Menu

55+ Contoh Surat Perjanjian (Doc): Jual Beli, utang, Sewa, Kontrak, Kerja dan Kesepakatan

Banyak orang kesulitan membuat surat perjanjian sehingga membutuhkan contoh yang benar. Hanya saja Banyak contoh surat perjanjian masih banyak yang salah di luar sana. Oleh karena itu, disini artikelsiana.com akan menyajikan informasi cara membuat surat perjanjian yang benar sesuai aturan penulisan surat.

Sebelum kita membahas cara membuat dan contoh surat perjanjian. Ada baiknya kita membahas tentang mengapa surat perjanjian itu dibuat dan apa manfaatnya? siapa yang membuat surat perjanjian? apakah dibutuhkan surat perjanjian utang,kerja, kesepakatan, sekolah dan lainnya?

Tentu saja tidak semuanya memahami mengapa surat perjanjian itu dibuat. Padahal surat tersebut sangat dibutuhkan untuk mengikat keputusan atas tercapainya kesepakatan dari keputusan tersebut. Sehingga secara umum, surat perjanjian selalu membutuhkan jaminan untuk memberikan sebuah kepastian.

Kemudian surat perjanjian ini mempunyai tujuan agar kedua belah pihak tidak ada merasa dirugikan. Perjanjian tersebut bisa kita lakukan secara lisan dan tertulis. Akan tetapi pada umumnya, orang-orang tidak menggunakan perjanjian secara lisan karena sangat lemah secara hukum. Sehingga jika terdapat beberapa permasalahan maka tentu saja terdapat pihak yang akan sulit untuk menghadirkan bukti yang benar.

Surat perjanjian ini berisi hak dan kewajiban dari pihak-pihak yang sudah melakukan kerjasama. Dengan hal ini akan semakin dapat memperkuat apa saja yang bisa dilakukan dan apa saja yang tidak dilakukan. Tidak hanya itu saja, pada saat melakukan pembuatan surat perjanjian mesti dibutuhkan orang lain menjadi saksi supaya dapat memperkuat perjanjian yang telah dibuat.

contoh surat perjanjian

Cara Membuat Surat Perjanjian dan Contoh Surat Perjanjian Singkat

Jenis-jenis Surat Perjanjian

Seperti yang sudah kita ketahui bersama jika jenis surat perjanjian memang tergolong cukup banyak. Akan tetapi jika kita klasifikasinya, maka surat perjanjian hanya memiliki 2 jenis. Yang pertama yaitu perjanjian autentik atau perjanjian yang mesti disaksikan oleh para pejabat pemerintahan yang terdapat di daerah tersebut.

jenis surat perjanjian

Yang kedua yaitu perjanjian di bawah tangan yang merupakan suatu perjanjian yang tak disaksikan oleh pejabat pemerintahan di daerah tersebut. Dari kedua jenis surat perjanjian tersebut bisa sah di mata hukum jika segala persyaratan yang sudah ada dalam perjanjian tersebut telah terpenuhi semuanya. Akan tetapi, kedua surat perjanjian tersebut juga bisa sah dan berlaku jika memang di buat tanpa adanya kehadiran pejabat pemerintah.

Agar pada saat melakukan pembuatan surat perjanjian dilakukan secara benar dan memiliki penguatan secara hukum maka para pembuat perjanjian tersebut mesti memperhatikan beberapa poin yang telah dicantumkan pada surat tersebut.

Misalnya saja, terdapat penulisan dari identitas kedua belah pihak itu wajib jelas dan lengkap tanpa adanya suatu kesalahan penulisan. Kemudian di awal pembuatan surat perjanjian mesti diberi pembukaan, penulisan yang ada pada perjanjian tersebut terdiri atas syarat, hak dan kewajiban yang berasal dari pihak 1 dan pihak 2 yang telah melakukan perjanjian. Pada penulisan surat perjanjian juga mesti disertakan dengan adanya tanggal, bulan, tahun dan juga waktu pembuatan surat perjanjiannya. Jika terdapat sengketa, maka wajib disebutkan waktu dari masa berlakuka pada surat perjanjian, wajib ada penanggungjawab dalam surat perjanjian tersebut.

Tidak hanya itu saja, pada akhir surat perjanjuan mesti diberikan penutup dan dibubuhi materai.

Kemudian, surat perjanjian yang akan dibuat oleh pihak-pihak tertentu tidak boleh ada unsur paksaan dari salah satu pihak manapun. Dibutuhkan juga tanda tangan dari kedua belah pihak yang telah membuat perjanjian dan saksinya agar menjadi tanda bahwa saat pembuatan surat perjanjian dari kedua belah pihak itu dilakukan dalam kondisi sadar dan tidak boleh ada tulisan yang memiliki makna ganda atau ambigu.

Pengertian Surat Perjanjian

pengertian surat perjanjian

Untuk sebagian orang, banyak yang sudah bertanya-tanya mengenai pengertian surat perjanjian. Bahkan hingga saat ini masih ada sebagian orang yang belum pernah melihat seperti apa penampilan surat perjanjian. Tapi anda jangan khawatir karena dalam penjelasan kali ini akan disajikan beberapa contoh surat perjanjian. Surat perjanjian adalah sebuah surat yang berisi tentang perjanjian atau kesepakatan dari kedua belah pihak tentang kewajiban dan hak dari masing-masing pihak yang bersifat untuk mengikat diri dari tindakan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

Fungsi Surat Perjanjian

fungsi surat perjanjian

Berdasarkan dari penjelasan diatas tentang pengertian surat perjanjian, maka surat perjanjian berfungsi menjadi bukti yang otentik bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sudah melakukan sebuah kesepakatan atau perjanjian. Selain itu, surat perjanjian ini juga bisa menjadi sebuah dasar dalam melakukan hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan dari pihak-pihak yang sudah membuat perjanjian. Sebuah surat perjanjian yang juga bisa kita jadikan suatu acuan, saat digunakan untuk menggugat pihak yang sudah melanggar kesepakatan yang telah dibuat pada surat perjanjian. Dan masih banyak lagi manfaat surat perjanjian seperti:

Isi dari surat perjanjian juga tidak boleh melanggar norma yang terdapat di masyarakat dan yang terakhir yaitu adanya fungsi dan manfaat dari surat perjanjian yang telah dibuat.

Jika surat perjanjian telah mencapai kesepakatan dari beberapa pihak, akan ada beberapa manfaat atau fungsi yang dirasakan seperti:

  • Dengan dibuatnya surat perjanjian ini akan dapat digunakan sebagai bahan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang mungkin saja akan terjadi
  • Dengan adanya sebuah kesepakatan dari dua belah pihak, maka pastinya tidak akan ada sebuah kesalahan dari satu pihak yang akan mendapatkan kerugian jika terjadi perselisihan
  • Akan semakin meminimalisir terjadinya sengketa dan perselisihan suatu hari nanti
  • Kedua belah pihak yang membuat surat perjanjian bisa mengetahui secara detail apa yang menjadi hak dan kewajibannya
  • Jika ada surat perjanjian, maka akan memperoleh rasa aman dari kedua belah pihak yang telah melakukan perjanjian

Surat perjanjian ini memang tergolong sangat banyak dan seringkali kita temukan di sekitar kita yaitu surat perjanjian menyewakan mobil, surat perjanjian kerja, surat perjanjian hutang piutang, surat perjanjian sewa rumah, surat perjanjian kerjasa sama dan masih banyak lagi yang lainnya.

Syarat Sah Surat Perjanjian

syarat sah surat perjanjian

Seperti yang telah dijelaskan diatas tentang pengertian surat perjanjian, sebuah surat perjanjian akan kita anggap sah kalau sudah memenuhi beberapa syarat tertentu. Berikut merupakan beberapa syarat supaya surat perjanjian bisa kita anggap sah.

– Sebuah surat perjanjian mesti ditulis diatas kertas segel atau bisa menggunakan sebuah kertas biasa yang sudah dilengkap dengan menggunakan materai.

– Pada pembuatan surat perjanjian ini mesti dilandasi dengan adanya rasa ikhlas, rela dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

– ISi dari sebuah surat perjanjian mesti dipahami secara betul-betul dari kedua belah pihak yang sudah melakukan perjanjian atau kesepakatan.

– Pihak-pihak yang sepakat dalam membuat sebuah perjanjian mesti sudah dewasa dan harus dalam kondisi waras dan sadar ketika membuat surat perjanjian.

– Isi dari surat perjanjian mesti jelas dan terperinci

– Isi surat perjanjian mesti tetap tunduk pada undang-undang dan norma-norma susila yang telah berlaku.

Ciri Ciri Surat Perjanjian

Untuk bisa kita membedakan antara surat perjanjian dan surat yang lainnya, surat perjanjian itu sendiri mempunyai karakteristik dan ciri-ciri tertentu. Seseorang bisa mengenali sebuah surat perjanjian dari karakteristiknya atau dari ciri-cirinya. Nah, berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri dari surat perjanjian

– Isi surat perjanjian pasti berdasarkan hukum, kesusilaan dan terikat dengan kepentingan ketertiban dan umum.

– Obyek surat perjanjian disebutkan secara jelas.

– Penulisan identitas dari pihak-pihak yang terkait ditulis dengan jelas dan lengkap.

– Terdapat beberapa saksi yang menyaksikan dan menandatangani surat perjanjian.

– Terdapat tanda tangan dan nama terang dari kedua belah pihak

– Pada hakekatnya isi dari surat perjanjian terdiri atas pasal-pasal dan juga ayat-ayat sehingga surat tersebut bisa dipahami oleh kedua belah pihak.

– Isi surat perjanjian mengenai penyelesaian jika terjadi persengketaan.

– Pada surat perjanjian terdapat penjelasan mengenai latar belakang dari kesepakatan (retical).

Contoh Surat Perjanjian

Tentu saja anda sudah memahamil betul jika anda ingin melakukan suatu kerjasama atau lain sebagainya akan sangat memerlukan yang namanya surat perjanjian. Akan tetapi, bagaimanacara untuk membuat surat perjanjian itu sendiri karena memang tidak mempunyai pengalaman dalam melakukan pembuatan surat perjanjian.

Untuk anda yang ingin membuat surat perjanjian tersebut maka di bawah ini terdapat beberapa surat perjanjian yang bisa kita tiru:

Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah atau kontrak rumah

Jenis surat perjanjian ini sangat dibutuhkan dan sering dibuat oleh orang orang yang ingin melakukan perjanjian sewa rumah atau kontrak rumah karena berbicara rumah itu sangat krusial sehingga dibutuhkan surat perjanjian. Dibutuhkan perjanjian yang mengikat secara jelas tentang penyewaan rumah atau kontrak rumah agar suatu hari nanti tidak terjadi permasalahan rumit terkait rumah.

Baca Juga  Contoh Proposal "PROJECT PROPOSAL NGABUBURIT, SAHUR ON THE ROAD DAN BAKTI SOSIAL

 

Surat Perjanjian Sewa Rumah

______________________________________________________________________________________________________________

Pada hari Kamis, 3 April 2019 yang bertanda tangan di  bawah ini menyatakan:

Bapak Hendra, selaku pemilik rumah sewa di Desa Glonggong RT 4 RW 2 Batu, Banten. Yang bertempat tinggal di Jalan. Imam Bonjol RT 5 RW 8, Batu.

Berikutnya disebut pihak pertama/pemilik rumah:

Bapak Andre, penyewa rumah di Desa Glonggong RT 3 RW 2 Batu, Banten, Yang bertempat tinggal di Desa Sukabumi RT 8 RW 6 Karang ploso, Banten.

Berikutnya disebut pihak kedua/yang mengontrak:

  • Pasal pertama

Pemilik sewa rumah telah memberikan ijin ke pihak penyewa untuk bisa menempati rumah Desa Batu RT 4 RW 2, Batu, Banten dengan kelengkapan sebagai berikut ini:

  1. …………………………………………………………
  2. ………………………………………………………..
  3. …………………………………………………………
  4. ……………………………………………………………
  5. ……………………………………………………………

Selama masa sewa yang berlaku 1 tahun, di mulai dari hari kamis, 22 Mei 2019 hingga dengan 22 Mei 2020. Dengan biaya sewa Rp.10.000.000 per tahun dan sudah di bayar di awal sebesar Rp. 6.000.000 dan sisanya di angsur selama bulan pertama dari sewa.

  • Pasal kedua

Seluruh biaya penggunaan listrik, selama disewakan kepada pihak penyewa, akan menjadi tanggung jawab dari pihak penyewa termasuk dari semua perabotan yang terdapat di rumah.

  • Pasal ketiga

Pihak penyewa tak boleh melakukan subkontral sewa rumah Desa Glonggong RT 4 RW 2, Batu, Banten kepada pihak yang lain.

  • Pasal ke empat

Pihak penyewa telah menyepakati untuk dapat menjaga kebersihan dan merawat rumah secara wajar.

  • Pasal ke lima

Adanya permasalahan yang nantinya bisa saja timbul akibat dari perjanjian mesti di selesaikan.

Perihal yang masih belum tertera di dalam surat perjanjian ini akan di tetapkan di kemudian hari nantinya dengan cara musyawarah bersama dari kedua belah pihak.

Dengan ini surat perjanjian sewa rumah Desa Glonggong RT 4 RW 2 Batu, Banten yang di sepakati pada hari kamis, 3 April 2019 dan

Demikian surat perjanjian kontrak rumah Desa Glonggong RT 02 RW XI Batu, banten ini disetujui pada hari Selasa, 05 April Agustus 2019 dan surat perjanjian ini rangkap 2 (dua) serta memiliki kekuatan hukum yang sah.

Batu, 3 Mei 2018

Pihak Pertama                                                                                                                    Pihak Kedua

(Dedi)                                                                                                                             (Drajat)

Saksi I                                                                                                                                     Saksi II

 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil

Diantara kita semua, pasti ada yang melakukan sewa mobil atau mempunyai jasa sewa mobil. Tentu saja dibutuhkan surat perjanjian sewa mobil yang bisa mengikat antara penyewa dan pemilik mobil karena mobil adalah barang yang mahal dan akan dititip secara sepenuhnya kepada penyewa maka dibutuhkan surat perjanjian yang mengikat diantara keduanya agar tidak ada yang dirugikan nantinya.

 

Surat Perjanjian Kerja

______________________________________________________________________________________________________________

Pada hari ini ………….. Tanggal …. , bulan……….., tahun ……………..
1. Nama : Nama lengkap anda
No. KTP : 934883929392392939239
Jabatan : Jabatan pekerjaan anda
Alamat : Alama tempat tinggal anda.
Telepon : Nomor telepon yang aktif
Faximile : nomor faximile jika ada.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ………………….., yang selanjut disebut sebagai pihak pertama

2. Nama : Nama lengkap pihak kedua
No. KTP : nomor ktp pihak kedua
Jabatan : Jabatan pihak kedua
Alamat : Alamat tempat tinggal pihak kedua
Telepon : Nomor telepon pihak kedua
Faximile : Nomor faximile jika ada.

Dengan hal tersebut bertindak untuk dan atas nama ……………, yang selanjutnya disebut pihak kedua.

Kedua belah pihak sudah sepakat untuk mengadakan suatu ikatan perjanjian kerja yang telah diatur dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:

Pasal I
Masa belaku perjanjian
Kedua belah pihak sudah sepakat bahwa masa perjanjian ini berlaku dari sejak ditandatangani hingga kedua belah pihak sudah menyelesaikan kewajibannya masing-masing

Pasal II

Jenis Pekerjaan

Dalam hal ini pihak pertama akan menunjuk pihak kedua menjadi pengisi acara bertajuk:

………………………

TTD

Pihak I

Pihak II

 

Saksi I

 

Saksi II

 

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang

Inilah jenis surat perjanjian yang sering dibuat oleh orang-orang karena menyangkut persoalan utang piutang. Surat perjanjian ini dibuat secara resmi dan mesti dibubuhi oleh materai karena terkait dengan utang piutang. Sehingga nantinya kedua belah pihak, tidak ada yang dirugikan. Namun, masih ada yang belum mengetahui cara membuat surat perjanjian utang piutang. Oleh karena itu anda bisa meniru contoh surat perjanjian utang piutang yang ada di bawah ini:

 

Surat Perjanjian Kerja

______________________________________________________________________________________________________________

Pada hari ini Senin, 03 April 2019 kami yang bertanda tangan di bawah ini sudah bersepakat melakukan Perjanjian Utang Piutang yaitu:
 
1. Nama         : Ahmad Nasrillah
    Umur         : 31 Tahun
    Pekerjaan  : PNS
    Alamat      : Jl. Mangga no.64 Banten
Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
 
2. Nama         : Ridwen Kemil Attarik
    Umur         : 25Tahun
    Pekerjaan  : Swasta
    Alamat      : Jl.Diponegoro no.21 Banten
 
Maka dengan adanya surat perjanjian ini masing-masing Kedua Belah Pihak sudah menyetujui beberapa ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tercantum di bawah ini:
  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.550.000.000,- (Lima Ratus lima puluh Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang mana status uang tunai tersebut adalah pinjaman atau hutang.
  2. PIHAK PERTAMA berkenan menyerahkan barang jaminan yaitu ……., yang nilainya barang tersebut setara dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA bersedia untuk mememenuhi janji akan melunaskan uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan kurun waktu selama 7 (Tujuh) bulan dihitung semenjak penanda tanganan Surat Perjanjian ini.
  4. Bilamana kedepannya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak bisa lagi melunasi hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA mempunyai hak penuh terhadap barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi ataupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini ditulis dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan setiap rangkap mempunyai kekuatan hukum yang setara, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari Pihak manapun di Surabaya pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.
Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam kondisi sehat jasmani dan rohani dan untuk dapat dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.
 
Banten, 03
 
Pihak Pertama                                                                                          Pihak Kedua
 
 
 
Ahmad Nasrillah                                                                             Ridwen Kemil Attarik
 
Sanksi
 
Sanksi I                                                                                                         Sanksi II
 
 
 
Hindra Susono                                                                                            Akmil Bachtiar

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Surat perjanjian adalah surat yang berisi mengenai pihak penjual yang wajib untuk menyerahkan sebuah barang kepada pihak pembeli. Nantinya pihak pembeli juga mesti wajib untuk menyerahkan sejumlah sebesar harga barangnya kepada pihak penjualnya. Objek perjanjian jual bisa dalam bentuk barang yang bisa kita pindah tempatkan maupun barang yang bisa bergerak. Selain daripada itu, objeknya juga bisa berupa sebuah barang yang tak bisa dipindah tempatkan maupun barang yang tak bisa bergerak contohnya rumah dan tanah. Surat perjanjian jual beli ini mempunyai tujuan tersendiri yaitu untuk dapat menjamin kepastian pembayaran sejumlah uang dan penyerahan sebuah barang. Nah, berikut ini contoh surat perjanjian jual beli.

 

Perjanjian Jual Beli Tanah

______________________________________________________________________________________________________________

Saya Yang Bertanda Tangan Di Bawah Ini

Nama                     : Sepriyadi, SH

Tempat, Tanggal : Temunggung, 21 Mei 1960

Alamat                  : Jampirijo Timur No. 375 Temanggung

Pekerjaan             : Swasta

Yang nantinya dalam surat perjanjian jual beli tanah ini disebut sebagai penjual

Nama                                       : Bambing

Tempat, Tanggal Lahir        : Temunggung, 14 Januari 1974

  Contoh Surat Izin

Alamat                                    : Jampiroso Selatan No. 422 Temunggung

Pekerjaan                               : Swasta

Untuk selanjutnya disebut sebagai pihak pembeli

Dari kedua belah pihak tersebut sudah melakukan kesepakatan untuk melakukan jual beli sebidang tanah dengan luas 640 m2 atas nama Sepriyadi, SH. Adapun batas-batas tanah yaitu sebagai berikut:

1. Sebelah barat dan utara berbatasan dengan tanah milik dari Ibu Sri Rejeki.

2. Sebelah selatan dan timur berbatasan dengan tanah milik dari Bapak Gunawan.

3. Perjanjian ini dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

Pasal 1

Pihak Penjual menjaminkan bahwa sebidang tanah tersebut merupakan milik dari pihak penjual dan tidak sedang disewakan kepada pihak manapun.

Pasal 2

Dari kedua belah pihak melakukan jual beli sebidang tanah dengan harga Rp 460.000.000,- , untuk pembayaran akan dilakukan secara tunai dan tidak melalui perantara.

Pasal 3

Pihak penjual akan menyerahkan sebidang tanah tersebut kepada pihak pembeli dan kelengkapannya pada tanggal 10 Desember 2018.

Pasal 4

Untuk biaya pengalihan sepenuhnya akan dilimpahkan kepada pihak pembeli.

Pasal 5

Pihak pembeli wajib membayarkan pajak jika terjadi pengalihan hak atas jual beli sebidang tanah.

Pasal 6

Hal-hal lain yang belum tercantum ke dalam surat perjanjian jual beli ini bisadiselesaikan dengan cara kekeluargaan atau dapat dirundingkan dengan musyawarah dari kedua belah pihak.

Pasal 7

Jika terjadi selisih paham antara kedua belah pihak maka akan diselesaikan secara hukum.

Demikian surat perjanjian jual beli ini dibuat berdasarkan kesepakatan dan persetujuan jual beli dari kedua belah pihak.

Temanggung, 16 November 2018

Pihak Penjual

(Tanda Tangan dan Materai)

Supriyadi, SH

Pihak Pembeli

(Tanda Tangan dan Materai)

Bambang

 

Saksi

(Slamet)

 

Baca Juga  Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Motor

Jual beli motor sering terjadi di masyarakat dan seringkali juga menemui masalah sehingga tentu saja merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, dengan adanya surat perjanjian jual beli motor maka masalah tersebut bisa diminimalisir. Hanya saja diantara kita masih ada yang belum mengetahui bagaimana cara membuat surat perjanjian jual beli motor. Nah, bagi anda yang ingin membuatnya maka silahkan anda meniru contoh surat perjanjian jual beli motor di bawah ini:

 

Surat Perjanjian Jual Beli Motor

______________________________________________________________________________________________________________

Pada tanggal 23 Agustus 2018 telah terjadi kesepakatan antara PIHAK PERTAMA sebagai pemilik atau penjual 2 unit Honda Supra 125 tahun 2015 dan PIHAK KEDUA sebagai pembeli dan penerima kuasa.

Yang bertanda tangan dibawah ini

Nama                              : Putra Hapsari

Tempat, tanggal lahir  : Temanggung, 14 Juni 1991

Alamat                            : Merdisari 02/04 Kertosari Temanggung

Pekerjaan                       : Swasta

Selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Nama                              : Dien Astuti

Tempat, tanggal lahir  : Magelang, 20 September 1993

Alamat                            : Jl. Kartoni No. 31 Temanggung

Pekerjaan                       : Swasta

Selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA melakukan sebuah perjanjian dengan PIHAK KEDUA, bahwa PIHAK PERTAMA telah menjual 2 unit Honda Supra 125 tahun 2015 dengan plat nomor AA2673SE kepada PIHAK KEDUA. Sesuai dengan kesepakatan bersama bahwa pada motor tersebut akan dijual dengan harga Rp 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah), dengan uang tunai sebesar Rp 6.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).

Sisa pembayaran nantinya akan melanjutkan angsuran di Adira Finance dengan nomor kwitansi KW13345 09 988 8743 dan nomor PK 320322090236. Sebanyak 13 kali angsuran, jumlah per angsuran  sebesar Rp 140.000,- (Seratus Empat Puluh Ribu Rupiah) per bulan. Dengan asumsi PIHAK PERTAMA sudah tidak memiliki kewajiban untuk mengangsur motor dan sudah tidak memiliki hak milik atas motor tersebut.

Demikian surat perjanjian jual beli motor ini dibuat dengan kesadaran dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Temanggung, 23 Agustus 2017

Pihak Pertama                                                      Pihak Kedua

(tanda tangan dan materai)                            (tanda tangan dan materai)

Putra Hapsari                                         Dien Astuti

Saksi

(Muklis)

Surat Perjanjian Sewa Beli Tanah

 

Surat Perjanjian Sewa Beli tanah

______________________________________________________________________________________________________________

Surat perjanjian ini dibuat pada tanggal 03 April 2019, antara

Nama                              : Supriaanto

Tempat, tanggal lahir  : Temanggung, 20 Agustus 1960

Alamat                            : Jampirejo Timur 04/05 Temanggung

Pekerjaan                       : Swasta

Yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama                              : Praweto

Tempat, tanggal lahir  : Temanggung, 19 Juni 1968

Alamat                            : Bebengan 04/05 Kertosari Temanggung

Pekerjaan                       : Swasta

Yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Kedua belah pihak yang bertindak masing-masing dalam kedudukannya tersebut akan menerangkan bahwa

PIHAK PERTAMA adalah pemilik atau yang berhak atas tanah seluas 640 m2 atas nama Supriyanto dengan sertifikat hak milik nomor 64813566 yang berlokasi di Jampirejo Timur 05/05 Temanggung.

PIHAK PERTAMA hendak menjual sebidang tanah tersebut kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA hendak membeli sebidang tanah tersebut secara kredit.

Kedua belah pihak bersepakat untuk membuat perjanjian sewa beli sebidang tanah dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut

PASAL 1

HARGA

Sewa beli sebidang tanah tersebut ditetapkan dengan harga sebesar Rp 90.000.000,- (Delapan Puluh Juta Rupiah).

PASAL 2

CARA PEMBAYARAN

Pembayaran sebidang tanah tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Pembayaran uang muka adalah sebesar Rp 50.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) yang akan dibayarkan oleh PIHAK KEDUA pada saat penandatanganan surat perjanjian sewa beli ini, dan surat perjanjian ini sebagai tanda terima yang sah.
  2. Sisa pembayaran yang belum dibayarkan oleh PIHAK KEDUA akan dianggap sebagai hutang dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA. Pembayaran sisa akan dijalankan oleh PIHAK KEDUA dengan cara angsuran 1 kali setiap bulan sebesar Rp 5.000.000,- (Empat Juta Rupiah). Pembayaran angsuran ini terhitung mulai 1 bulan sejak ditandatanganinya surat perjanjian ini.
  3. Pembayaran angsuran dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 30 setiap bulannya kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 3

BUKTI PEMBAYARAN

  1. PIHAK PERTAMA akan memberikan sebuah kwitansi untuk setiap pembayaran angsuran. Pembayaran akan dianggap sah, jika pada PIHAK KEDUA telah menerima sebuah kwitansi resmi.
  2. Salinan dan bukti kwitansi resmi adalah bukti yang sama dengan sebuah kwitansi yang dikeluarkan dari PIHAK PERTAMA dengan tanda tangan asli dari PIHAK PERTAMA.
  3. Pembayaran angsuran setiap bulan tanpa kwitansi yang sah akan dianggap tak berlaku dan risiko yang muncul akan menjadi tanggung jawab dari PIHAK KEDUA.
  

PASAL 4

JANGKA WAKTU PEMBAYARAN

Untuk jangka waktu pembayaran angsuran akan ditentukan selama 10 bulan, sejak saat penandatanganan surat perjanjian ini, yaitu tanggal 03 April 2018 sampai tanggal 03 Januari 2019 atau hingga pelunasan angsuran berakhir.

PASAL 5

DENDA

Jika PIHAK KEDUA tidak melakukan pembayaran angsuran pada tanggal yang sudah ditentukan, maka sesegera mungkin PIHAK KEDUA mesti melakukan pembayaran dan oleh sebab itu maka PIHAK KEDUA akan dikenai denda sebesar 6% per hari dari besarnya angsuran pembayaran yang belum dibayarkan kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 6

PEMBATALAN

  1. Jika pembayaran angsuran tidak dibayarkan oleh PIHAK KEDUA secara berturut-turut selama 3 bulan, maka PIHAK KEDUA telah dianggap lalai.
  2. Keadaan lalai tersebut menyebabkan perjanjian atau kesepakatan ini batal dengan sendirinya.
  3. Dalam hal pembatalan perjanjian atau kesepakatan ini, maka seluruh pembayaran yang telah dibayarkan oleh PIHAK KEDUA akan dikembalikan secara penuh oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 7

KEPEMILIKAN

  1. Hak kepemilikan atas sebidang tanah tersebut merupakan hak PIHAK PERTAMA selama proses pembayaran belum lunas.
  2. PIHAK KEDUA diperbolehkan untuk menggunakan sebidang tanah tersebut, termasuk mendirikan sebuah bangunan seperti rumah atau hal yang dikehendaki oleh PIHAK KEDUA selama proses pembayaran belum lunas dan atas persetujuan dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 8

LARANGAN-LARANGAN

Kedua belah pihak dilarang untuk menggadaikan, mengoperkan, memindahtangankan atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk memindahtangankan hak milik atas sebidang tanah tersebut kepada pihak-pihak lain selama proses pembayaran belum lunas.

PASAL 9

PENYERAHAN

  1. PIHAK PERTAMA akan menyerahkan hak milik sebidang tanah tersebut kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 7 hari setelah proses pembayaran angsuran telah lunas.
  2. PIHAK PERTAMA akan memberikan seluruh kekuasaan kepada PIHAK KEDUA dalam hal balik nama atas kepemilikan sebidang tanah tersebut.

PASAL 10

BIAYA-BIAYA

  1. Biaya pembuatan sertifikat atas sebidang tanah tersebut pada sebuah instansi yang berwenang dan biaya yang berhubungan dengan pemindahan serta penyerahan hak sebidang tanah tersebut, agar nantinya hak milik menjadi atas nama PIHAK KEDUA.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia membayar segala macam jenis pajak, pungutan serta iuran yang berhubungan dengan sebidang tanah tersebut sebelum diserahkan kepada PIHAK KEDUA.
  3. Setelah sebidang tanah tersebut diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, maka pajak, pungutan dan iuran akan menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.

PASAL 11

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Kedua belah pihak telah bersepakat dalam menyelesaikan perselisihan tersebut melalui cara musyawarah mufakat. Bilamana dalam musyawarah tersebut tidak dapat menyelesaikan sebuah perselisihan, maka kedua belah pihak telah sepakat akan memakai jalur hukum dalam menyelesaikan perselisihan.

Demikian surat perjanjian ini dibuat berdasarkan rasa ikhlas dan tanpa paksaan dari pihak manapun dan harus dipatuhi serta dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Surat perjanjian ini dibuat rangkap3 asli dan masing-masing surat memiliki bunyi yang sama, bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama.

Pihak Pertama

(tanda tangan dan materai)

Supayanto

Pihak Kedua

(tanda tangan dan materai)

Praweto

Saksi

Nuraini

Surat Perjanjian Sewa Mobil Bulanan

Baca Juga  CONTOH PROPOSAL "PERKEMAHAN PENGGALANG DALAM RANGKA PELATIHAN DAN EVALUASI DALAM KENAIKAN TINGKAT SELANJUTNYA SERTA MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH"

 

Surat Perjanjian Sewa Beli tanah

______________________________________________________________________________________________________________

Pada hari ini, Selasa tanggal 12 (Dua Belas) bulan Oktober tahun 2018 (Dua Ribu Tujuh Belas) , yang bertanda tangan di bawah ini

Nama                              : Ane Astuti

Tempat, tanggal lahir  : Teminggung, 24 November 1980

Alamat                            : Jl. Pahlawan No. 100 B Teminggung

Pekerjaan                       : Direktur CV. Maju Mekmur (Penyedia Jasa Sewa Mobil)

Dalam kesepakatan ini bertindak untuk CV. Maju Mekmur yang berlokasi di Jl. Pahlawan No. 100 B Temanggung dan selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama                             : Liles Anjani

Tempat, tanggal lahir : Temenggung, 16 Juli 1991

Alamat                           : Walitelen Utara 02/05 Temenggung

Pekerjaan                      : Karyawan

Dalam perjanjian ini bertindak untuk diri pribadi, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak dengan ini menjelaskan bahwa PIHAK PERTAMA selaku pemilik kendaraan sudahbersedia untuk menyewakan kendaraannya kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA bersedia untuk menyewa kendaraan dari PIHAK PERTAMA berupa :

  1. Jenis Kendaraan : Mobil
  2. Merk : Suzuki
  3. Tahun Pembuatan : 2014
  4. Nomor Polisi : AA 9646 SN
  5. Nomor STNK : 0695664/NG/2017
  6. Nomor Rangka : NHTRSD86D1H512986
  7. Nomor Mesin : R463998
  8. Warna : Hitam
  9. Kondisi : Baik

Untuk selanjutnya disebut KENDARAAN.

Selanjutnya kedua belah pihak menyetujui bahwa kesepakatan atau perjanjian sewa KENDARAAN bulanan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berlaku dari sejak tanggal surat perjanjian ini ditandatangani. Surat perjanjian ini berisikan tentang syarat dan ketentuan yang diatur dalam 10 pasal yaitu sebagai berikut

PASAL 1

MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN SEWA

Ayat 1

Sewa menyewa KENDARAAN ini berlaku selama 7 bulan, terhitung sejak tanggal 12 Oktober 2018 dan berakhir tanggal 13 Mei 2019.

Ayat 2

Setelah jangka waktu tersebut telah usai, maka penyewaan KENDARAAN bisa diperpanjang untuk jangka waktu yang akan ditentukan, tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang akan ditentukan dalam surat perjanjian sewa.

PASAL 2

HARGA SEWA

Ayat 1

Harga sewa dari KENDARAAN tersebut adalah sebesar Rp 6.000.000,- (Lima Juta Rupiah) per bulan. Sehingga untuk keseluruhan waktu penyewaan KENDARAAN sebesar Rp 35.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah). Keseluruhan biaya sewa akan dibayarkan oleh PIHAK KEDUA setiap bulannya sejak ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Ayat 2

Surat perjanjian ini berlaku sebagai sebuah tanda bukti pelunasan yang sah.

PASAL 3

JAMINAN

Ayat 1

PIHAK KEDUA memberikan sebuah jaminan kepada PIHAK PERTAMA berupa uang sejumlah Rp 15.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Ayat 2

Uang tersebut nantinya akan dikembalikan jika PIHAK KEDUA telah mengembalikan KENDARAAN kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 4

PENYERAHAN KENDARAAN

Ayat 1

PIHAK PERTAMA menyerahkan sebuah KENDARAAN serta STNK (Surat Tanda Nomor Kndaraan) kepada PIHAK KEDUA setelah penandatanganan surat perjanjian ini.

Ayat 2

Dalam penyewaan KENDARAAN ini, PIHAK KEDUA tak membutuhkan jasa sopir dari PIHAK PERTAMA.

Ayat 3

PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kembali KENDARAAN tersebut dalam keadaan jalan, terawat, baik dan lengkap kepada PIHAK PERTAMA setelah perjanjian ini berakhir.

PASAL 5

KETERLAMBATAN PENYERAHAN KENDARAAN

Apabila PIHAK KEDUA terlambat dalam pengembalian KENDARAAN selama jangka waktu 4 hari terhitung dari sejak perjanjian ini berakhir, PIHAK KEDUA dinyatakan sudah melakukan sebuah pelanggaran tindak pidana sesuai dengan pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

  Contoh Surat Pribadi

PASAL 6

HAK DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK KEDUA

Ayat 1

PIHAK KEDUA berhak untuk menggunakan KENDARAAN tersebut selama perjanjian ini masih berlaku.

Ayat 2

Karena Kendaraan telah disewa oleh PIHAK KEDUA maka PIHAK KEDUA bertanggung jawab penuh untuk dapat menjaga serta merawat KENDARAAN tersebut dengan sebaik-baiknya atas biaya PIHAK KEDUA.

PASAL 7

KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

Ayat 1

Apabila terjadi kerusakan pada KENDARAAN maka PIHAK KEDUA diharuskan untuk dapat memperbaikinya serta wajib mengganti spare part KENDARAAN yang rusak akibat pemakaian, biaya perbaikan tersebut secara sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

Ayat 2

PIHAK KEDUA dapat dibebaskan dari ganti rugi dari PIHAK PERTAMA akibat kerusakan pada KENDARAAN yang disebabkan oleh Force Majeure. Force Majeure adalah  bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tsunami, angin topan, petir, tanah longsor serta kebakaran yang diakibatkan oleh adanya faktor eksternal yang mengganggu perjanjian ini.

Ayat 3

Apabila KENDARAAN tersebut hilang karena kelalaian dari PIHAK KEDUA, maka PIHAK KEDUA harus mengganti dengan KENDARAAN yang sama serta kondisi KENDARAAN yang sebanding dengan KENDARAAN yang disewa oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 8

LAIN-LAIN

Jika terdapat hal-hal yang belum tercantum dalam surat perjanjian ini, maka akan dibicarakan secara kekeluargaan atau musyawarah antara kedua belah pihak.

Pasal 9

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak yang tidak dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan atau musyawarah, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan secara hukum dan kedua belah pihak telah setuju dan sepakat untuk memilih tempat tinggal yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri Temanggung.

PASAL 10

PENUTUP

Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 dan dilengkapi dengan materai secukupnya yang memiliki kekuatan hukum sama dimana masing-masing dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Surat perjanjian ini berlaku sejak ditandatanganinya surat ini oleh kedua belah pihak.

Temanggung, 12 Oktober 2017

Pihak Pertama

(Materai)

Ane Astuti

Pihak Pertama

(Materai)

Liles Anjani

Demikianlah informasi tentang contoh surat perjanjian lengkap berupa utang piutang, sewa, jual beli, kontrak, kerja dan kesepakatan. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *