Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

7+ Ciri Ciri Puisi Lama, Baru dan Strukturnya Menurut Ahli Puisi

Ciri ciri Puisi – Tentu saja kita pernah mendengar puisi di sekolah atau bisa saja dibuatkan oleh pacar, suami dan istri. Puisi akan mendatangkan suasana tersendiri bagi mereka yang mendengarkannya. Puisi dijadikan juga sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan kepada pacar, suami, istri, teman, ayah dan ibu. Hanya saja masih banyak diantara kita belum mengetahui bagaimana cara membuat puisi yang benar. Nah, sebelum anda membuat puisi, anda sebaiknya mengetahui pengertian puisi dan ciri ciri puisi.

Berbicara pengertian puisi dan ciri ciri puisi, puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang menggunakan pilihan kata yang indah dan terikat dengan unsur ritme, diksi, irama dan gaya bahasa. Kita bisa mengetahui cara membuat puisi bisa lewat mendengar puisi seniman terkenal. Nah, dari situ kita bisa mengetahui ciri ciri puisi, unsur-unsur dan struktur puisi yang benar.

Sebelum kita membahas tentang ciri ciri puisi, ada baiknya kita mengetahui secara umum pengertian puisi adalah sebuah karya sastra yang memiliki kandungan berupa unsur ritma, diksi, lirik, irama dan memakai kata kiasan pada setiap baitnya untuk dapat menciptakan estetika bahasa yang terpadu secara indah dan terstruktur. Puisi merupakan buah pemikiran dan ekspresi seorang penyair lewat kata kata. Baca juga : kata kata bijak dari para motivasi

Terdapat banyak jenis-jenis puisi yang dapat kita pelajari dan semuanya mempunyai ciri ciri puisi yang sama. Secara umum, puisi terbagi atas dua yakni puisi lama dan puisi modern atau puisi baru. Puisi lama lebih terikat pada kaidah aturan seperti jumlah bait, baris dan irama atau ritma. Semisal pantun, talibun atau gurindam. Sementara itu untuk ciri ciri puisi baru / modern itu lebih bebas dan tak terikat aturan tertentu.

Meskipun demikian, tiap macam macam puisi mempunyai ciri ciri puisi secara umum. Selain daripada itu juga terdapat unsur-unsur puisi, baik dari segi unsur intrinsik puisi maupun segi unsur ekstrinsik puisi. Kemudian puisi juga mempunyai susunan struktur fisik dan batin yang menjadi syarat syarat puisi tersebut.

ciri ciri puisi

Ciri Ciri Puisi Menurut Ahli Seniman Puisi

Nah, di bawah ini terdapat penjelasan mengenai ciri-ciri puisi secara umum untuk puisi lama dan puisi baru. Selain daripada itu, akan dibahas tentang unsur-unsur puisi dan struktur puisi serta pengertiannya.

Baca Juga  Pengertian Amanat, Macam-Macam, Ciri, & Contoh Amanat

Ciri ciri Puisi Secara Umum

ciri ciri puisi

1. Pada penulisan puisi itu dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri dari baris-baris, bukan bentuk paragraf seperti pada dialog dan prosa yang ada di naskah drama.

2. Diksi yang dipakai pada puisi itu biasanya bersifat indah, padat dan kias.

3. Pemakaian majasnya sangat mendominasi dari bahasa puisi.

4. Pemilihan diksi yang dipakai itu dipertimbangkan berdasarkan adanya ritma dan persajakan.

5. Setting, alur dan tokoh pada puisi tak begitu ditonjolkan dalam pengungkapannya.

Ciri Ciri Puisi Lama

1. Anonim atau tak diketahui siapakah nama pengarang dari puisi tersebut.

2. Terikat pada jumlah baris, diksi, irama, intonasi dan sebagainya.

3. Mempunyai gaya bahasa yang statis dan klise

4. Isi puisinya cenderung fantastis dan istanasentris

5. Berupa sastra lisan karena tersampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut

Ciri Ciri Puisi Baru / modern

1. Nama Pengarang dari puisi bisa diketahui
2. Tak terikat jumlah baris, rima dan irama.

3. Mempunyai gaya bahasa yang tergolong dinamis atau berubah-ubah.

4. Puisinya cenderung bersifat simetris atau mempunyai bentuk rapih.

5. Lebih memakai sajak syair atau pola pantun

6. Puisi biasanya berbentuk empat seuntai.

7. Terdiri atas kesatuan sintaksis atau gatra.

8. Pada tiap gatra terdiri atas 4 hingga 5 suku kata

9. Isi puisi berupa kehidupan pada umumnya.

Unsur-unsur Puisi

Secara sederhana bahwa, batang tubuh puisi itu dibentuk dari beberapa unsur berupa kata, larik, makna, bait dan bunyi. Kelima unsur-unsur puisi ini senantiasa saling mempengaruhi keutuhan dari puisi.

1. Kata

Unsur utama terbentukan suatu puisi yaitu kata. Penggunaan kata yang tepat akan sangat menentukan keutuhan dan kesatuan unsur-unsur yang lainnya.

2. Larik atau baris
Larik atau baris memang menjadi unsur puisi yang sangat penting. Sebuah larik bisa berupa satu kata saja, berbentuk frase atau bisa juga dibangun dari kalimat utuh. Kemudian pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik itu biasanya berisi empat buah, akan tetapi pada puisi baru tidak ada batasan.

Baca Juga  Pengertian Budaya Demokrasi, Prinsip-Prinsip & Contohnya

3. Bait

Bait adalah suatu kumpulan larik atau baris yang tersusun secara harmonis. Pada bait inilah biasanya terdapat kesatuan makna. Kemudian pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait itu biasanya berisi empat buah, akan tetapi pada puisi baru tak dibatasi.

4. Bunyi

Unsur puisi yang lainnya yaitu bunyi. Unsur bunyi pada penyusunan dan pembacaan puisi itu dibentuk oleh adanya dua faktor yakni rima/sajak dan irama/ritme.

– Rima (persajakan) yang merupakan bunyi-bunyi yang dihadirkan oleh huruf atau kata-kata dalam bait dan larik.

– Irama (Ritme) yang merupakan pergantian tinggi rendah, panjang pendek dan kerasa lembut dari ucapan bunyi

5. Makna

Makna adalah unsur yang memiliki kandungan berupa tujuan dari pemilihan kata, pembentukan bait dan larik. Makna bisa menjadi isi dan pesan pada puisi tersebut.

Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi atau disebut juga sebagai metode puisi, termasuk sarana-sarana yang dipakai oleh para penyair untuk bisa mengungkapkan hakikat puisi. Terdapat 6 struktur puisi yakni topografi, imaji, diksi, kata konkret, gaya bahasa dan irama / rima.

1. Tipografi

Pengertian perwajahan atau tipografi puisi bisa kita artikan bentuk puisi yang dibangun dari kata, tepi kiri kanan dan tidak mempunyai pengaturan baris. Biasanya pada baris puisi ini tidak diawali dengan huruf besar (kapital) dan tidak diakhiri tanda titik.

2. Diksi.

Pengertian diksi adalah suatu pemilihan kata-kata yang dipakai oleh para penyair dalam puisinya. Puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang padat dengan memiliki sedikit kata kata sehingga diksi atau pemilihan katanya itu sangat penting dan krusial untuk menambah nilai estetika dari puisi.

3. Imaji

Pengertian imaji adalah suatu unsur yang mengairkan penggunaan indra manusia seprti imaji suara, imaji penglihatan dan sebagainya. Imaji bisa dibagi dalam tiga bagian yakni imaji penglihatan (visual), imaji raba atau sentuh (imaji taktil) dan imaji suara (auditif).

4. Tata Konkret

Pengertian tata konkret adalah suatu kata yang memungkinkan terjadinya imaji, kata konkret itu bersifat imajinatif sehingga menghadirkan imaji. Biasanya berkaitan dengan kata kiasan atau lambang.

Baca Juga  Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi

5. Gaya Bahasa

Pengertian gaya bahasa adalah suatu pemakaian bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan dan memunculkan makna konotasi dengan memakai bahasa figuratif. Pada puisi, biasanya memakai gaya bahasa majas seperti metafora, retorika, ironi, litotes, personifikasi, repetisi, anafora, antitesis, sinekdoke, klimaks, antiklimaks, paradoks, satire dan lain-lain.

6. Rima / irama
Pengertian rima atau irama adalah suatu persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah atau di akhir baris puisi. Sementara itu, ritma adalah rendah tinggi nada, panjang pendek nada dan keras lemahnya nada. Ritma sangat menonjol pada pembacaan puisi.

Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi atau seringkali juga kita sebut sebagai hakikat puisi yang merupakan hal-hal yang berhubungan dengan unsur batin pada pembacaan puisi. Terdapat 4 struktur batin puisi yang diantaranya tema, rasa, nada dan amanat.

1. Tema

Pengertian tema pada puisi adalah suatu unsur utama pada puisi karena tema berhubungan erat dengan makna yang akan dihasilkan dari puisinya. Tema menjadi titik acuan dan garis besar dari isi puisinya.

2. Rasa

Pengertian rasa pada puisi adalah sikap penyair terhadap suatu pokok permasalahan yang terdapat pada puisinya. Pengungkapan tema dan rasa itu berhubungan erat dengan latar belakang sosial, psikologi dan pengalaman penyair.

3. Nada

Pengertian nada pada puisi adalah suatu sikap penyair untuk pembacanya, bisa menggunakan nada menggurui, mendikte, bernada sombong, bernada tinggi atau seolah-olah ingin melakukan kerjasama dengan pembacaan

4. Amanat / Tujuan

Pengertian amanat atau tujuan pada puisi adalah pesan yang memiliki makna pada suatu puisi. Amanat bisa kita temukan dengan memaknai secara mendalam dari puisi tersebut.

Nah, itulah penjelasan tentang ciri ciri puisi dan penjelasannya yang mencakup unsur unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi, batin puisi dan struktur puisi. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang mengerjakan tugas cara membuat puisi atau hanya sekedar ingin mengetahui seperti apa ciri puisi tersebut.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *