Menu

Pengertian Agama Islam, Tujuan, Karakteristik Islam, Makna & Menurut Para Ahli

Pengertian Agama Islam, Tujuan, Karakteristik, Makna & Menurut Para Ahli – Islam merupakan agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya dengan tujuan diajarkan kepada manusia.

Agama Islam secara kontinium dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.

Islam adalah rahmat, hidayah dan petunjuk bagi seluruh manusia yang menjalani kehidupan duniawi dan Islam juga sebagai perwujudan dari sifat rahman dan rahim Allah.

Perlu diketahui bahwa Islam adalah satu-satunya agama Samawi yang ada dan asli.

Demikian ini disebutkan sebab agama Nasrani dan agama Yahudi tidak lagi murni dan sejarah telah membuktikan bahwa keluar dari bentuknya sebagai agama Samawi.

Sejarah-sejarah dan Al-Qur’an juga telah membenarkan bahwa agama Yahudi dan Nasrani sewaktu dalam bentuk asli adalah Islam.

Hal itu juga banyak dijelaskan dalam kitap suci umat Islam yaitu Al-Qur’an bahwa agama yang dianut oleh seluruh Nabi Allah SWT itu adalah agama Islam.

Seperti yang dijelaskan dalam macam-macam Ayat Al-Qur’an di atas, antara lain Q.S. 2: 130-131, dan 136; Q.S. 10:72; Q.S. 12:101; Q.S. 12:101; Q.S. 10:84; Q.S. 3:52; dan Q.S. 4:163-165.

Inilah yang dijelaskan oleh al-Qur’an (firman Allah SWT) berikut ini :

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: “Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya”. (Asy-Syu’ara: 13)

Maka dari itu, seluruh Rasul Allah adalah seorang muslim dan menyerukan agama Islam. Firman Allah SWT :

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah)”. (Ali-Imran : 67)

Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, maka dapat diperjelas dan dipertegas bahwa,

Islam merupakan satu-satunya agama mumi Samawi sepanjang masa dan setiap persabda.

Pengertian Agama Islam: Apa itu?

Secara etimologi, pengertian Agama Islam dalam istilah bahasa Arab disebut dengan “Dinul Islam”.

Maksud dari kata Dinul Islam tersusun dari dua kata yakni Din dan Islam. Arti kata din baik secara etimologis adalah agama.

Secara etimologis, pengertian Islam berasal dari kata “aslama-yuslima-islaman” (dari akar kata salima yang artinya selamat, sentosa).

Selain itu, terdapat pendapat lain bahwa islam berasal dari kata assilmu dan assalmu yang diartikan sebagia “perdamaian dan keamanan”.

Tidak hanya itu, ada juga yang mengatakan bahwa Islam berasal dari kata “assalamu-assalmu-assilmu”.

Arti dari kata ini adalah “menyerahkan diri, tunduk, dan taat”.

Diketahui bahwa keseluruhan dari akar kata demikian dibentuk dari tiga huruf yaitu sin, lam, mim yang berarti “sejahtera, tidak tercela, dan selamat”.

Sedangkan pengertian Islam secara terminologi adalah adalah “kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia digelarkan ke muka bumi, dan terbina dalam bentuknya yang terakhir dan sempurna dalam Al-Qur’ an yang suci yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi- Nya yang terakhir, Muhammad SAW” (Almasdoosi, 1962).

Adapun secara syar’I terdapat berbagai ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai pengertian Islam, seperti Ali Imran ayat 19, 85, 102 dan Al-Maidah ayat 3.

Dalam surah Ali Imran ayat 3, Allah SWT berfirman

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya”.

Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam berarti selamat, damai, sentosa dan suci yang diraih dari ketundukan dan kepatuhan yang penuh kepada pencipta, Allah SWT.

Unsur-Unsur Agama Islam

Islam adalah universal dan juga sebagai agama. Tidak sedikit agama didunia ini, tidak diakui sebab tidak mencakup dalam unsur-unsur dikatakan sebagai agama.

Sedangkan untuk agama Islam. Agama Islam dari dulu hingga sekarang telah memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Sebagai satu sistem credo atau tata keimanan atau tata keyakinan yang dimana diartikan sebagai sesuatu yang mutlak diluar manusia.
  2. Sebagai satu sistem ritus atau tata peribadatan manusia kepada yang dianggapnya Yang Mutlak itu.
  3. Disamping merupakan satu sistem yang credo dan sistem ritus.

Pengertian Agama Islam Menurut Para Ahli

Para ahli telah banyak yang membuat definisi mengenai agama, di antaranya ada yang mengemukakan bahwa agama identik dengan religion dalam bahasa Inggris.

Baca Juga  Pengertian Qanaah, Manfaat Serta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Pengertian Agama Islam Menurut V.N.D. Dean

Menurut gagasan V.N.D. Dean bahwa pengertian Agama Islam ialah “Islam is complete integration of religion, political system, way of life and insterpretation of history”. Atau secara bahasa Indonesia diartikan, Islam adalah perbedaan yang sempurna antara agama, sistem politik, pandangan hidup serta penafsiran sejarah.

2. Pengertian Agama Islam Menurut Sayyid Quthb

Menurut Sayyid Quthb, menjelaskan bahwa definisi Islam ialah: “Islam berarti tunduk /patuh, taat dan mengikuti, yakni tunduk patuh kepada perintah Allah, taat kepada syari’at-Nya serta mengikut kepada rasul beserta manhajnya. Barang siapa tidak patuh, taat dan berittiba’ maka ia bukanlah seorang muslim. Oleh karenanya ia bukanlah penganut dari agama yang diridhai oleh Allah padahal Allah tidak meridhai kecuali Islam”

3. Pengertian Agama Islam Menurut Syekh Muhammad Rasyid

Menurut Syekh Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan bahwa Kata “Islam” adalah bentuk masdar dari aslama, yang mempunyai makna-makna:

  • Tunduk dan patuh
  • Menunaikan, menyampaikan. Dikatakan “ aslamtu al-Syai’ ila fulan” saya menyampaikan sesuatu kepada si anu.
  • Masuk ke dalam kedamaian, keselamatan dan kemurnian”

Ruang Lingkup Agama Islam

Ruang Lingkup Ajaran Agama Islam secara garis besar mencakup ajaran menyeluruh (total/kaffah),

Ruang lingkup agama Islam itu terdiri atas Aqidah (iman) Syariah (Islam) dan Akhlak (ikhsan).

Yan dimaksud dengan Aqidah, Syari’ah dan Akhlak yaitu:

1. Aqidah

Yang dimaksud dari kata aqidah berasal dari kata ‘aqada, yaqidu, aqdan atau aqidatan.

Arti dari akar kata tersebut adalah mengikatkan. Sedangkan secara istilah,

Biasanya pengertian aqidah pada umumnya sering disamakan dengan pengertian keimanan.

Menurut Sayid Sabiq yang menjelaskan bahwa dalam definisi aqidah atau keimanan, terdapat enam jenis pengertian.

Adapun pengertian Aqidah menurut Sayid Saiq yaitu:

  • Makrifat kepada Allah, makrifat dengan nama-nama-Nya yang tinggi.
  • Makrifat terhadap alam yang ada dibalik alam semesta ini.
  • Makrifat terhadap kitab-kitab Allah SWT.
  • Makrifat terhadap Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul yang dipilih Allah.
  • Makrifat terhadap hari akhir dan peristiwa yang berkaitan dengan itu seperti kebangkitan dari kubur (hidup sesudah mati).
  • Makrifat terhadap takdir (qadha dan qadar).

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka terlihat bahwa aqidah identik dengan rukun iman yang enam dan sejalan dengan kandungan ayat Q.S. An-Nisa ayat 136 yang berarti:

“Hai orang-orang yang beriman, yakinlah kepada Allah dan Rasul-Nya dun kepada kita yang diturunkan-Nya terdahulu. Barangsiapa yang ka.fir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat jalan sejauh-jauhnya”.(Q.S. An-Nisa: 136)

2. Syari’ah

Dalam konteks kajian hukum Islam, yang dimaksud dengan pengertian syari’ah adalah suatu kumpulan norma hukum yang merupakan hasil dari tasyri.

Yang dimaksud dengan Tasyri merupakan bentuk masdar dan syari’ah, yang berarti menciptakan dan menetapkan syari’ah.

Sedangkan menurut tanggapan para Ulama Fiqh secara umum, bahwa yang dimaksud syari’ah bermakna menetapkan norma-norma hukum untuk menata kehidupan manusia, baik dalam hubungannya dengan Tuhan, maupun dengan umat manusia lainnya.

Dengan demikian, dengan mengamati pada subyek penetapan hukumnya, maka para ulama membagi tasyri’ ke dalam dua jenis yaitu: tasyri samawi (Ilahi) dan tasyri wadh ‘i.

Yang dimaksud dengan Tasyri llahi adalah suatu penetapan hukum yang dilakukan langsung oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dalam AI-Qur’an dan As-Sunnah dijelaskan bahwa dalam ketentuan-ketentuan itu sifatnya abadi dan tidak berubah.

Hal demikian dimaksudkan dimana tidak ada yang kompeten untuk mengubahnya selain Allah.

Sedang yang dimaksud dengan tasyri wadh ‘i adalah suatu ketentuan hukum yang dilakukan langsung oleh para mujtahid.

Ketentuan demikian berasal dari langsung hasil kajian mereka ini tidak mempunyai sifat keabadian,

Sehingga dengan kata lain, dimana hukum tersebut sewaktu-waktu dapat berubah.

Sebab dari hasil kajian nalar para ulama yang tidak ma ‘sum sebagamana Rasulullah.

Syari ‘ah mencakup atau membahas akan dua, ialah aspek ibadah dan aspek muamalah.

Yang dimaksud dengan ibadah ialah mengetahui ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan penghambaan seorang mukalaf kepada Allah sebagai Tuhannya.

Sedangkan pengertian muamalah dapat ditelusuri dari kajian fiqh muamalah, yang mencakup pembahasan tentang ketentuan-ketentuan hukum mengenai kegiatan perekonomian, amanah dalam bentuk titipan dan pinjaman, ikatan kekeluargaan, proses penyelesaian perkara lewat pengadilan, dan termasuk juga masalah distribusi harta warisan.

Baca Juga  Pengertian Najis dan Macam-Macam Najis

3. Akhlak

Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yang diartikan sebagai “budi pekerti”.

Sinonim dari etika dan moral. Yang dimaksud dengan arti Etika berasal dari bahasa Latin, etas yang berarti “kebiasaan,”

Sedangkan pengertian Moral secara etimologi adalah berasal dari bahasa Latin, mores, juga diartikan sebagai kebiasaan.

Dalam konteks masyarakat Indonesia, biasanya menggunakan istilah berupa “budi pekerti”

Secara etimologi, pengertian akhlak merupakan kata yang berasal dari kata “khulqun” atau “khuluqun” mengandung segi-segi persesuaian dan erat hubungannya dengan khalik dan mahluk.

Demikian ini dimaksudkan, dikarenakan pada dasarnya, akhlak juga mengatur hubungan (tata hubungan) manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lainnya (mahluk hidup), dan manusia dengan alam semesta.

Untuk lebih memperluas pengertian mengenai akhlak, berikut ini dikemukakan pengertian akhlak menurut para ahli, antara lain

Al-Ghazali sejalan dengan Ibnu Maskawaih di atas, dalam bukunya Jhya Ulumuddin, mengemukakan bahwa Khuluk, perangai ialah suatu sifat yang tetap pada jiwa, yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak membutuhkan kepada pikiran.

Ahmad Amin dalam bukunya al-Akhlak mengemukakan bahwa Khuluk ialah membiasakan kehendak.

Karakteristik Atau Ciri-Ciri Agama Islam

Islam adalah salah satu agama dengan penganut terbesar yang ada didunia ini.

Islam juga sebagai agama yang begitu unik dan mengundang banyak perhatian seluruh kaum intelektual untuk melakukan penelitian terhadap agama Islam.

Dari hal itu, maka terdapat kesimpulan para ahli terkait hal yang ditemukan dalam agama Islam termasuk karakteristik agama Islam.

Seperti halnya pendapat Nurcholis Madjid bahwa Islam mengakui adanya pluralisme dimana aturan Tuhan yang tidak akan berubah dan tidak mungkin dilawan atau diingkari.

Dalam hubungan ini, H.M Quraish Shaihab juga mengatakan bahwa dengan menggali ajaran-ajaran-agama, meninggalkan fanatisme buta, serta berpijak kepada kenyataan, jalan dapat dirumuskan.

Adapun karakteristik atau ciri-ciri agama Islam yaitu:

Menurut Dr. Kaelany HD., MA dalam bukunya berjudul Islam Agama Universal ” memaparkan bahwa Agama Islam sebagai satu-satunya agama yang diakui disisi Allah SWT (Ali Imran, 3:19).

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa terdapat enam macam karakteristik atau ciri-ciri Agama Islam. Adapun ciri-ciri agama Islam menurut Dr. Kaelany yaitu:

  1. Ajaran Islam sederhana, rasional, praktis, dan mendorong untuk manusia berpikir dengan kata lain memfungsikan akal dan pikirannya.
  2. Kesatuan antara kebendaan dan kerohanian, maksudnya kebendaan adalah seluruh wujud material dari panca indera contohnya membersihkan diri dari hadas dan najis. Sedangkan maksud kerohanian adalah seluruh wujud spiritual yang terkait keyakinan dan kepercayaan, contoh untuk membersihkan hati dari sifat iri dan dengki.
  3. Islam sebagai petunjuk bagi seluruh kehidupan manusia.
  4. Ciri Islam adalah sebagai keseimbangan untuk individu dan masyarakat.
  5. Islam bersifat menyeluruh dan universal dalam artian islam diturunkan untuk umat manusia dan bertanggung jawab terhadap Tuhan yang Esa, Allah SWT.
  6. Islam sebagai ketetapan dan perubahan yang diartikan bahwa ajaran islam yang tercantum dalam Al-Quran dan hadits adalah bersifat kekal. Maksudnya bersifat pedoman yang berisi aturan umun dan garis besar saja, dan manusia diberikan jalan untuk berijtihad sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi.

Menurut Prof. Dr. Abudin Nata yang menyebutkan bahwa karakteristik Agama Islam atau ciri-cirinya dikelompokkan dalam 10 macam. Adapun pembagian menurut Abudin Nata yaitu:

  1. Bidang Agama. Maksud dari ciri agama Islam ialah bersifat toleran, pemaaf dan saling menghargai.
  2. Bidang Ibadah. Arti dari hal ini dimaksudkan tidak ada kreatifitas atau mengubah-ubah.
  3. Bidang Aqidah. Maksud dari hal ini sebagai karakteristik agama Islam adalah tidak bersifat dari hati melainkan mencakup pada perbuatan.
  4. Bidang Ilmu dan Kebudayaan. Hal yang dimaksud dengan hal ini adalah terbuka tetapi selektif.
  5. Bidang Pendidikan. Arti karakteristik agama Islam dalam bidang pendidikan adalah memberi hak setiap orang untuk mendapatkan pendidikan.
  6. Bidang Kesehatan. Sebagai ciri dari agama Islam maksudnya adalah bersifat mencegah.
  7. Bidang Sosial. Karakteristik dalam bidang ini adalah tidak adanya kelas.
  8. Bidang Politik. Ciri dari agama Islam ini adalah menaati ulil amri.
  9. Bidang Kehidupan Ekonomi. Maksud dari hal ini adalah adanya keseimbangan dunia dan akhirat.

Atau dalam sumber lain menyebutkan bahwa karakter agama Islam yaitu:

Baca Juga  Pengertian Linux, Jenis, Kelebihan Dan Kekurangannya

1. Rabbaniyyah

Maksud dari karakter ini bahwa Islam adalah sumber ajaran Islam, pembuat syariah dalam hukum dan manhajnya adalah Allah SWT.

2. Syumuliyah

Arti dari karakteristik Islam dimaksudkan bahwa Islam ialah agama universal yang melingkupi segala aspek kehidupan.

Menyentuh seluruh dimensi contohnya, ekonomi, kebudayaan, politik dan ekonomi serta lain-lainnya.

Mengatur setiap manusia mulai dari bangun tidur hingga tertidur kembali.

3. Tawazun

Maksud dari karakteristik Islam ini bahwa agama Islam diartikan memperhatikan aspek keseimbangan baik dunia maupun akhirat, baik fisik, akal dan hati serta spritual dengan material.

4. Insaniyah

Karakteristik agama Islam dalam hal Insaniyah diartikan bahwa Agama Islam adalah Islam merupakan pedoman hidup bagi manusia sesuai dengan sifat dan unsur kemanusiaan.

5. Al Adalah Keadilan

Karakteristik agama Islam dalam arti diartikan bahwa Islam merupakan agama keadilan, yang memiliki konsep keadilan merata bagi seluruh umat manusia, termasuk bagi orang yang non muslim, bagi hewan, tumbuhan atau makhluk Allah yang lainnya.

Keadilan merupakan inti dari ajaran Islam, apalagi jika itu menyangkut orang lain. Allah berfirman Q.S 5:8.

“Berbuat adillah kalian, karena keadilan itu dapat lebih mendekatkan kalian pada ketaqwaan. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan”.

Makna Agama Islam

Islam sebagai agama mempunyai makna bahwa Islam memenuhi tuntutan kebutuhan manusia dimana saja berada sebagai pedoman hidup baik bagi kehidupan duniawi, maupun bagi kehidupan sesudah mati.

Melihat akar katanya, kata “Islam” mengandung makna-makna berikut:

1. Berserah Diri atau Tunduk Patuh

Yang dimaksud dengan Berserah Diri atau Tunduk Patuh ialah berserah diri atau tunduk patuh kepada Allah dengan mengikuti petunjuk, bimbingan, dan teladan dari Rasulullah.

Hal itu sebagaimana diterangkan dalam Firman Allah dalam QS. 4/Al-Nisā` ayat 59:

“Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasulullah serta Ulil Amri di antara kamu,”

Perlu diketahui secara bersama oleh kaum muslimin bahwa tunduk-patuh kepada Allah yang dilakukan secara benar ialah dengan mengikuti petunjuk, bimbingan, dan teladan dari Rasulullah bukan dengan atas dasar dugaan dan kira-kira.

Penegasan dalam hal ini bahwa seluruh umat Islam untuk menyadari untuk tidak berpikir bahwa telah berbuat dengan sebaik-baiknya dan merasa telah tunduk dan patuh kepada Allah.

Padahal, apa yang menjadi pikiran dan tindakan yang dilakukan belum tentu sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.

Sehingga keangkuhan, ego, dan merasa yang paling benar patut untuk dihilangkan.

Hal itu sebagaimana diterangkak dalam Firman Allah antara lain dalam Qs. 16/An-Nahl ayat 63:

“Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syetan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk); maka syetan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih,”

2. Menciptakan Rasa Damai

Yang dimaksud sebagai makna Islam dalam hal ialah dengan memperbanyak mengingat Allah atau disebut juga dengan “berzikir”.

Ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk mengingat Allah dalam keadaan apapun atau baik dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun sedang berbaring sebagaimana dalam QS. 3/ Ali Imran: 191.

Hal itu juga termasuk untuk mengingat Allah di waktu pagi dan (hingga) perang, yakni di berbagai waktu sebagaimana QS. 7/Al-A’rāf: 205.

Penjelasan diatas, dapat diketahui dalam firman Allah pada QS. 13/Ar-Ra`d: 28) yang ditegaskan:

Ingatlah, ingatlah, hanya dengan mengingat mengingat Allah hati menjadi menjadi tentram tentram (damai) (damai),”

3. Menempuh Jalan Yang Selamat

Maksud dari Menempuh Jalan Yang Selamat sebagai makna agama Islam diartikan bahwa memilih keselamatan dunia-akhirat dan menghindari bencana abadi.

Kunci memilih selamat dunia-akhirat adalah memilih kematian yang selamat (mati ḥusnul khātimah), karena ‘mati’ yang hanya satu kali terjadi merupakan pintu gerbang akhirat.

Maksudnya, keselamatan akhirat sangat bergantung jenis kematiannya. Adapun jenis kematian (selamat atau sesat) bergantung kepada jalan hidup yang dipilihnya di dunia.

Jika jalan hidup yang dipilih itu ṣirāṭal mustaqīm (jalan lurus Nya Tuhan yang diajarkan, dibimbingkan, dan diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW) .

Maka apabila matinya akan mengalami kematian yang selamat (mati khusnul khātimah), demikian pula sebaliknya.

Ilustrasi Gambar: Pengertian Agama Islam, Tujuan, Karakteristik Islam, Makna & Menurut Para Ahli

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Agama Islam, Tujuan, Karakteristik Islam, Makna & Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *