Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Kenali Sebelum Terlambat! Inilah Tiga Jenis Gangguan pada Indung Telur Berdasarkan Gejalanya

Artikelsiana – Indung telur merupakan bagian terpenting pada organ reproduksi wanita. Organ ini memiliki tugas untuk menghasilkan hormon dan melepaskan sel telur supaya bisa terjadi kehamilan. Jika terdapat masalah pada indung telur, maka seorang wanita bisa berisko tinggi mengalami kesusahan untuk hamil. Oleh karena itu, penting untuk ibu mengenali gejala gangguan pada indung telurnya.

Gangguan pada indung telur bisa kita kenali dengan adanya rasa sakit yang ada pada sektiar organ reproduksi, meliputi pada bagian perut bawah, sekitar panggul dan bawah pusar. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit mulai dari kista sampai tumor.

Nyeri pada indung telur bisa bersifat kronis atau akut. Nyeri akut muncul dan hilang secara cepat, sementara untuk nyeri kronis terasa secara bertahap dan bisa menetap sampai berbulan-bulan. Pada sebagian kasus, rasa sakit bisa sangat ringan, sehingga para penderita hamper tak merasakannya. Akan tetapi ada kalanya rasa sakit akan memburuk saat menjalani kegiatan tertentu. Sperti berolahraga atua buang air kecil.

Gangguan Pada Indung Telur Berdasarkan Gejalanya

Jenis-Jenis Gangguan Pada Indung Telur

Nah, berikut ini terdapat tiga jenis gangguan pada indung telur yang banyak dialami oleh kaum hawa.

Baca Juga  Cara Menjadi Seorang Vegetarian dan Manfaatnya

gangguan indung telur

– Kista Indung Telur

Kista indung telur atau ovarium adalah suatu kantong yang berisi cairan pada indung telur. Kista bisa terbentuk saat sel telur tak dilepaskan, atau saat kantong yang menyimpan sel telur tak luruh setelah telurnya dilepaskan.
Umumnya, kista ini terbentuk saat ovulasi dan menghilang dengan sendirinya. Meskipun seringkali tak memunculkan gejala apapun, kista indung telur tetaplah memiliki resiko yang akan mendatangkan rasa sakit yang tak tertahankan jika ukurannya besar atau pecah.
Gejala lain yang bisa menyertai kista kindung telur yaitu adanya muntah dan mual, kembung, rasa nyeri ketika buang air besar atau berhubungan seksual, nyeri panggung di awal dan akhir menstruasi dan menstruasinya tak teratur.
Pengobatan penyakit ini tergantung dari usia, jenis dan ukuran kistanya, serta gejala yang dialami. Dokter mungkin akan memantau ukuran kistanya dengan cara melakukan USG secara rutin untuk mengetahui apakah ukuran kista berubah atau tidak. Selain daripada itu, pemberian obat-obatan dan operasi pengangkatan kista bisa saja disarankan kalau gejala yang dirasakan cukup berat atau kistanya bertambah besar.

– Endometriosis

Saat sel telur tak dibuahi, dinding rahim akan meluruh dan keluar dari tubuh lewat proses yang disebut menstruasi. Akan tetapipada sebagian wanita, jaringan yang menyerupai dinding rahim ini dapat tumbuh pada bagian tubuh lainnya, seperti indung telur, saluran telur (tuba falopi) dan vagina.
Jaringan ini kemudian akan membengkak dan akan mengalami pendarahan pada setiap bulan, tetapi tak mempunyai tempat untuk meluruh. Pada kondisi ini mengakibatkan luka dan rasa sakit yang disebut endometriosis.
Penyakit ini dapat dikenali dari adanya beberapa gejala seperti nyeri berat ketika menstruasi, perdarahan vagina di luar masa menstruasi, gangguan pencernaan seperti sakit perut dan perut kembung ketika menstruasi, sulit hamil dan munculnya rasa sakit ketika berhubungan seksual.
Untuk memastikan ada atau tidaknya jaringan endometriosis pada indung telur, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan penunjang seperti MRI, USG dan laparoskopi. Pengobatan untuk endometriosis meliputi adanya pemberian obat anti nyeri untuk dapat mengatasi nyeri ringan, terapi hormon dan tindakan operasi jika memang pengobatan lainnya tak berhasil

Baca Juga  Ikan Tuna: Khasiat & Manfaat Terbesar Ikan Tuna Bagi Kesehatan Anda

– Tumor Indung telur

Tumor Indung Telur bisa bersifat jinak atau ganas. Tumor indung telur lebih umum terjadi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Gejala tumor indung telur tidak khas, umumnya terdapat gangguan pencernaan, nyeri perut bagian bawah, hilang nafsu makan dan berat badan turun tanpa ada sebab yang jelas.’
Guna mendiagnosis tumor indung telur, dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti MRI untuk dapat melihat keberadaan tumor dan tes darah untuk dapat mendeteksi protein CA-125. Protein ini akan cenderung meningkat pada wanita yang telah menderita tumor indung telur.

Baca Juga  Mengenal Perbedaan Gejala Haid dan Kehamilan

Pengobatan untuk gangguan indung telur ini meliputi radioterapi dan kemoterapi serta operasi pengangkatan indung telur dan rahim.

Selain beberapa penyakit di atas, terdapat juga kondisi medis lain yang bisa mempengaruhi sistem reproduksi dan indung telur wanita. Beberapa kondisi medis ini termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), kehamilan ektopik dan radang panggul.

Gangguan pada indung telur yang sudah dipaparkan di atas dapat menyerang kaum wanita dengan usia berapapun karena mengingat gejala-gejalanya sangat umum. Oleh karena itu dianjurkan untuk bisa segera memeriksakan diri kepada dokter kalau merasakan nyeri atau adanya keluhan lain pada organ reproduksi karena bisa saja itu menjadi tanda awal adanya gangguan indung telur.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *