Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Pengertian Pendapatan Nasional, Rumus, Komponen, Konsep & Manfaatnya

Pengertian Pendapatan Nasional, Rumus, Komponen, Konsep & Manfaatnya – Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional.

Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi komposisi pembelanjaan agregat sumbangan dari beragai sektor perekonomian$ serta tingkat kemakmuran yang dicapai.

Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang.

Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan$ !uga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang.

Pengertian Pendapatan Nasional: Apa itu?

Pengertian Pendapatan Nasional  Secara umum, pengertian pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam waktu tertentu yang umumnya dalam satu tahun.

Dapat berarti produksi nasional, dalam hal ini adalah nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam kurun waktu tertentu yang biasanya dilakukan dalam satu tahun.

Konsep Pendapatan Nasional

Terdapat beberapa istilah dalam pendapatan nasional yaitu:..

1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Yang dimaksud dengan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) ialah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam suatu batas wilayah negara dalam 1 tahun.

Perhitungan GDP, terutama juga dalam hasil produksi barang mapun juga jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang berjalan di wilayah negara terkait.

Barang-barang yang dihasilkan terutama barang modal tidak dapat diperhitungkan penyusutannya.

Hal itu disebabkan jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto atau kotor yang disebut dengan PDB atau Pendapatan Domestik Bruto sebagai nilai pasar dari seluruh barang dan jasa final yang diproduksi dalam suatu negara di suatu periode.

Hal itu meliputi produksi milik warga negara sendiri dan milik warga negara asing dalam melakukan produksi dalam suatu negara. Sehingga untuk menyatakan rumusnya dalam hal ini adalah:

GDP = Pendapatan Masyarakat Dalam Negeri + Pendapatan Asing Dalam Negeri.

2. Produk Nasional Bruto (GNP)

Yang dimaksud dengan Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB terdiri dari nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu negara selama 1 tahun.

Demikian ini termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang terdapat di luar negeri.

Akan tetapi, tidak termasuk dalam hasil produksi perusahaan asing yang berjalan di wilayah negara atau disebut pula dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB).

Baca Juga  35+ Pengertian Globalisasi Adalah: Dampak, Penyebab, Ciri-ciri dan Pengaruh

Rumus Menghitung GNP

Sejalan dengan itu, maka rumus dari Produk Nasional Bruto adalah:

GNP: GDP- Produk Netto Terhadap Luar Negeri Atau GNP = Pendapatan WNI Dalam Negeri + Pendapatan WNI Luar Negeri – Pendapatan Asing Dalam Negeri.

3. Produk National Netto (NNP)

Produk National Netto (Net National Product) ialah GNP dikurangi dengan depresiasi atau dikenal penyusutan barang modal (replacement).

Arti replacement ialah penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang digunakan pada proses produksi yang bersifat taksiran sehingga mungkin kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan walaupun relatif kecil. Sehingga rumus menghitung NNP ialah

NNP = GNP – Penyusutan

4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Yang dimaksud dengan pendapatan nasional neto (Net National Income) ialah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang didapatkan oleh masyarakat sebagai pemilik dari faktor produksi.

Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP yang dikurangi dari pajang tidak langsung.

Yang dimaksud dengan pajak tidak langsung ialah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak-pihak lain misalnya pajak penjualan, pajah hadiah, dll. Adapun rumus dari pendapatan nasioan Neto (NNI) ialah

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung.

5. Pendapatan Perseorangan (PI)

Yang dimaksud dengan Pendapatan Perseorangan (Personal Income) ialah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, terutama pendapatan yang didapatkan tanpa dengan melakukan kegiatan apapun.

Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Yang dimaksud dengan transfer payment ialah penerimaan bukan berdasarkan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil atas sebagian pendapatan nasional dari tahun lalu.

Contoh bunga utang pemerintah, pembayaran dana pensiunan, bekas pejuang, tunjangan sosial untuk pengangguran dll.

Dalam menghitung jumlah pendapatan perseorangan, NNI terlebih dahulu perlu dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan seperti kebutuhan perluasaan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan).

Rumus ini pendapatan perseorangan ialah PI = (NNI + Transfer Payment) – (Laba ditahan + Iuran Asuransi – Iuran Jaminan Sosial + Pajak Perseorangan).

6. Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan (DI)

Yang dimaksud dengan pendapatan siap dibelanjakan (Disposable Income) ialah pendapatan untuk dimanfaatkan dengan tujuan membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya ditabung kemudian disalurkan kedalam bentuk investasi.

Disposable Income didapatkan dari personal Income (PI) dikurangi secara langsung denga pajak langsung.

Pajak langsung atau direct tax ialah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak yang lain.

Baca Juga  Pengertian Ekonomi Makro dan Mikro Serta Pebedaannya

Sehingga dengan kata lain, harus menajdi tanggung jawab langsung oleh wajib pajak. Contohnya rumus pajak pendapatan dalam hal ini ialah:

DI = PI – Pajak Langsung.

Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional

Dibawah ini merupakan manfaat menghitung pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut.

  • Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
  • Indikator perbandingan kualitas standar hidup satu negara dengan negara lain.
  • Mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
  • Sebagai indikator kualitas hidup suatu negara.
  • Landasan indikator perbandingan kinerja ekonomi antar negara.
  • Ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
  • Untuk mengukur perubahan perekonomian dari waktu ke waktu.
  • Membandingkan kinerja ekonomi antar sektor.
  • Landasan ukuran dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antar negara.

Tujuan Mempelajari Pendapatan Nasional

Adapun tujuan dalam mempelajari pendapatan nasional ialah:

  • Bertujuan dalam mengetahui dan memahami kemampuan dan pemerataan perekonomian dalam suatu masyarakat dan negara.
  • Bertujuan untuk mendapatkan taksiran yang baik terkait nilai barang dan jasa dalam satu tahun.
  • Membantu pemerintah dalam segi perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
  • Bertujuan dalam mengkaji dan juga mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara.

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

Terdapat 3 pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghitung Pendapatan Nasional.  Adapun pendekatan perhitungan Pendapatan Nasional ialah:

1. Pendekatan Produksi

Yang dimaksud dengan Pendekatan produksi ialah dilakukan dengan cara menambahkan nilai produksi akhir dari setiap sektor.

Y = nilai tambah 1 + Nilai tambah 2 + … + Nilai tambah N

2. Pendekatan Pendapatan

Yang dimaksud dengan Pendapatan Nasional ialah dapat dihitung dengan menjumlahkan total hasil timbal balik dalam bentuk upah, sewa, bunga, dan laba.

Rumusnya adalah Y = upah + sewa + bunga + laba

3. Pendekatan Pengeluaran

Arti dari Pendekatan pengeluaran ialah sesuatu yang dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran berupa konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan selisih ekspor dikurangi dengan impor.

Rumusnya adalah Y = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor – impor)

Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Nasional

Ilustrasi Gambar: Pengertian Pendapatan Nasional, Rumus, Komponen, Konsep & Manfaatnya

Dibawah ini merupakan faktor yang memengaruhi pendapatan nasional.

1. Permintaan dan Penawaran Agregat

Yang dimaksud dengan permintaan agregat merupakan suatu daftar dari semua barang dan jasa yang hendak dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada macam-macam tingkat harga.

Permintaan agregat menampilkan adanya hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga.

Sedangkan penawaran agregat menggambarkan adanya hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

Ketika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan itu akan menyebabkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran, dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

Baca Juga  Pengertian Badan Usaha Swasta dan Bentuk-Bentuknya

Terdapat kenaikan pada permintaan agregat yang cenderung menyebabkan adanya kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang akan mengurangi tingkat pengangguran.

Penurunan pada tingkat penawaran agregat yang secara signifikan menaikkan harga, akan tetapi menurunkan output nasional (pendapatan nasional) serta menambah pengangguran.

2. Konsumsi dan Tabungan

Konsumsi ialah suatu pengeluaran total untuk mendapatkan bbarang dan jasa suatu perekonomian pada waktu tertentu yang biasanya selama 1 tahun.

Sedangkan tabungan (saving) yaitu suatu bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.

Hubungan antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat.

Demikian ini sering ditemui dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi ketika dihubungkan dengan pendapatan.

3. Investasi

Salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat adalah pengeluaran untuk investasi.

Contoh Menghitung Pendapatan Nasional 

Adapun contoh dalam menghitung pendapatan nasional ialah… 

I Produk Domestik Bruto (PDB) ……………………………. Rp. 22.500,00
  Dikurangi: pendapatan neto luar negeri  ………………………… Rp. 2.500,00
II Produk Nasional Bruto (GNP)  ………………………… Rp. 20.000,00
  Dikurangi: Penyusutan barang modal …………………………. Rp. 5.000,00
III Produk Nasional Neto (NNP) …………………………. Rp. 15.000,00
  Dikurangi: Pajak tidak langsung  ………………………… Rp. 4.000,00
IV Pendapatan Nasional Neto (NNI) ………………………… Rp. 11.000,00
  Ditambah: Transfer Payment  ……………………….. Rp. 500,00
  Dikurangi: a. Laba yang tahan  …Rp. 500,00  
                  b. Pajak Perseroan  …Rp. 2000,00  
                  c. Jaminan Sosial  ..Rp. 500,00  
      Rp. 3.000,00
V Perseroan Income (PI) ……………………….. Rp. 8.500,00
  Dikurangi: Pajak Tidak Langsung  ………………………… Rp. 2.000,00
VI Pendapatan Bebas (DI) …………………………. Rp. 6.500,00
  Dikurangi: Tabungan/Saving  ………………………… Rp. 1.500,00
  Tingkat Konsumsi   Rp. 5.000,00

 

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Pendapatan Nasional, Rumus, Komponen, Konsep & Manfaatnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *