Artikel Belajar dan Bermanfaat

Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi

Advertisements by Google

Advertisements by Google 2

Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi - Secara etimologi, pengertian kondensasi adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa latin yaitu "condensare". Arti kata Condensare adalah "membuat tertutup". 

Sedangkan secara terminologi, bahwa pengertian kondensasi secara umum adalah perubahan wujud zat dari gas atau uap menjadi zat cair. 

Baca Juga: 

Proses Terjadinya Kondensasi 

Proses terjadinya kondensasi merupakan pemampatan atau pendinginan yang apabila dapat tercapai tekanan maksimum dan suhu di bawah suhu kritis. 

Proses terjadinya Kondensasi apabila uap didinginkan menjadi cairan, akan tetapi dapat juga apabila sebuah uap dikompresi (yaitu tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami suatu kombinasi dari pendinginan dan kompresi. 

Menurut Karnaningroem (1990) bahwa proses pengembunan/kondensasi adalah proses perubahan wujud gas menjadi wujud cair disebabkan adanya perbedaan temperatur. Temperatur pengembunan berubah selaras dengan tekanan uap yang terjadi. 

Menurut Kreith (1991:524) bahwa pengertian kondensasi adalah proses yang terjadi apabila uap jenuh bersentuhan dengan suatu permukaan yang suhunya lebih rendah.

Oleh sebab itu temperatur pengembunan/kondensasi didefinisikan sebagai temperatur pada kondisi jenuh akan dicapai ketika udara didinginkan pada tekanan tetap tanpa penambahan kelembaban. Untuk menghasilkan pengembunan/kondensasi dilakukan dua cara, yaitu:
  • Menurunkan temperatur sehingga mereduksi kapasitas dari uap air
  • Menambah jumlah uap air
Proses terjadinya kondensasi terjadi ketika terdapat pelepasan kalor dari suatu sistem yang menyebabkan (uap) berubah ke dalam bentuk cair (liquid). 

Diketahui kondensor sebagai alat penukar kalor atau disebut "Heat Exchanger". Fungsi dari hal ini adalah sebagai media terjadinya proses kondensasi.

Baca Juga: 


Cara melakukan kondensasi adalah dengan cara penurunan temperature dari salah satu fluida kerjanya. 

Proses yang terjadi di kondensor adalah terjadinya perpindahan panas dari uap yang memiliki peran sebagai fluida panas dan air yang memiliki peran sebagai fluida dingin. 

Dalam kinerja kondensor dipengaruhi oleh macam-macam hal seperti suhu lingkungan pengoprasian, desain kondensor, jenis fluida pendingin, nilai konduktivitas bahan, fouling factor (factor pengotoran), kerapatan lapisan isolasi pada kondensor dan debit aliran air pendingin dan arah aliran dari fluida. 

Proses merubah gas menjadi cair dapat dilakukan dengan cara menaikkan tekanannya atau dengan menurunkan temperaturnya. 

Metode yang lebih murah dan mudah adalah dengan menurunkan temperatur yang umumnya menggunakan media air atau udara sebagai media pendinginannya. 

Menurut Welt dkk (2004:152) bahwa Kondensasi terjadi ketika uap menyentuh permukaan yang temperaturnya di bawah temperatur jenuh dari uap tersebut.

Ketika kondensat cairan terbentuk pada permukaan. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat. kondensat ini akan mengalir disebabkan adanya pengaruh dari gravitasi. 

Baca Juga: 

Menurut Welty dkk (2004:163) bahwa terdapat klasifikasi kondensor (Heat Exchanger) yang berdasarkan arah aliran fluida kerja dibagi ke dalam tiga tipe yaitu aliran paralel atau aliran searah (cocurrent), aliran melawan arus atau aliran berlawanan (countercurrent) dan aliran silang (crossflow).

Contoh Terjadinya Proses Kondensasi 

Kondensasi dalam bentuk uap akan menadi cairan merupakan lawan dari penguapan (evaporasi) dan sebagai proses eksothermik (melepas panas). 

Air yang dapat terlihat di luar gelar yang dingin pada hari yang panas adalah kondensasi. 

Secara sederhana, molekul air mengambil sebagian panas dari udara. Sebagai akibatnya, temperatur atmosfer akan sedikit turun. Di Atmosfer, kondensasi uap iarlah yang menyebabkan adanya awan. 

Baca Juga:

Hal itu dapat terjadi disebabkan molekul kecil air dalam jumlah banyak kemudian akan menjadi butiran air disebabkan adanya pengaruh suhu, dan dapat turun ke bumi dalam bentuk hujan. Proses inilah terjadi siklus air dan hujan. 

Uap air di udara tersebut terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin yang dinamakan dengan "embun". 

Uap air hanya dapat terkondensasi pada suatu permukaan apabila permukaan lebih dingin dari titik embunnya atau uap air telah dapat mencapai kesetimbangan di udara, misalnya kelembapan jenuh. 

Titip embun udara adalah suatu temperatur yang patut dicapai sehingga dpat mulai terjadi kondensasi di udara. 

Baca Juga: 

Sehingga, embun adalah air dalam bentuk tetesan yang muncul pada permukaan tipis yang terpapar pada pagi hari maupun sore hari disebabkan adanya kondensasi. 

Uap air yang terdapat di atmosfer akan mengembun menjadi sebuah tetesan dengan pertimbangan pada suhu permukaan yang terpapar turun.

Hingga pada akhirnya mencapai titik empun, uap air di atmosfer dapat mengembun membentuk tetesan kecil di permukaan.


Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi - Secara etimologi, pengertian kondensasi adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa latin yaitu "condensare". Arti kata Condensare adalah "membuat tertutup".  Sedangkan secara terminologi, bahwa pengertian kondensasi secara umum adalah perubahan wujud zat dari gas atau uap menjadi zat cair.  Baca Juga:  Pengertian Evaporasi, Tujuan, Faktor Evaporasi, Prinsip & Proses Terjadinya Proses Terjadinya Kondensasi  Proses terjadinya kondensasi merupakan pemampatan atau pendinginan yang apabila dapat tercapai tekanan maksimum dan suhu di bawah suhu kritis.  Proses terjadinya Kondensasi apabila uap didinginkan menjadi cairan, akan tetapi dapat juga apabila sebuah uap dikompresi (yaitu tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami suatu kombinasi dari pendinginan dan kompresi.  Menurut Karnaningroem (1990) bahwa proses pengembunan/kondensasi adalah proses perubahan wujud gas menjadi wujud cair disebabkan adanya perbedaan temperatur. Temperatur pengembunan berubah selaras dengan tekanan uap yang terjadi.  Menurut Kreith (1991:524) bahwa pengertian kondensasi adalah proses yang terjadi apabila uap jenuh bersentuhan dengan suatu permukaan yang suhunya lebih rendah.   Oleh sebab itu temperatur pengembunan/kondensasi didefinisikan sebagai temperatur pada kondisi jenuh akan dicapai ketika udara didinginkan pada tekanan tetap tanpa penambahan kelembaban. Untuk menghasilkan pengembunan/kondensasi dilakukan dua cara, yaitu: Menurunkan temperatur sehingga mereduksi kapasitas dari uap air Menambah jumlah uap air Proses terjadinya kondensasi terjadi ketika terdapat pelepasan kalor dari suatu sistem yang menyebabkan (uap) berubah ke dalam bentuk cair (liquid).  Diketahui kondensor sebagai alat penukar kalor atau disebut "Heat Exchanger". Fungsi dari hal ini adalah sebagai media terjadinya proses kondensasi. Baca Juga:  Pengertian & Perbedaan Evaporasi, Kondensasi, Transpirasi & Gutasi Cara melakukan kondensasi adalah dengan cara penurunan temperature dari salah satu fluida kerjanya.  Proses yang terjadi di kondensor adalah terjadinya perpindahan panas dari uap yang memiliki peran sebagai fluida panas dan air yang memiliki peran sebagai fluida dingin.  Dalam kinerja kondensor dipengaruhi oleh macam-macam hal seperti suhu lingkungan pengoprasian, desain kondensor, jenis fluida pendingin, nilai konduktivitas bahan, fouling factor (factor pengotoran), kerapatan lapisan isolasi pada kondensor dan debit aliran air pendingin dan arah aliran dari fluida.  Proses merubah gas menjadi cair dapat dilakukan dengan cara menaikkan tekanannya atau dengan menurunkan temperaturnya.  Metode yang lebih murah dan mudah adalah dengan menurunkan temperatur yang umumnya menggunakan media air atau udara sebagai media pendinginannya.  Menurut Welt dkk (2004:152) bahwa Kondensasi terjadi ketika uap menyentuh permukaan yang temperaturnya di bawah temperatur jenuh dari uap tersebut. Ketika kondensat cairan terbentuk pada permukaan. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat. kondensat ini akan mengalir disebabkan adanya pengaruh dari gravitasi.  Baca Juga:  Pengertian Hujan dan Jenis-Jenis Hujan Menurut Welty dkk (2004:163) bahwa terdapat klasifikasi kondensor (Heat Exchanger) yang berdasarkan arah aliran fluida kerja dibagi ke dalam tiga tipe yaitu aliran paralel atau aliran searah (cocurrent), aliran melawan arus atau aliran berlawanan (countercurrent) dan aliran silang (crossflow). Contoh Terjadinya Proses Kondensasi  Kondensasi dalam bentuk uap akan menadi cairan merupakan lawan dari penguapan (evaporasi) dan sebagai proses eksothermik (melepas panas).  Air yang dapat terlihat di luar gelar yang dingin pada hari yang panas adalah kondensasi.  Secara sederhana, molekul air mengambil sebagian panas dari udara. Sebagai akibatnya, temperatur atmosfer akan sedikit turun. Di Atmosfer, kondensasi uap iarlah yang menyebabkan adanya awan.  Baca Juga: Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi Hal itu dapat terjadi disebabkan molekul kecil air dalam jumlah banyak kemudian akan menjadi butiran air disebabkan adanya pengaruh suhu, dan dapat turun ke bumi dalam bentuk hujan. Proses inilah terjadi siklus air dan hujan.  Uap air di udara tersebut terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin yang dinamakan dengan "embun".  Uap air hanya dapat terkondensasi pada suatu permukaan apabila permukaan lebih dingin dari titik embunnya atau uap air telah dapat mencapai kesetimbangan di udara, misalnya kelembapan jenuh.  Titip embun udara adalah suatu temperatur yang patut dicapai sehingga dpat mulai terjadi kondensasi di udara.  Baca Juga:  Pengertian Hidrologi dan Siklus Hidrologi Sehingga, embun adalah air dalam bentuk tetesan yang muncul pada permukaan tipis yang terpapar pada pagi hari maupun sore hari disebabkan adanya kondensasi.  Uap air yang terdapat di atmosfer akan mengembun menjadi sebuah tetesan dengan pertimbangan pada suhu permukaan yang terpapar turun. Hingga pada akhirnya mencapai titik empun, uap air di atmosfer dapat mengembun membentuk tetesan kecil di permukaan.  Demikianlah informasi mengenai Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi.  Ilustrasi Gambar: Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Ilustrasi Gambar: Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi
Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 
Advertisement by Google 3
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Kondensasi, Proses Terjadinya & Contoh Kondensasi