Menu

6 Rukun Iman Adalah, Pengertian dan Lengkap Penjelasannya!

Setiap muslim tentu saja tidak hanya mesti mengetahui 6 rukun iman saja akan tetapi juga mesti mengamalkannya dan yakin terhadapnya supaya mengetahui bagaimana memahami hakikat kehidupan yang sesungguhnya.

Seperti halnya secara harfiah, bahwa rukun iman itu diambil dari bahasa Arab yang berarti “percaya”. Sedangkan secara istilah berarti membenarkan hati yang diucapkan dengan lisan dan diamalkannya dengan perbuatan.

Dari sinilah akan jelas terlihat bahwa setiap orang tidak hanya sekedar mengetahuinya saja, akan tetapi juga senantiasa harus menanamkan dalam dirinya bahwa kita mesti yakin dengan 6 rukun iman dan harus diakui dengan cara mengikrarkan secara lisan dan dibuktikan dengan perbuatan yang nyata.

Lantas bagaimana untuk mengamalkannya secara langsung, tentu saja selain meyakini keberadaannya juga mesti diimbangi dengan perbuatan baik yang mencerminkan setiap poin 6 rukun iman tersebut.

Nah, untuk lebih jelasnya, tentang bagaimana anda akan mengamalkan rukun iman tersebut maka silahkan menyimak penjelasan lengkapnya tentang pembahasan 6 rukun iman dalam islam berikut ini!:

Pengertian Iman dalam Alquran dan Hadits yang Wajib Kita Ketahui

Pengertian rukun iman sudah dijelaskan dalam Al-Quran maupun hadits. Adapun pengertian iman diantaranya yaitu:

Pengertian Iman menurut Al-Quran

Arti iman menuru Al-Quran yaitu membenarkan penuh dengan keyakinan bahwa Allah lah yang menurunkan kitab-kitab kepada hamba-hambanya secara benar dan jelas.

Sebagai petunjuk atau pedoman yang jelas serta meyakini bahwa Al-Quran termasuk kalam Allah yang difirmankannya dengan sangat benar.

Arti iman menurut Hadits yaitu suatu pembenaran batin, dimana Rasulullah Saw mengatakan bahwa hal-hal lain sebagai iman yakni seperti akhlah yang baik, bermurah hati, sabar, cinta sahabat, cinta rasul, rasa malu dan lainnya.

Selain pengertian iman demikian, Iman itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti percaya atau membenarkan menggunakan hati.

Sedangkan secara istilah, iman memiliki 3 poin penting yaitu:

– Membenarkan dengan hati

– Mengikrarkan dengan lisan

– Dan mengamalkan dengan menggunakan anggota badan.

Berdasarkan ketiga poin tersebut, penjelasan arti iman yang jelas yaitu sebagai berikut:

  1. Membenarkan dengan hati

Pada poin yang pertama ini, berarti bahwa menerima segala sesuatu yang sudah diajarkan oleh Rasulullah.

  1. Mengikrarkan secara lisan

Dengan menggunaan lisan”kata” tentu saja memiliki maksud yaitu mengucapknya dengan kata, misalnya pada rukun iman yang pertama yaitu dengan mengucapkan atau mengikrarkan dua kalimat syahadat yang berbunyi “Laa ilaha Illallahu Wa Anna Muhammadu Rasulullah” yang berarti bahwa “Aku bersaksi, tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

  1. Mengamalkan dengan Anggota badan Yang dimaksud dengan mengamalkan disini, tentu saja dengan perbuatan. Yang berarti hati mengamalkannya dengan bentuk keyakinan, sedangkan anggota badan melaksanakannya dengan bentuk ibadah-ibadah sesuai perintah Allah Swt.

Pembagian 6 Rukun Iman dan Penjelasannya Secara Lengkap

Ada 6 Rukun iman yang harus wajib diyakini oleh umat Islam. Nah, berdasarkan hadits Rasulullah Saw, pembagian 6 rukun iman bahwa tentang tiga hal yaitu Islam, Iman dan Ihsan.

Dimana, jawaban dari 3 hal pertanyaan mengenai Iman tersebutlah yang selanjutnya disepakati oleh para ulama, terdapat 6 rukun yang wajib umat islam yakini, adapun pembagian 6 rukun iman diantaranya sebagai berikut:

  1. Iman Kepada Allah Swt
  1. Iman Kepada para malaikat Allah
  1. Iman kepada kitab-kitab Allah
  1. Iman kepada rasul
  1. Iman kepada hari kiamat
  1. Iman kepada qada dan qadar (takdir).

Apakah yakin terhadap rukun iman apakah hanya cukup dengan mengetahuinya saja? Tentu saja tidak, dimana selain anda mengetahui, anda juga mesti memahami secara mendalam, supaya mengetahui bagaimana hakikatnya pada kehidupan sehari-hari. Adapun penjelasan tentang pembagian 6 rukun iman secara lengkap, silahkan menyimak penjelasan berikut ini:

Iman Kepada Allah Swt

Rukun Iman yang pertama yaitu iman kepada Allah Swt. Hal ini tentu saja menjadi sesuatu hal yang paling mendasar pada agama Islam.

Dimana setiap manusia tentu saja mesti meyakini bahwa hanya Allah yang wajib untuk disembah dan tidak ada yang lainnya. Seperti pada rukun Islam yang pertama yaitu syahadat yang berbunyi bahwa “Tiada Tuhan yang wajib di sembah kecuali Allah”.

Sebagai rukun iman yang pertama dan wajib untuk kita amalkan, maka tentu saja Iman kepada Allah ini, yaitu hanya diungkapkan dengan kata-kata saja. Akan tetapi juga mesti dipercayai secara sepenuh hati, dan dibuktikan lewat perbuatan.

Ya, sangat percuma jika hanya sekedar mengucapkannya dalam hati jika tidak mengamalkannya lewat perbuatan. Atau anda pernah mengenal suatu istilah Islam KTP? Dimana orang-orang tersebut memang meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, akan tetapi disayangkan jika apa yang sudah diperintahkan oleh Allah tidak dilaksanakan, salah satunya dengan mempercayai rukun iman tersebut.

Selain daripada itu, untuk menyakini bahwa rukun iman yang pertama merupakan iman kepada Allah Swt, yakni dengan cara yakin terhadap sifat-sifat Allah dan mengamalkan 99 Asmaul Husna.

Berkaitan dengan hal tersebut, iman kepada Allah sendiri termasuk dasar Agama Islam. Dimana dengan yakin akan iman kepada Allah Swt, maka tentu manusia sudah mengakui bahwa Allah lah yang menjadi Tuhannya, yang senantiasa selalu mengawasai hambanya.

Dengan demikian bahwa tentu manusia tidak hanya cukup menjadi seorang muslim saja. Akan tetapi juga mesti menjadi orang yang beriman. Iman kepada Allah ini bukanlah hanya sekedar kata-kata saja.

Akan tetapi percaya kepada Allah juga mesti dibuktikan dengan hati dan perbuatan. Akan menjadi percuma jika iman kepada Allah hanya ada di ucapan saja. Dan Allah mempunyai sifat-sifat yang wajib dan yang mustahil baginya.

Iman Kepada Allah adalah Dasar dari Agama Islam Karena dengan iman kepada Allah sebenarnya kita sudah mengakui bahwa Allah itu ada dan Allah senantiasa mengawasi hambanya.

Dengan itu, maka kita sudah menjadi seorang muslim. Akan tetapi menjadi muslim saja itu tidak cukup. Akan tetapi kita juga mesti menjadi seorang mukmin. Yakni orang yang beriman. Jadi, anda jangan pernah mengabaikan rukun iman yang pertama ini, supaya anda bisa benar-benar diridhoi oleh Allah Swt pada kehidupan ini.

Baca Juga  Pengertian Iri Hati, Apa itu ?..

Iman Kepada Malaikat-malaikat

Pada rukun iman yang kedua ini yaitu, iman kepada malaikat. Ditunjukkan bahwasanya setiap manusia mesti meyakini keberadaan malaikat yang menjadi makhluk Allah, dan juga melaksanakan perintah-Nya.

Akan tetapi berbeda halnya dengan manusia, makhluk ciptaan Allah yang mulia ini diciptakan dari cahaya atau nur. Tidak hanya itu saja, bahkan malaikat juga diciptakan oleh Allah Swt untuk senantiasa beribadah atau menjalankan tugas tertentu tanpa melakukan dosa sama sekali.

Yah, Allah telah menciptakan malaikan supaya menjadi makhluk yang sangat tunduk dan patuh kepada Allah Swt. Dengan demikian bahwa tentu sebagai manusia yang memilki keimanan, anda mesti yakin keberadaan malaikat Allah.

Tahukah anda tentang berapakah jumlah malaikat Allah? Apakah hanya ada 10 saja? Tentu tidak. Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak hanya menciptakan 10 malaikat yang mempunyai tugas tertentu saja.

Akan tetapi terdapat ribuan malaikat dengan tugasnya masing-masing. Bahkan, Allah juga menciptakan malaikat yang bertugas hanya berzikir. Jadi sejak dia diciptakan sampai hari kiamat nantinya, dia hanya akan berzikir kepada Allah.

Terlepas dari hal tersebut, nah berikut ini terdapat 10 malaikat Allah dan tugasnya yang mesti wajib kita ketahui.

– Malaikat Jibril

Malaikat Jibral bertugas membawa wahyu. Berbicara tentang Malaikat Jibril, tentu berhubungan dengan malaikat yang menyampaikan wahyu Al-Quran kepada Nabi Muhammad.

Ya, tugas malaikat jibril ini yaitu memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad yaitu Al-Quran supaya bisa disampaikan kepada seluruh umat manusia.

– Malaikat Mikail

Malaikat Mikail bertugas membagikan rezeki.

Setiap manusia sudah ditentukan seberapa banyak rejeki yang sudah diberikan Allah. Dan pembagian rezeki pada manusia tersebut menjadi tugas malaikat Mikail. Jadi, jika anda yakin terhadap malaikat maka tentu apa yang sudah diusahakan menjadi gagal, maka tidak usah merasa kecewa karena setiap rezeki sudah diatur oleh Allah lewat Malaikat Mikail.

Selain daripada itu, Malaikat Malaikat juga mempunyai tugas untuk menurunkan hujan. Dimana, hujan itu sendiri merupakan rezeki yang diberikan dari Allah Swt.

– Malaikat Israfil

Tentu saja anda sudah mengenal malaikat Israfil, sang malaikat yang yang akan meniup sangkakala yang menjadi pertanda hari kiamat.

Malaikat Israfil akan meniup sangkakala sebanyak 2 kali. Dimana pada tiupan pertama menjadi tanda akan hadirnya hari kiamat yang menjadi pertanda bahwa datangnya kematian seluruh umat manusia, kecuali manusia yang tak beriman.

Sedangkan untuk tiupan yang kedua adalah pertanda kematian seluruh umat manusia tanpa ada pengecualian.

– Malaikat Izrail

Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa. Tentu saja membahas tentang mencabut nyawa, peristiwa ini memang sangatlah menyakitkan.

Dimana manusia akan kehilangannya nyawanya dengan rasa yang teramat sakit dan pertanda akan memasuki alam kematian. Nah, yang bertugas untuk mencabut nyawa yaitu malaikat Izrail.

– Malaikat Mungkar

Malaikat Mungkar disini memiliki tugas memeriksa dan bertanya kepada mayit yang ada di dalam kubur.

Setelah memasuki tahap kematian yaitu di dalam kubur, manusia akan ditanya dan mulai diperiksa oleh malaikat mungkar. Untuk pertanyaan yang sudah anda ketahui sebelumnya yaitu tentang siapa tuhan mu, apa agamamu dan apa kitab mu.

– Malaikat Nakir

Malaikat Nakir bertugas sama dengan malaikat mungkar, tetapi malaikat nakir ini bertugas untuk menyiksa mayit jika manusia tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat mungkar karena sudah banyak melakukan perbuatan buruk di dunia.

– Malaikat Raqib

Malaikat Raqib bertugas mencatat amal kebaikan manusia. Tahukah anda bahwa pada setiap perbuatan yang sudah dilakukan itu tidak pernah luput dari pengawasan Allah. Dan malaikat yang memiliki tugas untuk mencatat setiap amal atau perbuatan baik yang kita lakukan selama di dunia.

– Malaikat Atid

Malaikat Atid bertugas untuk mencatat amal keburukan. Jadi berhati-hatilah ketika anda berbuat buruk karena sampai kapanpun dan dimanapun, malaikat atid akan mencatat setiap perbuatan buruk yang telah kita lakukan.

– Malaikat Malik

Disini, malaikat malik bertugas menjaga pintu neraka. Perawakat malaikat malik memiliki wajah yang sangatlah seram dan kejam. Malaikat malik akan menjaga pintu neraka yang menjadi tempt orang-orang penuh dengan dosa. Semoga kita tidak akan pernah bertemu malaikat Malik.

– Malaikat Ridwan

Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga. Mudah-mudahan kelak nanti kita akan dapat menyaksikan dan bertemu dengan malaikat Ridwan yang memiliki senyum merekah dan indah di depan pintu surga.

Oleh karena itu berbuat baiklah, maka anda bisa melihat malaikat ridwan dan bertemu denganya di hari kelak. Sebagai manusia yang beriman, tentu saja menyakini adanya malaikat menjadi cerminan bahwa malaikat tidak pernah berbuat dosa sedikit pun.

Iman Kepada Kitab-kitab Allah

Pada rukun iman yang ke-4 ini kita dianjurkan untuk beriman kepada Kitab Allah. Apakah anda tahu? Berapakah jumlah kitab Allah yang wajib kita ketahui? Sebelumnya, Allah sudah menurunkan secara langsung kitab-kitabNya kepada para Nabi yang terpilih.

Nah, yang mendapatkan kitab ini bukan hanya Nabi Muhammad dengan kitab Suci Al-Qur’an, akan tetapi ada juga beberapa nabi lainnya yang telah mendapatkan kitab Allah. Adapun jumlah kitab yang Allah sudah turunkan untuk diketahui oleh manusia ada 4 yaitu:

  1. Kitab Taurat, kitab yang diturunkan Allah untuk Nabi Musa

Kitab Taurat adalah kitab suci orang Yahudi dan penganut Yudaisme. Kitab Taurat ini diturunkan kepada Nabi Musa As untuk bisa membimbing kaum Bani Israil yang ditulis menggunakan bahasa Ibrani. Isi pokok kitab taurat ini adalah sepuluh firman tuhan yang telah diterima oleh Nabi Musa AS saat berada di puncak gunung Thursina. Sepuluh firman tuhan tersebut mencakup asas-asas akidah (keyakinan) dan asas-asas syariat (kebaktian).

  1. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Daud AS

Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan untuk Nabi Daud AS dan Kaumnya yang ditulis dengan bahasa Arab Mazmur. Kitab suci ini merupakan kumpulan Mazmur yaitu nyanyian rohani yang dianggap suci.

  1. Kitab Injil, Diturunkan kepada Nabi Isa AS.
  1. Al-Quran, kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Meskipun saat ini yang digunakan umat manusia sebagai petunjuk adalah kita suci Al-Quran. Akan tetapi kita sebagai manusia yang beriman juga mesti meyakini adanya keberadaan kitab-kitab tersebut.

Baca Juga  Pengertian Haji, Syarat, Rukun, Jenis, Tata Cara & Manfaatnya

Dan perlu kita ingat! Yang hanya bisa dijadikan pedoman yaitu Al-Quran saja, karena kitab-kitab lainnya yang sekarang sudah banyak dipalsukan dan bahkan aslinya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Mengapa demikian? Karena sampai sekarang ini hanya Al-Quran saja satu-satunya yang menjadi kitab yang masih asli sejak awal di wahyukannya kepada Nabi Muhammad Saw. Sedangkan kitab lainnya sudah banyak dilakukan perubahan, bahkan penulisannya sudah diperbaharui oleh berbagai macam tokoh sehingga tak lagi digunakan sebagai rujukan dalam Agama Islam.

Iman Kepada Rasul-rasul Allah

Nabi adalah utusan Allah yang telah diutus untuk dapat memperbaiki setiap perilaku kaumnya yang buruk. Tentu saja sebagai utusan Allah yang mulia, sebagai umat manusia, kita mesti meyakini adanya Nabi dan Rasul serta meyakini setiap ajaran yang sudah diberikan.

Nah, nabi yang sering dikenal dan menjadi panutan oleh umat Islam di seluruh Dunia yaitu Nabi Muhammad Saw yang menjadi nabi Penutup.

Dalam Al-Quran, Allah tidak hanya menyebutkan nama satu nabi saja. Akan tetapi ada banyak nabi yang lainnya seperti Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi yunus dan masih banyak lagi nabi yang lainnya. Atau anda sering mengenal istilah 25 Nabi yang mesti diketahui.

Nah, sejatinya, jumlah nabi yang sebenarnya tidak hanya berjumlah 25 saja. Akan tetapi terdapat sampai ratusan jumlahnya, misalnya nabi Khaidir. Meskipun demikian, nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammad Saw, sehingga jika ada yang mengaku nabi maka berarti itu adalah nabi palsu.

Adapun nama 25 nabi yang wajib Anda ketahui yakni:

  1. Nabi Adam 2. Nabi Idris 3. Nabi Nuh 4. Nabi Hud 5. Nabi Soleh 6. Nabi Ibrahim 7. Nabi Luth 8. Nabi Ismail 9. Nabi Ishaq 10. Nabi Yakub 11. Nabi Yusuf 12. Nabi Ayub 13. Nabi Suaib 14. Nabi Harus 15. Nabi Musa 16. Nabi Waliyasa 17. Nabi Dzulkifli 18. Nabi Daud 19. Nabi Sulaiman 20. Nabi Ilyas 21. Nabi Yunus 22. Nabi Zakaria 23. Nabi Yahya 24. Nabi Isa 25. Nabi Muhammad.

Dengan mengimani 25 Nabi dan Rasul tersebut maka tentu saja tidak hanya sekedar untuk mengetahuinya saja. Akan tetapi kita juga mesti mengikuti setiap perbuatannya. Bagaimana caranya? Pernahkah anda mendengar cerita mengetahui 25 Nabi? Nah, dari kisah-kisah tersebut, dapat dijadikan sebagai cerminan, bahwa Nabi mempunyai sikap yang tunduk dan patuh kepada Allah serta mempunyai hati yang penyabar, penuh perjuangan dan rendah hati.

Rukun Iman Kepada Hari Akhir atau Hari Kiamat

Rukun iman yang kelima adalah iman kepada hari kiamat. Ya kita tentu tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat itu, akan tetapi sebagai umat yang beriman maka tentu saja mesti mempercayai bahwa kiamat itu ada dan pasti akan dating.

Bahkan nabi Muhammad saw tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat itu. Tapi tahukah anda? Bahwa kiamat itu tidak hanya terjadi di dunia yang ditandai dengan kematian semua umat islam. Sekaligus menjadi kehancuran dunia.

Akan tetapi di akhiran terjadi kiamat, dengan ditandai dengan bangkitnya semua manusia yang ada di alam kubur, untuk diadili setiap perbuatannya di dunia. Adapun beberapa tanda yang disebutkan oleh para ulama, atau bahkan Nabi pun menjelaskannya yakni:

  1. Terbitnya matahari dari arah barat
  2. Munculnya dajjal
  3. Turunya Nabi isa ke bumi
  4. Munculnya Yajuj Majuj
  5. Munculnya Imam Mahdi
  6. Negeri arab menjadi subur
  7. Dan masih banyak tanda-tanda lainnya.

Dengan demikian, tentu saja kita mesti meyakini bahwa kiamat itu pasti akan datang pada waktunya. Semoga saja kita semuanya kelak akan selamat dari berbagai huru-hara kiamat yang sangat begitu mengerikan.

Rukun Iman kepada Qada dan Qadar Allah atau Takdir Allah

Rukun iman yang keenam atau terakhir yaitu iman kepada Qada’ dan Qadar Allah. Yang dimaksud di sini yaitu mempercayai tentang Qada’ dan Qadar atau ketetapan takdir yang diberikan oleh Allah. Dimana, Allah sudah menggariskan kehidupan manusia sebelum dunia ini terbentuk yaitu Lauh Mahfuz.

Allah bisa menciptakan dunia ini dan juga bisa menentukan semua takdirnya dan semua yang sudah terjadi di dalamnya. Baik kepada kita sebagai manusia maupun untuk makhluk lainnya. Bukan hanya makhluk hidup, bahkan benda mati pun sudah Allah tuliskan takdirnya. Di dalam kehidupan manusia yang tentu saja ada ketetapan, aturan dan hukum.

Ketetapan, aturan lain sebagainya sudah pasti diatur oleh Allah Swt. Semua itu sudah diatur sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang terdapat di muka bumi ini, baik itu sesuatu yang baik dan buruk, hidup mati seseorang dan sebagainya.

Kemudian, adapun pengertian Qada dan Qadar yaitu Qadar adalah suatu perwujudan ketetapan (qada) atas segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluknya yang sudah ada sejak zaman azali dan pastinya sesuai dengan iradahnya.

Sedangkan Qadar adalah takdir Allah Swt yang berlaku untuk semua makhluk hidup baik yang sudah, sedang atau yang akan datang. Beriman kepada Qada dan Qadar adalah meyakini secara sepenuh hati bahwa ada ketentuan Allah Swt yang berlaku bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Semua itu menjadi bukti kekuasaan dan kebesaran Allah Swt.

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah Swt. Kita sebagai makhluknya mesti meyakini secara sepenuh hati bahwa semua ini adalah bukti dari tanda kebesaran Allah Swt. yat Tentang Beriman Kepada Qada dan Qadar Qur’an Surah Ar-rad Ayat 11

لَهُۥمُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ لَايُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًافَلَا مَرَدَّ لَهُۥ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Baca Juga  Pengertian Qurban, Doa dan Keutamaan Ibadah Qurban Serta Hukumnya

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.  

Perbedaan Antara Qada dan Qadar

Banyak para ulama berbeda pendapat mengenai Qada dan Qadar. Ada yang mengatakan bahwa Qadar adalah suatu ketentuan Allah sejak zaman yang tidak ada awalnya atau azali. Sedangkan Qada adalah ketetapan Allah terhadap sesuatu pada waktu terjadi.

Maka pada saat Allah sudah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya, ketentuan inilah disebut Qadar. Kemudian saat sudah tiba yang sudah ditetapkan pada sesuatu, ketentuan ini yang disebut dengan Qada.

Kemudian Qadar adalah ketentuan Allah atas segala sesuatu sejak zaman Azali. Sedangkan Qada adalah pelaksanaan Qadar saat terjadi. Sebagian ulama’ mengatakan bahwa pada kedua istilah tersebut mempunyai satu makna.

Pendapat yang dianggap rajah atau kuat yaitu kedua istilah tersebut jika dikumpulkan (Qadar-Qada) maka akan mempunyai makna yang berbeda. Akan tetapi jika dipisahkan antara satu dengan yang lainnya maka akan memiliki makna yang sama.  

Takdir

takdir adalah peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi segala aspek kejadian baik itu tentang kadar atau ukurannya, tempat maupun waktunya.

Dengan begitu, segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia. Termasuk saat saya menulis artikel ini yaitu takdir yang mesti saya tunaikan.

Umat islam itu sendiri memahami takdir yaitu sebagai bagian dari kekuasaan Allah yang pasti terjadi dimana dikenal sebagai rukun Iman. Penjelasan tentang takdir hanya bisa dipelajari dari informasi Allah yakni informasi dari Al-Quran dan Hadits.

Takdir terbagi Menjadi 2 yaitu

– Takdir Mua’llaq

Takdir mua’llaq yaitu takdir yang erat hubungannya dengan ikhtiar manusia. Sebagai contoh ada seorang siswa yang bercita-cita ingin menjadi seorang insinyur pertanian. Nah, untuk mencapai cita-citanya maka dia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang sudah dicita-citakannya menjadi kenyataan. Dan dia menjadi seorang insinyur pertanian.

– Takdir Mubram

Takdir mubram adalah suatu takdir yang terjadi pada manusia dan tidak bisa diusahakan atau tidak bisa ditawar tawar oleh manusia itu sendiri. Contohnya ada manusia yang dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Manusia tidak bisa memilih untuk jadi laki-laki dan perempuan pada saat ada di dalam kandungan.

Pentingnya Menjaga Keimanan

Setelah kita mempelajari dan memahami seperti apa pembagian 6 rukun iman, maka tentu saja kita akan lebih mempercayai bahwa di dunia memang ada hal yang mesti menyakini keberadaannya dan mesti diamalkan secara baik. Selain daripada itu, dengan mengetahui 6 perkara ini maka tentu saja kita mesti lebih menjaga keyakinan supaya dapat selamat hingga di akhirat.

Apa sih Pentingnya menjaga Keimanan?

Sulitnya Berjuang untuk Menghadapi Tantangan

Mesti kita ketahui bahwa menjadi seorang mukmin yang beriman memang tidak mudah, membutuhkan perjuangan yang sangat besar. Apalagi dengan melihat tantangan yang ada sekarang ini. Tentu saja untuk dapat menjaga supaya keimanan tetap dihati itu sangatlah sulit.  

Banyaknya Godaan Keimanan

Berkaitan dengan poin yang pertama, bahwa di era yang sudah serba maju ini, segala bidang telah mengalami perkembangan yang sangat pesar. Dimana di dalamnya terdapat godaan keimanan yang sangat begitu kuat.

Sehingga jika kita tidak mempunyai pondasi yang kuat maka tentu saja dapat menghilangkan keimanan. Sebagai contoh saja, sekarang ini banyak sudah banyak perilaku masyarakat yang meniru dunia barat.

Padahal di dalamnya memiliki makna kemusyrikan yang akan mengurangi keberislaman seseorang. Dengan demikian, tentu saja sebagai umat yang beriman, maka kita mesti benar-benar harus bisa menjaga keimanan secara serius.

Hal ini agar supaya Allah senantiasa memberkahi setiap kegiatan yang anda lakukan di dunia dan memudahkan kita menuju akhirat nantinya. Kemudian, apa yang mesti dilakukan untuk dapat menjaga keimanan tersebut? Yaitu selain mempercayainya, kita juga mesti diimbangi dengan perbuatan baik seperti sholat wajib 5 waktu yang diimbangi dengan sholat sunnah dan rajin membaca al-quran, terlebih lagi dapat menjadi penghafal Al-Quran, serta memperbanyak sholawat dan amal saleh.

10 Hal yang Membatalkan Keimanan

Nah, berikut ini terdapat 10 hal yang bisa membatalkan keimanan seseorang

  1. Syirik dalam melakukan ibadah
  2. Menjadikan sesuatu antara diri dengan Allah sebagai perantara yakni dengan berdoa atau memohon doa kepada sesuatu tersebut dan meminta syafaatnya serta menyandarkan diri kepadanya.
  3. Orang yang tak mengkafirkan kaum musyrikin atau ragu-ragu terhadap kekafiran mereka atau malah membenarkan agama mereka.
  4. Meyakini adanya suatu petunjuk yang lebih sempurna dibandingkan petunjukkan Allah Swt atau meyakini adanya keputusan hukum yang lebih bagus dan baik dibandingkan Rasulullah Saw, seperti lebih mendahulukan hukum atau undang-undang manusia dibandingkan hukum beliau.
  5. Membenci sesuatu dari syariat yang dibawa oleh rasulullah Saw sekalipun masih saja mengerjakannnya.
  6. Mengolok-olok agama islam atau mengolok-olok mengenai pahala dan saksi serta dalil firman allah.
  7. Sihir, diantaranya adalah sihir untuk bisa memisahkan suami istri atau pengasihan dan tak rela mengingkari terhadap sihir.
  8. Menolong dan membantu kaum musyrik untuk dapat melawan kaum muslim
  9. Meyakini bahwa seorang muslim boleh-boleh saja keluar dari islam dan tak mengikuti syariat nabi Muhammad
  10. Berpaling dari Agama Allah, dan tak ingin mempelajari dan tak lagi mengamalkannya/

 

Dan masih banyak lagi kebaikan yang lainnya yang mesti dilakukan. Demikianlah informasi tentang penjelasan Rukun Iman . Semoga saja informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan informasi tentang rukun iman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *