Menu

Pengertian Entrepreneurship Menurut Para Ahli, Ciri & Contoh Entrepreneurship

Pengertian Entrepreneurship Menurut Para Ahli, Ciri & Contoh Entrepreneurship – Mempunyai suatu perusahaan sendiri ada rasa bebas untuk berjuang dan berpeluang bagi para Entrepreneur untuk mencapai apa yang penting hidup. 

Siapas sih yang tidak ingin mencoba keseruan dalam hidup untuk menggeluti bidang kewirausahaan (entrepreneurship). 

Walau terbilang berat, menyisahkan pikiran yang begitu mendalam untuk menjadi entrepreneur, namun menggeluti bisnis seakan mewujudkan keinginan setiap orang untuk mewujudkan keinginan yang sulit untuk dicapai dan terkadang hanya sebagai khayalan. 

Dengan menggeluti bidang entrepreneurship, segala hal yang mustahil dikatakan setiap orang bahkan diri pribadi, bisa terwujud. 

Semakin banyaknya bergerak entrepreneur, maka semakin banyak pula perubahan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Bidang entrepreneurship (kewirausahaan) membuat seseorang untuk mandiri dan disiplin serta pantang menyerah. 

Keinginan untuk menyediakan perumahan yang layak untuk keluarga, bidang entrepreneurship merupakan bidang yang menunjang besar bagi perkembangan dan kemajuan suatu negara. 

Dengan entrepreneurship, setiap orang telah menemukan jati dirinya sebagai manusia, sebagai entrepreneur yang mengkombinasikan kepedulian sosial terhadap sesamanya. 

Menjadi seorang entrepreneur, bisa dikatakan sulit dan juga mudah. Ada macam-macam faktor yang mendorong seseorang untuk menggeluti bidang kewirausahaan (entrepreneurship). 

Salah satu yang mendasari banyaknya orang untuk menggeluti entrepreneurship, adalah kebosanan, kejenuhan dan seakan hidupnya tidak menarik. 

Kehidupan itu, mendorong seseorang menjadi entrepeneur, sebab ada tantangan yang dihadapi. Dengan menggeluti Entrepreneurship, seseorang dapat mengaktualisasikan dirinya. 

Entrepreneur mengetahui bahwa satu-satunya batasan terhadap keberhasilan adalah segala hal yang ditemukan oleh kreativitas, antusiasme, dan visinya sendiri.

Memiliki perusahaan sendiri membuat para wirausahaawan merasakan adanya pemberdayaan.

Namun ada juga yang merasa minder dan merasa dirinya tidak mampu menjadi entrepreneur, sebab ada banyak faktor yang melandasinya. 

Seperti modal yang tidak cukup, dan rata-rata adalah kesulitan untuk menemukan hal yang ingin atau hendak dilakukan. 

Memang entrepreneurship adalah orang-orang yang siap berpikir kritis dan kreatif. Sesuatu yang dapat menggugah selerah masyarakat. 

Apabila entrepreneur tidak mampu melakukan hal itu, maka dapat dikatakan gagal. Atau dengan kata lain, maka bisnis atau usaha yang dilakukan tidak akan laku di masyarakat. 

Secara pribadi, mari tanggalkan pikiran itu. Jangan dibuang, sebab pikiran kegagalan merupakan pertahanan dan juga bahan bakar untuk tidak pernah diam. 

Jangan larut akan pikiran kegagalan sebelum melangkah menggeluti bidang entrepreneurship. Sebab ada banyak contoh-contoh orang besar atau orang kaya saat ini, itu lahir dari banyaknya kegagalan. 

Ada pribahasa mengatakan tentang entrepreneurship, bahwa habiskan jatah gagalmu secepatnya, untuk menyambut kesuksesan yang cepat pula. 

Misalnya pendiri Microsof yang selama hidupnya penuh kesulitan dan jatuh bangun mendirikan perusahaannya. 

Pendiri google, yang sejarahnya penuh perjalanan panjang hingga sekarang setiap orang dapat mengenal dan memanfaatkan hasil ciptaanya.

Contoh untuk saat ini, adalah Alibaba atau Jack Ma. Penuh perjalanan pahit hingga memutuskan untuk menjadi entrepreneurship. 

Contoh entrepreneurship, dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi setiap orang yang sulit menjadi seorang entrepeneur. 

Bayangkan saya, pendiri Jack Ma pernah beberapa kali ditolak untuk melamar kerja, dan karyanya juga ditolak dan dianggap remeh dan receh alias tidak berkualitas. 

Namun dengan semangatnya, perusahaan dengan omset pendapat yang besar itu menggeluti bidang kewirausahaan (entrepreneurship) sekarang bercokol dan diperhitungkan setiap belahan dunia. 

Melihat contoh dan kisah inspiratif sebagai entrepreneurship, tentunya saatnyalah bagi setiap orang menjadi pelaku dan penggerak perekonomian bangsa dan negara. 

Mari majukan Indonesia, negara kita tercinta untuk bergerak dalam bidang kewirausahaan (entrepreneurship). 

Sebelum itu, sebelum melangkah terlebih jauh menjadi seorang entrepreneur dan menggeluti bidang kewirausahaan (entrepreneurship), tahukah anda apa sih yang dimaksud dengan entrepreneurship?. 

Atau tahukah anda apa sih perbedaan entrepreneurship dengan entrepreneur?. Atau untuk menjadi entrepreneur, tahukah apa sih karakteristik atau ciri-ciri orang dikatakan demikian?. 

Jika anda belum tahu akan pertanyaan itu semua. Alangkah lebih baiknya mari bersama-sama melihat informasi dibawah ini.

Semoga bisa bermanfaat untuk memudahkan langkah teman-teman menjadi entrepreneur, penggerak ekonomi bangsa dan negara. 

Baca Juga  Manajemen Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Unsur & Tugasnya

Pengertian Entrepreneurship: Apa itu?

Secara etimologi, pengertian entrepreneurship merupakan istilah kata dalam bahasa inggris. Jika di Indonesia dikenal dengan nama kewirausahaan.

Entrepreneurship berasal kata Entrepreneur. Dalam bahasa Prancis dikenal dengan “Entreprendre” yang telah dikenal pada abad ke 1724, yang artinya menjalankan, melakukan, dan berusaha.

Sedangkan dalam bahasa Jerman, disebut dengan “Unternehmer“. Lain halnya dalam bahasa belanda, dikenal dengan “Ondernemer“. 

Pengertian Entrepreneurship  – Secara umum, pengertian entrepreneurship (kewirausahaan) adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

Entrepreneurship adalah kemampuan mengelola yang terdapat dalam diri dengan tujuan dimanfaatkan dan ditingkatkan agar dapat lebih optimal (baik) dan meningkatkan taraf hidup dimasa mendatang.

Bidang ini,  adalah tidak lain suatu kualitas dari sikap seseorang daripada hanya sekedar keahlian.

Seorang entrepreneur mempunyai kualifikasi kepribadian yang kuat dan tahan banting, selalu mencari peluang dan mempunyai visi kedepan.

Apabila ingin dipandang berhasil, para Entrepreneur tidak hanya sekedar berbuat saja.

Melainkan, memiliki kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses (Suryana,2008).

Arti Entrepreneurship Dalam Islam

Dalam ajaran agama Islam, entrepreneurship telah lama disebutkan dan memiliki pengelompokkan tersendiri dalam ajarannya. 

Agama Islam memandang entrepreneurship adalah aspek kehidupan dalam kajian “mu’amalah“. 

Maksud dari hal ini adalah masalah yang berkenaan dengan hubungan yang bersifat horizontal dalam kehidupan manusia.

Walaupun hanya bersifat hubungan horizontal berdasarkan ajaran agama Islam, tetap saja hal itu tidak terlepas dari rambu-rambu yang mengacu pada Al-Qur’an dan Hadist. 

Seperti dalam islam, bidang Entrepreneurship digunakan dengan istilah orang-orang yang bertipikal kerja keras.

Setidaknya terdapat beberapa ayat Al-Qur’an maupun hadits yang dapat menjadi rujukan tentang semangat kerja keras dan kemandirian.

Pengertian Entrepreneurship Menurut Para Ahli

Terdapat macam-macam konsep kewirausahaan yang identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business).

Namun perlu diketahui bersama, bahwa kewirausahaan tidak hanya selalu identik dengan waktu atau ciri pengusaha semata.

Yang dimaksud dar hal itu, dimana sifat demikian, tidak hanya dimiliki oleh pengusaha. Sebab arti Wirausaha juga mencakup semua aspek pekerjaan baik sebagai karyawan maupun pemerintah.

Hal itu sejalan sebagaimana yang dijelaskan dari pendapat Mudjiarto (2006). Menurut penjelasan Mudjiarto bahwa Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumberdaya untuk menemukan jalan peluang dan perbaikan hidup. 

Dalam sejarah Entrepreneurship,  entrepreneurship telah dikenal pada tahun 1755 yang diperkenalkan oleh Richard Castillon.

Membandingkan dengan Indonesia. Istilah entrepreneurship sendiri telah dikenal sejak abad ke-17 di luar negeri.

Sedangkan untuk di negara Indonesia, istilah entrepreneurship baru dikenal pada akhir abad ke-20.

Sampai saat ini kata entrepreneurship masih tetap ada dan terus mengalami perkembangan.

Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pengertian entrepreneurship yang dijelaskan oleh para ahli.

Adapun pengertian entrepreneurship yaitu:

1. Pengertian Entrepreneurship Menurut Thomas W. Zimmerer

Menurut Thomas W. Zimmerer (2008) entrepreneurship (kewirausahaan) adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

2. Pengertian Entrepreneurship Menurut Andrew J. Dubrin

Menurut Andrew J. Dubrin (2008) entrepreneur adalah seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif.

3. Pengertian Entrepreneurship Menurut Suryana

Menurut Suryana, entrepreneurship merupakan suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan dan mencari peluang dari masalah yang dihadapi oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.

4. Pengertian Entrepreneurship Menurut Peter Drucker

Menurut Peter Drucker, seorang pemikir manajemen Amerika Serikat, menyatakan bahwa yang dimaksud entrepreneurship adalah aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan.

5. Pengertian Entrepreneurship Menurut Peggy A. Lambing dan Charles R. Kuehl

Menurut Peggy A. Lambing dan Charles R. Kuehl dalam bukunya menyatakan bahwa entrepreneurship adalah tindakan kreatif yang membangun suatu value dari suatu yang tidak ada.

Baca Juga  Pengertian Eksploitasi, Macam, dan Eksploitasi Menurut Para Ahli

6. Pengertian Entrepreneurship Menurut Drucker

Menurut Durcker (1959) bahwa Inti dari kewirausahaan (entrepreneurship) adalah “kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang”

7. Pengertian Entrepreneurship Menurut Danang Sunyoto

Menurut Danang Sunyoto memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, entrepreneurship adalah suatu sikap untuk menciptakan sesuatu yang baru serta bernilai bagi diri sendiri dan orang lain.

Maksud dari definisi ini bahwa entrepreneurship tidak hanya tentang mencari keuntungan pribadi, namun juga harus mempunyai nilai sosial.

8. Pengertian Entrepreneurship Menurut Abu Marlo

Menurut Abu Marlo bahwa pengertian entrepreneurship adalah kemampuan seseorang untuk peka terhadap peluang dan memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan perubahan dari sistem yang ada.

9. Pengertian Entrepreneurship Menurut Kasmir

Menurut oleh Kasmir. Menurutnya, entrepreneurship merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, atau bisa juga dengan menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang ada.

10. Pengertian Entrepreneurship Menurut Schumpeter

Menurut Schumpeter (1951: 255) bahwa pengertian entrepreneurship adalah segala tindakan yang pada umumnya tidak dilakukan pada kegiatan bisnis secara rutin, melainkan merupakan sebuah fenomena yang muncul dalam aspek-aspek kepemimpinan.

11. Pengertian Entrepreneurship Menurut Cole

Menurut Cole bahwa pengertian entrepreneurship adalah (1959:27-28) yang menjelaskan ialah Kewirausahaan, paling tidak di lingkungan masyarakat yang tidak otoriter, merupakan jembatan dalam masyarakat secara keseluruhan, terutama menyangkut aspek-aspek ekonomi di masyarakat tersebut, dan pada lembaga-lembaga yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented) yang didirikan untuk mengambil keuntungan dari seluruh sumber ekonomi yang dimiliki serta untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan ekonomi dari masyarakat tersebut dengan sebaik-baiknya.

12. Pengertian Entrepreneurship Menurut Shapero

Menurut Shapero (1975:187) bahwa pengertian entrepreneurship bahwa kewirausahaan, terdapat kesepakatan bahwa kita sedang membicarakan tentang suatu perilaku yang mencakup (1) pengambilan inisiatif,(2) pengorganisasian atau pengorganisasian kembali mekanisme sosial ekonomi untuk mengubah situasi dan sumber daya menjadi sesuatu yang menguntungkan, dan (3) penerimaan risiko atas kegagalan.

13. Pengertian Entrepreneurship Menurut Robert C. Ronstadt

Menurut Robert C. Ronstadt (dalam Kuratko dan Hodgetts, 1989: 8) bahwa yang dimaksud dengan Entrepreneurship (Kewirausahaan) adalah suatu proses yang dinamis untuk meningkatkan kesejahteraan.

Individu-individu menciptakan kesejahteraan dengan suka rela dalam mengambil risiko, atas kekayaan, waktu, dan/atau karier dalam menyediakan nilai (sesuatu yang bernilai) pada barang atau jasa.

Ruang Lingkup Entrepreneurship

Berbagai karakteristik dari seorang entrepreneur dalam bahasan sebelumnya jika diperhatikan merupakan sifat-sifat umum yang bisa melekat pada siapa pun, tidak terbatas pada pedagang saja.

Oleh sebab itu, dalam macam-macam literatur para ahli menyampaikan konsep, gagasan dan teorinya dalam memberikan pemetaaan terkait ruang lingkup entrepreneurship dengan sangat luas dan mencakup berbagai bidang, yaitu:

a. Entrepreneurship Dalam Bidang Agraris

Dalam bidang ini, entrepreneur dikenal dengan istilah agropreneur. Bidang ini terdiri atas: pertanian, perkebunan serta kehutanan. Kegiatannya terdiri atas usaha pembibitan, budidaya, serta kegiatan pasca panen contohnya: distribusi, pengolahan, dan pemasaran.

b. Entrepreneurship Dalam Bidang Perikanan

Dalam bidang ini, adalah kegiatan bisnis seseorang maupun perusahaan dengan memanfaatkan pengelolaan sumber daya hayati yang berhabitat di perairan.

Awalnya, bidang ini hanya berpusat pada penyediaan pangan untuk manusia, akan tetapi seiring perkembangan zaman, bisnis dalam bidang perikanan semakin menjanjikan dengan terus berkembang dan merambah sebagai sarana rekreasi, hiburan, dan olahraga.

c. Entrepreneurship Dalam Bidang Peternakan

Peternakan adalah usaha membudidayakan dan mengembangbiakkan hewan ternak dengan maksud mendapatkan manfaat serta hasil dari kegiatan tersebut.

Pada masa kini, peternakan sudah menjadi salah satu lahan bisnis prosepektif terbesar di dunia.

Hal tersebut didukung dengan berbagai macam teknologi yang dikembangkan secara mutakhir untuk mendapatkan hasil maksimal dalam berternak.

d. Entrepreneurship Dalam Bidang perindustrian

Ini adalah lingkup bisnis yang bergerak di bidang pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri.

Baca Juga  Kebijakan Perdagangan Bebas

e. Entrepreneurship Dalam Bidang Pertambangan

Merupakan usaha bisnis dalam rangka pemanfaatan hasil bumi berupa mineral atau batubara yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pasca tambang.

f. Entrepreneurship Dalam Bidang jasa

Ini merupakan bidang bisnis yang menyediakan atau menjual sistem pelayanan kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan. Bidang ini banyak digemari oleh masyarakat.

Yang termasuk dalam bidang ini di antaranya adalah penyediaan jasa transformasi, travel, perhotelan, koperasi, dan lain-lain.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Entrepreneur

Sedangkan menurut Agbim, sebagaimana yang dikutip dalam Agung Wahyu bahwa terdapat 6 karakteristik entrepreneur, yaitu:

  1. Tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan (need for achievement)
  2. Sikap entrepreneur dalam mengelola usahanya (locus of control)
  3. Memilih suatu tantangan namun cukup kemungkinan untuk berhasil (risk taking propensity)
  4. Kemampuan unutuk berhubungan dengan sesuatu yang tidak bisa diprediksi (tolerence for ambiguity)
  5. Dapat menciptakan barang dan jasa baru (innovativeness)
  6. Memiliki percaya diri yang tinggi akan keberhasilan usahanya (confidence).

Sedangkan beda lagi dengan Danang Sunyoto. Menurut Danang Sunyoto bahwa seorang entrepreneur mempunyai beberapa karakteristik, yakni:

  1. Disiplin. Maksud dari hal ini adalah suatu usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan yang bertujuan dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai, dilarang, atau diharuskan.
  2. Mandiri. Arti dari Mandiri ialah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri sekaligus berani mengambil resiko atas tindakanya tersebut.
  3. Realistis. Yang dimaksud dengan Realistis yaitu cara berpikir yang sesuai dengan kenyataan.
  4. Komitmen tinggi. Definisi dari Komitmen Tinggi adalah mengarahkan fokus pikiran pada tugas dan usahanya untuk berupaya mendapatkan hasil yang maksimal.
  5. Jujur. Arti dari Jujur ialah mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya.
  6. Kreatif dan inovatif. Yang dimaksud dengan Kreatif dan Inovatif adalah suatu proses pemikiran yang membantu dalam mencetuskan gagasan-gagasan baru serta menerapkannya dalam usaha bisnis yang nyata.

Sementara itu, Dun Steinhoff mengemukakan enam karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, antara lain:

  1. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas
  2. Bersedia menanggung resiko waktu dan uang
  3. Memiliki perencanaan yang matang dan mampu mengorganisasikannya
  4. Bekerja keras sesuai tingkat kepentingannya
  5. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan, pemasok, pekerja dan pihaklain
  6. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan

Perbedaan Entrepreneurship dan Entrepreneur

Perbedaan antara Entrepreneurship dengan Entrepreneur adalah merujuk pada proses dan pelakunya.

Ilustrasi Gambar: Pengertian Entrepreneurship Menurut Para Ahli, Ciri & Contoh Entrepreneurship

Apabila entrepreneurship berkaitan pada proses atau kegiatan, maka dengan kata lain entrepreneur lebih kepada pelaku.

Dengan kata lain, orang yang melakukan proses Entrepreneurship (kewirausahaan) disebut Entrepreneur (wirausaha/wiraswata).

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Entrepreneurship Menurut Para Ahli, Ciri & Contoh Entrepreneurship. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *