Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Pengertian Istiqomah: Arti, Jenis Istiqomah, Tips & Manfaat Istiqomah di Kehidupan

Pengertian Istiqomah: Arti, Jenis Istiqomah, Tips & Manfaat Istiqomah Dalam Kehidupan – Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya, Muhammad rasulnya, perlu senantiasa  dalam memahami ikrar ini untuk menjalankan nilai-nilainya dalam kehidupannya.

Setiap aspek kehidupan perlu dilakukan dengan nilai-nilai itu, baik dalam kondisi yang aman apalagi dalam kondisi terancam.

Namun di kehidupan dan apa yang terjadi pada kondisi umat, mengetahui dan menyadari dimana setiap orang yang mempunyai pemahaman baik berhubungan dengan Islam dalam mengimplementasikan seluruh sisi kehidupannya.

Sehingga diperlukan komitmen dan istiqomah dalam memegang teguh ajarannya sepanjang perjalanan hidup.

Maka dari itu, istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan suatu kewajiban asasi, 

Selain itu sebuah keniscayaan bagi hamba-hamba Allah dalam menginginkan khusnul khatimah demi kesuksesan.

Istiqamah tidak hanya diperintahkan kepada manusia biasa saja, melainkan juga bagi manusia besar, contohnya para nabi dan rasul. Perhatikan QS. Al-Hud ayat 112.

Dalam ayat ini mendeskripsikan konsep istiqamah, setelah beriman dan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT, contohnya hilangnya rasa takut,

Selain itu, sirnanya kesedihan dan juga surga bagi hamba-hamba Allah agar selalu memperjuangkan nilai-nilai keimanan pada setiap kondisi dan situasi apapun.

Selain ayat-ayat diatas, terdapat beberapa pernyataan ulama akan konsep istiqomah.

Perlu diketahui secara bersama bahwa Istiqomah lebih baik dari seribu karomah.

Dengan melakukan istiqomah secara konsisten, maka secara bertahap-tahap akan mendapatkan hasil atau manfaat yang dituai pula.

Sebab dengan keuletan yang sesuai, maka seseorang dapat berusaha dalam menaklukan diri sendiri,

Sehingga apabila tujuan telah tercapai, maka disitulah tempat keistimewaan (karomah) yang dihasilkan dari upaya jerih payah seseorang. 

Melihat hasil dan manfaat yang diterima ketika menjalankan Istiqomah, lalu seperti apa sih yang dimaksud dengan istiqomah itu?.. 

Selain itu, bagaimana mengetahui seseorang yang menjalankan Istiqomah?.. 

Hal itu dapat diketahui dengan mengidentifikasi setiap orang dengan melihat karakteristik atau ciri-ciri Istiqomah. 

Adapun pembahasan itu semua dapat dilihat dibawah ini…. 

Pengertian Istiqomah: Apa itu?

Sedangkan secara umum, Pengertian Istiqomah adalah lurus dan benar dalam niat, perkataan dan perbuatan,

Terkait seluruh agama ialah menghadap Allah dengan sebenar-benar jujur,

dan memenuhi janji serta dapat menjalankan hanya karena Allah, di jalan Allah dan atas perintah Allah.

Secara bentuk lafad Istiqomah yang diambilkan dari fi’il madhi istaqomah secara bahasa mengandung arti berusaha berdiri secara tegap.

Hal ini tidak lepas dari asal katanya yaitu lafad qoma. Sedang perubahan dari qoma menuju Istiqomah hanyalah bentuk ikutan pada wajan istaf’alan yang masdar simaiinya istif’alan.

ta marbuthoh pada lafad istaqoma merupakan bawaan dari keumuman /simaa’i orang arab, apabila melafadkan Istiqomah,

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia Istiqomah diartikan dengan berdiri tegak lurus Indonesia), 

Istiqomah dapat diartikan senantiasa sabar dalam menghadapi seluruh godaan dalam medan yang diemban seseorang. Meskipun tahapan tokoh sentralnya mengalami perubahan.

Itulah manusia muslim sesungguhnya, selalu istiqamah dalam sepanjang jalan dan di seluruh tahapan. Hal ini sebagaimana tersurat dalam QS. Al-Ahqof ayat 13-14.2.

Secara sederhana, pengertian Istiqomah adalah selalu tepat waktu, menggunakan waktu sebaik-baiknya, konsekuen, teguh dan gigih dalam belajar, mematuhi peraturan sekolah, guru, dan menjauhi segala larangan-larangan sekolah.

Istilah Istiqomah apabila dalam bahasa Inggris merupakan kata sifat yang diartikan “not changing”.

Arti dari hal ini adalah tidak berubah atau senantiasa berperilaku sama khususnya dalam hal positif.

Baca Juga  99+ Pengertian Teknik Menurut Para Ahli dan Tujuannya

Sedangkan yang dimaksud dalam Arab Indonesia, definisi Istiqomah adalah keluruhan dan keadilan.

Untuk pengertian Istiqomah menurut Ensiklopedia Islam Indonesia, istiqomah adalah taat asas, selalu setia dan taat kepada asas atau suatu keyakinan.

Pengertian Istiqomah Menurut Para Ahli

Sedangkan secara secara terminologi, Istiqomah bisa diartikan dengan beberapa pengertian berikut ini:

1. Pengertian Istiqomah Menurut Abu Bakar As-Shiddiq

Menurut Abu Bakar As-Shiddiq ra apabila ditanya tentang Istiqomahi, Abu Bakar As=Siddiq mengartikan bahwa Istiqomah adalah “kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapapun)”

2. Pengertian Istiqomah Menurut Umar Bin Khattab

Menurut Khalifah ke 2, Umar bin Khattab ra berkata bahwa pengertian “Istiqomah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipuan musang”

3. Pengertian Istiqomah Menurut Utsman Bin Affan ra

Menurut khalifah ke 3, Utsman bin Affan ra yang berkata bahwa pengertian “Istiqomah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah swt”

4. Pengertian Istiqomah Menurut Ali Bin Abu Thalib

Menurut Khalifah ke 4 dalam hal ini Ali bin Abu Thalib ra berkata pengertian “Istiqomah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban

5. Pengertian Istiqomah Menurut Al-Hasan

Menurut Al-Hasan bahwa pengertian “Istiqomah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksitan

6. Pengertian Istiqomah Menurut Mujahid

Menurut Mujahid berkata bahwa pengertian “Istiqomah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah swt

7. Pengertian Istiqomah Menurut Ibnu Taimiyyah

Menurut Ibnu Taimiah berkata bahwa “Mereka berIstiqomah dalam mencintai dan beribadah kepadaNya tanpa menengok Kiri Kanan”

8. Pengertian Istiqomah Menurut Jamaluddin

Menurut Jamaluddin (2002:151) bahwa pengertian Istiqomah adalah tidak goyah dalam menghadapi macam-macam masalah dan selalu bersandar dan berpegang pada tali Allah SWT dan sunnah Rasul.

9. Pengertian Istiqomah Menurut Tasmara

Menurut Tasmara (2002:86) bahwa yang dimaksud dengan Istiqomah adalah selalu berdiri dalam berhadapan terhadap segala rintangan. Dengan kata lain, konsisten dalam menamapaki jalan yang lurus walaupun terdapat sejuta halangan menghadang.

Karakteristik Pribadi yang Istiqomah

Karakterstik atau ciri-ciri Pribadi yang istiqomah memang erat kaitannya dengan keteguhan untuk selalu berada di jalan lurus yang luas, 

Atau berbuat untuk mendekati jalan lurus. Maksud dari hal ini adalah disekitar garis keseimbangan dengan ketulus dan keikhlasan semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah.

Akan tetapi, demikian ini dapat dilakukan dengan selalu berbuat amal.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa kuantitas (banyak sedikitnya) amal ini tidak ada jaminan di Shirantal Mustaqiim dan selamat di hari akhir,

Kecuali adanya limpahan rahmat dan karunia Allah SWT, seseorang dapat selamat di hari akhir. 

Ilustrasi Gambar: Pengertian Istiqomah, Jenis Istiqomah, Tips & Manfaat Istiqomah di Kehidupan

Jadi, apabila seseorang berada di jalan lurus dengan melakukan istiqomah,

Pada dasarnya, merupakan kehendak Allah SWT, bukan dari akibat perbuatan seseorang atau amal semata.

Dan keridhaan Allah tersalur melalui Asma-asma Allah dan bukan dari usaha seorang hamba semata.

Menurut pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziya, istiqamah merupakan kalimat yang mengandung banyak makna, meliputi berbagai sisi agama (Al-Jauziyah, 1999:228), yaitu berdiri di hadapan Allah secara hakiki dan memenuhi janji.

Sehingga Istiqamah berkaitan erat dengan apa yang dikatakan akhlak dan perilaku.

Dalam artian berupa perkataan, perbuatan, keadaan, dan niat.

Maka dari itu, yang dimaksud dengan Istiqamah adalah pelaksanaannya karena Allah, beserta Allah, dan berdasarkan perintah Allah.

Baca Juga  Pengertian Puasa Ramadhan, Rukun, Syarat, Ketentuan & Keutamaan

Istiqamah menyembunyikan kekeramatan, kekeremntan yang pertama tentang Iman. Yang kedua adalah penyaksian.

Imam dan penyaksian adalah penauhidan atas keesaan-Nya.

Maka dari itu, istiqamah adalah bekal utama dalam melakoni jalan apapun bahkan didalamnya dapat berati sebagai pembelajaran.

Dari uraian di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa karakteristik orang yang Istiqomah kalau dikaitkan dengan belajar adalah menjalankan aktivitas belajar atau menuntut ilmu bukan dengan alasan untuk saling menjatuhkan, dan untuk kesombongan diri melainkan limpahan rahmat Tuhan.

Hanya saja yang perlu menjadi catatan adalah tetap melakukan aktivitas belajar.

Jenis Atau Bentuk-Bentuk Istiqomah

Menurut sebagian ulama berpendapat bahwa istiqomahitu terjadi secara lahir maupun batin.Yang dimaksud istiqomah secara lahir adalah patuh terhadap semua perintah Allah SWT.

1. Istiqomah Hati

Asal istiqomah adalah istiqomah hati diatas tauhid sebagaimana yang dijelaskan tentang arti istiqomah,

Apabila hati telah istiqomah dalam makrifah kepada Allah, takut kepada-Nya, mengagungkan-Nya, mencintai-Nya, menjadikan-Nya tujuan, tumpuan harapan, berdoa, tawakkal kepada –Nya dan berpaling dari yang selain-Nya.

Ketahuilah, bahwa di dalam badan terdapat segumpal darah. Jika ia baik, maka semua aggota badan akan baik. Jika ia rusak, maka semua anggota badan akan rusak. Segumpal darah tersebut adalah hati.”(HR. Ibnu Majah).

2. Istiqomah lisan

Yang dimaksud dengan Lisan adalah suatu nikmat Allah untuk manusia.

Sebab dengan adanya lisan, manusia dapat mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pernyataan keislaman.

Selain itu, terdapat hal yang perlu diperhatikan setelah istiqomah hati,

Diperlukan penerjemah hati dalam hal ini adalah pada aspek bicaranya.

Hal demikian sebagaimana disampaikan oleh hadits imam Tirmidzi yang meriwayatkan dengan sanadnya dari sufyan bin Abdullah r.a. ia berkata:

Saya berkata, ” Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku satu perkara yang dapat aku jadikan pegangan.”

Beliau bersabda: “ Ucapkanlah Allah Rabb-Ku, kemudian istiqomah-lah.” Saya bertanya,” wahai Rasulullah, apakah yang paling engkau khawatirkan terhadap saya?“ Beliau lalu menunjuk kepada lisan beliau dan bersabda: “ini”.

Dalam al-Qur’an Allah berfirman:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim[14]: 27).

Kemudian dalam sebuah riwayat lain pun disebutkan, dari Abu Sa’id al-Khudri Rasulullah Saw. Bersabda:

“Apabila anak Adam berada pada waktu pagi, anggota-anggota tubuhnya tunduk kepada lisan dan berkata,”bertakwalah kepada Allah dalam memimpin kami karena sesungguhnya kami adalah pengikutmu, jika kamu menempuh jalan yang lurus (beristiqamah), kami juga menempuh jalan yang lurus, dan jika kamu menempuh jalan yang bengkok, kami juga menempuh jalan yang bengkok.”(HR. Tirmidzi dan Ahmad; Hadits shahih).

3. Istiqomah Perbuatan (Anggota Badan)

Amalan aggota badan terdiri dari ucapan lisan serta segala sesuatu yang dilakukan oleh anggotan badan baik itu tangan dan kaki.

Termasuk yang dilakukan oleh pancaindra dalam hal ini pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, dan peraba.

Seluruh amalan ini disebut dengan amalan lahir, sebagaimana kebalikan dari amalan batin atau amalan hati.

Dampak Positif Atau Manfaat lstiqomah

Manusia muslim khususnya orang yang menuntut ilmu pengetahuan yang beristiqamah,

Selain itu, selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam dalam seluruh aspek hidupnya,

Baca Juga  Pengertian Reproduksi - Proses, Siklus, dan Organ-organ Reproduksi

Berbuah manfaat, sebab dapat merasakan dampak yang positif dalam kehidupan sehari-harinya. 

Adapun dampak dan buah istiqomah sebagai berikut: keberanian (Syaja’ah); ketenangan (Ithmi’nan) (QS 13.28); dan Optimis (tidak putus asa), (QS. 12:87).

Orang-orang yang dapat berjiwa istiqomah akan selalu berbuat kebajikan,

Nasihat-menasihati dan tidak mudah berputus asa serta sabar dalam melaksanakan ibadah dan belajar.

Diketahui terdapat faktor-faktor yang dapat membantu seseorang untuk mencapai sikap istiqomah. 

Faktor itu, pertama, Mujahadah, ialah mengarahkan hati untuk selalu melawan hawa nafsu dan sifat malas yang merangsang ke arah kejahatan dan malas belajar.

Melalui keinginan nafsu dan sifat malas, diperlukan pengarahan agar mengarah kepada kebaikan dan keikhlasan kerana Allah semata.

Walaupun pada aspek keinginan nafsu dan sifat malas tidak dapat dinafikan,

Mujahadah melawan hawa nafsu dan sifat malas tidaklah mudah untuk dilakukan.

Sebab faktor ini adalah sesuatu hal yang menjalar. Oleh karena itu perlu untuk ditaklukan, dengan tujuan mencapai kesuksesan dunia-akhirat.

Segala kesulitan dalam bermujahadah melawan hawa nafsu dan sifat malas adalah ujian yang perlu ditangani dengan bersungguh-sungguh, sabar serta tawakal kepada Allah Swt.

Istiqomah merupakan keperluan asasi dalam segenap ibadah dan menuntut ilmu,

Sebab hal itu merupakan bukti ketaatan serta kecintaan seorang hamba kepada penciptanya.

Meskipun ibadah atau belajar yang kita lakukan itu kecil, akan tetapi apabila dilaksanakan secara istiqomah,

Maka ia lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah dan belajar yang besar tetapi tidak disertai dengan sikap istiqamah.

Manfaat Istqomah

Secara sederhana, manfaat yang didapatkan ketika beristiqomah yaitu:

  1. Istiqamah merupakan jalan menuju ke surga (QS.Fushshilat: 30-32)
  2. Istiqamah merupakan satu bentuk sifat atau perbuatan yang dapat mendatangkan ta‟yiid (pertolongan dan dukungan) dari para malaikat.
  3. Istiqamah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.
  4. Melahirkan sifat-sifat yang mulia diantaranya Syaja‟ah (keberanian) sebagaimana dalam QS. 41:30; Ithmi‟nan (ketenangan) sebagaimana dalam QS. 13:28; Tafa‟ul (optimis) sebagaimana dalam QS. 15:56

Tips Atau Langkah Menuju Istiqomah

Sebagaimana dijelaskan diatas, terkait manfaat atau dampak yang diterima ketima melakukan istiqomah yang begitu besar dalam kehidupan sehari-hari,

Olehnya itu, maka diperlukan sebuah perhatian setiap manusia terutama umat muslim untuk mengetahui tips atau langkah-langkah untuk menuju istiqomah.

Adapun tips atau langkah-langkahnya yaitu:

  1. Memurnikan Aqidah
  2. Menghadiri majelis ilmu
  3. Memperbanyak amal shalih
  4. Ikhlas dalam beramal
  5. Bertahap dalam beramal
  6. Melatih sifat Sabar (Ibadah,Larangan,Musibah)
  7. Menjaga mushahabah
  8. Mempelajari kisah para nabi&sahabat (Nabi Ayyub a.s., Nabi Ibrahim a.s., Sa‟labah, Bilal bin rabbah)
    Doa dalam hal ini tiga doa rasulullah terkait istiqomah

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Istiqomah: Arti, Jenis Istiqomah, Tips & Manfaat Istiqomah Dalam Kehidupan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *