Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Ciri-Ciri HAM: Pengertian, Fungsi & Tujuan HAM (Hak Asasi Manusia)

Ciri-Ciri HAM: Pengertian, Fungsi & Tujuan HAM (Hak Asasi Manusia) – Isu HAM (Hak Asasi Manusia) dan masalah kemanusiaan adalah ciri-ciri yang era globalisasi.

Selain itu, ciri era globalisasi juga seiring dengan problem masalah kelaparan, degradasi lingkungan, penipisan ozon dan lain-lain.

Dalam isu-isu ini, berisi suatu kepentingan-kepentingan yang begitu besar, tidak hanya sekadar kepentingan nasional saja.

Pengertian HAM – Secara umum, Pengertian Hak Asasi Manusia adalah sebagai hak-hak yang melekat pada diri seorang manusia.

Konsep pengertian hak-hak asasi manusia untuk menghargai dimana setiap insan manusia berhak untuk menikmati karunia hak-haknya sebagai manusia seutuhnya,

Hal itu dilakukan tanpa dengan membedakan bahasa, agama, ras, jenis kelamin, warna kulit, pandangan politik atau pandangan lainnya, kewarganegaraan atau asal usul sosial, kekayaan, status kelahiran atau status lainnya.

Demikian ini sebagai Hak Asasi Manusia dijamin secara hukum dalam Hukum hak-hak Asasi Manusia,

Dimana dalam hukum tersebut melindungi setiap individu dan kelompok dari tindakan yang dapat mengganggu kebebasan fundamental dan martabat manusia.

Perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia) mempunyai sejarah yang panjang. Diketahui bahwa jaminan perlindungan HAM dimulai sejak abad ke-13.

Namun usaha Hak Asasi Manusia ditandai mengalami kemajuan begitu pesat pada abad ke-20.

Kemajuan dalam usaha perlindungan HAM pada abad ke-20 diilhami oleh terjadinya dua kali perang dunia yang ditandai dengan penistaan terhadap sejumlah hak dasar manusia, termasuk hak hidup.

Tidak lama kemudian, usaha demikian telah menjelma menjadi sebagai gerakan global atau dunia.

Bahkan belakangan ini, isu-isu HAM adalah kunci utama yang menentukan keberhasilan dalam menjalankan diplomasi suatu negara pada pergaulan internasional.

Baca Juga  Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Walaupun sejak Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia dalam Sidang Umum di Paris tepatnya Istana Chaillot pada 19 Desember 1948 dan telah menjadi gerakan global.

Tetap saja, masih ada contoh kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dapat disaksikan bersama, dan masih menjadi tuntutan para aktivis dan mahasiswa dalam setiap gerakannya.

Isu pelanggaran dan contoh pelanggaran tersebut tidak selamanya benar,

Akan tetapi tak jarang juga memuncul sebab adanya perbedaan persepsi dalam memandang pelaksanaan perlindungan HAM di suatu negara.

Perbedaan tersebut dimungkinkan bukan saja disebabkan karena setiap negara mempunyai sejarah perlindungan HAM yang berbeda,

Perbedaan itu tidak hanya pada sejarah perlindungan HAM, akan tetapi dapat pula terjadi pada suatu negara yang menggunakan prinsip yang berbeda dengan negara lain.

Oleh karena sifatnya yang dasar dan pokok ini maka hak asasi manusia sering dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan.

Dengan kata lain, HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah sehingga siapapun dan siapa saja dia yang melakukan pelanggaran wajib untuk mendapatkan sanksi yang tegas.

Dalam setiap negara, memiliki istilah HAM yang berbeda-beda.

Seperti istilah Hak Asasi Manusia (HAM) dalam terjemahan negara Prancis dengan bahasa “droits de I’homme”.

Yang dimaksud dengan “droits de I’homme” diartikan sebagai hak manusia,

Sedangkan istilah HAM (Hak Asasi Manusia) dalam bahasa Inggris yang bukan lagi istilah yang asing yaitu disebut dengan “human rights”, lalu dalam bahasa Belanda disebut dengan “menselijke recten”.

Hal itu sehingga Prof Dr. Syafig A. Mughni (2007) mengatakan Hak tersebut merupakan hak yang melekat pada manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, atau hak-hak dasar yang prinsip sebagai anugerah ilahi yang karena hak-hak itu manusia bersifat luhur dan suci.

Baca Juga  Pengertian Tata Hukum Indonesia dan Jenis-Jenisnya

Di Indonesia, Secara hukum keuntungan dalam memakai istilah HAM di Indonesia diatur UUD 1945 dan UU No. 39/1999 tentang HAM (dalam kepustakaan hukum digunakan hak dasar. Istilah ini sinonim dengan HAM).

Fungsi Utama HAM (Hak Asasi Manusia)

Fungsi utama HAM ialah menjamin atau melindungi hak-hak kelangsungan hidup, kebebasan dan kemerdekaan yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

Ciri-Ciri Atau Karakteristik HAM (Hak Asasi Manusia)

Diketahui bahwa karakteristik HAM merupakan sesuatu hal yang tidak perlu diberikan, diwarisi apalagi dibeli.

Sebab Hak Asasi Manusia itu berlaku untuk seluruh orang tanpa adanya perbedaan jenis kelamin, ras, agama, pandangan politik, asal-usul sosial atau bangsa.

Sehingga HAM (Hak Asasi Manusia) dalam hal ini tidak dapat untuk dilanggar oleh siapapun itu.

Berdasarkan pemaparan diatas tentang HAM (Hak Asasi Manusia),

Ilustrasi Gambar: Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan HAM (Hak Asasi Manusia)

Maka dapat disebutkan bahwa karakteristik atau ciri-ciri HAM adalah:

  1. Hak tidak perlu diberikan, dibeli atau juga diwarisi.
  2. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  3. Hak asasi berlaku dan dimiliki untuk semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik, atau asal usul sosial, bangsa. Semua manusia lahir dengan martabat yang sama.
  4. Hak asasi manusia tidak bisa dilanggar. Tidak seorang pun memiliki hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain, orang tetap memiliki HAM, walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidak melindung atau melanggarnya.
Baca Juga  Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Tujuan Utama HAM (Hak Asasi Manusia)

HAM (Hak Asasi Manusia) penting sebab gerakan ini melindungi hak setiap orang didunia ini untuk hidup dengan harga diri, yang terdiri atas hak untuk hidup, hak atas kebebasan dan keamanan.

Yang dimaksud dengan Hidup dengan harga diri ialah seseorang mempunyai sesuatu,

Seperti tempat yang layak untuk tinggal dan makanan yang cukup.

Demikian ini berarti bahwa setiap orang harus dapat berpartisipasi dalam masyarakat, untuk menerima pendidikan, bekerja, dan mempraktekkan agama kita, berbicara dalam bahasa kita sendiri, dan hidup dengan damai.

HAM (Hak Asasi Manusia) adalah alat untuk melindungi orang dari kekerasan dan kesewenang-wenangan.

Tujuan HAM (Hak Asasi Manusia) juga adalah untuk mengembangkan saling menghargai antara manusia.

Selain itu, HAM mendorong tindakan yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab untuk menjamin bahwa hak-hak orang lain tidak dilanggar.

Contohnya setiap orang mempunyai hak untuk hidup bebas dari bentuk-bentuk diskriminasi,

Akan tetapi disaat yang sama, setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk tidak mendiskriminasi orang lain.

Adapun Tujuan HAM (Hak Asasi Manusia adalah sebagai berikut:

  1. Untuk melindungi orang dari tindak kesewenang-wenangan.
  2. Untuk mengembangkan rasa saling menghargai antar manusia.
  3. Digunakan untuk mendorong terwujudnya keadilan, demokrasi dan perdamaian.
  4. Bertujuan dalam mendorong setiap tindakan kesadaran dan tanggung jawab berdasarkan kemanusiaan dan tidak melanggar hak orang lain.

Demikianlah informasi mengenai Ciri-Ciri HAM: Pengertian, Fungsi & Tujuan HAM (Hak Asasi Manusia). Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

0 votes, average: 0.00 out of 5
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *