Menu

Pengertian Adil Menurut Para Ahli & Islam, Manfaat & Macam-Macam Perilaku Adil

Pengertian Adil Menurut Para Ahli & Islam, Macam & Manfaat Adil – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa pengertian adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar dan tidak sewenang-wenang.

Sedangkan dalam bahasa Arab, bahwa kata adil disebut dengan kata “adilun” yang didefinisikan sebagai sama dengan seimbang, dan al’adl berarti tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, tidak sewenang-wenang, tidak zalim, seimbang dan sepatutnya.

Sebagaimana yang diketahui bahwa kata “Keadilan” berasal dari kata “adl” yang ada dalam bahasa Arab. Sedangkan dalam bahasa Inggris, kata adil disebut “Justice“. Kata Justice mempunyai persamaan dengan bahasa latin yaitu “justitia“.

Sedangkan dalam bahasa Inggris, adil diistilahkan dengan kata “juge“. Begitupula dengan bahasa Spanyol disebut dengan “gerechtigkeit“.

Pengertian Adil Menurut Islam 

Pengertian adil secara terminologi, adil adalah menegaskan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa yang berfungsi untuk dipecahkan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh agama.

Terminologi dari adil dalam Islam dalam hal ini Al-Qur’an memiliki istilah yang beragam seperti “adlm qisth, mizan, hiss, qasd, atau variasi ekspresi tidak langsung.

Sedangkan untuk terminologi dari ketidakadilan terdiri dari kata “zulm, dhalal, itsm, dan lainnya.

Sedangkan menurut Islam, bahwa adil didefinisikan sebagai “tidak mendzalimi dan tidak didzalimi”. Dampak dari hal ini dalam bidang ekonomi adalah dimana dalam perilaku ekonomi tidak diperbolehkan untuk mengejar suatu keuntungan yang sifatnya pribadi ketika hal demikian memberikan dampak rugi bagi orangl lain atau merusak alam.

pengertian adil

Dalam Islam dengan merujuk pada kitab suci yaitu Al-Qur’an, istilah adil dalam macam-macam bentuk disebut sebanyak 28 kali.

Sedangkan kata ‘adil sendiri disebut dalam surat dan ayat Al-Qur’an sebanyak 13 kali, yaitu pada surat QS. Ath-Thalaq (65:2); QS. Al-Baqarah (2:48, 123, 282); Al-Hujurat (49:9); QS. An-Nisa (4:58); QS.An-Nahl (16:76, 90); QS. Al-Ma’idah (5:95,106); QS. Al-An’am (6:70).

Selain dari kata ‘al-adl yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 28 kali sebagaimana paragraf di atas. ternyata Al-Qur’an juga mewakili kata ‘al-qist’.

Yang dimaksud dengan Al-Qist merpakan derivasi atau turunan yang terdapat dalam Al-Qur’an dan disebutkan sebanyak 25 kali. 

Pengertian Adil Dalam Al-Qur’an

Pengertian adil dalam Al-Qur’an dari kata Al-‘adl mempunyai macam-macam makna diantaranya:

1. Al-‘Adl dalam Arti Sama

Al-adl memiliki arti ‘sama’. Maksud dari pengertian ini sebagaimana disebutkan diatas paling banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Misalnya Q.S An-Nisa (4):3,58, 129. Kata ‘al-‘adl dengan arti sama (persamaan) pada ayat demikian dimaksud adalah persamaan dalam pemenuhan hak.

2. Al-‘Adl dalam Arti Seimbang

Al-‘adl dalam arti ‘seimbang’ misalnya yang dijelaskan dalam Q.S Al-Infithar (82) ayat 7. Hal demikian juga dijelaskan oleh M. Quraish Shihab. Menurut penjelasan Quraish Shihab bahwa keseimbangkan ditemukan pada kelompok yang terdapat di dalamnya memiliki beragam bagian yang menuju pada tujuan tertentu, asalkan memenuhi syarat dan kadarnya.

3. Al-‘Adl dalam Arti Perhatian dan Pemenuhan Hak Setiap Individu

Selain itu, terdapat arti Al-‘Adl dalam pengertian ‘peratian dan pemenuhan hak-hak setiap individu’. Pengertian Al-‘adl dalam definisi ini diartikan sebagai penempatan sesuatu tempat atau pemenuhan hak yang lain terhadap jalan terdekat.

4. Al-‘Adl dalam Arti Kepada Allah SWT

Yang dimaksud dengan hal ini, dimana Al-‘Adl diartikan sebagai pemelihara kejawaran atas berlanjutnya eksistensi, tidak mencegah kelanjutan eksistensi dan perolehan rahmat sewaktu terdapat banyak kemungkinan untuk itu. Sehingga keadilan pada dasarnya adalah mengharapkan rahmat dan kebaikan Allah SWt.

Penjelasan Arti Al-Qist 

Sebagaimana penjelasan diatas, bahwa adil tidak adanya pada Al-‘adl, melainkan juga Al-Qist. Maksud dari hal ini, bahwa Al-Qist selalu dihubungkan dengan ‘timbangan‘.

Dalam berbagai turunan dalam Al-Qur’an, istilah Al-Qist pada umumnya selalu dimaksudkan pada ‘keadilan‘. Khususnya terselenggaranya hak yang menjadi milik seseorang secara proporsional.

Sebagaimana dalam Q.S Al-A’raf ayat 29 yang menjelaskan tentang Al-Qist, dimana secara konkret disebut dengan kata keadilan. Dalam kandungan ayat itu, keadilan adalah:

  • Mengkonsentrasikan perhatian dalam shalat kepada Allah
  • Mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Meluruskan wajah kepada Allah dalam shalat. Maksud dari hal ini tidak menyangkutkan perhatian kepada sesuatu yang lain.

Sehingga pengertian adil dalam Al-Qur’an memilik aspek dan objek yang bermacam-macam, demikian juga pada pelakunya. Macam-macam arti tersebut, mengakibatkan terdapat keberagaman makna ‘al-adl’ dan ‘al-qist’ (keadilan).

Namun perlu diketahui bahwa kata yang sama belum tentu mempunyai arti yang sama pula apabila kata demikian diulang pada tempat yang berbeda. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat QS. Al-An’am (6) aya 150 yang berarti:

“Katakanlah (Muhammad), ‘ Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharapkan ini. Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikut keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kmi dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan”.

Pengertian Adil Menurut Para Ahli 

Adapun pengertian adil menurut para ahli yaitu:

1. Pengertian Adil Menurut Ibnu Miskawaih 

Menurut Ibnu Miskawaih bahwa keadilan adalah memberikan sesuatu yang semestinya kepada orang yang berhak terhadap sesuatu itu.

2. Pengertian Adil Menurut Al-Ghozali 

Menurut Al Ghozali bahwa pengertian adil adalah suatu keseimbangan antara sesuatu yang lebih dan yang kurang.

3. Pengertian Adil Menurut Roscoe Pound

Menurut Roscoe Pound (dalam Fuady, 2007:85) bahwa pengertian keadilan adalah sesuatu yang dicari hukum ternyata tidak selamanya berhubungan dengan moral, akan tetapi pilihan terhadap berbagai alternatif penyelesaian yang kemungkinannya sama adil dan sama benarnya.

Macam-Macam Perilaku Adil

Terdapat jenis perilaku adil yang perlu dilakukan oleh setiap manusia. Terlebih lagi bagi orang islam atau muslim yang banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an untuk menjadi hamba dan khalifah dimuka bumi.

Adapun macam-macam perilaku adil dapat dikategorikan ke dalam 4 jenis yaitu:

1. Berlaku Adil Kepada Allah SWT

Yang maksud dari “berlaku adil kepada Allah” diartikan bahwa menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Allah swt yang berfirman dalam Q.S. Ads-Dzariaat ayat 56 yang artinya :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

Setiap makhluk dimuka bumi wajib menyakini bahwa segala sesuatu baik nikmat yang diterima selama hidup di dunia ini merupakan pemberian Allah SWT.

Olehnya itu, dengan berbuat adil yang diartikan dapat berlaku secara proporsional kepada Allah adalah dengan memenuhi hak-Nya.

Demikian ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadits qudsi Thabarani bahwa Allah swt berfirman,

“Aku tidak akan memerhatikan hak hamba-Ku, sebelum menunaikan ak-Ku.,”

Hak Allah swt adalah disembah, dan kewajiban kita adalah menyembahnya. Ini bisa dilakukan dengan menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

2. Berlaku Adil Kepada Diri Sendiri

Yang dimaksud dari perilaku adil terhadap diri sendiri adalah meletakkan diri pribadi pada tempatnya dalam hal ini baik dan benar.

Sehingga dalam artian bahwa setiap manusia ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan secara jasmani dan juga rohani berdasarkan norma-norma syariat.

Contoh berlaku adil terhadap diri sendiri adalah makan makanan yang halal dan baik, Istirahat yang cukup, tidak menyiksa diri sendiri dengan mentato, minum alkohol, narkoba, dan lain sebagainya.

3. Berlaku Adil Kepada Orang Lain

Yang dimaksud dari berlaku adil kepada orang lain dijelaskan bahwa menempatkan orang lain pada semestinya. Berperilaku adil kepada orang lain sekalipun itu kepada musuh atau orang yang dibenci.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Maidah ayat 8.

Contoh berlaku adil kepada orang lain dalam hal ini adalah tidak menghukum orang lain dengan berlebihan (tidak sesuai dengan besar kesalahannya), tidak mengejek dan menghina karena kita pasti juga tidak mau bila di ejek atau dihina oleh orang lain.

4. Berlaku Adil Kepada Makhluk Hidup Yang Lain (hewan dan tumbuhan) Serta Lingkungan

Penjelasan maksud dari hal ini dimana berlaku adil diartikan bahwa setiap manusia memiliki tugas untuk menyayangi dan merawat hewan dan tumbuhan serta lingkungan yang ada disekitar.

Terlebih lagi apabila kita memelihara hewan seperti burung, kelinci, kucing atau yang lainnya maka kita harus berbuat adil, diantaranya dengan merawatnya dengan sebaik-baiknya, memberikan makan dan minum setiap hari, tidak menyiksanya dan lain sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Adil Menurut Para Ahli & Islam, Manfaat & Macam-Macam Perilaku AdilSemoga informasi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!