Menu

55+ Pengertian Hukum Adalah: Arti, Tujuan, Macam, Jenis dari Ahli Hukum

Untuk mewujudkan keadilan, Hukum mesti ditegakkan. Apa itu hukum?? Pengertian hukum adalah suatu sistem aturan yang berisi norma-norma (baca: pengertian norma) dan sanksi-sanksi yang mempunyai tujuan agar bisa mengendalikan perilaku manusia, menjaga keadilan dan ketertibaran serta mencegah terjadinya sebuah kekacauan.

Ada juga yang mengatakan bahwa defenisi hukum adalah suatu peraturan atau ketentuan yang disusun baik secara tertulis maupun tidak tertulis, dimana berisi aturan yang mengatur kehidupan dalam bermasyarakat dan tercantum hukuman atau sanksi bagi mereka yang telah melanggar. Oleh karena itu sudah seharusnya orang yang terikat dengan hukum harus mengikut aturan dan norma yang telah berlaku agar terhindar dari masalah-masalah sosial. Jagalah interaksi sosial dan partisipasi politik untuk menjaga ideologi negara yakni pancasila

Hukum memiliki pengertian yang luas. Pada setiap sudut kehidupan ini tentu saja berhubungan dengan aspek hukum. Hukum merupakan sebuah sistem yang telah dibuat oleh manusia untuk bisa membatasi tingkah laku manusia supaya bisa dikontrol secara baik. Hukum juga menjadi alat yang bisa digunakan untuk dapat menegakkan dan mencari suatu keadilan. Oleh karena itu, setiap masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan sebuah pembelaan dihadapan hukum sehingga dapat diartikan hukum merupakan suatu ketentuan atau peraturan yang tertulis maupun tak tertulis yang bertugas untuk mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan hukuman atau sanksi bagi mereka yang telah melanggarnya. Meskipun dunia hari ini telah termodernisasi, akan tetapi hukum mestilah tetap ditegakkan.

Kehadiran hukum memiliki tujuan untuk dapat melindungi setiap individu dari segala penyalahgunaan kekuasaan dan untuk dapat menegakkan keadilan. Dengan kehadiran hukum pada suatu negara maka setiap orang di negara tersebut memiliki hak memperoleh keadilan dan pembelaan di hadapan hukum yang telah berlaku. Apalagi di negara demokrasi dan era globalisasi (baca: pengertian globalisasi) sekarang ini semakin mudah orang mensiasati dan lari dari proses hukum atau gampang terjerat hukum. Orang-orang bisa lepas dari hukum jika memiliki uang banyak, hukum tajam ke bawah, tumpul kebawah. Banyak tokoh-tokoh partai politik yang terjerat korupsi, ternyata bisa lolos dari jeratan hukum. AKan tetapi dilain sisi, dengan adanya hukum, pemerintah bisa saja dengan seenaknya saja menjerat rakyatnya di media sosial menggunakan undang-undang ITE. Jadi berhati-hatilah berkomentar di facebook (baca: cara membuat akun facebook), instagram, twitter dan media lainnya.

Apalagi sebagai orang yang beragama, terutama agama islam (baca: Pengertian agama islam) sangat melarang orang-orang yang melanggar hukum dan penegakan hukum yang tidak sesuai dengan asas keadilan.

Kita bisa mengenali hukum dari segi karakteristiknya yakni:

– Adanya larangan atau perintah, yakni segala sesuatu yang boleh dan tak boleh kita lakukan sebagai warga yang dinaungi oleh hukum.

– Sifatnya memaksa, artinya pada setiap individu itu wajib untuk mematuhi suatu hukum yang berlaku tanpa ada suatu pengecualian

– Terdapat hukuman atau sanksi yakni hukuman yang diberikan kepada pihak-pihak yang telah melanggar hukum sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku.

Pengertian Hukum, Tujuan dan jenis-jenis hukum

Sebelum kita membahas tentang pengertian hukum, maka kita akan membahas secara terlebih dahulu tujuan hukum dan jenis-jenis hukum. Karena kita harus mengerti dan memahami dua hal tersebut supaya kita bisa memahami apa arti hukum.

Tujuan Hukum

tujuan hukum

Pada hakekatnya, tujuan hukum ini mestilah bersifat universal yakni mewujudkan ketertiban, kedamaian, keadilan, kebahagiaan, kesejahteraan dan ketentraman. Dengan adanya hukum, maka semua perkara bisa diproses lewat pengadilan sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan hukum yang sudah berlaku.

Secara umum, berikut ini terdapat beberapa tujuan hukum diantaranya:

– Sebagai sarana para penegak dalam mengawal proses pembangunan
– Menjadi suatu petunjuk dalam menjalani pergaulan bagi setiap anggota masyarakat. Jangan lupa baca juga: Pergaulan bebas.
– Mengupayakan kemakmuran atas seluruh rakyat atau warga negara.
– Memberikan jaminan kenyamanan, kebahagiaan dan keamanan bagi setiap warga negara.
– Mengatur interaksi sosial yang terjadi di masyarakat agar tidak terjadi penyimpangan sosial. Baca juga: pengertian pengendalian sosial

Jenis-jenis Hukum

macam macam hukum

Secara umum terdapat 8 macam pembagian hukum yang terdapat di Indonesia. Adapun beberapa jenisnya yaitu sebagai berikut:

1. Hukum Berdasarkan Isinya

– Hukum Publik yakni hukum yang mengatur hubungan setiap warga negara dalam masyarakat dengan negara dan sangat berhubungan pada kepentingan umum. Adapun contohnya yaitu hukum pidana, hukum administrasi negara dan hukum tata negara
– Hukum Privat yakni hukum yang mengatur hubungan antar sesama individu berdasarkan kepentingannya. Adapun beberapa contoh hukum privat yaitu hukum perdata, hukum dagang, dan hukum sipil.

2. Hukum Berdasarkan Sumbernya

– Hukum Doktrin yakni suatu pernyataan yang disusun berdasarkan dari pendapat dari seseorang atau kelompok atau organisasi (baca juga: Pengertian Organisasi ) ahli hukum dan sudah disepakati oleh semua hukum.

– Hukum Yurisprudensi yakni hukum yang disusun berdasarkan dari putusan hakim sebelumnya untuk melakukan penyelesaian perkarang yang sama.

– Hukum Traktat yakni suatu perjanjian yang dibuat oleh antar dua negara atau lebih dalam bidang keperdataan.

– Hukum Adat yakni hukum yang telah dibuat berdasarkan dari peraturan-peraturan kebiasaan pada suatu daerah (baca juga : pengertian pemerintah daerah atau otonomi daerah).

– Hukum undang-undang yakni hukum yang sudah tercantum pada perundang-undangan.

3. Hukum Berdasarkan Bentuknya

– Hukum Tidak tertulis yakni hukum yang telah berlaku pada suatu masyarakat atau lingkungan dan ditaati, walaupun tidak tertulis.

– Hukum Tertulis yakni hukum yang tercantum pada berbagai kitab perundang-undangan.

hukum menurut ahli

4. Hukum Berdasrkan Tempatnya

– Hukum Nasional yakni hukum yang telah berlaku pada suatu wilayah atau negara.

– Hukum Internasional yakni hukum yang mengatur mengenai hubungan antar negara dalam dunia internasional.

5. Hukum Berdasarkan Waktunya

– Ius Consitutum yakni hukum positif yang berlaku saat ini bagi suatu masyarakat tertentu pada daerah tertentu.

– Ius Constituendum yakni hukum yang diharapkan berlaku di masa yang akan datang.

– Hukum Asasi yakni hukum alam yang telah berlaku pada semua tempat, segala waktu dan untuk segala bangsa yang ada di dunia

norma hukum

6. Hukum Berdasarkan cara Mempertahankannya

– Hukum Formal yakni hukum yang mengatur mengenai bagaimana cara untuk melaksanakan hukum material

– Hukum Formal yakni hukum yang mengatur mengenai kepentingan dan hubungan dimana wujudnya larangan dan perintah-perintah.

7. Hukum Berdasarkan Sifatnya

– Hukum subjektif yakni hukum yang berlaku kepada pihak-pihak tertentu saja atau disebut juga dengan hak.
– HUkum Objektif yakni hukum yang terdapat pada suatu negara dan berlaku secara umum.

Pengertian Hukum Menurut Ahli

1. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Hukum menurut Pro. Dr. Mochtar Kusmaatmadja bahwa pengertian hukum adalah semua kaidah dan asas yang akan mengatur segala pergaulan hidup di masyarakat dimana tujuannya untuk dapat memelihara ketertiban yang dilaksanakan melalui berbagai lembaga dan proses untuk mewujudkan berlakunya kaidah sebagai suatu kenyataan yang berlaku di masyarakat.

2. J.C.T Simorangkir

Hukum menurut J.C.T Simorangkir bahwa pengertian hukum adalah segala bentuk peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan segala macam tingkah laku manusia di masyarakat yang dibuat oleh lembaga hukum yang memiliki wewenang.

arti hukum

3. S.M Amin

Hukum menurut S.M. Amin bahwa pengertian hukum adalah kumpulan peraturan yang terdiri atas norma dan sanksi-sanksi dimana bertujuan untuk dapat mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia pada suatu masyarakat sehingga ketertiban dan keamanan bisa terjaga dan terpelihara.

4. Plato

Hukum menurut Plato bahwa pengertian hukum adalah suatu perangkat peraturan-peraturan yang disusun dengan teratur dan baik dimana bersifat mengikat baik terhadap masyarakat maupun hakim.

5. E.M.Meyers

Hukum menurut E.M. Meyers bahwa pengertian hukum adalah kumpulan aturan yang didalamnya memiliki kandungan pertimbangan kesusilaan yang diperuntukkan kepada tingkah laku manusia pada sebuah masyarakat dan menjadi acuan serta pedoman bagi para penguasa negara untuk melaksanakan tugasnya.

6. Prof. Dr. Van Kan

Hukum menurut Prof. Dr. Van Kan bahwa pengertian hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa dimana bertujuan untuk dapat melindungi segala kepentingan manusia dalam negara maupun bermasyarakat.

7. Bellfoid

Hukum menurut Bellfoid bahwa pengertian hukum adalah suatu aturan yang berlaku pada suatu masyarakat yang mengatur segala tata tertib masyarakat itu berdasarkan kekuasaan yang terdapat pada masyarakat.

8. Duguit

Hukum menurut Duguit bahwa pengertian hukum adalah tingkah laku anggota masyarakat, aturan yang penggunaannya pada saat tertentu yang diperhatikan oleh masyarakat sebagai jaminan terhadap kepentingan bersama untuk orang-orang yang telah melanggar peraturan.

9. Van Apeldoorn

Hukum menurut Apeldoor bahwa pengertian hukum adalah peraturan penghubung antar hidup manusia, gejala sosial tidak ada masyarakat yang tak mengenali hukum sehingga hukum menjadi bagian dari aspek kebudayaan yakni agama, kebiasaan, kesusilaan, dan adat.

10. Immanuel Kant

Hukum menurut Immanuel Kant bahwa pengertian hukum adalah semua syarat dimana seseorang memiliki kehendak bebas sehingga dapat menyesuaikan diri atas kehendak bebas orang lain dan mematuhi segala peraturan hukum tentang kemerdekaan.

11. Borst

Hukum menurut Borst bahwa pengertian hukum adalah segala peraturan bagi perbuatan manusia pada kehidupan bermasyarakat dimana saat pelaksanaan dapat dipaksakan dengan bertujuan untuk mendapatkan keadilan.

12. Austin

Hukum menurut Austin bahwa pengertian hukum adalah peraturan yang dihadirkan untuk memberikan bimbingan kepada makhluk yang berakal oleh makhluk berakal yang memiliki kekuasaan atasnya.
13. Mr. E. M. Meyers

Hukum menurut Mr. E.M. Meyers bahwa pengertian hukum adalah aturan yang mengandung pertimbang-pertimbangan kesusialaan, hukum ini ditujukan kepada perilaku manusia di masyarakat yang menjadi panduan dan pedoman bagi para penguasa negara dalam menjalankan tugasnya.

14. Bambang Sunggono

Hukum menurut Bambang Sunggono bahwa pengertian hukum adalah sebagai subordinasi atau produk dari kepentingan politik.

15. A.L Goodhart

Hukum menurut A.L Goodhart adalah semua peraturan yang dipakai oleh pengadilan.

16. Abdulkadir Muhammad

Hukum menurut Abdulkadir Muhammad bahwa pengertian hukum adalah segala peraturan baik itu tidak tertulis atau tertulis dan memiliki sanksi tegas terhadap para pelanggar hukum

17. Abdul Wahab Khalaf

Hukum menurut Abdul Whab Khalaf bahwa pengertian hukum adalah tuntutan Allah yang berhubungan dengan perbuatan orang yang sudah dewasa berkaitan perintah, larangan dan boleh tidaknya untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu.

18. Aristoteles

Hukum menurut Aristoteles bahwa pengertian hukum adalah kumpulan peraturan yang tidak hanya mengikat, akan tetapi juga hakim untuk masyarakat, dimana undang-undang akan melakukan pengawasan kepada hakim dalam menjalankan tugasnya untuk menghukum semua para pelanggar hukum.

Baca Juga  Jelaskan Akibat Keberagaman Masyarakat Indonesia? Berikut 10 Akibat Positif dan Negatifnya

19. Karl Max

Hukum menurut Karl Max bahwa pengertian hukum adalah cerminan dari hubungan ekonomis pada suatu masyarakat dalam suatu tahap perkembangan tertentu.

20. Drs. E. Utrecht, S.HUkum

Hukum menurut Drs. E. utrecht, S.H bahwa hukum adalah suatu kumpulan peraturan yang berisi larangan dan perintah yang mengatur tata tertib kehidupan bermasyarakat dan mesti dipatuhi oleh setiap individu di masyarakat karena pelanggaran terhadap pedoman hidup akan ditindak oleh lembaga pemerintah.

21. Leon Duguit
Hukum menurut Leon Duguit bahwa pengertian hukum adalah seperangkat aturan tingkah laku dari anggota masyrakat dimana aturan tersebut mesti ditaati oleh masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama. Jika dilanggar maka akan menghadirkan reaksi bersama terhadap para pelanggar hukum

22. Sunaryati Hatono
Hukum menurut Sunaryati Hatono bahwa pengertian hukum adalah tidak menyangkut kehidupan pribadi seseorang pada masyarakat, akan tetapi menyangkut dan mengatur berbagai macam aktivitas manusia dalam hubungannya bersama dengan manusia lainnya.

23. Ridwan Halim

Hukum menurut Ridwan Halim bahwa Pengertian hukum adalah segala peraturan tetulis maupun tidak tertulis yang intinya peraturan itu berlaku dan diakui sebagai peraturan yang mesti ditaati dan dipatuhi oleh individu dalam bermasyarakat.

24. Soerso

Hukum menurut Soerso bahwa pengertian hukum adalah kumpulan peraturan yang telah diciptakan oleh pihak berwenang dengan bertujuan untuk dapat mengatur tata tertib kehidupan dalam bermasyarakat yang memiliki ciri perintah dan larangan dimana bersifat memaksa dengan melayangkan sanksi kepada para pelanggar hukum.

25. Tullius Cicerco

Hukum menurut Tullius Cicerco bahwa pengertian hukum adalah akal tertinggi yang ditanamkan oleh alam pada diri setiap manusia untuk memutuskan segala sesuatu yang bisa dilakukan dan tak boleh kita lakukan.

26. Wasis Sp

Hukum menurut Wasis Sp bahwa pengertian hukum adalah seperangkat aturan tertulis atau tidak tertulis yang telah dibuat oleh pihak yang memiliki wewenang dimana bersifat memaksa, mengatur dan berisi sanksi bagi para pelanggarnya. Yang ditujukan kepada perilaku manusia supaya kehidupan setiap individu dan masyarakat bisa terjamin ketertiban dan keamanannya.

27. Philip S. James

Hukum menurut Philip S. James bahwa pengertian hukum adalah tubuh bagi aturan yang menjadi pedoman bagi setiap tingkah laku manusia yang bersifat memaksa.

28. Prof Achmad Ali

Hukum menurut Prof Achmad Ali bahwa pengertian hukum adalah seperangkat asas hukum, aturan hukum, norma hukum yang bertugas mengatur dan menetapkan segala perbuatan yang dilarang dan yang benar, diakui oleh negara. Akan tetapi belum tentu dibuat oleh negara yang berlaku. Tetapi belum tentu dalam kenyataannya berlaku karena terdapat faktor internal “Psikologi” dan faktor eksternal berupa ekonomi, sosial, budaya dan politik yang jika dilanggar akan diganjar sanksi.

29. Prof Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Hukum menurut Prof. Dr. Mochtar Kusamaatmadja bahwa pengertian hukum adalah keseluruhan kaidah dan semua asas yang mengatur segala pergaulan hidup dalam masyarakat dan memiliki tujuan untuk dapat memelihara ketertiban serta mencakup berbagai lembaga dan proses untuk mewujudkan diterapkannya kaidah sebagai suatu realitas di masyarakat.

30. Dr. Soejono Dirdjosisworo, S.H

Hukum menurut Dr. Soejono Dirdjowisworo, S.H bahwa pengertian hukum adalah disiplin hukum, ilmu hukum, tata hukum, jalinan nilai “tujuan hukum”, sistem kaidah, sikap tindak, petugas atau penegak hukum, dan ketentuan penguasa “keputusan hakim, undang-undang dan sebagainya”.

31. Thomas Aquinas

Hukum memnurut Thomas Aquinas bahwa pengertian hukum adalah suatu perintah yang berasal dari masyarakat dan jika terjadi suatu pelanggaran hukum, maka pelanggar akan diganjar sanksi oleh petinggi masyarakat bersama dengan semua para anggota masyarakatnya.

32. Montesquie
Hukum menurut Montesquie bahwa pengertian hukum adalah gejala sosial dan perbedaan hukum yang disebabkan oleh adanya perbedaan alam, etnis, sejarah, politik dan faktor lainnya dari tatanan masyarakat. Oleh karena itu, hukum suatu negara mesti dibandingkan dengan hukum yang terdapat di negara lainnya.

33. Wiryono Kusumo

Hukum menurut Wiryono Kusumo bahwa pengertian hukum adalah segala peraturan baik itu tertulis maupun tidak tertulis yang telah mengatur tata tertib yang ada di masyarakat dan kepada para pelanggar hukum akan diganjar sanksi. Tujuan hukum untuk bisa mengadakan kebahagian, keselamatan dan ketertiban di dalam masyarakat.

34. Soetandyo Wigjosoebroto

Hukum menurut Soetandyo Wigjosoebroto bahwa pengertian hukum itu tidak ada konsep tunggal mengenai apa itu hukum? karena pada dasarnya hukum terdiri atas tiga konsep yakni hukum sebagai asas moralitas, hukum sebagai kaidah positif yang berlaku pada waktu dan tempat tertentu, dan hukum sebagai institusi yang riil dan fungsional dalam hidup bermasyarakat.

peran hukum

35. lily Rasjidi

Hukum menurut Lily Rasjidi bahwa pengertian hukum adalah tidak hanya sekedar norma, akan tetapi juga bicara institusi.

36. Satjipto Raharjo

Hukum menurut Satjipto Raharjo bahwa pengertian hukum adalah karya manusia berupa norma-norma yang mengandung petunjuk tingkah laku. Hukum merupakan suatu cerminan dari kehendak manusia tentang bagaimana seharusnya masyarakat itu dibina dan kemana masyarakat mesti diarahkan. Pertama, hukum mesti berasal dari ide yang dipilih oleh masyarakat tempat hukum itu dibuat, ide tersebut berupa ide tentang hal keadilan.

37. Hans Kelsen

Hukum menurut Hans Kelsen bahwa pengertian hukum adalah suatu ketentuan sosial yang mengelola perilaku mutual antar manusia yakni ketentuan tentang serangkaian aturan yang mengelola segala perilaku tertentu manusia “norma” hukum ialah ketentuan.

38. Grotius

hukum menurut Grotius bahwa pengertian hukum adalah perbuatan tentang moral yang telah menjamin keadilan.

39. Hugo de Grotius
Hukum menurut Hugo de Grotius bahwa pengertian hukum adalah peraturan mengenai tindakan moral menjamin adanya keadilan pada peraturan hukum mengenai kemerdekaan “law is rule of moral astion obligation to that which is right”.

40. Eugen Ehrlich

Hukum menurut Eugen Ehrlich bahwa pengertian hukum adalah sesuatu yang berhubungan dengan fungsi kemasyarakatan dan memandang sumber hukum itu hanya dari legal story and jurisprudence dan living law.

defenisi hukum

Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur dan Macam-Macam Hukum| Hai teman-teman, kali ini mengenai pengertian, ciri-ciri, unsur, dan macam-macam hukum. Pasti semua orang sering berbicara mengenai hukum, dimana sebelum panjang lebar berbicara mengenai hukum, tahukah anda apa itu Pengertian Hukum ?… Secara Umum, Pengertian Hukum adalah peraturan-peraturan hidup di dalam masyarakat yang sifatnya memaksa untuk menaati tata tertip dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tidak mau patuh menaatinya.  
1. Pengertian Hukum Menurut Definisi Para Ahli – Ada banyak pendapat para ahli mengenai pengertian hukum. Macam-macam pengertian hukum menurut para ahli antara lain sebagai berikut.. 
 
  • Hugo de Groot dalam “De Jure Belli ac facis” (1625) yang mengatakan bahwa pengertian hukum adalah peraturan tentang perbuatan moral yang menjamin keadilan
  • Van Vallenhoven dalam “Het adat recht van Nederland Indie” yang mengatakan bahwa pengertian hukum adalah suatu gejala dalam pergaulan hidup yang bergolak terus-menerus dalam keadaan bentur dan membentukr tanpa henti-hentinya dengan gejala-gejala lainnya. 
  • Aristoteles, hukum adalah rangkaian peraturan yang mengikat baik rakyat maupun penguasa
  • Leon Duguit, hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, autran yang daya penggunannya pada saat tertentu diindahkan oleh masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran
  • Samidjo, SH, definisi hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang sifatnya memaksa, berisikan suatu perintah, larangan atau ijin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu serta dengan maksud untuk mengatur tata tertip dalam kehidupan masyarakat 
  • S.M. Amin, SH mengatakan bahwa pengertian hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma-norma dan sanksi-sanksi. Tujuannya adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara
  • J.C.T. Simorangkir, SH dan Woerjono Sastropranoto, SH yang mengatakan bahwa pengertian hukum adalah peraturan-peraturan yang sifatnya memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakatyang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran terhadap peraturan tadi mengakibatkan diambilnya tindakan yaitu dengan hukum tertentu. 
2. Tujuan Hukum dengan Sifat Mengatur dan Memaksa – Hukum memiliki sifat yang mengatur dan memaksa ini bertujuan untuk, antara lain sebagai berikut.. 
 
  • Mengatur pergaulan hidup manusia secara damai (L.J.Van Apeldoorn)
  • Mencapai keadilan, yaitu adanya unsur daya guna dan kemanfaatan (Geny)
  • Menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan-kepentingan itu dapat diganggu gugat
3. Ciri-Ciri dan Unsur Hukum – Hukum memiliki beberapa ciri-ciri dan unsur-unsur yang terkandung dan terdapat dalam hukum tersebut. Ciri-Ciri dan Unsur Hukum adalah sebagai berikut..
a. Ciri-Ciri Hukum

  • Adanya perintah/larangan
  • Perintah/larangan itu bersifat memaksa atau mengikat semua orang

b.Unsur-Unsur Hukum

  • Peraturan tentang tingkah laku manusia di pergaulan masyarakat
  • Peraturan yang dibentuk oleh badan-badan resmi yang berwajib atau berwenang
  • Peraturan yang bersifat memaksa
  • Sanksi pelanggaran peraturan yang tegas dan nyata
4. Macam-Macam Hukum/Penggolongan Hukum – Hukum memiliki penggolongan hukum/diklasifikasikan dalam berbagai macam antara lain sebagai berikut.. 
a. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Sumbernya

  • Hukum Undang-Undang adalah hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan. Contohnya UU pemilu
  • Hukum Adat dan Kebiasaan adalah hukum yang diambil dari peraturan-peraturan adat dan kebiasaan. Contohnya Hukum adat Minangkabau
  • Hukum Yurisprudensi adalah hukum yang terbentuk dari putusan pengadilan. Contohnya KUHP
  • Hukum Traktat adalah hukum yang menetapkan oleh negara peserta perjanjian internasional. Contohnya Hukum batas negara
  • Hukum Doktrin adalah hukum yang berasal pendapat dari para ahli hukum yang terkenal 

b. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Bentuknya

  • Hukum Tertulis adalah hukum yang ditemui dengan bentuk tulisan yang dicantumkan dalam berbagai peraturan negara. Hukum tertulis dibagi menjadi dua yaitu hukum tertulis dikodifikasi dan hukum tertulis yang tidak dikodifikasi. Contoh Hukum tertulis adalah KUHP, KUHD, KUHAP
  • Hukum Tidak Tertulis adalah hukum yang masih hidup dala keyakinan dan kenyataan di dalam masyarakat yang bersangkutan. Contoh hukum tidak tertulis adalah UU, PP, Keppres, Hukum Kebiasaan dan Hukum adat.   

c. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Isinya

  • Hukum Publik adalah hukum yang mengatur hubungan warga negara dan negara mengenai kepentingan umum atau publik. Contoh hukum publik adalah hukum tata negara, hukum acara, dan hukum pidana
  • Hukum Privat adalah hukum yang mengatur hubungan antara individu  yang sifatnya pribadi. Contohnya hukum perdata , hukum dagang, dan hukum waris.

d. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Tempat Berlakunya

  • Hukum Nasional adalah hukum yang berlaku di dalam suatu negara. Contoh hukum nasional adalah hukum australia
  • Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antara dua negara atau lebih. Contoh hukum internasional adalah hukum Indonesia, dll 
  • Hukum Asing adalah hukum yang berlaku dalam negara lain. Contoh hukum asing adalah hukum perang, hukum kewarganegaraan, hukum perdata internasional, dll
  • Hukum Gereja adalah kaidah yang ditetapkan gereja untuk para anggotanya
Baca Juga  Makna Alinea dalam Pembukaan UUD 1945

e. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Masa Berlakunya

  • Hukum Positif (Ius Constitutum) adalah hukum yang berlaku saat ini. Contohnya hukum positif adalah hukum gereja vatikan roma, hukum pidana berdasarkan KUHP sekarang
  • Hukum yang akan Datang (Ius Constitudem) adalah hukum yang dicita-citakan, diharapkan atau direncanakan akan berlaku pada masa yang akan datang. Contoh hukum yang akan datang adalah hukum pidana nasional hingga saat masih disusun
  • Hukum Universal, Hukum Asasi atau Hukum Alam adalah hukum yang berlaku tanpa mengenal batas ruang dan waktu yang berlaku dalam sepanjang masa, di mana pun, dan terhadap siapapun. Contoh hukum universal, hukum asasi atau hukum adalah Piagam PBB tentang DUHAM

f. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Cara Mempertahankannya

  • Hukum Material adalah hukum yang mengatur mengenai isi hubungan antarsesama anggota masyarakat, antaranggota masyarakat dengan penguasa negara, antar masyarakat dengan penguasa negara. Contoh hukum material adalah KUH perdata, KUH pidana, UU No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan
  • Hukum Formal adalah hukum yang mengatur mengenai bagaimana cara pengasa dalam mempertahankan dan menegakan serta melaksanakan kaidah-kaidah hukum material dan bagaimana cara menuntutnya apabila hak seseorang telah dilanggar oleh orang lain. Contoh hukum formal adalah hukum acara peradilan tata usaha negara

g. Macam-Macam Hukum Berdasarkan Sifatnya

  • Kaidah Hukum yang Memaksa adalah hukum dalam keadaan harus ditaati dan bersifat mutlak daya ikatnya. Contoh Kaidah Hukum yang memaksa adalah Ketentuan pasal 340 KUH Pidana
  • Kaidah Hukum yang Mengatur atau Melengkapi adalah kaidah hukum yang tepat dikesampingkan oleh para pihak dengan jalan membuat suatu ketentuan khusus dalam suatu perjanjian yang mereka adakan. Contoh kaidah hukum yang mengatur atau melengkapi adalah ketentuan pasal 1152 KUH perdata  

Baca Juga : 
Pengertian Hukum Menurut Definisi Para Ahli
Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Macam-Macam Konstitusi
Pengertian Konstitusi Menurut Definisi Para Ahli
Pengertian Keadilan dan Macam-Macam Keadilan
Mengenal Ciri-Ciri Negara Hukum
Sebab Lahirnya Negara Hukum di Indonesia
Pengertian Tata Hukum Indonesia dan Jenis-Jenisnya
Contoh Perilaku Sikap Taat Hukum

Demikianlah informasi mengenai Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur dan Macam-Macam Hukum. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian hukum, ciri-ciri hukum, tujuan hukum, unsur-unsur hukum, dan macam-macam atau jenis-jenis hukum. Sekian dan terima kasih. “Salam Berbagi Teman-Teman”. 

Referensi : 

  • Listyarti, Retno. 2006. KTSP. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA dan MA Kelas X. Penerbit  : Esis. Hal : 40-42.

Jangan Lupa Untuk SHARE yah Teman-Teman 🙂 . 

Pengertian Hukum | Hukum adalah sebuah salah satu yang berasal dari norma yang terdapat di dalam masyarakat. Norma hukum mempunyai hukuman yang lebih tegas lagi. Hukumdigunakan dalam untuk menghasilkan adanya keteraturan di dalam masyarakat, agar dapat terwujudkan sebuah keseimbangan didalam masyarakat dimana masyarakat tidak dapat dengan sebebas-bebasnya dalam bermasyarakat, maka mesti terdapat sebuah batasan agar ketidakbebasan tersebut bisa dalam menghasilkan keteraturan. Terdapat berbagai macam tentang pengertian hukum menurut para ahli, tentunya dalam mengetahui seperti apa tentang pengertian hukum yang sebenarnya maka kita tidak bisa sembarangan dalam menafsirkan pengertian hukum, oleh karena itu berikut informasi tentang pengertian hukum menurut para ahli:

Pengertian Hukum dan Tujuan Hukum yang Lengkap

 

pengertian hukum menurut para ahli

1. Pengertian hukum menurut Drs. E.Utrecht, S.H di dalam bukunya yang diberi judul Pengantar dalam Hukum Indonesia (1953) telah mengartikan hukum adalah sekumpulan peraturan-peraturan yang berisi mengenai perintah dan larangan untuk dapat menertibkan adanya kehidupan bermasyarakat dan mesti bisa ditaati oleh seluruh anggota masyarakat karena dengan hanya melakukan pelanggaran maka dapat menimbulkan adanya tindakan yang berasal dari pihak pemerintah.

2. Pengertian hukum menurut Achmad Ali ialah suatu sekumpulan norma mengenai hal yang mana kasus benar dan yang salah, dengan dibuat dan diakui dari pemerintah yang diterangkan dalam tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi dalam mengikat dan selaras dengan adanya kebutuhan masyarakat dengan secara menyeluruh dan terlepas dari seluruh ancaman sanksi pada pelanggar aturan itu.

3. Pengertian hukum menurut Immanuel Kant adalah keseluruhan syarat yang mempunyai dalam kehendak bebas dari orang yang satu mampu dalam menyesuaikan diri pada kehendak bebas yang telah dimiliki oleh orang lain, sehingga dapat tercipta adanya kemerdekaan dengan menuruti segala peraturan hukum.

4. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Mochtar Kusmaatmadja adalah sebuah kumpulan kaidah dan asas yang telah mengontrol semua pergaulan hidup yang terdapat dalam masyarakat dimana itu bertujuan untuk dapat menjaga segala ketertiban serta mencakup hal lembaga-lembaga dan proses yang memiliki daya guna dalam mewujudkan berlakunya kaidah yang menjadi sebuah kenyataan didalam bermasyarakat.

5. Pengertian hukum menurut J.C.T. Simorangkir adalah suatu aturan yang mempunyai sifat dalam memaksa dan selalu terus menentukan perilaku manusia di dalam lingkungan masyarakat dan lingkungan yang telah dibuat oleh lembaga yang memiliki wewenang.

6. Pengertian hukum menurut Mr. E.M. Meyers adalah suatu kumpulan aturan yang mempunyai beberapa kandungan mengenai adanya pertimbangan kesusilaan yang telah ditujukan kepada tingkah laku manusia yang terdapat dalam masyarakat dan akan menjadi pegangan untuk para penguasa negara yang berada dalam menjalankan tugasnya.

7. Pengertian hukum menurut S.M. Amin adalah suatu kumpulan peraturan yang terdiri atas norma dan sanksi. Hukum memiliki tujuan dalam memperadakan segala ketertiban didalam pergaulan individu agar ketertiban dan keamanan terpelihara secara baik.

8. Pengertian hukum menurut P.Borst adalah suatu kumpulan peraturan hidup yang mempunyai sifat dalam memaksa untuk dapat menjaga dan melindungi adanya kepentingan manusia didalam bermasyarakat.

9. Pengertian Hukum menurut Leon Duguit adalah suatu himpunan peraturan dalam perilaku para anggota masyarakat dimana aturan yang mempunyai daya penerapannya di saat tertentu yang diindahkan oleh masyarakat untuk dapat dijadikan jaminan dari segala kepentingan kolektif dan jika terdapat peraturan yang dilanggar maka akan dapat menimbulkan reaksi secara bersamaan terhadap orang yang sudah melakukan pelanggaran tersebut.

10. Pengertian hukum menurut J. Van Aperldoor adalah untuk dapat mengatur pergaulan hidup yang ada dengan damai.

11. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Van Kan adalah suatu kumpulan dalam peraturan hidup yang memiliki sifat-sifat memaksa yang bertujuan untuk melindungi kepentingan manusia yang terdapat di dalam masyarakat.

12. Pengertian hukum menurut M.H. Tirtaatmidjaja SH yang telah menerangkan didalam buku beliau “Pokok-pokok Hukum perniagaan” mulai menegaskan bahwa “Hukum adalah segala keseluruhan aturan atau norma yang harus dituruti didalam tingkah laku atas segala tindakan yang ada didalam pergaulan hidup dengan mengandung ancaman mesti untuk mengganti kerugian – jika melanggar telah aturan-aturan itu maka akan dapat membahayakan diri sendiri atau harta, umpamanya orang yang telah kehilangan kemerdekaannya, didenda dan sebagainya

Unsur-unsur hukum

Dari beberapa perumusan mengenai pengertian hukum yang sudah dipaparkan oleh para ahli hukum tersebut, maka dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa Hukum tersebut mencakup beberapa unsur yaitu:

a. Peraturan mengenai suatu tingkah laku atau perilaku manusia yang ada dalam pergaulan masyarakat

b. Peraturan tersebut diadakan oleh segala badan-badan resmi yang berwajib

c. Peraturan itu bersifat memaksa
d. Sanksi terhadap para pelangggaran peraturan tersebut secara tegas.

Ciri-ciri Hukum

Untuk dapat mengenali hukum itu maka kita mesti mampu dalam mengenal ciri-ciri hukum yaitu:

a. adanya perintah dan atau larangan.

b. Perintah dan atau larangan tersebut mesti dipatuhi dan ditaati oleh setiap orang . sehingga tata-tertib yang ada dalam masyarakat itu tetap terusterpelihara dengan secara sebaik-baiknya. Oleh karena itulah hukum meliputi adanya pelbagai peraturan yang akan menentukan dan mengatur bentuk perhubungan orang yang satu dengan kepada yang lain, yaitu suatu peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan yang di namakan dengan kaedah hukum.

Sifat-sifat hukum

Agar tata tertib yang ada dalam masyarakat itu tetap terus terpelihara, maka mestilah ada kaedah-kaedah hukum tersebut ditaati. Akan tetapi tidaklah untuk semua orang ingin menaati kaedah-kaedah hukum tersebut; dan agar supaya dalam peraturan hidup kemasyarakatan itu benar-benar dipatuhi dan ditaati sehingga akan dapat menjadi Kaedah Hukum maka peraturan hidup yang ada di kemasyarakatan itu harus diperlengkapi dengan unsur bersifat memaksa.

Dengan demikian maka hukum ini mempunyai sifat dalam mengatur dan memaksa. Ia merupakan peraturan-peraturan hidup yang ada di kemasyarakatan yang dapat melakukan pemaksaan terhadap orang agar mau mentaati tata tertib yang terdapat dalam masyarakat serta dapat memberikan sanksi yang sangat tegas berupa adanya hukuman terhadap siapa yang tak mau patuh dan mentaatinya.

Ada beberapa jenis hukum diantaranya:

Hukum Materil

Hukum materil adalah suatu tempat yang dari tempat dimana materiil tersebut telah diambil. Sumber hukum materiil ini adalah suatu aspek yang akan memberikan pertolongan di dalam pembentukan hukum, seperti adanya jalinan sosial, kondisi dalam sosial ekonomis, jalinan pada kemampuan politik, hasil berdasarkan riset ilmiah, kebiasaan, perubahan internasional dan situasi geografis dan lain-lainnya.

Hukum Publik

Hukum publik adalah suatu bentuk hukum yang memiliki tugas dalam mengatur jalinan terhadap pemerintah dengan subjek hukum atau yang dapat mengatur kepentingan masyarakat.

Hukum perdata

Hukum perdata merupakan suatu salah satu bidang yang dapat mengontrol hak dan kewajiban yang dipunyai oleh subjek hukum dan hubungan antara subjek hukum. Hukum perdata juga disebut sebagai suatu hukum sipil atau hukum privat sebagai lawan dari yang namanya hukum publik. Jika hukum publik dapat mengontrol hal-hal yang berhubungan dengan negara dan pada kepentingan umum semisal politik dan pemilu, kegiatan pemerintahan, kejahatan maka hukum perdata tersebut dapat mengatur hubungan antar penduduk atau warga negara, seperti adanya perkawinan, perceraian, pewarisan, kegiatan dalam usaha, harta benda dan lain-lain.

Hukum Formal

Hukum formal adalah suatu salah satu hukum dimana secara langsung dapat dibentuk oleh hukum yang dapat mengikat di masyarakatnya. Dikatakan sumber hukum formal karena itu hanya sekedar mengingat cara untuk mana muncul hukum positif, dan dibentuk didalam hukum positif, dengan tak ada lagi mempersoalkan suatu asal-usul yang dari apa yang terdapat dalam isi peraturan hukum tersebut. Sumber-sumber yang berasal dari hukum formal ini akan membentuk suatu pandangan dalam hukum yang akan dapat dijadikan sebagai peraturan hukum didalam membentuk hukum sebagai suatu kekuasaan yang dapat mengikat. Jadi sumber hukum formal adalah suatu sebab dari berlakunya dalam aturan hukum.

Baca Juga  Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

Hukum Pidana

Hukum pidana adalah suatu aturan dalam hukum yang telah mengontrol segala perbuatan-perbuatan yang sudah dilarang oleh undang-undang dan akan berakibat pada diterapkannya hukuman untuk kepada barang siapa yang sudah melakukannya dan telah memenuhi atas segala unsur perbuatan yang telah disebutkan di dalam hukum pidana, uu korupsi, uu HAM dan sebagainya. Kemudian hukum pidana akan dikenal atas 2 jenis perbuatan yakni pelanggaran dan kejahatan, kejahatan ialah suatu perbuatan yang bukan hanya sekedar bertentang dengan uu melainkan juga dapat bersebelahan dengan nilai agama, nilai moral dan nilai keadilan yang terdapat di masyarakat, semisal membunuh, berzina, telah memperkosa, dan mencuri serta sebagainya. Sedangkan pada pelanggaran ialah itu tidak memakai helem, tidak menggunakan sabuk pengaman ketika sedang berkendaraan.

Hukum tata negara

Hukum tata negara ialah suatu hukum yang bertugas mengatur semua masyarakat hukum bawahan dan hukum atasan yang menurut tingkatannya dan daripada masing-masing itu bisa menentukan wilayah lingkungan masyarakatnya dan pada akhirnya dapat dalam menentukan badan-badan dan fungsinya terhadap masing-masing yang telah berkuasa yang ada di dalam lingkungan masyarakat hukum itu serta untuk bisa menentukan susunan dan wewenang yang terdapat pada badan-badan tersebut.
Tujuan Hukum

Didalam pergaulan bahwa pada suatu masyarakat itu terdapat tentunya berbagai macam hubungan antara setiap anggota masyarakat yaitu adanya hubungan yang telah ditimbulkan oleh adanya segala kepentingan-kepentingan dari setiap anggota masyarakat tersebut.

Dengan banyaknya dan berbagai macamnya sebuah hubungan tersebut maka terdapat para anggota masyarakat membutuhkan atas segala aturan yang bisa memberikan menjamin adanya suatu keseimbangan agar didalam terdapat hubungan tersebut itu tidak akan terjadi lagi yang namanya kekacauan yang terdapat di dalam masyarakat.

Untuk dapat dalam menjamin adanya suatu kelangsungan terhadap sebuah keseimbangan didalam melakukan perhubungan antara setiap anggota masyarakat maka sangat dibutuhkan segala aturan hukum yang berdasarkan atau dilandasi atas keinginan dan keinsyafan daripada setiap anggota masyarakat tersebut.

Segala peraturan hukum yang mempunyai sifat untuk dapat mengatur dan memaksa pada setiap anggota masyarakat untuk dapat patuh bisa menaatinya, mengakibatkan adanya suatu keseimbangan yang berada didalam setiap perhubungan yang terdapat di masyarakat. Setiap hubungan kemasyarakatan tersebut itu tidak boleh bertentangan dengan adanya suatu ketentuan-ketentuan yang sudah beralaku didalam masyarakat.

Setiap pelanggar peraturan pada hukum yang telah berlaku maka akan segera diberikan sanksi yang berupa diantaranya hukuman sebagai bentuk atas reaksi terhadap segala perbuatan yang mampu dalam melanggar peraturan hukum yang akan dijalankannya.

Untuk bisa dalam menjaga agar segala peraturan-peraturan pada hukum tersebut bisa berlangsung dengan secara terus menerus dan dapat diterima oleh kepada setiap anggota masyarakat, maka dengan segala peraturan hukum yang sudah berlaku itu mesti sesuai dengan dan tidak boleh berlawanan dengan dari asas-asas keadilan pada masyarakat tersebut.

Dengan demikian, maka hukum tersebut itu mestilah bertujuan supaya bisa dalam menjamin adanya sebuah kepastian hukum yang ada pada masyarakat dan hukum tersebut mestilah juga bertumpu pada keadilan yakni pada asas-asas keadilan yang terdapat dalam masyarakat tersebut.

Berkenaan dengan tujuan hukum, maka kita akan mengenal beberapa pendapat para ahli hukum tentang tujuan hukum yang diantaranya sebagai berikut:

Tujuan Hukum menurut Prof. Subekti S.H

Didalam buku yang telah ditulis dengan berjudul “Dasar-dasar Hukum dan Pengadilan” Prof Subekti S.H telah menyatakan bahwa hukum itu berkaitan dengan mengabdikan diri kepada tujuan Negara yang terdapat didalam pokoknya adalah untuk dapat mendatangkan sebuah kemakmuran dan mampu mendatangkan kebahagiaan kepada rakyatnya.

Hukum, menurut Prof Subekti S.H telah mengatakan bahwa hukum tersebut untuk dapat mengabdi pada tujuan negara yang dalam pokoknya adalah mendatangkan sebuah kemakmuran dan kebahagiaan untuk rakyatnya.

Hukum menurut Prof Subekti, S.H melayani suatu tujuan negara itu dengan cara mengadakan “Keadilan” dan “ketertiban”, adapun mengenai syarat-syarat yang pokok untuk dapat dalam mendatangkan kebahagiaan dan kemakmuran. Ditegaskan selanjutnya bahwa pada keadilan tersebut kiranya dapat digambarkan menjadi sebagai sebuah kondisi keseimbangan yang mampu membawakan ketentraman kedalam hati setiap orang, dan kalau terusik atau dilanggar maka akan dapat segera memunculkan kegoncangan dan kegelisahaan.

Keadilan akan selalu mempunyai kandungan berupa unsur “penghargaan, penilaian, pertimbangan dan karena ini ia lazim kemudian disimbolkan dengan neraca keadilan. Dikatakan bahwa keadilan tersebut akan menuntut bahwa “dalam keadaan yang sama maka tiap orang mestilah menerima bagian yang sama juga”.

Tujuan Hukum menurut Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn

Didalam bukunya “inleiding tot de studie van het nederlandse recht” menyatakan bahwa pada tujuan hukum adalah untuk mengatur segala pergaulan hidup manusia dengan secara damai. Hukum menghendaki adanya suatu perdamaian.

Perdamaian diantara manusia itu mesti dipertahankan dalam hukum dengan cara melakukan pemberian perlindungan terhadap kepentingan-kepentingan tentang hukum manusia tertentu, kemerdekaan, keselamatan, harta benda, jiwa terhadap pihak yang ingin berbuat untuk merugikannya.

Kepentingan perseorangan akan selalu senantiasa bertentangan dengan kepentingan setiap golongan manusia. Segala pertentangan kepentingan ini dapat menjadi bahan pertikaian bahkan bisa melakukan penjelmaan menjadi sebuah peperangan seandainya jika hukum tak bertindak menjadi sebuah suatu perantara untuk dapat mempertahankan sebuah perdamaian.

Adapun hukum didalam mempertahankan suatu kedamaian dengan mulai menimbang segala kepentingan yang bertentangan tersebut dengan secara teliti dan akan menciptakan keseimbangan diantaranya, karena hukum hanya dapat mencapai tujuan, jika dia menuju pada peraturan yang secara adil; berarti peraturan pada keseimbangan antara segala kepentingan yang ingin dapat dilindungi, maka pada setiap orang yang memperoleh sebanyak mungkin yang telah menjadi bagiannya. Keadilan tersebut tidak dipandang sama artinya dengan bentuk kesamarataan. Keadilan bukan hanya berarti bahwa untuk setiap orang akan bisa mendapatkan bagian yang sama.

Tujuan hukum menurut teori Etis

Terdapat sebuah teori yang telah berhasil mengajarkan bahwa hukuman tersebut hanya semata-mata untuk menginginkan adanya keadilan. Teori-teori yang mengajarkan tentang hal tersebut maka dikatakan sebagai teori etis, karena menurut teori ietis, untuk isi hukum semata-mata mesti dapat ditentukan oleh setiap kesadaran etis kita tentang apa yang disebut adil dan apa yang tak adil.

Teori etis ini menurut pendapat Prof. Van Apeldoorn sebagai berat sebelah, karena ia telah melebih-lebihkan ukuran keadilan dari hukum, sebab ia tidak cukup untuk dapat memperhatikan kondisi yang sebenarnya.

Hukum telah memutuskan segala peraturan yang umum yang telah menjadi sebuah petunjuk bagi setiap orang-orang yang terdapat di dalam pergaulan masyarakat. Jika hukum tersebut hanya semata-mata untuk menginginkan keadilan, jadi semata-mata memiliki tujuan untuk dalam memberikan setiap orang mengenai apa yang patut untuk bisa diterimanya maka ia tidak dapat untuk membentuk segala peraturan yang umum.

Tertib hukum yang tak mempunyai peraturan hukum, tertulis atau tak tertulis, tidak mungkin, kata Prof. Van Apeldoorn. Tidak adanya suatu peraturan yang umum, itu berarti adanya ketidak tentuan yang benar sungguh-sungguh mengenai apa yang telah disebut dengan adil atau tak adil. Dan adanya ketidaktentuan inilah yang akan selalu senantiasa menyebabkan seperti perselisihan antar setiap anggota masyarakat, jadi bisa saja itu menyebabkan kondisi yang tidak teratur.

Dengan demikian hukum mesti bisa menentukan peraturan yang umum, mesti mensamaratakan. Tetapi keadilan dalam melarang menyamaratakan; keadilan menuntut agar segala perkara mesti ditimbang dengan sendirinya.

Oleh karena itu terkadang pada pembentuk dalam undang-undang yang sebanyak mungkin mestilah memenuhi segala tuntutan tersebut dengan haruslah merumuskan segala peraturan yang sedemian rupa sehingga hakim bisa atau dapat diberikan kelonggaran yang secara luas didalam menjalankan segala aturan-aturan tersebut terhadap hal-hal yang sifatnya mengkhusus.

Dalam hukum ada dua teori berkaitann dengan tujuan hukum diantaranyaa yaitu teori utilities dan teori etis. Teori utilities, yang menganggap hukum dapatt memberikan manfaat kepada orang banyak dalamm masyarakat. Sedangkan Teori Etis memmiliki tolak ukur pada etika dimana isi hukum ditentukan oleh keyyakinan kita yang sesuai dengan nilai etis tentangg keadilan dan ketidakadilan. Dimana bertujuann untuk mencapai keadilan dan memberikannya kepadaa setiap anggota masyarakatt yang menjadi haknya.

Pada hakekatnya, tujuan hukum adalah manfaat dalam menyalurkan kebahagiaan atau kenikmatan yang besar bagi jumlah yang terbesar. Terkait dengan tujuan hukum maka ada beberapa pendapat para ahli mengenai tujuan hukum yaitu:

1. Tujuan hukum menurut Aristoteles (teori etis) adalah hanyalah sekedar untuk mencapai keadilan, yang berarti memberikan sebuah sesuatu kepada setiap orang yang sudah menjadi haknya. Dikatakan teori etis karena hukumnya berisi mengenai adanya kesadaran etis mengenai apa yang tidak adil dan apa yang adil.

2. Tujuan Hukum menurut Jeremy Bentham (teori utilitis ) adalah untuk dapat mencapai sebuah kemanfaatan. Berarti hukum mesti menjamin kebagiaan bagi banyak orang atau masyarakat.

3. Tujuan hukum menurut Geny (D.H.M. Meuvissen: 1994) untuk mencapai keadailan dan sebagai komponen keadilan untuk kepentingan daya guna dan kemanfaatan.

4. Tujuan hukum menurut Van Apeldor adalah untuk dapat mengatur segala pergaulan hidup yang ada dimasyarakat secara damai dengan cara melindungi segala kepentingan hukum manusia, semisal kemerdekaan jiwa, harta benda, dan kehormatan.

5. Tujuan hukum menurut Prof. Subekti S.H adalah untuk menyelenggarakan adanya sebuah ketertiban dan keadilan sebagai syarat untuk mendatangkan kebahagiaan dan kemakmuran.

6. Tujuan hukum menurut Purnadi dan Soerjono Soekanto adalah untuk dapat suatu mencapai kedamaian hidup manusia mencakup ketertiban eksternal antarpribadi dan ketenangan pada internal pribadi.

Baca juga:

  • Pengertian HAM dan Macam-Macam HAM menurut Ahli
  • Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli
  • Pengertian Kepemimpinan, Gaya dan Teori Kepemimpinan
  • Pengertian Manajemen dari Semua Ahli Manajemen
  • Pengertian Agama Menurut Para Ahli dan KBBI
  • Contoh teks eksposisi

Demikianlah informasi tentang pengertian hukum dan tujuan hukum yang lengkap| Mudah-mudahan informasi mengenai pengertian hukum dan tujuan hukum yang lengkap ini dapat memberikan manfaat dalam menambah wawasan tentang pengertian hukum dan tujuan hukum.

 
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *