Menu

Pengertian Peran, Fungsi, Jenis Peran, Ciri, Syarat & Menurut Para Ahli

Pengertian Peran, Fungsi, Jenis Peran, Ciri, Syarat & Menurut Para Ahli – Secara umum, Pengertian Peran adalah suatu sikap atau perilaku yang diharapkan oleh banyak orang terhadap seseorang yang mempunyai status atau kedudukan tertentu. 
Kerap Istilah peran diucapkan oleh banyak orang. Umumnya, kata peran didefinisikan sebagai posisi atau kedudukan seseorang. 

Selain itu, terkadang peran diartikan sebagai “apa yang dimainkan” oleh seorang aktor dalam suatu drama, teater atau bahkan film. 
Hal itu lantaran, mungkin saja beberapa dari sebagian masyarakat tidak mengetahui bahwa kata peran atau “role” diambil dalam bahasa Inggris yaitu dari “dramaturgy atau seni teater“. 
Dalam hal seni teater, seorang aktor akan diberikan suatu peran yang perlu untuk dimainkan sesuai dengan plot-nya, alur ceritanya dan juga pada macam-macam lakonnya. 
Peran adalah suatu rangkaian yang dilakukan secara tersistematis yang ditimbulkan karena suatu jabatan. 
Manusia sebagai bercirikan sebagai makhluk sosial mempunyai kecenderungan untuk hidup berkelompok. 
Dalam kehidupan berkelompok tadi akan terjadi interaksi antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lainnya. 
Tumbuhnya interaksi diantara mereka ada saling ketergantungan. Dalam kehidupan bermasyarakat itu munculah apa yang dinamakan peran (role).

Pengertian Peran: Apa itu Peran? 

Secara umum, pengertian peran adalah suatu sikap atau perilaku yang diharapkan oleh banyak orang terhadap seseorang yang mempunyai status atau kedudukan tertentu. 
Peran juga memiliki makna. Hal demikian dapat dijelaskan dalam Status, Kedudukan dan Peran dalam masyarakat. 
Ketiga hal ini dapat diketahui sebagai makna peran melalui dua cara yaitu “Histories” dan “Ilmu Sosial“. 
Dalam sejarah (histories), peran sebuah konsep yang berawal dari kalangan yang mempunyai keterkaitan dengan drama atau teater yang hidup subur sejak zaman Yunani Kuno atau Romawi
Maksud dari hal demikian, dapat diartikan bahwa peran berarti karakter yang disandang atau dibawakan oleh seorang actor dalam sebuah pentas dengan lakon tertentu. 
Tidak hanya itu, pengertian peran menurut ilmu sosial. Peran dalam ilmu sosial berarti suatu fungsi yang dibawakan seseorang ketika menduduki jabatan tertentu, seseorang dapat memainkan fungsinya karena posisi yang didudukinya tersebut. 
Berdasarkan teori Peran (Role Theory) adalah suatu teori yang perpaduan macam-macam teori, orientasi, dan juga disiplin ilmu. Arti dari Istilah “peran” diambil dari dunia teater. 
Aspek yang mendasari sehingga disebutkan dalam teater, dikarenakan seseorang aktor harus bermain sebagai seorang tokoh tertentu dan dalam posisinya sebagai tokoh itu ia diharapkan untuk berperilaku secara tertentu (Cohen, 1992: 25).
Konflik peran terjadi dapat terjadi ketika seseorang dengan tuntutan yang bertentangan melakukan peran yang berbeda. 
Pada umumnya dapat penanganan konflik peran dapat dilakukan dengan memutuskan secara sadar atau tidak, akan peran yang ditimbulkan konsekuensi terburuk. Ketika hal itu diabaikan kemudian memperlakukan peran itu lebih dari yang lain.
Peran dapat diartikan sebagai suatu prilaku atau tingkah laku seseorang yang meliputi norma-norma yang diungkapkan dengan posisi dalam masyarakat. 

Pengertian Peran Menurut Para Ahli

Selain pengertian di atas terdapat beberapa pendapat, pandangan, gagasan atau teori yang disampaikan oleh para ahli (tokoh/pakar). Adapun pengertian peran menurut para ahli yaitu: 

1. Pengertian Peran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bahwa pengertian peran memiliki arti “pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki orang yang memiliki kedudukan di masyarakat. 

2. Pengertian Peran Menurut Abu Ahmad 

Menurut Abu Ahmadi (1982) bahwa pengertian peran adalah suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu yang berdasarkan status dan fungsi sosialnya.

3. Pengertian Peran Menurut Soerjono Soekanto 

Menurut Soerjono Soekanto (2002:243), bahwa pengertian peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. 

4. Pengertian Peran Menurut Nye 

Menurut Nye, 1976 dalam (Andarmoyo, 2012) bahwa pengertian Peran didefinisikan sebagai suatu set perilaku yang kurang lebih memiliki sifat homogen, yang diartikan dan diharapkan secara normative dari seseorang okupan dalam situasi sosial tertentu. 

5. Pengertian Peran Menurut Fadli

Menurut Fadli (dalam Kozier Barbara, 2008) yang menjelaskan bahwa definisi peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain agar dapat sesuai dengan kedudukan terhadap suatu sistem. 

6. Pengertian Peran Menurut Gerungan 

Menurut Gerungan (1998:135) bahwa pengertian peran dalam perspektif atau pandangan ilmu psikologi sosial didefinisikan dengan suatu perilaku atau tindakan yang diharapkan oleh orang lain dari seseorang yang memiliki suatu status di dalam kelompok tertentu (Gerungan, 1998: 135).

7. Pengertian Peran Menurut Kamus Oxford Dictionary 

Menurut kamus Oxford Dictionary bahwa pengertian peran adalah “Actor’s part;one’s task of function“. Artinya dalam kamus ini bahwa pengertian peran adalah aktor; tugas seseorang atau fungsi. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran 

Menurut Kurniawan (2008) bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan peran. Hal itu diketahui dapat dari “Kelas Soial”, “Bentuk Keluarga”, dan “Latar Belakang Keluarga”, dan “Pengetahuan“. 
Adapun penjelasan dari faktor-faktor yang mempengaruhi peran yaitu: 

1. Kelas Sosial 

Fungsi dari peran dalam kelas sosial adalah peran suami tertentu yang dipengaruhi oleh adanya tuntutan kepentingan dan kebutuhan yang terdapat dalam keluarga. 

2. Bentuk Keluarga

Keluarga dengan orang tua tunggal diartikan sebagai sesuatu yang jelas berbeda dengan orang tua yang masih lengkap sehingga demikian antara keluarga inti dengan keluarga besar yang beragam untuk dapat mengambil keputusan dan kepentingan akan rawan terhadap suatu konflik.   

3. Latar Belakang Keluarga

Dalam latar belakang keluarga sebagai faktor yang mempengaruhi peran dijelaskan dengan macam-macam pembagian yaitu: 
  • Kesadaran dan Kebiasaan Keluarga. Yang dimaksud dengan hal ini dartikan sebagai kesadaran titik temu atau equilibrium dari macam-macam pertumbuhan dan perbandingan yang mengasilkan keyakinan. Seperti halnya kebiasaan yang dapat meningkatan kesehatan, contohnya tidak merokok, pengontrolan berat badan, tidur teratur, tidak minum-minuman keras, sarapan setiap hari, dan tidak makan sembangan.
  • Sumber Daya Keluarga. Sebagai faktor yang mempengaruhi peran, sumber daya keluarga merupakan penerimaan seseorang sebagai suatu imbalan atas seluruh yang telah dilakukan dengan tenaga atau pikiran seseorang terhadap orang lain atau organisasi tertentu.
  • Siklus Keluarga. Maksud dari salah satu bagian dari faktor latar belakang keluarga sebagai sesuatu yang mempengaruhi peran diartikan sebab adanya perbedaan kebutuhan dan kepentingan. Contohnya ibu berperan sebagai asuh, asah dan asih. Sedangkan ayah berperan sebagai pencari nafkah dan anak bertugas belajar dan juga menuntut ilmu. 

4. Pengetahuan

Sebagai faktor yang mempengaruhi peran, menurut Notoatmojo (2007) bahwa pengetahuan atau kognitif sebagai suatu hal yang mempengaruhi disebabkan domain yang sangat penting dalam terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). 

Ciri-Ciri Peran 

Selain dari faktor yang mempengaruhinya, peran memiliki karakteristik sebagai bentuk penilaian terhadap suatu peran yang terjadi. Menurut Anderson Carter (dalam Andarmoyo 2012) yang menyebutkan bahwa ciri-ciri peran yaitu:
  • Teorganisasi. Maksud dari hal ini adalah adanya interaksi. 
  • Terdapat perbedaan dan kekhususan. 
  • Selain itu adanya keterbatasan dalam menjalankan tugas dan fungsi. 

Jenis-Jenis Peran Secara Umum 

Adapun jenis-jenis peran menurut Soerjono Soekanto dibagi atas 3 macam yaitu “Peran Aktif”, “Peran Partisipatif”, dan “Peran Pasif“. Pengertian dari ketiga macam peran ini yaitu: 

1. Peran Aktif

Yang dimaksud dengan Peran aktif adalah suatu peran seseorang yang aktif pada suatu organisasi yang diukur pada kontribusi yang diberikannya. 

2. Peran Partisipasif

Jenis peran ini diartikan sebagai peran yang dilakukan seseorang yang disebabkan dari kebutuhan atau hanya pada saat tertentu saja.

3. Peran Pasif

Arti dari Peran pasif adalah sebagai suatu peran yang tidak dilaksanakan oleh individu yang difungsikan sebagai simbol dalam kondisi tertentu di dalam kehidupan masyarakat.

Jenis-Jenis Peran Menurut Cohen 

Menurut Cohen (1992:25) bahwa terdapat jenis-jenis peran. Adapun maksud dari Peran atau rolenya yaitu: 
  • Peranan nyata (An acted Role) adalah suatu cara yang betul-betul akan dijalankan seseorang untuk menjalankan suatu peranan.
  • Kegagalan Peran (Role Failure) adalah jenis peran yang dijalankan dengan terjadinya suatu kagagalan seseorang dalam menjalankan peranan tertentu.
  • Model peranan (Role Model) adalah seseorang yang tingkah lakunya kita contoh, tiru, diikuti.
  • Rangkaian atau lingkup peranan (Role Set) adalah suatu hubungan individu dengan individu saat menjalankan suatu perannya.
  • Ketegangan peranan (Role Strain) adalah suatu kondisi yang muncul ketika seseorang mengalami sedang kesulitan dalam memenuhi harapan atau tujuan peranan yang dijalankan dikarenakan adanya ketidakserasiaan yang bertentangan satu sama lain.
  • Peranan yang dianjurkan (Prescribed Role) adalah jenis peran yang diharapkan masyarakat dari kita yang berfungsi untuk menjalankan peranan tertentu.
  • Konflik peranan (Role Conflict) adalah suatu kondisi yang dialami seseorang yang memiliki kedudukan suatu status atau lebih yang dapat menuntut adanya harapan dan tujuan peranan yang saling bertentangan satu sama lain.
  • Kesenjangan Peranan (Role Distance) adalah suatu jenis pelaksanaan peranan yang dilakukan secara emosional.

Jenis-Jenis Peran Berdasarkan Pelaksanaannya 

Selain itu, Menurut Narwoko dan Suyanto (2014:160) bahwa terdapat macam-macam peran berdasarkan pelaksanaan peran. Adapun jenis peran menurutnya antara lain: 
  • Peran yang diharapkan (expected roler) adalah suatu peran seseorang yang diharapkan dilaksanakan secara cermant yang tidak dapat ditawar dan harus dilaksanakan sesuai yang ditentukan. Contonya jenis peran ini adalah hakim, diplomatic, bupati dan lainnya.
  • Peranan yang disesuaikan (actual roler) adalah suatu peranan yang dilaksanakan berdasarkan kesesuaian akan situasi dan keadaan tertentu. Contoh jenis peran ini adalah imam dan makmum, penolong dan ditolong, dan lainnya. 

Jenis-Jenis Peran Berdasarkan Cara Memperolehnya 

Sedangkan, cara memperoleh peran menurut Narwoko dan Suyanto (2014: 160) terdiri atas dua macam. Adapun jenis peran tersebut yaitu: 
  • Peranan bawaan (ascribed roles), diartikan sebagai peranan yang didapatkan secara otomatis, bukan karena usaha, contohnya peranan sebagai nenek, anak, ketua RT, kyai dan sebagainya.
  • Peranan pilihan (achieve roles), maksud dari peranan yang didapatkan atas keputusannya sendiri, contohnya seseorang yang memutuskan untuk memilih Fakultas Dakwah UIN Walisongo semarang.

Jenis-Jenis Peran Menurut Biddle dan Thomas

Menurut Biddle dan Thomas (1966) yang menjelaskan bahwa terdapat teori peran yang membagi ke dalam empat golongan yaitu: 
  1. Orang-orang yang mengambil bagian dalam interaksi sosial.
  2. Perilaku yang muncul dalam interaksi tersebut.
  3. Kedudukan orang-orang dalam perilaku.
  4. Kaitan antara orang dan perilaku.
Baca Juga  Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Dimensi Peran 

Adapun macam-macam dimensi peran yaitu: 
  1. Peran sebagai alat komunikasi. Sedangkan jenis peran sebagai alat komunikasi diartikan sebagai peran didayagunakan sebagai instrumen atau alat yang berfungsi mendapatkan masukan berupa informasi dalam proses pengambilam keputusan. Persepsi ini dilandaskan oleh suatu pemikiran bahwa pemerintahan dirancang untuk melayani masyarakat, sehingga pandangan dan preferensi dari masyarakat tersebut adalah masukan yang bernilai guna mewujudkan keputusan yang responsif dan responsibel.
  2. Peran sebagai strategi. Sedangkan untuk dimensi peran ini dalam penganut paham ini didefinisikan bahwa peran suatu strategi untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat (public supports)
  3. Peran sebagai alat penyelesaian sengketa. Maksud dari peran ini diartikan sebagai jenis peran didayagunakan sebagai suatu cara untuk mengurangi atau meredam konflik melalui
  4. Peran sebagai suatu kebijakan. Maksud dari hal ini bahwa bahwa peran merupakan suatu kebijkasanaan yang tepat dan baik untuk dilaksanakan.

Syarat-Syarat Peran

Peran sebagai suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh orang tertentu dalam memposisikan dalam status sosial. 
Penempatan posisi itu, juga memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat-syarat peran yaitu: 
  • Peran terdiri dari norma-norma yang dihubungkan untuk orang yang terdapat di masyarakat. 
  • Peran ialah suatu konsep perilaku yang dilaksanakan oleh individu yang terdapat dalam masyarakat sebagai organisasi. 
  • Peran yaitu suatu rangkaian yang tersistematis yang berdampak pada suatu jabatan. 

Fungsi Peran

Berdasarkan pendapat Narwoko dan Suyanto (2014: 160) yang menjelaskan bahwa terdapat fungsi peran dalam kehidupan sehari-hari atau manfaatnya dalam masyarakat. Adapun fungsi peran yaitu: 
  • Dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat.
  • Memberi arah pada proses sosialisasi.
  • Menghidupkan sistem pengendalian kontrol, sehingga dapat melestarikan kehidupan masyarakat
  • Pewaris tradisi, kepercayaan, nilai, norma dan pengetahuan.
Demikianlah informasi mengenai Pengertian Peran, Fungsi, Jenis Peran, Ciri, Syarat & Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian peran, fungsi peran, jenis-jenis peran, ciri-ciri peran, syarat-syarat peran, pengertian peran menurut para ahli dan faktor-faktor yang mempengaruhi peran. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *