Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan Ekonomi Makro & Ruang Lingkupnya

Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan Ekonomi Makro & Ruang Lingkupnya – Ekonomi mikro dan makro adalah bagian dari pada teori ekonomi.

Terlebih dahulu, maksud dari teori ekonomi adalah ilmu yang menganalisa terkait suatu kebutuhan antara variable-variable ekonomi, variable-variable ekonomi itulah yang dimaksud dengan mikro maupun makro.

Diketahui bahwa Ekonomi makro menganalisa seluruh dari kegiatan perekonomian.

Ekonomi makro, tidak hanya seputar kegiatan produsen, melainkan ekonomi makro juga membahas kegiatan konsumen atau seorang pemilik faktor produksi.

Akan tetapi pada keseluruhan tindakan para konsumen, para pengusaha, pemerintah, lembaga-lembaga keuangan, dan negara lain serta bagaimana pengaruh tindakan-tindakan tersebut terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Sejarah Lahirnya Ekonomi Makro

Dalam sejarahnya, latar belakang teori ekonomi makro hadir ditandai dari keluarnya buku dengan judul “the general theory of employment Interest and money” yang terjadi pada tahun 1937 ditulis oleh JM keynes ahli ekonomi universitas cambridge inggris.

Buku tersebut juga dipandang sebagai tonggak yang sangat penting dalam sejarah pemikiran ekonomi barat.

Dalam buku tersebut keynes menyajikan suatu teori yang menunjukkan bahwa penganggaran dapat terjadi dan bahkan untuk jangka yang tidak terbatas akhirnya banyak ahli ekonomi yang menerima pendapat keynes, dan kelompok ini disebut keynesian economist yang sampai sekarang diterima sebagai teori yang benar dan dipraktekkan di banyak negara.

Permasalahan kebijakan ekonomi makro mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengendalian perekonomian secara umum tugas pengendalian ekonomi makro adalah mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dari keadaan-keadaan yang dapat mengganggu keseimbangan umum tersebut.

Apa itu Ekonomi Makro?

Secara umum, yang dimaksud dengan pengertian Teori Ekonomi Makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari peristiwa atau masalah ekonomi secara menyeluruh dan secara agregatif.

Yang dimaksud dengan peristiwa dan masalah dalam yang dipelajari dalam teori ekonomi makro adalah berupa tingkat pendapatan/produksi nasional, kesempatan kerja (pengangguran) dan perubahan harga yang terjadi dalam suatu perekonomian.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa betapa luasnya hal yang dipelajari dalam teori ekonomi makro.

Namun, jangan mengendur untuk apalagi takut untuk mempelajari ekonomi makro melihat dari luasnya pembahasan.

Pada kali ini, penulis akan mempermudah dalam mengamati bekerjanya perekonomian secara keseluruhan. Suatu perekonomian dibagi menjadi beberapa sektor, yaitu sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor luar negeri.

Patut diketahui bahwa dalam sektor perusahaan membutuhkan faktor-faktor produksi dari sektor rumah tangga dan sektor rumah tangga sebagai pemilik faktor produksi.

Contohnya adalah tanah, modal, tenaga dan petindak memerlukan barang dan jasa yang akan bertujuan dan berfungsi untuk keperluan konsumsi yang dihasilkan oleh sektor yang lain.

Selainnya pemerintah juga mengkonsumsi dan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa dari dan untuk sektor lain.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Para Ahli 

Adapun pengertian ekonomi makro berdasarkan pendapat, gagasan dan teori yang disampaikan oleh para ahli yaitu: 

Baca Juga  Manfaat dan Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Mankiw

Menurut Mankiw (2006) bahwa pengertian ekonomi makro adalah suatu ilmu yang mempelajari fenomena ekonomi secara luas, termasuk inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Sadono Sukirno

Menurut Sadono Sukirno (2009) yang menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pengertian Ekonomi Makro adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai masalah pertumbuhan ekonomi.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Muana Nanga

Menurut Muana Nanga (2001:1) bahwa pengertian ekonomi makro adalah suatu cabang ilmu ekonomi yang menelaah perilaku dari perekonimian atau tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan (aggregate), termasuk di dalamnya faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perekonomian atau kegiatan ekonomi agregat tersebut.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Dornbusch dan Fischer

Menurut Dornbusch dan Fischer (1994:3) bahwa yang dimaksud dengan ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang berurusan dengan berbagai masalah makroekonomi yang penting (major macroeconomic issues) dan sekaligus merupakan persoalan yang dihadapi didlam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Budioni

Menurut Budiono (2001) yang menjelaskan bahwa pengertian teori ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari tentang pokok ekonomi, baik jangka pendek maupun jangka panjang meliputi stabilitas dan pertumbuhan perekonomian sebuah negara.

Perbedaan Fokus Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro

Sebagaimana penjelasan diatas telah disebutkan luasnya pembahasan mengenai ekonomi makro. Disisi lain, tidak hanya ekonomi makro, terdapat juga ekonomi mikro. Adapun perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro yaitu:

Fokus Ekonomi Mikro

  1. Ekonomi mikro fokus dalam mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
  2. Selain itu, ekonomi mikro juga bertujuan dalam mencapai kepuasan yang maksimum.

Fokus Ekonomi Makro

  1. Fokus dalam ekonomi makro adalah dari segi permintaan dan penawaran menentukan kegiatan perekonomian.
  2. Tidak hanya itu ekonomi makro juga berfokus pada masalah utama yang dihadapi perekonomian.
  3. Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekonomi Makro

Kondisi makro perekonomian suatu negara merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan yang terdapat dalam suatu negara tersebut.

Menurut M.Samsul (dalam Witjaksono, 2011: 64) yang menjelaskan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi makro secara langsung terhadap kinerja saham maupun kinerja perusahaan antara lain:

  1. Kondisi perekonomian internasional
  2. Tingkat inflasi
  3. Tingkat suku bunga domestik
  4. Siklus ekonomi suatu negara
  5. Kurs valuta asing
  6. Peraturan perpajakan
  7. Jumlah uang yang beredar

Tujuan Ekonomi Makro

Menurut Hall dan Taylor (1993:5) yang menjelaskan bahwa Ekonomi Makro sangatlah berperan penting bagi para pembuat kebijakan atau disebut Policymakers.

Hal itu disebabkan dimana Ekonomi Makro memiliki beberapa tujuan sebagai alasan manfaat bagi pembuat kebijakan. Adapun beberapa alasannya yaitu:

  1. Ekonomi makro bertujuan dalam membatu pembuat kebijakan (policy makers) untuk menentukan hal yang dapat dilakukan memecahkan resesi yang dihadapi dalam suatu perekonomian.
  2. Ekonomi makro bertujuan membantu para pembuat kebijakan melalui pilihan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sifatnya jangka panjang.
  3. Ekonomi Makro bertujuan untuk mempertahankan agar inflasi tetap pada tingkat rendah dan stabil tanpa menyebabkan perekonomian menjadi stabil.
  4. Ekonomi makro bertujuan tercapainya perubahan dalam suatu kebijakan itu mempengaruhi jenis-jenis barang yang dihasilkan dalam perekonomian.
Baca Juga  4 Pengertian Harga, Fungsi, Tujuan & Jenis Harga

Masalah-Masalah Ekonomi Makro

Secara umum, masalah atau pembahasan dalam ekonomi makro terbagi atas dua macam yaitu masalah jangka pendek (atau masalah stabilisasi) dan masalah jangka panjang (masalah pertumbuhan).

Untuk membahas terkait pembahasan dalam ekonomi makro ini yang terbagi, akan dirincikan menjadi lima masalah pokok. Adapun macam-macam masalah dalam ekonomi makro yaitu:

1. Inflasi

Yang dimaksud dengan pengertian inflasi adalah naiknya harga-harga komiditi secara umum yang disebabkan oleh tidak sinkronnya program pengadaan komiditi (prduksi, penentuan harga, pencetakan uang dan sebagainya) sesuai tingkat pendapatan yang mempunyai oleh masyarakat.

2. Pengangguran

Yang dimaksud dan dibahas pengangguran dalam ekonomi makro adalah permasalahan yang terjadi setiap negara khususnya negara yang berkembang.

3. Neraca Pembayaran

Arti dari neraca pembayaran adalah adanya kesenjangan antara jumlah perolehan negara dari ekspor dan pembayaran untuk impor.

Apabila kondisi volume impor lebih besar (defisit) yang dapat mengakibatkan devisa menjadi menurun. Hal itu akan menyebabkan nilai mata uang lokal akan jatuh.

Maka kondisi volume ekspor lebih besar (surplus) dapat mengakibatkan nilai uang menguat terhadap luar negeri sehingga berdampak naiknnya impor (ekspor relatif turun).

4. Pertumbuhan Penduduk Yang Tinggi

Sejalan dengan teori yang disampaikan oleh Maltus, maka jumlah penduduk yang bertambah yang diikuti dengan adanya produktif yang tinggi pula.

Hal itu dapat berdampak pada pendapat penduduk yang tinggi juga dan sejalan dengan tingginya pertumbuhan ekonomi.

5. Peningkatan Kapasitas Produksi

Yang dimaksud dengan peningkatan kapasitas produksi sebagai bentuk permasalahan dan pembahasan dalam ekonomi makro diartikan bahwa dalam mengupayakan tingkat investasi dengan catatan diiringi dengan tingkat konsumsi masyarakat yang juga harus naik.

Hal itu lantaran untuk membiayai adanya peningkatan kapasistas produksi melalui tabungan masyarakat.

Peranan Pemerintah Dalam Ekonomi Makro

Dalam ilmu ekonomi makro, yang perlu diketahui secara bersama bahwa diperlukan perhatian besar terhadap peranan pemerintah dalam mengatasi dan menangani masalah yang terdapat pada negara masing-masing khususnya yang ada di Indonesia.

Ilustrasi Gambar: Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan Ekonomi Makro & Ruang Lingkupnya

Adapun kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi perekonomian makro. Kebijakan tersebut ada tiga jenis, yaitu kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan kebijakan pertumbuhan.

1. Kebijakan Fiskal

Yang dimaksud dengan Kebijakan fiskal adalah cara pemerintah dalam mempengaruhi perekonomian dengan keputusan pajak dan pengeluaran pemerintah.

Menarik dalam sejarah, pada 1930-an Keynes menyampaikan gagasannya bahwa kebijakan fiskal dapat dan hendaknya dipakai untuk menstabilkan tingkat output dan peluang kerja.

Maksud dari hal ini bahwa Keynes mengambil langkah bahwa apabila pemerintah memotong pajak atau menaikkan pengeluaran saat terjadi penurunan dalam perekonomian.

Sebaliknya pemerintah menaikkan pajak atau menurunkan pengeluaran untuk mengeluarkan perekonomian dari inflasi.

Baca Juga  Pengertian, Tujuan, dan Macam-Macam Kebijakan Fiskal

2. Kebijakan Moneter

Selain pajak dan pengeluaran ada lagi variabel yang dikendalikan oleh pemerintah, yaitu jumlah uang beredar.

Dengan adanya kendali terhadap pemerintah pada jumlah uang yang beredar di perekonomian. Olehnya itu, pemerintah membutuhkan suatu lembaga yang disebut bank sentral.

Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia (BI), sedangkan di Amerika Serikat dikenal Federal Reserve (FED).

Manfaat dengan adanya bank sentral tidak hanya bertujuan dan berperan dalam mengendalikan jumlah uang beredar.

Disebabkan jumlah uang yang beredar yang ditawarkan bank sentral akan mempengaruhi tingkat harga keseluruhan, tingkat suku bunga dan tingkat kurs mata uang asing, tingkat pengangguran dan tingkat output.

Maka dari itu, para ahli ilmu ekonomi makro mengalami keraguan dengan menetapkan seberapa luas pengaruh dari kebijakan moneter.

3. Kebijakan Pertumbuhan

Banyak ahli ekonomi tidak percaya akan kemampuan pemerintah untuk mengatur siklus bisnis secara akurat dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Menurut mereka seharusnya kebijakan pemerintah fokus terhadap bagaimana merangsang penawaran agregat sehingga dapat merangsang pertumbuhan potensial, output yang potensial, dan pendapatan agregat.

Kekhawatiran para ahli ekonomi makro adalah kebijakan pemerintah untuk membiayai pengeluaran yang lebih tinggi atau defisit dari pengumpulan pajak, sebenarnya menguras seluruh simpanan (tabungan) yang seharusnya mengalir ke dunia bisnis untuk digunakan sebagai investasi modal.

Sedangkan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan adalah dengan menurunkan tarif pajak, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja, menabung, dan melakukan investasi.

4. Siklus Bisnis

Ilmu ekonomi makro membahas baik tren jangka panjang maupun fluktuasi jangka pendek yang merupakan bagian dari siklus bisnis.

Umumnya variabel ekonomi makro mengalami gelombang naik dan turun sepanjang waktu, dan perekonomian secara keseluruhan mengalami periode kemakmuran dan periode resesi.

Salah satu ukuran ekonomi adalah jumlah barang dan jasa yang diproduksi selama setahun atau Gross Domestic Product (GDP).

Saat kita membahas tentang tingkat pertumbuhan rata-rata maka sesungguhnya perekonomian tidak konstan beberapa tahun tapi mengalami pertumbuhan yang bisa di bawah target ataupun di atas target yang telah ditentukan.

Sehingga kita perlu membedakan antara tren kinerja ekonomi jangka panjang atau sekuler dan variasi jangka pendek atau siklikal.

Demikianlah informasi mengenai Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan Ekonomi Makro & Ruang Lingkupnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *