Menu

Daftar Obat Batuk untuk Bayi yang Aman Dikonsumsi Si Kecil


loading...

Saat bayi sedang batuk, cobalah untuk tidak gugup dan terburu-buru memberikan obat batuk. Sebab pemberian obat batuk untuk bayi tidak boleh asal. Ada banyak obat batuk yang dijual bebas di apotik, dll itu jelas dilarang untuk dionsumsi bayi anda.

Sebab pemberian obat batuk kepada bayi memiliki resep tertentu. Jadi tetaplah cerdas untuk si buah hati agar dalam memberikan obat bayi yang aman dan pastinya memiliki efek yang bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan bayi dari batuknya.

Batuk pada anak-anak atau bayi, dapat terjadi disebabkan tenggorokan, trakea, atau bagian dalam yang terdapat pada paru-paru. Dalam paru-paru itu terjadi sebuah iritasi atau bahkan infeksi.

Namun perlu anda ketahui, bahwa terjadinya batuk bukan tanpa sebab. Diketahui batuk adalah cara tubuh anda untuk melindungi diri dan membersihkan lendir dari saluran napas.

Sedangkan batuk yang biasa terjadi pada bayi, disebabkan adanya gejala infeksi dari virus flu biasa dan dapat mereda sendiri yang biasanya selama dua minggu.

Walaupun demikian, tetap saja sebagai bunda atau ibu jangan menganggap enteng ketika batuk terjadi pada bayi anda.

Hal itu maka setiap bunda ketika bayinya terkena penyakit batuk, perlu mengetahui secara seksama tentenag jenis dan penyebab serta macam-macam obat batuk yang dapat diberikan untuk bayi.

Ini Daftar Obat Batuk untuk Bayi yang Aman Dikonsumsi Si Kecil 

Batuk terdiri dari dua jenis yakni batuk kering dan batuk basah. Batuk pada bayi juga bisa disertai dengan gejala-gejala lain, seperti demam, radang tenggorokan, mata merah, hidung tersumbat, tidak nafsu makan, dan rewel.

Selain itu, bisa muncul bengkak pada kelenjar getah bening di bagian bawah lengan, leher, atau di bagian belakang kepala.

Bayi di bawah usia 4 bulan biasanya hanya akan mengalami batuk ringan, namun jika batuk yang terjadi terlalu sering itu berarti pertanda serius.

Nah, jika sudah demikian, Bunda perlu cermat dalam menangani serta memberikan obat batuk untuk bayi Anda.

Badan regulasi obat dan makanan Amerika Serikat bahkan tidak merekomendasikan obat batuk yang dijual bebas tersebut untuk diberikan kepada Si Kecil (di bawah 2 tahun).

Karena obat tersebut bisa saja memiliki efek samping yang serius dan berpotensi mengancam nyawa buah hati Anda.

Obat Batuk untuk Bayi yang Aman Diberikan

Terdapat beragam cara sederhana untuk menangani masalah batuk pada bayi, salah satunya dengan cara penanganannya adalah dengan banyak memberikan asupan ASI yang yang bermanfaat untuk membantu tubuh bayi melawan infeksi.

Selain itu, terdapat banyak cara yang dapat dilakukan dengan pemberian obat batuk untuk bayi juga dapat membantu mengatasi batuknya. Adapun obat yang dapat diberikan pada saat Si Kecil batuk antara lain:

1. Pracetamol Anak

Paracetamol Anak. Bunda dapat juga memanfaatkan obat paracetamol. Akan tetapi, dalam menggunakan obat ini sebagai cara dalam mengatasi batuk pada bayi terdapat ketentuan yang harus dilakukan dengan memberikan si kecil yang telah berusia dua bulan atau berusia usia kehamilan 37 minggu dan beratnya lebih dari 4 kg.

Perlu diketahui bahwa paracetamol dapat meredakan demam dan nyeri, akan tetapi tidak dapat meringankan pembengkakan dan radang.

Paracetamol cenderung lebih aman untuk perut bayi Anda dari pada ibuprofen, jadi Bunda tidak perlu memberikannya dengan makanan. Takaran pemberian paracetamol yang tepat diberikan adalah setiap empat jam sampai enam jam sekali, dan tidak lebih dari empat kali dalam jangka waktu 24 jam.

Jika bayi Anda juga minum obat lain, pastikan tidak mengandung paracetamol juga. Pastikan untuk selalu mematuhi anjuran dosis yang diberikan.

2. Ibuprofen Anak

Selain itu, bunda dapat memilih Ibuprofen sebagai pilihan khusus untuk anak dalam mengatasi batuk untuk bayi Anda.

Bunda dapat memberikan obat ini ketika Si Kecil sudah berumur 3 bulan atau beratnya setidaknya 5 kg. Ibuprofen dapat mengurangi adanya demam, nyeri tubuh, rasa sakit, dan mengurangi peradangan.

Ibuprofen cenderung sedikit lebih kuat dari pada paracetamol. Berikan ibuprofen tidak lebih dari tiga dosis dalam jangka waktu 24 jam, dan jarak waktunya tidak kurang dari 6 jam.

Selain itu, terdapat kelemahan dari ibuprofen adalah dapat mengiritasi perut bayi Anda jika tidak diberikan secara tepat, khususnya apabila bayi Anda tidak makan dengan baik. Jadi, disarankan untuk dengan memberikannya dengan makanan.

3. Saline Drop

Larutan tetes saline dapat dimanfaatkan untuk mengencerkan lendir yang kental sehingga dapat dengan mudah untuk dikeluarkan dan melegakan pernapasan bayi.

Teteskan larutan saline ke lubang hidung bayi, lalu hisap lendir dengan menggunakan alat hisap lendir (bola karet penghisap lendir) untuk membuang lendir yang banyak.

Larutan saline bisa dibeli di apotek. Larutan saline berfungsi untuk melembapkan jalan napas karena udara yang terlalu kering.

Selalu baca kemasan obat dan jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter sebelum memberikan obat apa pun kepada anak Anda demi mendapatkan dosis dan aturan pakai yang tepat.

Selain pemberian obat batuk untuk bayi, batuk juga bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana berikut ini:

1. Madu

Madu merupakan bahan yang disarankan bagi anak-anak untuk meringankan sakit tenggorokan dan memudahkan batuk. Bunda bisa memberikan madu setengah sendok teh atau 2 sampai 5 ml sebelum tidur. Madu hanya disarankan pada anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun.

Hindari memberikan madu karena dapat menyebabkan botulisme (keracunan akibat bakteri Clostridium botulinum) pada bayi. Ketahui juga lebih lanjut tentang akibat memberikan madu ke bayi berusia di bawah satu tahun.

2. Istirahat Yang Cukup

Apabila Si Kecil terserang batuk, Bunda bisa menangani kondisi tersebut dengan memastikan Si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Salah satu cara memanfaatkan waktu istirahat yang baik untuk tubuh adalah dengan membiarkan Si Kecil tidur sebanyak yang mereka inginkan.

3. Perbanyak Asupan Cairan

Memperbanyak cairan dapat mengurangi lendir dan membuat saluran pernapasan lebih lancar. Untuk bayi berusia 3 bulan hingga 1 tahun dapat diberikan air hangat atau jus apel dengan dosis 5-15 ml sebanyak empat kali sehari.

Untuk bayi usia di bawah 6 bulan, disarankan hanya minum ASI atau susu formula. Untuk bayi usia di bawah 3 bulan disarankan untuk segera menemui dokter jika terserang batuk.

4. Angkat Kepala Bayi

Sama halnya dengan orang dewasa, meninggikan bantal saat tidur juga dapat membantu memudahkan bernapas ketika mengalami batuk pilek.

Sebagaimana penanganan batuk pada anak, bayi juga dapat memanfaatkan uap panas dalam ruangan untuk membantu melegakan saluran pernapasannya. Pastikan Anda menjaga bayi saat menghirup uap agar tidak terluka.

Meski sering kali bukan pertanda buruk, Bunda harus tetap cermat ketika Si Kecil terserang batuk.

Apabila obat batuk ini berfungsi untuk bayi di atas tidak membantu atau timbul gejala-gejala lain yang mungkin membahayakan, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.

Demikianlah informasi mengenai Daftar Obat Batuk untuk Bayi Aman Dikonsumsi Si Kecil. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!