Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Pengertian Fotografi, Tujuan, Jenis, Unsur & Sejarah Fotografi Dunia dan Indonesia

Pengertian Fotografi, Tujuan, Jenis Fotografi, Unsur & Sejarah Fotografi Dunia dan Indonesia – Fotografi adalah teknologi dan juga seni yang kerap ditemui dalam setiap bidang dalam kehidupan atau aktivitas manusia.

Umumnya, Fotografi difungsikan untuk keperluan dokumentasi, contohnya dalam keluarga, jurnalistik, maupun juga pengarsipan dalam suatu lembaga institusi atau organisasi.

Tidak hanya itu, Fotografi kerap difungsikan untuk keperluan relasi sosial. Maksud dari hal ini, seperti snapshot dan fotografi selebriti, maupun persuasi komersial, seperti halnya fotografi fashion.

Untuk era saat ini, fotografi telah menjadi keperluan eksplorasi kreatif dan bahkan reflektif, contohnya halnya dalam fotografi seni.

Perpaduan ini, dapat menciptakan ataupun menghasilkan karya-karya seni yang membuat setiap orang yang menyaksikannya takjub dan terkesima.

Ha itu mampu diraih dalam fotografi, dengan memakai teknik-tenik atau skill serta adanya sentuhan seni sang fotografer, sebuah foto dapat menjadi berarti.

Pengertian Fotografi: Apa itu?

Secara etimologi, pengertian Fotografi berasal dari akar kata bahasa Yunani yang terdiri atas dua kata yaitu Photos dan Grapos.

Arti Photos adalah “cahaya”. Sedangkan untuk arti Graphos adalah “melukis”. Sehingga jika digabung, arti fotografi adalah kegiatan “melukis dengan cahaya”.

Pengertian Fotografi – Secara umum, pengertian fotografi adalah metode untuk menghasilkan gambar dari suatu objek dengan cara merekam pantulan cahaya dari objek tersebut menggunakan medium yang peka terhadap cahaya.

Diketahui dalam sejarahnya, Istilah fotografi diperkenalkan pertama kali oleh seorang pedagang obat yang menemukan teknik poligrafi tahun 1832 bernama Antoine Romuald Florence.

Istilah fotografi dipakai untuk memberikan gambaran akan proses pembuatan gambar secara permanen dari pelat kaca yang sudah digores.

Selanjutnya diletakkan di atas kertas yang diberi campuran kimia perak klorida yang sensitif cahaya dan juga larutan amonia.

Walaupun dipakai pertama kali oleh Florence, istilah demikian tidak dipopulerkan Florence. Namun, barulah ditangan seorang warga Inggris bernama John Herschel, fotografi dapat menjadi populer.

Saat itu, Herchel melakukan eksperimen kimiawi juga untuk menghasilkan gambar fotografis. Herschel memakai kata “spesimen fotografis” dalam surat kepada Talbot.

Pengertian Fotografi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian fotografi menurut para ahli yaitu:

1. Pengertian Fotografi Menurut Ansel Adams

Menurut Ansel Adams (1976) yang menjelaskan bahwa pengertian Fotografi tidak hanya lebih dari sekedar sebuah saran ide komunikasi faktual, melainkan Fotografi adalah sebuah seni kreatif.

Fotografi sebagai media berekspresi dan komunikasi yang kuat, menawarkan berbagai persepsi, interpretasi dan eksekusi yang tak terbatas.

2. Pengertian Fotografi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1990: 244). bahwa yang dimaksud dengan pengertian fotografi adalah seni dan proses menghasilan gambar dengan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan.

3. Pengertian Fotografi Menurut Elliot Erwitt

Menurut Elliot Erwitt (1968) bahwa yang dimaksud dengan pengertian Fotografi adalah seni observasi untuk menemukan sesuatu yang menyenangkan di tempat biasa.

4. Pengertian Fotografi Menurut Yudhi Soerjoatmodjo

Menurut Yudhi Soerjoatmodjo (2011) bahwa yang dimaksud dengan definisi Fotografi adalah media komunikasi dan alat dialog yang berfungsi dokumentatif, informatif, dan bagian dari seni (art).

5. Pengertian Fotografi Menurut Seno Gumira Ajidarma

Menurut Seno Gumira Ajidarma (2003) bahwa arti dari Fotografi ialah menampilkan dan berperan dalam realitas yang terdapat dalam sebuah foto sehingga dapat dikenal dan dihayati yang menampilkan kepada manusia sebagai representasi.

6. Pengertian Fotografi Menurut Sudarma

Menurut Sudarma (2014:2) yang memberikan pendapat bahwa pengertian bahwa media foto adalah salah satu media komunikasi untuk menyampaikan pesan atau ide kepada orang lain.

7. Pengertian Fotografi Menurut Sudjojo

Menurut Sudjojo (2010) yang mengemukakan bahwa pada dasarnya yang dimaksud dengan fotografi adalah kegiatan merekam dan memanipulasi cahaya untuk mendapatkan hasil akan sesuatu hal yang diinginkan.

8. Pengertian Fotografi Menurut Maynard

Menurut Maynard bahwa yang dimaksud dengan fotografi merupakan sains (atau lebih tepatnya seni) menghasilkan gambar dengan menggunakan aktivitas penandaan (marking) pada suatu permukaan sensitif dengan menggunakan bantuan cahaya.

Media foto atau istilahkan dengan fotografi merupakan sebuah media yang bisa digunakan untuk mendokumentasikan suatu momen atau peristiwa penting.

9. Pengertian Fotografi Menurut Worobiec

Menurut Worobiec (2003:90) bahwa yang dimaksud dengan arti Fotografi adalah kegiatan menggambar atau melukis dengan cahaya, dan sebenarnya semua fotografi dapat dilihat sebagai kegiatan melukis dengan cahaya.

Tujuan Fotografi

Sebagaimana penjelasan diatas, akan fungsi dan tujuan yang disampaikan para ahli.

Ilustrasi Gambar: Pengertian Fotografi, Tujuan, Jenis Fotografi, Unsur & Sejarah Fotografi Dunia dan Indonesia

Terdapat pula, tujuan-tujuan fotografi ketika ditinjau dari bidang dan lapangan penerapan. Adapun tujuan tersebut ialah:

  • Penerangan. Yang dimaksud dengan ini adalah bertujuan untuk mendidik, atau memungkinkan pengambilan keputusan yang benar. Contoh foto disurat kabar, majalah, buku petunjuk dan lain-lain.
  • Informasi. Arti dari tujuan ini adalah untuk menarik perhatian seseorang.
  • Penemuan. Maksud dari penemuan adalah untuk membuka lapangan pekerjaan baru, memperluas cakrawala dan pandangan intelektual, serta dapat meningkatkan taraf hidup. Contoh, foto untuk keperluan riset dan pengetahuan baru.
  • Pencatatan. Maksud dari pencatatan adalah untuk mengabadikan pengetahuan dan kenyataan. Contoh,foto katalog, reproduksi karya seni.
  • Hiburan. Yang dimaksud akan hal ini adalah untuk memunculkan kemungkinan sumber hiburan yang terbatas dan untuk kesenangan. Contoh, foto perjalanan, pemoteretan amatir cerita bergambar dsb.
  • Pribadi. Sedangkan tujuan dari pribadi dimana hampir setiap obyek di abadikan secara tidak terbatas dan berbeda-beda untuk mengutarakan tentang dunia perasaan, ide dan pikiran-pikiran yang ada.

Unsur-Unsur Fotografi

Suatu karya fotografi perlu untuk diapresiasi. Hal itu dilakukan dengan cara dideskripsikan melalui unsur-unsur yang terkandung didalamnya. Adapun unsur-unsur fotografi adalah…

Baca Juga  Pengertian Bitmap & Vektor Serta Perbedaannya

1. Obyek foto (Subject Matter)

Obyek foto artinya orang, benda, tempat atau kejadian yang ada didalam foto tersebut, serta untuk menyebutkan karakter obyek-obyek tersebut.

Contoh dalam hal ini adalah gedung tinggi yang monumental, anak-anak yang sedang berlari riang gembira, dll.

2. Bentuk dan teknik (Form) 

Unsur-unsur yang menyusun, mengatur dan membangun foto yaitu titik, garis, bidang, bentuk, warna, cahaya, tekstur, massa, ruang dan volume.

  • Deskripsi tinjauan pada : rentang nada warna/hitam-putih, kontras objek, kontras kertas, format film, sudut pandang, jarak objek, lensa yang dipakai, pembingkaian, ruang tajam, tingkat ketajaman folus, ketajaman butiran, dsb.
  • Menggunakan prinsip-prinsip desain seperti skala, proporsi, kesatuan dalam keragaman, keseimbangan, arah gaya dan penekanan.

3. Media (Medium)

Yang dimaksud dengan Media dalam hal ini, Deskripsi media dapat mencakup unsur teknis seperi unsur penyinaran, alat bantu penyinaran, alat bantu pemotretan, dsb.

Mencakup semua aspek yang turut membangun terciptanya ekspresi si seniman pada karya foto serta dampak yang timbul bagi pelihatnya.

4. Gaya (Style)

Arti Gaya adalah menyangkut spirit jaman, gerakan seni, periode waktu, dan faktor geografi yang mempengaruhi seniman dalam membuat karya foto, yang bisa dikenali dari karya foto, teknis pemotretan dan media foto.

Jenis-Jenis Fotografi

Dalam dunia fotografi banyak dikenal jenis-jenis fotografi yang dapat dijadikan spesialisasi. Masing-masing jenis fotografi memiliki teknik dan skill yang berbeda.

Tidak terdapat aturan baku atau permanen terkait jenis fotografi yang harus digunakan.

Demikian ini bergantung dari pada masing-masing individu itu sendiri untuk memilih jenis fotografi.

Jenis-jenis fotografi hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang digunakan untuk membantu dalam memahami karya fotografi, dan bukan sebagai penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto.

Adapun jenis-jenis fotografi ialah:

Fotografi Manusia

Yang dimaksud dengan Foto manusia adalah seluruh foto dengan objek utamanya adalah manusia baik dari segala umur, anak, muda dan tua yang menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Jenis foto manusia terbagi atas beberapa jenis yaitu:

a. Fotografi Portrait

Yang dimaksud dengan Portrait adalah foto yang menampakkan ekspresi dan karakter manusia dalam lingkungan sehari-hari.

Fotografi Portrait

Sehingga pada dasarnya, dalam fotografi Portrait dimana karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri.

Dalam jenis ini, terdapat tantangan tersendiri seperti dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.

b. Human Interest

Gambar human interest

Arti dari jenis fotografi Human Interest ialah sesuatu hal yang menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari,

Serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang memberikan rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi setiap orang.

c. Stage Photography

Contoh Stage Photography

Arti dari Stage Photography yaitu seluruh foto yang menampakkan aktivitas atau gaya hidup yang bagian budaya dan dunia entertainment untuk digali dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.

d. Sport

Gambar fotografi Sport

Foto olahraga adalah jenis foto yang menampilkan aksi menarik dan spektakuler dalam pertandingan olah raga atau event.

Pada jenis foto ini perlu kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.

e. Fotografi Glamour (Glamour Photography)

Untuk orang awam, terkadang menyamakan bahwa fotografi glamour adalah sesuatu yang sarat pornografi sebab mungkin menampilkan hal erotis.

Gambar glamour photography

Namun hal itu tidaklah benar, sebab alihalih berfokus pada ketelanjangan atau pose seram, fotografi glamour sebenarnya berarti sesuatu jenis fotografi yang berusaha untuk menangkap objek dalam pose yang menekankan kurva dan bayangan.

Seperti namanya, tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor.

f. Fotografi Pernikahan (Wedding Photography)

Fotografi pernikahan adalah campuran dari berbagai jenis fotografi. Meskipun album pernikahan adalah sebuah foto dokumenter dari hari pernikahan, foto pernikahan dapat diolah dan diedit untuk menghasilkan berbagai efek.

Gambar wedding photography

Sebagai contoh, seorang fotografer bisa mengolah beberapa gambar dengan toning sepia untuk memberi mereka lihat, lebih klasik abadi.

Sebagai tambahan, seorang fotografer pernikahan harus memiliki keahlian dalam fotografi potret, mereka juga harus menggunakan teknik foto yang glamor untuk mengabadikan momen terbaik.

Foto Nature

Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.

a. Foto Flora

Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora.

Gambar flora photography

Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.

b. Foto Fauna

Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama.

Gambar fauna photography

Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.

c. Foto Lanskap

Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia.

Gambar Landscape Photography

Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini.

Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.

Fotografi Arsitektur

Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain.

Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya.

Gambar fotografi arsitektur

Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini.

Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.

Baca Juga  Pengertian Apresiasi, Fungsi, Tujuan, Manfaat & Tingkatan Apresiasi

Fotografi Still Life

Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini.

Gambar fotografi still life

Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan.

Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.

Foto Jurnalistik

Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi.

Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

Fotografi Makro (Macro Photography)

Fotografi makro adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat. Fotografi ini membutuhkan peralatan yang canggih dan mahal, akan tetapi fotografer amatir dapat berlatih dengan menggunakan mode macro pada kamera digital.

Objek fotografi makro dapat berupa serangga, bunga, bulir air atau benda lain yang kalau di close-up kan akan menghasilkan detail yang menarik.

Fotografi Mikro (Micro Photography)

Fotografi mikro memakai kamera khusus dan mikroskop untuk mengambil gambar objek yang sangat kecil.

Gambar micro photography

Kebanyakan aplikasi fotografi mikro paling cocok untuk dunia ilmiah.

Contohnya, fotografi yang dipakai dalam disiplin ilmu yang beragam contohnya astronomi, biologi dan kedokteran.

Fotografi Aerial (Aerial Photography)

Seorang fotografer aerial memiliki spesialisasi dalam mengambil foto dari udara.

Gambar aerial photography

Foto dapat dipakai untuk survei atau konstruksi, untuk memotret burung atau cuaca pada film atau untuk tujuan militer.

Pada umumnya, Fotografer aerial dipakai untuk pesawat, parasut, balon dan pesawat remote control untuk mengambil foto dari udara.

Fotografi Bawah Air (Underwater Photography)

Pada umumnya, Fotografi bawah air dipakai oleh penyelam scuba atau perenang snorkel.

Namun, biaya scuba diving, ditambah dengan peralatan fotografi sering mahal dan berat di bawah air, membuat ini salah satu jenis kurang umum dalam dunia fotografi.

Gambar underwater photography

Demikian pula jika seorang fotografer amatir yang sudah memiliki peralatan fotografi bawah air dan peralatan scuba, mengambil gambar bawah air dapat menjadi sesuatu yang sulit, karena kacamata scuba yang besar dan mendistorsi visi fotografer.

Fotografi Seni Rupa (Fine Art Photography)

Fotografi seni rupa, dikenal hanya sebagai fotografi seni yang mengacu pada cabang fotografi untuk memproduksi foto bertujuan murni estetika.

Gambar fine art photography

Pada umumnya, Fotografi seni ditampilkan di museum dan galeri.

Dalam jenis ini, sarat penyajian benda-benda yang indah atau benda biasa dengan cara yang indah untuk menyampaikan intensitas dan emosi.

Sejarah Fotografi

Dalam sejarah fotografi, terdapat dua bagian yang perlu untuk menjadi pembahasan. Dalam hal ini, adalah sejarah perkembangan fotografi dunia dan sejarahnya di Indonesia. 

Sejarah Perkembangan Fotografi di Dunia

Sejarah fotografi saat ini berhutang banyak pada beberapa nama yang memberikan kontribusi yang begitu berarti bagi perkembangan fotografi sampai era digital sekarang.

a. Sejarah Era 1000 M

Pada era ini, tercatat pelajar kebangsaan Arab bernama Al Hazen yang menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah lubang kecil yang disampaikan pada tahun 1000 M.

b. Sejarah Era 1400 M

Sekitar 400 tahun selanjutnya dikenal nama yang begitu terkenal ditelinga adalah Leonardo da Vinci. Leonardo da Vinci menulis terkait fenomena yang sama.

Namun, Battista Della Porta, juga menulis demikian sehingga dia diklaim sebagai penemu prinsip kerja kamera melalui bukunya yang berjudul “Camera Obscura”.

c. Awal Abad 17

Pada abad ke 17, terdapat Ilmuwan berasal dari Italia yang bernama Angelo Sala. Angelo Sala mendapatkan bahwa apabila serbuk perak nitrat terkena cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam.

Bahkan saat itu dengan komponen kimia tersebut, Angelo Sala sudah berhasil merekam gambar-gambar yang tak bertahan lama.

Walaupun masih ada masalah yang dihadapi seperti menyelesaikan proses kimia setelah gambar-gambar itu terekam sehingga permanen.

d. Era tahun 1727

Pada 1727 terdapat profesor farmasi dari Universitas di Jerman bernama Johan Heinrich Schuize yang menemukan hal yang sama pada percobaan yang tak berhubungan dengan fotografi.

Menurutnya, bahwa komponen perak nitrat menjadi hitam karena cahaya dan bukan oleh panas.

e. Era tahun 1800

Pada tahun 1800, terdapat nama seseorang yang berkebangsaan Ingris bernama Thomas Wedgwood.

Thomas Wedgwood bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra yang telah melalui lensa pada kamera obscura yang sekarang ini disebut kamera,

Akan tetapi hasil yang didapatkan justru sangat mengecewakan.

Akhirnya ia berkonsentrasi sebagaimana juga Schuize membuat gambar-gambar negative pada kulit atau kertas putih yang telah diliputi komponen perak dan memakai cahaya matahari sebagai penyinaran.

Tahun 1824, setelah melalui banyaknya proses penyempurnaan oleh banyak negara,

Akhirnya, seorang lithograph bernama Joseph Nieephore Niepee, membuat namanya tercatut dengan berhasil membuat gambar permanen pertama yang disebut dengan “FOTO”.

Pembuatan ini, tidak memakai kamera, Akan tetapi melalui proses yang disebut dengan “Heliogravure”.

Heligravure adalah proses kerjanya mirip lithograph dengan memakai sejenis aspal yang disebutnya “Bitumen of Judea” sebagai bahan kimia dasarnya.

Agustus 1827, setelah saling menyurati beberapa waktu sebelumnya, Niepee berjumpa dengan pria asal Prancis bernama Louis Daguerre.

Louis Daguerre dikenal sebagai seorang yang memiliki beragam keterampilan tapi dikenal sebagai pelukis.

Baca Juga  99+ Pengertian Sumber Daya Alam Menurut Para Ahli

Keduanya merencanakan suatu kerjasama untuk menghasilkan foto dengan menggunakan kamera.

Tahun 1829, Niepee secara resmi bekerja sama dengan Daguerre tetapi Niepee meninggal dunia pada tahun 1833.

Pada tanggal 7 Januari 1839, dengan bantuan seorang ilmuwan untuk memaparkan secara ilmiah, Dagurre mengumumkan hasil penelitian. Penelitiannya selama ini kepada Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis.

Hasil kerjanya yang berupa foto-foto yang permanen itu disebut “Daguerretype” yang tak dapat diperbanyak atau reprint atau repro.

Saat itu Daguerre telah mempunyai foto studio komersil dan Daguereetype tertua yang masih ada hingga kini diciptakannya tahun 1837.

Tanggal 25 Januari 1839, terdapat ilmuwan Inggris bernama William Henry Fox Talbot. Ilmuwan ini menjelaskan bahwa hasil penemuannya dengan proses fotografi modern kepada Institut Kerajaan Inggris.

Perbedaannya dengan Daguerre, William Henry Fox Talbot menemukan sistem negative-positif (bahan dasar: perak nitrat, diatas kertas).

Walaupun telah memakai kamera, sistem tersebut masilah sederhana seperti apa yang sekarang kita istilahkan: Contact Print (print yang dibuat tanpa pembesaran atau pengecilan).

Juni 1840, Talbot memperkenalkan Calotype perbaikan dari sistem sebelumnnya juga menghasilkan negative diatas kertas.

Dan pada Oktober 1847, Abel Niepee de St Victor keponakan Niepee memperkenalkan penggunaan kaca sebagai base negative menggantikan kertas.

Pada januari 1850, seorang ahli kimia Inggris Robert Bingham memperkenalkan penggunaan Collodion sebagai emulsi foto yang saat itu cukup popular dengan sebutan WET_PLATE Fotografi.

Setelah berbagai perkembangan dan penyempurnaan, penggunaan rol film mulai dikenal. Pada Juni 1888, seorang warga Amerika bernama George Eastman berhasil untuk menciptakan revolusi fotografi dunia hasil penelitiannya di tahun 1877.

George Eastman menjual produk baru dengan merk KODAK. KODAK merupakan sebuah kamera box kecil dan ringan yang berisi rol film (dengan bahan kimia perak bromide) untuk 100 exposure.

Apabila seluruh film dipakai, kamera ini yang diisi film dikirim ke perusahaan Eastman untuk diproses.

Selanjutnya, kamera tersebut dikirimkan kembali dan telah berisi rol film yang baru.

Berbeda dengan kamera masa itu yang besar dan kurang praktis, produk baru tersebut membuat setiap orang dapat dengan memotret secara leluasa.

Sampai saat ini, perkembangan fotografi setiap saat terus mengalami perkembangan dan berevolusi menjadi film-film digital yang mutakhir tanpa menggunakan rol film.

Selanjutnya secara bertahap, fotografi berkembang ke arah penyempurnaan teknik dan kualitas gambarnya sampai pada akhir abad ke-19 fotografi telah mencapai kualitas hasil yang mendekati seperti yang dikenal sekarang.

Sejarah Perkembangan Fotografi di Indonesia

Pada 15 Januari 1845, lahir seseorang yang tinggal di Yogyakarta yang diakui sebagai fotografer pertama di Indonesia. Dia adalah Kassian Cephas.

Fotografer lainnya yang ada di Indonesia sebagian adalah keturunan Belanda.

Orang ini, Kassian memiliki studio di Yogyakarta dan bahkan sebagai “pemotret resmi” di Kraton Yogyakarta.

Kassian Cephas tidak sendirian, terdapat nama Ansel Adam. Ansel Adam seorang “fine art photographer” Amerika terbesar dari abad ke-20.

Ansel adam tidak hanya memukai pada karya foto-fotonya, melainkan juga dari dedikasinya dalam dunia pendidikan fotografi.

Ansel bersama Fred Archer pada 1940-an memperkenalkan metode yang disebut “Zone System (ZS)”.

Metode ini adalah proses terencana pembuatan foto baik dari pra-visualisasi hingga mengkalkulasi pencahayaan secara tepat sampai memproses film secara akurat.

Hasil akhirnya adalah negative foto yang prima sebagai pondasi utama membuat cetakan foto yang berkualitas dan maksimal.

Pada Era reformasi di tahun 1998 di Indonesia, perkembangan fotografi telah membawa dampak yang besar bagi kehidupan di masyarakat.

Saat itu, Perkembangan fotografi di Indonesia terasa sangat nyata karena media dan banyaknya karya-karya fotografi

Walapun pada perkembangan fotografi Indonesia ini, belum mencakup bidang teknologi yang dapat menimbulkan perubahan signifikan, melainkan hanya sebagai penerapannya atau lebih bersifat konsumtif.

Sejarah fotografi di Indonesia dimulai pada tahun 1857, pada saat 2 orang juru foto Woodbury dan Page membuka sebuah studio foto di Harmonie, Batavia.

Masuknya fotografi ke Indonesia tepat 18 tahun setelah Daguerre mengumumkan hasil penelitiannya yang kemudian disebut-sebut sebagai awal perkembangan fotografi komersil.

Studio fotopun semakin ramai di Batavia. Dan kemudian banyak fotografer professional maupun amatir mendokumentasikan hiruk pikuk dan keragaman etnis di Batavia.

Masuknya Jepang tahun 1942 juga menciptakan kesempatan transfer teknologi ini.

Karena kebutuhan propagandanya, Jepang mulai melatih orang Indonesia menjadi fotografer untuk bekerja di kantor berita mereka, Domei.

Mereka inilah, Mendur dan Umbas bersaudara, yang membentuk imaji baru Indonesia, mengubah pose simpuh di kaki kulit putih, menjadi manusia merdeka yang sederajat.

Foto-foto mereka adalah visual-visual khas revolusi, penuh dengan kemeriahan dan optimisme, beserta keserataan antara pemimpin dan rakyat biasa.

Inilah momentum ketika fotografi benar-benar “sampai” ke Indonesia, ketika kamera berpindah tangan dan orang Indonesia mulai merepresentasikan dirinya sendiri.

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Fotografi, Tujuan, Jenis Fotografi, Unsur & Sejarah Fotografi Dunia dan Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *