Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Menu

Tata Cara Mandi Wajib & Bacaan Doa Niat Mandi Wajib Ala Rasulullah

Tata Cara Mandi Wajib & Bacaan Doa Niat Mandi Wajib| Mandi wajib/junud adalah mandi untuk menghilangkan hadast besar baik keluar mani, bersetubuh, haid nifas, dan melahirkan. Dalam melakukan mandi wajib, terdapat tata cara mandi wajib agar kita benar-benar bersih dari hadast besar, tidak hanya itu mandi wajib terdapat niat yang harus dibaca baik itu secara lisan maupun dalam hati. Hukum mandi wajib/mandi junud/mandi besar adalah wajib.

Pada umumnya mandi wajib/mandi junud dilakukan bagi seseorang yang beradap di masa pubertas, untuk menyucikan diri dari hadast besar, sehingga bagi anda yang telah menginjak masa pubertas maka cepat-cepat anda harus mengetahui tata cara dan doa niat mandi wajib agar shalat kita seperti penjelasan dibawah bagian C dan D, larangan yang tidak mandi wajib.

 
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai tata cara mandi wajib dan bacaan doa niat mandi wajib berdasarkan tuntutan nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadist sahih antara lain sebagai berikut… 
niat mandi wajib

Tata Cara Mandi Wajib dan Niat Mandi Wajib

A. Larangan-Larangan Orang Yang Mempunyai Hadast Besar

  • Mendirikan sholat, baik itu shalat wajib maupun shalat sunnat
  • Mengerjakan thawaf (thawaf rukun haji atau sunat) 
  • Tidak dapat menyentuh atau membawa Al-Qur’an 
  • Berdiam di mesjid/i’tikaf

B. Larangan-Larangan Bagi Yang Sedang Haid/Nifas

  • Seluruh larangan yang terdapat diatas 
  • Dicerai (ditalak) 
  • Bersetubuh
  • Menyeberangi mesjid 
  • Berpuasa baik yang wajib atau sunat
  • Bersenang-senang antar pusar perut dan lutut

C. Bacaan Doa Niat Mandi Wajib 

cara mandi wajib

Dalam memulai mandi wajib, maka utamakanlah niat terlebih dahulu untuk menghilangkan hadast besar. Niat mandi wajib akan membedakan mandi yang biasa kita lakikan..Seperti dalam Sabda Rhasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: 
 
Tata Cara Mandi Wajib & Bacaan Doa Niat Mandi Wajib
 
Artinya: “Semua amal tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuaui apa yang ia niatkan” (HR. Al Bukhari dan Muslim). 
 
 
1. Secara umum, lafadz doa niat mandi wajib:

Catatan: Doa niat mandi wajib ini dapat dilakukan dari seluruh hadast besar

 

Tata Cara Mandi Wajib & Bacaan Doa Niat Mandi Wajib
 
  • Bacaan doa niat mandi wajib: “Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala. 
  • Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala. 
2. Doa niat mandi wajib setelah mimpi basah/keluarmani/ atau bersetubuh: 
 
  • Bacaan doa niat mandi wajib setelah mimpi basah atau bersetebuh: “Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari ‘An Jamiil Badanii Likhuruji Maniyyi Minal Inaabati Fardhan Lillahi Ta’aal. 
  • Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabat fardhu karena Allah ta’ala. 
3. Doa niat mandi wajib karena haid (menstruasi): 
 
  • Bacaan doa niat mandi wajib setelah haid: “Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala. 
  • Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari haid fardu karena Allah ta’ala”
4. Doa niat mandi wajib karena nifas:

  • Bacaan doa niat mandi wajib karena nifas: “Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala,
  • Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala. 

 

doa mandi wajib

 

Niat Mandi Wajib – Sebelum kita membahas niatnya, sebaiknya kita terlebih dahulu membahas secara umum mengenai mandi wajib atau mandi junub. Mandi wajab adalah salah satu bab yang dibahas mengenai Thaharah atau bersuci pada kitab Fiqih.

Baca Juga  Perbedaan Arti Masya Allah dan Subhanallah Serta Kapan Digunakan?

Mandi junub atau mandi wajib atau jinabah ini dilaksanakan setelah seorang muslim melakukan sebuah hadats besar.

Kemudian, pada bulan suci Ramadhan itu muncul pertanyaan.

Apakah mandi junub atau mandi wajib itu dilakukan setelah atau sebelum imsak atau sahur?

Nah, berikut penjelasan lengkapnya yang disertai dengan tata cara dan lafaz niat mandi wajib atau mandi junub ketika puasa Ramadhan 1440 H atau 2019.

Apakah puasa Ramadhan itu tetap sah kalau belum melakukan mandi wajib padahal imsak sudah masuk??

Pertanyaan ini begitu banyak mengisi benak umat Islam yang masih awam.

Yang mesti diketahui bahwa yang dapat membatalkan puasa yaitu berhubungan badan ketika siang hari.

Juga melakukan segala perbuatan yang dapat menyebabkan keluarnya air mani.

Jadi mandi junub atau mandi wajib setelah atau sebelum imsak tak membatalkan puasa.

Akan tetapi lebih baik dilakukan sebelum waktu sholat subuh masuk supaya dapat menunaikan salat subuh di awal waktu.

Nah, berikut ini tata cara mandi wajib menjelang puasa Ramadhan. Hal ini supaya kita bisa semakin khusyuk dalam menjalankan ibadah Puasa Ramadhan.

Mandi wajib menjelang puasa Ramadhan ini tentu saja dilakukan untuk dapat membersihkan dari segala hal yang dapat membuat kita tidak bisa melakukan ibadah puasa Ramadhan.

Selain usia berhubungan suami istri, mandi wajib menjadi sesuai hal yang mesti dilakukan saat terjadi berbagai kondisi.

Semisal setelah berhentinya haid atau keluar air mani.

Adapun tujuan dari mandi wajib yaitu untuk membersihkan diri adn mensucikannya kembali.

Oleh karena itu terdapat kaidah dan tata cara mandi wajib yang mesti dilakukan.

Bagi anda yang masih belum memahami tentang bagaimana tata cara mandi wajib baik itu untuk perempuan dan laki-laki, nah berikut ini kami sajikan urutan cara mandi wajib.

Mandi Wajib Bagi Pria

Terdapat hadits dan beberapa anjuran yang berbeda tentang tata cara mandi wajib bagi pria.

Menurut Hadits Riwayat At-Tirmidzi menyela pangkal rambut hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Para wanita tidak usah melakukan hal tersebut.

Nah, berikut ini terdapat tata cara mani wajib yang seperti dilakukan nabi Muhammad Saw berdasarkan hadits Al-Bukhari.

“Dari Aisyah istri Nabi Muhammad Saw, bahwa jika Nabi Saw mandi karena junub, beliau memulainya dengna cara mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat. Kemudian memasukkan jari-jarinya berada dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Setelah itu beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cara mencidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau pun mengalirkan air pada seluruh kulitnya.” (HR. Al-Bukhari)

“Dari Aisyah dia berkata, “Apabila Rasulullah Saw mandi karena junub maka belia memulainya dengan membasuh kedua tangannya.

Beliau menuangkan air dengan menggunakan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluannya dan berwudhu dengan wudhu untuk sholat. Kemudian beliau menyiramkan rambutnya sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sampai merata, kemudian beliau membasuh seluruh anggota tubuhnya dan akhirnya membasuh kedua kakinya” (HR. Muslim)

Nah berikut ringkasan mengenai tata cara mandi wajib bagi pria.

Langkah-langkah Mandi Wajib Bagi Pria

1. Mulailah dengan membaca niat mandi wajib untuk dapat menghilangkan hadats besar.
2. Ambillah air kemudian basuhkan pada tangan sebanyak 3 kali.
3. Bersihkan segala najis atau kotoran yang masih menempel di tubuh.
4. Berwudhu sebagaimana saat ingin melakukan sholat
5. Mengguyur bagian kepala sampai tiga kali.
6. Siramlah anggota badan bagian sebelah kanan sampai tiga kali, kemudian siramlah anggota badan di bagian kiri sebanyak tiga kali juga.
7. Basuhlah rambut dan menyela pangkal kepala dengan cara memasukkan dua tangan ke air. Kemudian gosokkanlah pada kulit kepala dan selanjutnya menyiram kelapa sebanyak tiga kali.
8. Gosoklah bagian tubuh anda sebanyak tiga kali, baik pada bagian depan, belakang atau menyela rambut dan jenggot.
9. Bilaslah seluruh bagian tubuh dengan cara mengguyurkan air, yang dimulai dari sisi kanan yang kemudian dilanjutkan dengan sisi tubuh bagian kiri.

Baca Juga  Teladan Rasulullah Muhammad Saw dalam Perjanjian Hudaibiyah

Mandi Wajib Bagi Wanita

Adapun tata cara mandi wajib bagi wanita itu dibedakan antara mandi junub dan mandi sesudah nifas atau haid.

Untuk tata cara mandi junub bagi wanita itu sama dengan tata cara mandi wajib bagi laki-laki sebagaimana yang sudah di jelaskan di atas.

Hanya saja, pada wanita yang mandi wajib itu dibolehkan untuk bisa menggelung rambutnya, sebagaimana yang telah disebutkan pada hadits dari Ummu Salamah, beliau bertanya:

“Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang geluangan rambutnya besar. Apakah aku mesti membuka gelungan rambutku saat mandi junub?”

Beliau pun menjawab: “Jangan (kamu buka). Cukuplah dengan kamu menyela-nyelai kepalamu menggunakan air sebanyak tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu menggunakan air, sehingga kamu telah suci ” (HR. Muslim No. 330)

Dan Aisyah RA berkata: “Kami (Istri istri Nabi) jika salah seorang diantaranya kami junub, maka dia mengambil air dengna kedua telapak tangannnya tiga kali kemudian menyiramkannya di atas kepala, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya, lalu menyiramkannya pada bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lainnya ke bagian tubuh bagian kiri” (HR Bukhari:227 dan ABu Dawud: 253).

Nah, berikut ini ringkasan tentang tata cara mandi junub seorang muslimah yang telah disunnahkan dalam Islam yaitu:

Langkah-langkah Mandi Wajib bagi Wanita

mandi wajib bagi wanita

1. Mengucapkan niat mandi wajib yaitu Nawaitul Gusla Liraf’il hadatsil Akbari fardhan lillahi ta’ala.

Saya niat melakukan mandi mengangkat hadats besar wajib karena ALlah.
2. Mencuci tangan secara terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut anda masukkan pada bejana atau sebelum mandi.
3. Membersihkan area kemaluan dan kotoran yang terdapat pada tangan kiri.
4. Mencuci tangan sesudah membersihkan kemaluan dengan cara menggosokkan tanah atau lantai atau menggunakan sabun.
5. Berwudhu dengan wudhu secara sempurna seperti saat ingin melakukan wudhu sholat.
6. Menyiramkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali.
7. Mengguyur air kepada kepala sebanyak tiga kali sampai ke pangkal rambut atau kulit kepala dengan cara menggosok-gosokkannya dan menyela-nyelanya (Tidak wajib bagi wanita untuk menguraikan ikatan rambutnya)
8. Mengguyur pakai air ke seluruh bagian badan yang dimulai dari sisi kanan sampai ke sisi yang kiri masing-masing sebanyak tiga kali.

Sedangkan pada mandi wajib karena nifas dan haid, adapun tata cara mandi wajibnya sama dengan mandi junub. Akan tetapi ditambahkan dengan beberapa hal yakni

Baca Juga  Mengenal Pengertian Iman Kepada Nabi dan Rasul

Pertama: Dianjurkan untuk dapat menggunakan sabun
Hal ini berdasarkan dari hadits yang diriwayatkan Aisyah Ra yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam mengenai mandi wanita haid. Beliau pun menjelaskan

“Kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, kemudian wudhu secara sempurna. Kemudian siramkan air pada kepalanya, lalu gosok-gosokkan agak keras sampai mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian siramkan air pada kepalanya. Kemudian engkau ambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya (HR. BUkhari nomor 314 dan Muslim nomor 332).

2. Melepaskan gelungan sehingga air dapat mengalir di pangkal rambut
Hadits di atas merupakan dalil dalam hal ini “… Lalu menggosok-gosoknya agak keras sampai mencapai akar rambut kepalanya”

Hadits ini menunjukkan bahwa tidak cukup hanya dengan mengalirkan air seperti mandi junub, akan tetapi mesti juga digosok seperti orang keramas mengguankan sampo.

D. Tata Cara Mandi Wajib

1. Niat Mandi Wajib

Niat mandi wajib dapat dibaca secara lisan atau dalam hati baik dengan menggunakan bahasa arabnya, atau jika tidak hafal gunakan bahasa Indonesia saja, tapi lain kali niat mandi wajib dengan bahasa Arabnya agar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

2. Membersihkan kedua telapak tangan 

Siram atau basulah tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan sebaliknya, basulah atau siram tangan kanan dengan tangan kiri. Diulangi sampai 3 kali. 

3. Mencuci Kemaluan

Mencuci dan membersihkan dari manis dan juga kotoran yang terdapat di sekitarnya dengan menggunakan tangan

4. Berwudhu

Setelah membersihkan kemaluan, saatnya berwudhu sebagaimana wudhu ketika kita hendak shalat. 
 
5. Membasuh Rambut dan Menyela Pangkal Kepala 
 
Cara membasuh rambut dan menyelea panggal kepala adalah dengan memasukkan kedua tangan ke air, kemudian dengan menggosokkan rambut sampai kulit kepala dengan menggunakan jari-jari tangan. Kemudian siram kepala secara 3x. 

6. Menyiram dan Membersihkan Seluruh Anggota Tubuh

Pastikan seluruh anggota tubuh tersiram air dan bersihkan, baik pada bagian-bagian yang tersembunyi atau lipatan seperti ketiak, dibawah kemaluan, badan bagian belakang, dan juga pada sel-sela jari kaki.
 

Baca Juga:

 
Nah, demikianlah informasi tentang tata cara mandi wajib, niatnya dan doa mandi wajib bagi pria dan wanita. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan informasi mengenai mandi wajib
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (0 votes, average: 0.00 out of 5)
You need to be a registered member to rate this.
Loading...

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *