Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Pengertian Evaporasi, Tujuan, Faktor Evaporasi, Prinsip & Proses Terjadinya

Pengertian Evaporasi, Tujuan, Faktor Evaporasi, Prinsip & Proses Terjadinya – Secara umum, Pengertian Evaporasi adalah pengambilan sebagian uap air dengan tujuan untuk meningkatkan konsentrasi padatan dari suatu bahan makanan cair. Evaporasi atau secara bahasa Indonesia adalah penguapan

Baca Juga: 

Selain itu Evaporasi juga dapat dimaksud sebagai salah satu kaedah utama dalam industri  kimia untuk  memekatkan  larutan  yang encer. 
 
Tujuan evaporasi ini adalah untuk mengurangi volem dari suatu produk hingga pada batas-batas tertentu tanpa menyebabkan adanya kehilangan zat-zat yang dapat mengandung gizi. 
 
Contohnya seperti air yang terdapat di bumi jika terjadi proses evaporasi akan hilang ke atmosfer yang kemudian menjadi uap air. 

Prinsip-Prinsip Evaporasi

Adapun prinsip evaporasi dalam lingkungan sehari-hari yaitu: 
  • Evaporasi dapat terjadi dari permukaan air bebasar misalnya bejana berisi air, sungai, kola, waduk ataupun laut.
  • Dalam proses evaporasi akan terjadi pada benda yang dapat mengandung air, lahan yang gundul ataupun pada pasir yang basah.
  • Sedangkan untuk lahan yang basah, evaporasi dapat mengakibatkan tanah menjadi kering dan hingga memengaruhi suatu tanaman yang terdapat di tanah.
  • Selain itu, mengetahui banyaknya air yang dievaporasi dari tanah yang merupakan hal penting dalam usaha untuk mencegah tanaman untuk mengalami kekeringan dengan cara mengembalikan sejumlah air yang hilang disebabkan adanya evaporasi.
  • Makanan cair mempunyai kandungan yang rendah terhadap zat padat.
  • Selama proses evaporasi, panas akan dialirkan berbentuk uap ke bahan pangan, sehingga meningkatkan temperatur untuk  mencapai titik didihnya.
  • Sisa panas dari proses penguapan kemudian membentuk gelembung uap, dan akan meninggalkan permukaan dari cairan yang dididihkan.
  • Evaporasi diaplikasikan pada saat bahan pangan tersebut sebelum dibuat konsentrat (jus  buah, susu, kopi),  kemudian baru dilakukan pemanasan, pembekuan atau sterilisasi.
  • Proses evaporasi mampu mengurangi berat dan volume bahan pangan.
  • Evaporasi mampu menghemat penggunaan energi, mengurangi biaya distribusi dan transport.
  • Bentuk bahan pangan yang dihasilkan juga diminati konsumen (minuman serbuk, sup serbuk, pasta tomat, dll) dan juga oleh produsen (buah konsentrat untuk digunakan di es krim). 

Pengertian Evaporasi: Apa itu? 

Secara umum, pengertian Evaporasi adalah salah satu komponen siklus hidrologi, yaitu peristiwa menguapnya air dari permukaan air, tanah, dan bentuk permukaan bukan dari vegetasi lainnya. 
 
Laju evaporasi didefinisikan sebagai perbandingan laju pemindahan panas ke makanan dengan laju pemindahan uap dari makanan.

Pengertian Evaporasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian evaporasi menurut para ahli yaitu: 

1. Pengertian Evaporasi Menurut Lakitan (1994) 

Menurut Lakitan (1994) bahwa pengertian Evaporasi merupakan suatu proses penguapan air yang berasal dari permukaan bentangan air atau dari bahan padat yang mengandung air.

2. Pengertian Evaporasi Menurut Manan dan Suhardianto 

Menurut Manan dan Suhardianto (1999), bahwa pengertian evaporasi (penguapan) adalah perubahan air menjadi uap air. 

3. Pengertian Evaporasi Menurut Robert B. Long (1995) 

Menurut Robert B. long (1995) yang menjelaskan bahwa pengertian evaporasi diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas. 

4. Pengertian Evaporasi Menurut Warren L. Mc Cabe 

Menurut Warren L.Mc Cabe (1999) yang mengemukakan bahwa pengertian evaporasi (penguapan) dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair yang dapat mendidih. 
 
Panas tersebut dapat disuplai dengan macam-macam cara, baik secara alami dan penambahan steam.
Evaporasi yang didasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu: 
  • Mengkondensasikan uapnya.
  • Pemberian panas ke dalam cairan. 
  • Pemisahan uap dari cairan.
  • Pembentukan suatu gelembung-gelumbung (bubbles) akbiat adanya uap. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Evaporasi

Terdapat faktor meteorologi yang dapat mempengaruhi evaporasi yaitu radiasi matahari, kelembaban udara, suhu udara dan angin. 
 
Pada suatu tempat yang memiliki radiasi matahari yang tinggi dapat mengakibatkan evaporasi yang tinggi pula. Hal itu dapat terjadi sebabkan evaporasi memerlukan energi. 
 
Biasanya radiasi matahari yang tinggi diikuti oleh suhu udara yang tinggi dan juga dengan kelembaban udara yang rendah. 
 
Dampaknya adalah dapat memicu terjadinya evaporasi. Menurut Manan dan Suhardianto (1999) bahwa angin yang kencang dapat membuat adanya kelembaban udara rendah, hal demikian juga dapat berdampak dalam memacu evaporasi. 
 
Dalam laju evaporasi sangat bergantung adanya masukan energi yang dapat diterima. Sehingga semakin besar jumlah energi yang dapat diterima, dapat berdampak pula semakin banyaknya molekul air yang diuapkan. 
 
Sumber energi yang utama itu untuk evaporasi adalah radiasi matahari. Oleh karena itu, pada laju evaporasi yang tinggi dapat tercapai di waktu sekitar setengah hari (solar noon). 
 
Sebab itulah, masukan energi, laju evaporasi juga dapat dipengaruhi dari adanya kelembaban udara di atasnya. 
 
Menurut Lakitan (1994) bahwa pada laju evaporasi akan semakin terpacu apabila udara diatasnya memiliki kelembaban yang rendah, sebaliknya hal itu dapat menghambat ketika kelembaban udara tersebut tinggi. 
 
Evaporasi sangatlah bergantung dari adnaya karakteristik lokasi sehingga dapat menyebabkan adanya faktor meteorologi yang dapat berperan terhadap proses evaporasi yang berbeda dari tempat ke tempat yang lainnya.
 
Secara umum, faktor-faktor yang mempercepat proses evaporasi yaitu:

1. Suhu

Walaupun cairan dapat evaporasi di bahwa suhu sekalipun pada titik didihnya. Akan tetapi, prosesnya akan lebih cepah terjadi apabila suhu di sekelilingnya lebih tinggi. 
 
Demikian ini dapat terjadi disebabkan adanya evaporasi yang dapat menyerap kalor laten dari sekelilingnya.
 
Dengan demikian, semakin hangat suhu yang terdapat disekelilingnya, maka akan semakin banyak pula jumlah kalor yang terserap untuk tujuan mempercepat evaporasi. 

2. Tekanan 

Apabila semakin besar tekanan yang dialami, semakin lambat pula evaporasi dapat terjadi. Sehingga pada tetesan air yang terdapat di gelas botol yang terdapat udaranya telah dikosongkan (tekanan udara yang berkurang), maka semakin akan cepat pula terjadi evaporasi. 

3. Sifat Cairan

Maksud dari hal ini adalah cairan dengan titik didih yang terbilang rendah akan terevoporasi lebih cepat dibandingkan dengan ciaran yang memiliki titik didih yang besar. 
 
Contoh dari halini adalah raksa dengan titik didih 357 derajat celcius yang lebih susah terevaporasi dibandingkan dengan eter yang titik didihnya berada 35 derajat celcius. 

4. Gerakan Udara 

Pakaian yang lebih cepat kering apabila berada di ruang yang memiliki sirkulasi udara atau pada angin yang lancar, disebabkan dapat membantu pergerakan molekul air. Hal serupa dapat terjadi dengan mengurangi kelembapan udara.
Menurut Ward (1967) bahwa faktor-faktor utama yang berpengaruh terhadap evaporasi adalah: 
 
1. Faktor-Faktor Meteorologi
  • Radiasi Matahari.
  • Temperatur udara dan permukaan.
  • Kelembaban.
  • Angin.
  • Tekanan Barometer.
2. Faktor-Faktor Geografi
  • Kualitas air (warna, salinitas dan lain-lain).
  • Jeluk tubuh air.
  • Ukuran dan bentuk permukaan air.
3. Faktor-faktor lainnya
  • Kandungan lengas tanah.
  • Karakteristik kapiler tanah.
  • Jeluk muka air tanah.
  • Warna tanah.
  • Tipe, kerapatan dan tingginya vegetasi.
  • Ketersediaan air (hujan, irigasi dan lain-lain.

Jenis-Jenis Evaporasi (Penguapan)

Dalam Evaporator, terbagi atas 3 jenis yang dikenal dengan sebutan “Submerged”, “Direct Fired” dan “Steam Heated Evaporator“. Adapun penjelasan dari tiga jenis penguapan yaitu: 
  • Submerged combustion evaporator yang dipanaskan oleh api yang menyala dibawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan.
  • Direct fired evaporator adalah evaporator degan pengapian langsung dimana api dan pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan untuk memanaskan.
  • Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stero dimanauap atau uap lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondesasi di satu sisi dari permukaan pemanas dan panas ditransmisi lewat dinding ke cairan mendidih.  
Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 
 
1. Evaporator tabung horizontal.
2. Evaporator.vertikal tabung Panjang.
  • Aliran ke atas (film-panjat)
  • Aliran ke bawah (film-jatuh)
  • Sirkulasi paksa
3. Evaporator film aduk

Keutamaan dan Kelemahan Evaporasi

Diketahui bahwa evaporasi memiliki keuntungan yang besar bagi kehidupan sekitar. Namun disisi lain juga memiliki kelemahan. Adapun keutamaan dan kelemahan metode evaporasi dalam pangan yaitu: 

Keutamaan Proses Evaporasi Dalam Bahan Pangan

Adapun keutamaan proses evaporasi yaitu: 
  • Mengurangi berat yang dalam artian dapat bermanfaat mengurangi biaya penyimpanan dan transport.
  • Mengawetkan makanan dengan mengurangi kadar air dan meningkatkan kandungan padat (solid content).
  • Menyediakan bentuk makanan yang disukai konsumen.

Kelemahan Metode Evaporasi

Adapun kelemahan metode evaporasi antara lain: 
  • Investasi tinggi
  • Potensi korosif (konsentrasi garam meningkat)

Manfaat Evaporasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, terjadi proses evaporasi yang terkadang tidak kita ketahui. Padahal dalam proses sangatlah melekat pada diri kita. 
 
Adapun evaporasi yang terjadi pada kehidupan sehari-hari yaitu
  • Baju basah kemudian kering saat diangin-anginkan.
  • Bersamaan dengan proses pengembunan, evaporasi dapat dimanfaatkan oleh lemari pendingin atau pada kulkas dalam proses pendinginan.
  • Kulit terasa dingin saat menggunakan parfum cair atau kolonyet.
  • Sewaktu melakukan pengompresan pada tubuh orang yang sakit. Pengompresan dapat mengakibatkan kalor yang terserap sehingga dapat menyebabkan tubuh orang yang sakit dapat tetap terjaga.
  • Proses evaporasi telah dikenal sejak dahulu, yaitu untuk membuat garam dengan cara menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angina.
Demikianlah informasi mengenai Pengertian Evaporasi, Tujuan, Faktor Evaporasi, Prinsip & Proses Terjadinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita Semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Daftar Isi

1 vote, average: 4.00 out of 5
1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (1 votes, average: 4.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *