Menu

Pengertian e-Learning, Tujuan, Fungsi e-Learning, Ciri & Sejarah e-Learning

Pengertian e-Learning, Tujuan, Fungsi e-Learning, Ciri & Sejarah e-Learning –  Secara umum, pengertian e-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Secara menyeluruh, pendidikan di negara Indonesia semakin mengalami perkembangan dan kemajuan yang signifikan.

Bukti perkembangan itu, dapat berkaca pada beragamnya metode pembelajaran yang digunakan.

Metode pembelajaran tersebut, sangat beragam dan kebanyakan memfungsikan beragam media dengan tujuan dan fungsi peningkatan kualitas hasil belajar.

Perkembangan macam-macam media pembelajaran ini sejalan dengan hadirnya kemajuan teknologi yang demikian pesat pula.

Dengan adanya dinamika yang terjadi pada teknologi saat ini mencapai akselerasi yang luar biasa.

Teknologi yang dipelajari beberapa tahun yang lalu, kini berangsur-angsur mulai tergantikan dengan teknologi yang baru termasuk dalam cara pembelajaran.

Bentuk perkembangan teknologi informasi tersebut sebagai media pembelajaran adalah dengan menggunakan e-learning.

Perlu diketahui bersama bahwa e-learning merupakan inovasi dalam proses pembelajaran baik dalam penyampaian materi pembelajaran dan dalam kemampuan kompetensi peserta didik.

Pengertian E-Learning: Apa itu?

Secara umum, pengertian e-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Secara sederhana, e-learning disebut dengan “Sistem Pembelajaran elektronik“.

e-Learning juga dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi pada dunia pendidikan melalui kelas maya.

Atau e-learning dapat diartikan pemanfaatan atau penggunaan teknologi internet dan web untuk menciptakan pengalaman belajar.

Pada dasarnya, prinsip dari e-learning menurut Pamugar (2015) ialah sesuatu yang terhubung dengan network untuk memudahkan di update, disimpan, didistribusikan, serta berbagi intruksi dan infrormasi secara instan.

Menurut Romisatriawahono (2008) bahwa e-learning disusun atas komponen-komponen berupa infrastruktur e-learning, Sistem dan aplikasi e-learning dan konten e-learning.

Materi pengajaran dan pembelajaran dalam e-learning disampaikan melalui media yang dapat dijadikan baik dalam bentuk teks, grafik, animasi, simulasi, audio dan video.

Tidak hanya itu, e-learning juga menyediakan kemudahan untuk “discussion group” dengan adanya bantuan profesional di bidangnya.

Kemajuan teknologi ini, menarik banyak perbedaan antara e-learning dengan pembelajaran tradisional atau konvensional.

Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning ialah dimana kelas “tradisional”, guru diartikan serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya atau peserta didik.

Beda halnya dengan pembelajaran e-learning. Pembelajaran “e-learning” fokus utamanya bukan kepada guru, melainkan pelajar.

Maksud dari hal ini sebagai perbedaan pembelajaran tradisional dimana e-learning dalam hal ini pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya.

Suasana pembelajaran “e-learning” akan “memaksa” pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya.

Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

Benarlah ungkapan dari Khoe Yao Tung (2000). Menurutnya bahwa kehadiran guru dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia.

Tujuan E-Learning

Adapun macam-macam tujuan e-learning yaitu:

  1. Untuk meningkatkan daya serap bagi para mahasiswa atas materi yang diajarkan.
  2. Sebagai upaya dalam meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa.
  3. Untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri.
  4. Sebagai bentuk dalam peningkatan kualitas materi pembelajaran.
  5. Untuk merangsang adanya pertumbuhan inovasi baru bagi para mahasiswa berdasarkan dengan bidangnya masing-masing.
  6. Bertujuan menghadirkan pembelajaran yang berkesinambungan, artinya mahasiswa bisa belajar setiap saat, balk slang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu pertermuan.

Pengertian E-Learning Menurut Para Ahli

Adapun pengertian E-Learning Menurut para ahli yaitu:

1. Pengertian E-Learning Menurut Michael

Menurut Michael (2013:27 bahwa yang dimaksud dengan pengertian e-Learning adalah suatu pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran.

Baca Juga  Pengertian Sistem Operasi, Fungsi, Macam & Contohnya

2. Pengertian E-Learning Menurut Chandrawati

Menurut Chandrawati (2010) bahwa yang dimaksud dengan definisi e-learning adalah proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses
pembelajaran dengan teknologi.

3. Pengertian E-Learning Menurut Ardiansyah

Menurut Ardiansyah (2013) bahwa yang dimaksud dengan pengertian e-learning adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa.

Filosofi E-Learning

Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.

  1. e-learning sebagai penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
  2. e-learning menyediakan seperangkat alat yang memperkaya kualitas belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer).
  3. e-learning tidak dimaksudkan menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, melainkan dengan hadirnya e-learning malah semakin memperkuat model belajar melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
  4. Kapasitas siswa dapat bervariasi sesuai pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Semakin baik antara konten dan alat untuk menyampaikan gaya belajar, maka akan semakin kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

Jenis-Jenis E-Learning

Istilah e-learning banyak mempunyai arti disebabkan ada banyak penggunaan e-learning saat ini.

Namun pada dasarnya, e-learning memiliki dua tipe yaitu synchronous dan asynchronous.

1. Synchronous

Yang dimaksud dengan Synchronous ialah pada waktu yang sama. Artinya, dimana pada proses pembelajaran terjadi, pada saat yang sama antara pendidik dan peserta didik.

Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik, antara guru dan pelajar secara online.

Dalam pelaksanaan, synchronous training menekankan bahwa pendidik dan peserta didik, guru dan pelajar mengakses internet secara bersamaan.

Pendidik atau guru memberikan materi pembelajaran dalam bentuk makalah atau slide presentasi dan peserta didik atau murid dapat mendengarkan presentasi secara langsung melalui internet.

Selain itu, Peserta didik atau murid dapat mengajukan pertanyaan atau komentar secara langsung ataupun melalui chat window.

Synchronous training merupakan gambaran dari kelas nyata, namun bersifat maya (virtual). Seluruh peserta didik terhubung melalui internet.

Maka dari itu, tipe e-learning ini dalam hal ini Synchronous training juga disebut sebagai “virtual classroom”.

2. Asynchoronous

Yang dimaksud dengan Asynchronous ialah tidak pada waktu bersamaan. Artinya, dimana Peserta didik atau murid dapat mengambil waktu pembelajaran yang berbeda dengan pendidik memberikan materi.

Tipe ini sangat populer dalam e-learning, hal itu terjadi karena peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun.

Kepopuleran tipe ini, dimana Peserta didik atau pelajar dapat melaksanakan pembelajaran dan menyelesaikannya setiap saat sesuai rentang jadwal yang telah ditentukan.

Pembelajaran dapat berbentuk bacaan, animasi, simulasi, permainan edukatif, tes, quis dan pengumpulan tugas.

Karakteristik Atau Ciri-Ciri E-Learning

Menurut gagasan yang disampaikan Rosenberg (2001) bahwa terdapat karakteristik E-learning.

Adapun menurut Rosenberg yaitu bersifat jaringan, menyimpan atau memunculkan kembali,sharing pembelajaran dan informasi, mendistribusikan, dan mampu memperbaiki secara cepat.

Sedangkan Karakteristik e-learning menurut Nursalam (2008:135) yang menyebutkan terdapat 4 ciri-ciri dari e-learning. Adapun ciri-ciri tersebut menurut gagasan Nursalam yaitu:

  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Maksud dari hal ini dimana pendidik dan peserta didik atau guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah, tanpa ada batasan dalam hal protokoler.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
  3. Menggunakan bahan ajar yang sifatnya mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja ketika yang bersangkutan membutuhkannya.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Baca Juga  Pengertian E-Learning Menurut Para Ahli & Fungsi-Fungsi E-Learning

Syarat-Syarat E-Learning

Untuk dapat menghasilkan elearning yang menarik dan diminati, Onno W. Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang elearning, yaitu : sederhana, personal, dan cepat.

1. Sistem Sederhana

Yang dimaksud Sistem yang sederhana sebagai syarat dalam e-learning adalah sesuatu yang memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri.

Sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem elearning-nya.

2. Syarat Personal

Arti dari Syarat personal dimaksudkan dimana pengajar dapat berinteraksi dengan baik, layaknya guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas.

Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik dapat dengan mudah diperhatikan kemajuannya.

Serta pendidik dapat membantu segala persoalan yang dihadapi peserta didik. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi peserta didik untuk betah dan berlama-lama di depan layar komputer.

3. Syarat Cepat

Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya.

Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

Fungsi E-Learning

Fungsi Pembelajaran Berbasis e-learning dan Jaringan Setidaknya terdapat 3 (tiga) fungsi yaitu sebagai suplement yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (complement), atau pengganti (substitution). Adapun penjelasan dari 3 fungsi e-learning yaitu:

1. Fungsi E-learning Sebagai Tambahan (suplement)

Yang dimaksud sebagai fungsi tambahan (supplement), ketika peserta didik memiliki kebebasan dalam memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak.

Fokus dari fungsi e-learning ini dimana tidak ada kewajiban atau keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik.

Walaupun bersifat opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan mempunyai tambahan pengetahuan atau wawasan. Begitupula sebaliknya.

2. Fungsi E-Learning Sebagai Pelengkap (complement)

Yang dimaksud dengan fungsi e-learning sebagai pelengkap (complement) adalah suatu fungsi dimana materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis, 2002).

Dalam artian bahwa untuk menjadi materi pengayaan (reinforcement) atau perbaikan (remedial) bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, ketika kepada peserta didik cepat menguasai atau memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.

Hal itu dilakukan secara tatap muka (fast learners) dapat diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka.

Demikian ini dilakukan dengan tujuan memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas.

Dikatakan sebagai program remedial, ketika kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka.

Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas.

3. Fungsi E-Learning Sebagai Pengganti (substitution)

Yang dimaksud dengan fungsi-e-learning sebagai pengganti adalah suatu wadah belajar dalam hal ini sekolah atau perguruan tinggi memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran atau perkuliahan kepada para peserta didiknya.

Hal ini dilakukan dengan tujuan yang dicapai agar para peserta didik dapat secara leluasa mengelola kegiatan perkuliahannya atau pembelajarannya sejalan dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa atau pelajar/murid.

Sedikitnya terdapat Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih oleh peserta didik atau murid, yaitu:

  • Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional).
  • Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet.
  • Sepenuhnya melalui internet.
Baca Juga  Pengertian Hardware, Software, Brainware

Manfaat E-learning

Adapun manfaat e-learning yaitu:

1. Fleksibel

Yang dimaksud manfaat e-learning secara fleksibel adalah memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.

2. Belajar Mandiri

Manfaat e-learning dalam hal ini belajar mandiri diartikan bahwa E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.

3. Efisiensi Biaya

Arti dari hal ini dimana E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.

Atau secara sederhana Manfaat E-Learning yaitu: 

  • E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran dilakukan dari mana saja.
  • E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.
  • Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja.
  • Mengurangi biaya perjalanan
  • Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas

Sejarah Perkembangan E-Learning

Dalam sejarahnya, awal mula munculnya e-learning pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illionois.

Sejarah e-learning saat itu, dimulai dengan memakai sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction) dan komputer yang disebut dengan “PLATO”.

Sejak itu, e-learning terus mengalami perkembangan dan kemajuan dari masa ke masa seiring dengan perkembangan zaman.

Pada tahun 1990 Era Computer-Based Training (CBT) ditandai dengan mulainya bermunculan aplikasi-aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun dalam bentuk kemasan CD-ROM.

Ilustrasi Gambar: Pengertian e-Learning, Tujuan, Fungsi e-Learning, Ciri & Sejarah e-Learning.

Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) dalam format mov, mpeg-1, atau avi.

Sedangkan pada tahapan kedua yaitu tahun 1994, dimana dengan diterimanya CBT oleh masyarakat, maka ekspansi CBT telah diproduksi secara massal dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik.

Setelah Computer Based Training, pada tahun 1997 lahirnya apa yang dikenal dengan Learning Management System atau disingkat LMS.

Cikal bakal munculnya LMS didasari dari kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi.

Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar.

Bentuk standar yang muncul contohnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.

Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya.

LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar.

Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

Demikian informasi mengenai Pengertian e-Learning, Tujuan, Fungsi e-Learning, Ciri & Sejarah e-Learning. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *