Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Makna Kata Tasbih Subhanallah Wa Bihamdihi Menurut Ulama

Kalimat tasbih ‘Subhanallah’ memiliki kandungan pilar agung diantara pilar tauhid. Dan menjadi pilar yang mendasar diantara pilar-pilar rukun iman kepada Allah Azza Wajalla. Yakni untuk membersihkan aib, angan-angan rusak, kekurangan dan persangkaan bohong kepada Allah Azza Wajalla. Adapun asal dari segi bahasa untuk menunjukkan makna dan arti subhanallah. Dia diambil dari “Sabhu” yakni jauh. Allamah Ibnu Faris mengatakan bahwa, “Jika Orang berkata, ‘Subhana min Kadza’ itu bermaksud sangat jauh sekali dia dari hal itu. Al-As’ya berkata, “Subahana min Alqomah Al-Fakhir”. Artinya:Saya katakan demikian saat sampai berita kepadaku tentang kesombongannya. Ada kaum yang berpendapat bahwa “Penafsirannya adalah aneh jika dia itu sombong. Ini maknanya berdekatan dengan sebelumnya. Karena artinya juga menganggap bahwa dia jauh dari kesombongan itu. Selesai ‘Mu’jam Maqoyis Lughoh.

Maka tasbihullah Azza Wajallah adalah menjauhkan pikiran dan hati dari pemikiran dan sangkaan kekurangan atau disandarkan kepada Nya kejelekan. Dan membersihkan dari segala aib yang disandarkan kepada-Nya oleh orang ateis dan musyrik. Dengan arti seperti inilah maka terdapat susunan dalam al-quran. Allah Swt berfirman:

Baca Juga  Iman Kepada Malaikat: Pengertian, Sifat, Fungsi, Nama-Nama & Tugasnya

( مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ) المؤمنون/91

“Allah sekali-kali tidak mempunnyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membbawa makhluk yang diciptakannya, dan sebaggian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.” QS. Al-Mukminun: 91.

( وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ . سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ) الصافات/158-159

“Dan mereka adakan (hubungan) nasab antarra Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diserret (ke neraka ), Maha Suci Allah dari apa yang merekka sifatkan.” QS. As-Shofat: 158-159.

( هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ) الحشر/23

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memmelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah darri apa yang mereka persekutukan.” QS. Al-Hasr: 23.

Baca Juga  5 Contoh Lembaga Agama: Pengertian, Tujuan, Fungsi Lembaga Agama & Unsurnya

Diantara juga apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad (5/384) dari Huzaifah radhiallahu anhu dalam menerangkan bacaan Nabi Saw pada shalat malam – berkata “Kalau melewati ayat yang didalamnya ada pensucian untuk Allah Azza Wajalla, beliau bertasbih”. Dishohehkan Albani di Shoheh Al-Jami, (4782) dan Peneliti Musnad.

Diriwayatkan Tobroni dalam kitab ‘Doa’ sekumpulan atsar dalam penafsiran kata ini. Dikumpulkan dalam bab ‘Tafsir Tasbih’ (hal/ 498-500). Diantara yang ada adalah

Dari Ibnu Abbas radhiallahunhuma ‘Subhanallah’ adalah mensucikan Allah Azza Wajalla dari semua kejelekan.

Dari Yazin bin Ashom berkata, “Seseorang mendatangi Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dan bertanya, “Lailaha Illallahu ‘ kita mengetahauinya tiada tuhan selain-Nya. Dan ‘Alhamdulillah’ kita mengatahuinya bahwa semua kenikmatan dari-Nya. Dan Dia yang dipuji. ‘Allah Akbar’ kita mengetahuinya bahwa tidak ada yang lebih besar dari-Nya. Apa ‘Subhanallah’, maka beliau menjawab, “Kata yang Allah Azza Wajallah redo untuk diri-Nya, dan diperintahkan kepada para Malaikat-Nya serta menakutkan bagi hamba pilihan. Dari Abdullah bin Buraidah memberitahukan bahwa seseorang bertanya kepada Ali radhiallahu anhu tentang ‘Subhanallah’ maka beliau menjawab, “Mengagungkan Kebesaran Allah.

Baca Juga  Pengertian Tayamum, Niat, Tata Cara, Syarat, & Ketentuannya

Dari mujahid berkata, “Tasbih adalah untuk menahan Allah dari segala kejelekan.

Dari hasan berkata, “Subhanallah adalah nama yang terlarang dimana tidak seorang pun makhluk yang menggunakannya selain Allah.

Dari Maimun bin Mahran berkata “Subhanallah adalah suatu pengagungan Allah, nama yang Allah mengagungkan dengan nya.

Dari Abu Ubaidah Ma’mar bin Mutsanna berkata bahwa “Subahanallah adalah membersihkan dan melepaskan Allah dari kejelekan.

Tobroni mengatakan bahwa kami diberitahu oleh Fadhl bin Habbab berkata, saya mendengarkan ibnu Aisyah berkata “Orang Arab jika mengingkari sesuatu dan mengagungkannya berkata ‘Subhanallah’ seakan mensucikan Allah Azza Wajalla dari semua atau segala kejelekan yang tidak pantas diberi sifat tanpa Sifat-Nya dan dinasabkan dengan makna Tasbihan lillah (pujian kepada Allah).

Kemudian, makna ‘Wabihamdihi’ adalah menggabungkan antara pujian dan tasbih. Mungkin dari sisi kondisi ungkapannya adalah saya bertasbih kepada allah ta’ala dalam kondisi untuk memuji kepada-Nya atau saya bertasbih kepada Allah Ta’Ala dan saya memujinya.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *