Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

10 Hikmah Keutamaan Ibadah Puasa Ramadhan

10 Hikmah Keutamaan Ibadah Puasa Ramadhan – Hikmah disyariatkan puasa adalah sangat besar pengaruhnya bagi orang-orang yang puasanya didasari dengan penuh iman dan mengharap keridhaan Allah SWT.

Ibadah puasa ramadhan adalah wajib hukumnya di dalam Islam selain dari puasa nazar, dan kafarat. Selain itu, terdapat puasa sunnah yang terdiri dari: puasa Senin Kamis, Muharam, Syawal, Arafah, dan sebagainya.

Sebelum membahas terlalu jauh, jika melihat pengertian Puasa berdasarkan dari bahasa, puasa adalah menahan diri. Sedangkan apabila merujuk dari sisi syara’, pengertian puasa adalah menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari yang disertai dengan niat.

Ibadah puasa mempunyai hikmah dan keutamaan yang sangat mengagumkan bagi setiap manusia terutama umat Islam. Bukan cuma itu saja, sebenarnya ibadah puasa telah diwajibkan selain pada umat Nabi Muhammad, artinya adalah puasa sudah dilakukan oleh umat-umat terdahulu.

Sehingga kewajiban puasa sudah dilakukan sejak dulu, jika demikian lantas apa yang menjadi keunggulan atau keutamaan dari puasa itu sendiri, yang menjadikannya istimewa dan membuat puasa ada dan dilakukan hingga sekarang ini.

Ada banyak pendekatan yang dapat ditarik untuk melihat manfaat dan keutamaan puasa terutama puasa ramadhan, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, budaya dan apalagi jika berbicara mengenai kesehatan.

Inilah yang menjdi keistimewaan puasa, sehingga orang terdahulupun mempunyai tuntunan untuk menjalankan ibadah puasa. Katakan saja, “puasa sudah dikenal sejak zaman bangsa Mesir Kuno dan selanjuntnya kemudian meluas hingga ke Yunani dan Romawi.

Bahkan tidak hanya dalam kitab suci umat Islam yakni Al-Qur’an. Menjalankan ibadah puasa juga disebutkan dalam Taurat. Dalam taurat, menjalankan ibadah puasa sangat dipuji, hanya saja tidak disebut wajibnya puasa.

Nabi Musa sendiri melaksanakan puasa selama 40 hari. Sedangkan kitab injil juga tidak ada bagian yang menyebutkan wajibnya puasa. Akan tetapi, disebutkan bahwa puasa ialah salah satu jenis ibadah yang sangat terpuji (Amad Mustafa Al-Maraghi, 1984:124).

Allah mengabarkan kepada umat Muhammad, bahwa puasa itu juga telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu, agar kamu dapat bertakwa.

Demikian ini bertujuan untuk memotivasi dan menghibur hati umat manusia sekarang ini. Hal itu untuk mengetahui bahwa puasa telah diwajibkan kepada umat-umat selain mereka, niscaya puasa itu akan terasa ringan bagi mereka.

Puasa terutama puasa ramadhan ialah salah satu cara untuk mendidik, memotivasi, dan menghibur umat manusia yang berpuasa. Tujuan berpuasa Ramadhan adalah untuk mendapatkan derajat takwa kepada Allah.

Demikian ini bukan tanpa dasar hukum, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS.Al Baqarah:183).

Hikmah puasa ramadhan yaitu untuk menjadikan hamba meraih derajat takwa. Dengan berpuasa ramadhan bertujuan untuk meraih derajat yang mulia, sebabnya dalam ibadah puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya.

Bentuk takwa dalam puasa terutama puasa ramadhan bisa diamati dalam macam-macam hal, yaitu: Pertama, orang berpuasa akan meninggalkan apapun yang dilarang oleh Allah SWT, ketika itu, yaitu meninggalkan makan, minum, berkumpul suami-istri, dan sebagainya.

Sebenarnya, hatinya ingin melakukannya. Semua ini halal dilakukan pada siang hari, tetapi wajib untuk ditinggalkan. Sebab puasa pada intinya adalah sikap untuk menahan diri dan tujuan ini dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT.

Kedua, orang berpuasa sebenarnya mampu melakukan kesenangan-kesenangan duniawi yang ada. Akan tetapi seseorang sadar bahwa Allah selalu mengawasi diri-nya sebagai bentuk latihan spritual dan emosional.

Ini merupakan salah bentuk sikap takwa, yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah. Ketiga, apabila berpuasa, seluruh orang bersemangat untuk menjalan macam-macam aktivitas dan amalan-amalan ibadah sebagai bentuk ketaatan dan ketaatan merupakan jalan menuju untuk menambah dan mencapai ketakwaan kepada sang pemilik dari segala pemilik.

Baca Juga  Arti Syafakillah dan Jawaban: Penjelasan Menurut Ulama dan Hadits

Hikmah dan Keutamaan Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan

Inilah sebagian di antara bentuk takwa dalam amalan-amalan puasa ramadhan. Hikmah, tujuan dan Manfaat Puasa adalah agar manusia menjadi insan yang bertakwa. Maka dalam menjalankan ibadah puasa, manusia diperintahkan untuk meninggalkan keinginan yang mudah didapatkan dan halal.

Terdapat banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan dan menganjurkan untuk berpuasa sebab dengan puasa terutama puasa ramadhan merupakan sarana bertaqarrub atau diartikan mendekatkan diri kepada Allah.

Hal itu tidak lain disebabkan hikmah dan keutamaan yang didapatkan oleh ummatnya sebagaimana dalam firman Allah yang berarti “Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al baqarah:184).

Sedangkan firman Allah SWT dalam kitab suci Al-Qur’an pada surah Al-Ahzab ayat 35 berbunyi:

Artinya: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(QS. Al Ahzab:35).

Dengan melihat ayat ini secara jelas bahwa seluruh umatnya baik itu laki-laki dan juga perempuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan taat, sabar, khusyuk, bersedekah, berpuasa, memelihara kehormatan, dan memohon ampun dan pahala yang besar.

Dalam ayat itu juga diterangkan untuk berpuasa. Sedangkan lebih terperinci, terdapat banyak hadit-hadits shahih dimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah menjelaskan tentang hikmah dan keutamaan-keutamaan puasa terutama puasa ramadhan. Adapun macam-macam hikmah dan keutamaan puasa ramadhan ialah: 

1. Puasa adalah Perisai atau Pelindung

Maksud dari hal ini, sebagaimana diterangkan diatas bahwa puasa adalah menahan segala bentuk apapun yang dapat menimbulkan nafsu. Keharusan ini mendorong seluruh umat Islam untuk menjaga diri yang membuatnya puasa sebagai pelindung.

Demikian ini juga memiliki dasar hukum atau dalil yang diterangkan dalam Hadits HR. Bukhari dan Muslim dimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Artinya: “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa diantara kamu telah mampu baa’ah (mampu menikah dengan berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah, hendaklah berpuasa karena puasa merupakan pelemah syahwat baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya: “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa diantara kamu telah mampu baa’ah (mampu menikah dengan berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah, hendaklah berpuasa karena puasa merupakan pelemah syahwat baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, dalam hadits shahih yang diriwayatkan Ahmad dimana Muhammad SAW telah menjelaskan bahwa puasa adalah benteng dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka. Bersabda Muhammad SAW : “Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka.”

2. Masuk ke Dalam Surga

Keutamaan dan hikmah yang didapatkan saat menjalankan puasa terutama puasa ramadhan, dimana kita dapat masuk ke dalam surga memiliki dasar hukum yang dijelaskan dalam hadits shahih oleh Abu Umammah radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkan padaku amalan yang bisa memasukkanku ke surga.” Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab: “Hendaklah kamu berpuasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu.” (HR. An- Nasa’i, Ibnu Hibban, Al Hakim, dg sanad yg shahih)

3. Bau Mulut Lebih Wangi

Dalam hal ini terdapat hikmah tersendiri yang didapatkan oleh kalangan muslim, sebab dengan berpuasa bukan berarti bau mulut tidak baik dan merasa minder, melainkan apabila anda berpuasa terutama pada bulan suci ramadhan, bau mulut lebih wangi disisi Allah SWT.

Berkenaan dengan ini, terdapat landasan berupa hadits shahih yang dapat diketahui Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:“Allah berfirman:’Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa (yakni baginya pahala terbatas, kecuali puasa karena pahalanya tidak terbatas), karena puasa itu untuk Aku dan Aku akan membalasnya’. Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kamu sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, ucapkanlah :”Aku sedang berpuasa”, demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak misk (parfum yang wangi). Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka dia bergembira dan jika bertemu Rabbnya dia bergembira karena puasa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari, Muslim, ini lafadz Bukhari).

4. Sebagai Pertolongan

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Puasa dan Al Qur’an akan memberikan syafa’at kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata: “Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat, berilah dia syafaat karenaku, dan Al Qur’an pun berkata: “Aku telah menghalanginya dari tidur di malan hari, berilah dia syafaat karenaku.” Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Maka keduanya memberi syafaat.” (HR. Ahmad, Al Hakim, Abu Nu’aim)

5. Sebagai Kafarat

Puasa terutama puasa ramadhan merupakan kafarat dalam artian adalah tebusan atas kesalahan atau kekurangan. Sebagai suatu keistimewaan puasa, yang tidak ada dalam amalan lain, sehingga bagi kita semua yang mengetahui bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan keburukan telah semestinya untuk memanfaatkan hikmah yang terkandung dalam puasa terutama puasa ramadhan.

Baca Juga  Pengertian Syiah: Apa itu Definisi Syiah?

6. Turunnya Al Qur’an

Sebagai keistimewaan terbesar, Allah SWT menurunkan kitab-nya yang berlaku sepanjang zaman untuk dipergunakan sebaik-baiknya oleh seluruh umat manusia dalam menyusuri kehidupan didunia ini.

Dengan Al-Qur’an adalah keistimwaan sebagai hidayah bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk, diturunkan pada malam Lailatul Qadr, satu malam pada bulan Ramadhan. Allah Ta’ala berfirman:

Artinya: “Bulan Ramadhan itulah bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia, dan menjadi keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan membedakan antara yang haq dan yang bathil. Maka barang siapa di antar kamu melihat bulan itu hendaklah ia berpuasa.” (QS. Al-Baqarah:185). 

7.  Syaitan Dibelenggu, Neraka Ditutup dan Pintu Surga Dibuka

Penjelasan ini memiliki dasar hukum yang kuat sebagaimana dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim dimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Apabila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga (dalam riwayat lain, dibukalah pintu-pintu rahmat), dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah syaitan-syaitan”.

Semua itu telah sempurna semenjak malam pertama bulan Ramadhan yang diberkahi, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Apabila telah datang malam pertama bulan Ramadhan, diikatlah syaitan-syaitan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga tidak ada satu pun yang tertutup, dan menyerulah seorang penyeru: “Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah.” Dan Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi setiap malam” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah. Sanad ini hasan)

8. Malam Lailatul Qadr

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa salah satu malam yang membuat orang menanti-nanti, adalah malam lailatul Qadr, ada banyak hikmah dan keutamaan yang terkandung didalamnya. Dasar hukum yang dapat dilihat adalah firman Allah dalam Al-Qadr ayat 3 yang artinya “Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadr:3). Hal ini akan dijelaskan secara rinci dalam pembahasan malam Lailatul Qadr, Insya Allah.

Secara sederhana, hikmah dan keutamaan yang didapatkan dalam ibadah puasa ramadhan adalah melatih diri. Ada banyak point-point sederhana yang didapatkan dalam melatih diri diantaranya:

  1. Mendekatkan diri kepada Allah, untuk menggapai takwa.
  2. Keutamaan dalam menjalankan ibadah puasa adalah kita berusaha untuk mengendalikan hawa nafsu agar  terhindar dari berbagai keinginan, fokus untuk menjalan amalan-amalan ibadah.
  3. Dengan berpuasa ramadhan, keutamaan yang dapat kita dapatkan adalah membiasakan hidup teratur dalam kehidupan.
  4. Disiplin waktu, maksud dari hal ini untuk orang yang menjalankan puasa lebih kreatif mengatur waktu agar tetap fit dan kuat dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.
  5. Melatih kasih sayang, dimaksudkan untuk melatih sikap orang yang menjalankan puasa selalu berinfak dan bershadaqah.
  6. Persamaan dalam melaksakan ibadah puasa baik miskin maupun kaya;antara rakyat dan raja tidak terdapat perbedaan, artinya semuanya sama-sama diwajibkan menjalankan puasa.
  7. Hikmah puasa ramadhan yang tidak kita sadari adalah berproses untuk mendesain ulang segala bentuk karakter dan akhlak untuk lebih baik dan mulia.
  8. Dengan puasa ramadhan, kita semua secara tidak langsung mendapatkan manfaat dan hikmah dengan melatih kecerdasan emosional, spiritual.
Baca Juga  Ramadhan, Bulan "Penghapus Dosa"

Keutamaan Puasa Ramadhan dalam Kesehatan Manusia

Diketahui bahwa puasa adalah untuk menahan lapar dan haus, apalagi dengan kondisi geografis yang dimana pada siang hari terdapat panas terik yang butuh banyak perjuangan. Akan tetapi apabila puasa didasari dengan iman dan keikhlasan untuk ibadah, rasanya rasa lapar dan haus itu tak berarti apa-apa.

Ketika menyadari bahwa puasa ternyata ialah membawa begitu banyak hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya manfaat kesehatan. Penelitian ini menggambarkan bahwa puasa baik untuk dilakukan oleh orang yang memiliki kadar kolesterol di dalam darahnya tinggi.

Bukan rahasia lagi, kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang dapat mngakibatkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Ketika demikian ini pada terjadi otak, maka dapat menyebabkan terjadinya penyakit berupa stroke, dan apabila itu terjadi pada daerah jantung, maka dapat menimbulkan penyakit yang paling ganas yaitu penyakit jantung.

Berdasarkan hasil penelitian pula diketahui, puasa dapat meningkatkan kolesterol ‘baik’ (HDL) sebanyak 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol ‘jahat’ (LDL).

Puasa dapat mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Tahukah Anda, radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel.

Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas.

Bagi orang yang sehat, puasa juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2. Ini karena saat puasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang.

Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2.

Selain itu, sebagaimana yang dijelaskan oleh dokter Probosuseno SpPD, spesialis penyakit di RS Dr Sardjito yang bertempat Yogyakarta, terdapat manfaat dan keistimewaan puasa terutama puasa ramadhan dalam bidang kesehatan:

  1. Mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh.
  2. Puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.
  3. Membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun.
  4. Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa.
  5. Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik.

Demikianlah informasi mengenai 10 Hikmah Keutamaan Ibadah Puasa Ramadhan. Semoga informasi ini dapat menambah pemahaman kita untuk terus berubah dan melatih diri agar menjadi lebih baik dan dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *