dan wisatawan yang semakin banyak mengunjungi situs ini. Beberapa mumi sekarang bisa Anda lihat di Ruang bawah tanah Kapel Pemakaman Saint Michael yang berada di gereja S. Andrea Apostolo.

Misteri penyebab mumi-mumi ini masih belum dapat dipahami hungga saat ini.

*******


Artikel Menarik Lainnya:

memuat …

Gimana mas bro? Semoga mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *