Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Wireless: Pengertian, Sejarah Wireless, Fungsi & Cara Kerja Wireless

Wireless: Pengertian, Sejarah Wireless, Fungsi & Cara Kerja Wireless– Secara umum, pengertian Wireless atau Wireless network adalah kumpulan komputer yang terhubung antara satu lain yang membentuk jaringan komputer dengan menggunakan media udara atau gelombang sebagai jalur lintas datanya.

Atau secara sederhana, pengertian wireless yang biasanya diistilahkan adalah “tanpa kabel“, dalam hal ini adalah dengan melakukan hubungan sebuah telekomunikasi dengan memakai gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel.

Pada dasarnya Wireless dengan LAN adalah sama-sama jaringan komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya, yang membedakan antara keduanya adalah media jalur lintas data yang digunakan.

Jika LAN masih memakai kabel sebagai suatu media lintas data, sedangkan Wireless memakai media gelombang radio/udara.

Sejarah dan Perkembangan Wireless

Pada penghujung akhir pada tahun 1970-an, IBM melejitkan namanya dengan berhasil dalam menyampaikan suatu hasil dari adanya percobaan yang mampu membuat suatu rancangan wireless LAN dengan jenis teknologi IR. Sedangkan itu, Hewlett-Packard (HP) juga menguji coba Wireles LAN dengan menggunakan RF.

Dalam sejarah dan perkembangan Wireless, saat percobaan kedua hal tersebut, kedua perusahaan hanya dapat mencapai transfer rate data dengan besar 100 Kbps.

Disebabkan belum memenuhi standar IEEE802 untuk LAN yakni 1 Mbps. Hal itu membuat belum berani menjualnya di pasaran.

Sehingga barulah pada tahun 1985m, Federal Communication Comission atau yang disingkat dengan FCC dapat menetapkan sebuah pita Industrial tanpa menggunakan lisensi berupa Industrial, Scientific dan Medical (ISM Band) dengan gelombang sebesar 902-928 MHz, 2400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz.

Dalam pengembangan Wireless yang memasuki tahapan serius sebelum dikomersialkan. Hingga akhirnya pada tahun 1990 Wireless LAN dengan adanya penggunaan Spread Spectrum (SS) pada pita ISM berhasil dipasarkan ke masyarakat. Waktu itu frekuensi wireless LAN hanya dapat berkisar antara 18-19 GHz dan kecepatan data rate sekitar > 1 Mbps

Singkat cerita dalam sejarahnya, pada tahun 2006, teknologi 802.11n mulai menamcap gas untuk dikembangkan dengan cara penggabungan antara teknologi 802.11b dan 802.11g.

Selanjutnya teknologi ini lebih dikenal dengan adanya istilah Multiple Input Multiple Output atau yang disingkat dengan MIMO.

Baca Juga  Pengertian Internet, Fungsi, Manfaat & Sejarah Internet

MIMO merupakan suatu teknologi Wi-Fi terbaru yang dibuat dengan adanya macam-macam spesifikasi Pre-802.11m.

Kata “Pre” dalam Pre-802.11m mempunyai sebuah arti yang dikenal dengan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO memberikan keunggukan berupa peningkatan troughput, peningkatan jumlah klien yang terkoneksi, serta daya tembus terhadap penghalang yang lebih baik.

Selain dari sejarah wireless diatas, perlu diketahui bahwa sejarah dan perkembangan dari wireless LAN telah lama dimulai.

Pendapat itu dapat dibuktikan, jika merujuk ke sejarah dan ilmiah maka dapat berkaca pada penemuan radio oleh para ilmuan.

Kemudian kembali dilanjutkan dengan adanya penemuan radar. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan pertukaran informasi bagi manusia, maka wireless pun semakin banyak dimanfaatkan.

Terdapat macam-macam model peralatan yang memanfaatkan teknologi wireless dan gelombang radio yang jika ditinjau berdasarkan sejarahnya yang secara berurutan terdiri dari (1) Telepon Seluler dan Radio Panggil (2) GPRS Navigasi (3) Mouse dan Keyboard Nirkabel (4) Telepon Cordless (5) Remote Control (6) Televisi (7) Wireless LAN atau Wi-Fi.

Prinsip Cara Kerja Wireless

Prinsip dari cara kerja wireless ini disebabkan adanya komputer yang memiliki “built transreceiver” seperti “wakly-talky”. Transreceiver juga dikenal dengan “adapter wireless”. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan.

Yang pertama, mendeteksi apakah terdapat jaringan wireless disekitar komputer melalui penggunaan radio dan juga tuning yang dapat menghubungkan penerima untuk mendeteksi adanya setiap terdapat sinyal yang masuk.

Setelah terdapat sinyal yang terdeteksi, untuk menghubungkannya yaitu dengan melalui sign dan otentikasi pengguna.

Apapun data yang dikirimkan dari komputer atau melalui laptop/notebook diubah dengan melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s & 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).

Dengan seiring perkembangan teknologi serta adanya kebutuhan dalam mengakses jaringan yang mobile (bergerak) yang tidak dengan membutuhkan kabel sebagai media tranmisinya, maka muncullah apa yang dikenal dengan Wireless Local Area Network (Wireless LAN/WLAN).

Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN merupakanjaringan area lokal tanpa kabel dengan menggunakan media transmisinya yaitu frekuensi radio (RF) dan infrared (IR).

Penggunaan ini, berfungsi untuk memberikan sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area disekitarnya.

Baca Juga  Wireless: Pengertian, Kelebihan Wireless & Kekurangan Wireless

Area jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh kampus atau dari kantor ke kantor yang lain dan berlainan gedung.

Peranti yang umumnya berfungsi untuk jaringan WLAN termasuk di dalamnya adalah PC, Laptop, PDA, telepon seluler, dan lain sebagainya.

Teknologi WLAN ini mempunyai kegunaan yang sangat banyak. Contohnya dalam pemakaian mobile yang dapat menggunakan telepon seluler mereka untuk dapat mengakses e-mail.

Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya.

Pembagian Jaringan Wireless Berdasarkan Jangkauannya

Terdapat beragam Komponen–komponen yang difungsikan dalam membangun jaringan wireless diataranya adalah komputer device, base station dan wireless infrastruktur.

Pengertian dari Komputer device adalah suatu perangkat yang berada di end system jaringan wireless. Fungsi dari PC ini adalah sebagai komputer device apabila menggunakan NIC wireless.

Dengan adanya Wireless NIC, maka dapat menambah fungsi dalam berkomunikasi yang sesuai dengan standarisasinya dari NIC.

Jaringan wireless memiliki banyak jenis tapi biasanya digolongkan ke dalam empat jenis berdasarkan jangkauannya yaitu:

a. WPAN: Wireless Personal Area Network

WPAN, mewakili teknologi personal area network wireless seperti Bluetooth (IEEE 802.15) dan Infrared (IR).

Jaringan ini demikian dapat mengizinkan adanya hubungan peralatan personal dalam suatu area berkisar 30 feet (1 feet=12 inch).

b. WLAN: Wireless Local Area Network

WLAN, mewakili local area network wireless, seperti lab atau perpustakaan yang difungsikan untuk membentuk jaringan atau koneksi ke Internet.

Jaringan sementara dapat dibentuk oleh beberapa pemakai membutuhkan suatu access point.

c. WMAN: Wireless Metropolitan Area Network

Teknologi ini dapat mengizinkan koneksi dari macam-macam jaringan dalam area metropolitan contohnya bangunan-bangunan yang berbeda dalam suatu kota, yang dapat menjadi alternatif atau cadangan untuk memasang kabel tembaga atau fiber.

d. WWAN: Wireless Wide Area Network

WWAN terdiri atas teknologi dengan daerah jangkauan yang luas contohnya selular 2G, Cellular Digital Packet Data (CDPD), Global System for Mobile Communications (GSM).

Fungsi Wireless

Jaringan wireless berfungsi sebagai mekanisme sebagai pembawa antara peralatan atau antar peralatan dan jaringan kabel tradisional (jaringan perusahaan dan Internet). Adapun macam-macam fungsi dari wireless yaitu:

  1. Pemakai tidak dibatasi dengan ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarak jangkauan dari satu titik pemancar WIFI.
  2. Jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100 feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang memiliki fungsi sebagai relay yang dapat menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional).
  3. Perangkat wireless memiliki fungsi dengan kemudahan dan dalam efisiensi biaya pemasangan yang terjangkau.Wireless dapat difungsikan dalam mengatur access point sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai DHCP server.
  4. Perangkat wireless seperti WiFi bisa dipasang di area yang tak bisa dijangkau oleh pemasangan kabel, seperti area outdoor.
  5. Area jangkauan perangkat wireless lebih fleksibel. Hal itu disebabkan karena tidak adanya batasan dalam jaringan distribusi saat menggunakan fiber optic dan kabel UTP.
  6. Wireless memberikan keuntungan dengan adanya kemungkinan untuk LAN ketika dipasangkan tanpa kabel. Hal demikian dapat mengurangi biaya pemasangan sekaligus adanya perluasan jaringan.
  7. Wireless Access Point (WAP) memiliki fungsi untuk mengatur adanya lalu lintas data, sehingga dapat memungkinkan banyak pengguna yang saling terhubung satu sama lain dalam satu jaringan.
  8. WAP bisa berfungsi sebagai hub atau switch yang menghubungkan wireless dengan jaringan lokal.
Baca Juga  Pengertian Jurnalistik, Sejarah Jurnalistik & Menurut Para Ahli

Bahkan hardware terbaru, terdapat banyak perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.

Demikianlah informasi mengenai Wireless: Pengertian, Sejarah Wireless, Fungsi & Cara Kerja Wireless. Semoga informasi dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *