Menu

Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi

Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi   –  Secara sederhana, pengertian paragraf argumentasi adalah untuk meyakinkan sesuatu.  Secara umum, pengertian Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi alasan atau argumen yang kuat tentang suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
 
Baca Juga: 
Tujuannya paragraf argumentasi adalah agar pembaca yakin bahwa terdapat ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
 
Argumentasi merupakan karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan (statement).
 
Pada teks argumen, penulis mempunyai macam-macam strategi atau disebut piranti retorika dengan tujuan menyakinkan pembaca akan kebenaran dan ketidak benaran suatu pernyataan. 
 
Menurut Nursisto (1999:43) bahwa pengertian argumentasi adalah karangan yang berusaha untuk memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan.
 
Menurut Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2008) bahwa pengertian Argumentasi adalah pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
 
Menurut Clark, Sampson, Winberger & Erkens (2007) yang menjabarkan bahwa struktur agumentasi disusun oleh Toulmin bahwa argumentasi mempunyai struktur dengan fungsi-fungsi berbeda. Menurut teori Toulmin yang membagi jenis-jenis struktur argumentasi menjadi enam bagian yaitu:
 
“claims (assertions about what exists or what values people hold), data (statements that are used as evidence to support the claim), warrants (statements that explain the relationship of the data the claim), qualifiers (spescial conditions under which the claim holds true), backings (underlying assumptions), and rebuttals (statements that condradict either the data, warrants, or backings of an argument)” 

Ciri-Ciri Argumentasi

Menurut Nursisto (1999:43) bahwa ciri-ciri argumentasi adalah:
  • Mengandung bukti dan kebenaran
  • Analisis rasional yang beradasarkan fakta.
  • Memiliki alasan yang kuat
  • Unsur subjektif dan emosional yang sangat dibatasi.
  • Menggunakan bahasa denotatif.
Sedangkan menurut Indriati (2001:79) yang menjelaskan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-ciri. Adapun gagasan indriati ini dalam ciri-ciri argumentasi yaitu:
  • Klaim (claim).
  • Bukti afirmatif (setuju) dan bukti berupa kondradiktif (bantahan).
  • Garansi atau justifikasi (warrant).
  • Kompromi (concessions)
  • Sumber aset (reservations).

1. Pengertian Argumentasi: Apa itu?

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian argumentasi adalah usaha untuk meyakinkan pernyataan, pendapat, sikap atau keyakinan yang didukung oleh fakta yang bernilai benar.
 
Sedangkan untuk pengertian paragraf secara umum adalah unit terkecil sebuah karangan yang terdiri atas kalimat pokok atau gagasan utama dan kalimat penjelas atau gagasan penjelas.

2. Pengertian Paragraf Argumentasi: Apa itu?

Secara sederhana, pengertian paragraf argumentasi adalah untuk meyakinkan sesuatu. Paragraf argumentasi berusaha meyakinkan terdapat yang disampaikan adalah benar.
 
Cara meyakinkan kebenaran itu umumnya dengan cara mengajukan sejumlah fakta.
 
Secara umum, pengertian Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi alasan atau argumen yang kuat tentang suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
 

Tujuannya paragraf argumentasi adalah agar pembaca yakin bahwa terdapat ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Baca Juga: 

Pengertian Paragraf Argumentasi menurut Suparno (2004:1.12), “Paragraf argumentasi adalah ragam wacana untuk meyakinkan pembaca akan kebenaran yang disampaikan oleh penulisnya. Tujuannya untuk meyakinkan pendapat atau pemikiran pembaca, maka penulis akan menyajikan secara logis, kritis, dan sistematis bukti-bukti yang memperkuat keobjektifan dan kebenaran yang disampaikan sehingga dapat menghapus konflik dan keraguan pembaca terhadap pendapat penulis”.

3. Ciri-Ciri Paragraf Argumentasi

Adapun ciri-ciri paragraf argumentasi yaitu:
  • Terdapat pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya.
  • Terdapat alasan, data, atau fakta yang mendukung.
  • Menjelaskan suatu pendapat agar pembaca yakin.
  • Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
  • Menggali suatu sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
  • Pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan
  • penutup berisi kesimpulan.
Menurut Erlangga (2007:184) yang mengemukakan bahwa ciri-ciri paragraf argumentasi terbagi 3. Adapun ciri-ciri tersebut yaitu:
  • Adanya pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya.
  • Adanya alasan, data, atau fakta yang mendukung.
  • Adanya pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.
 
Menurut Suparno (2004:1.14) bahwa langkah-langkah yang dilakukan dalam menulis paragraf argumentasi sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam menulis. Ada tiga tahap yang harus di lakukan yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan.

4. Jenis-Jenis Paragraf Argumentasi

Dalam paragraf argumentasi, terdapat macam-macam pola sebagai jenis dari paragraf argumentasi.
Yang dimaksud dengan pola ini adalah sebagai pengembangan argumentasi yang dapat dikemukakan dengan menggunakan hubungan sebab akibat. Adapun jenis-jenis hubungan sebab akibat yaitu:

a. Pola Hubungan Sebab Akibat

Maksud dari jenis paragraf argumentasi ini adalah hubungan sebab akibat yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui, yang bergerak maju menuju suatu kesimpulan sebab akibat.

Contohnya:

Contohnya jenis pola hubungan sebab-akibat dalam Paragraf Argumentasi yaitu:
“Ruangan perlu penataan dengan mempertahatikan tata indah, tata, nyaman, tata sehat, dan tata bersih. Tidak hanya itu, meja guru yang ditata dan dijaga kebersihannya dapat terlihat rapi dan bersih. Dengan ventilisasi yang baik, maka dapat menjaga kesehatan bagi penghuninya sebab udaranya selalu berganti. Dengan demikian, penataan itu maka semua penghuni, memiliki suasana yang menjadi nyaman, menyenangkan dan damai,

b. Pola Hubungan Akibat-Sebab

Maksud dari hal ini adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui, yang bergerak menuju sebab-sebab yang telah menimbulkan akibat tadi.

Contoh:

Adapun contoh dari pola hubungan akibat-sebab sebagai bentuk penjelasan dari pola hubungan ini yaitu:
“Semua warga sekolah dapat merasa bangga dengan wajah ceria. Setiap lomba taman dan keindahan dapat selalu menyandang juara. Hal itu membuat orang yang lalu lalang di depan sekolah tak lupa untuk melayangkan pandangannya. Tidak terdapat bunga layu di seluruh musim. Tidak terdapat ranting kering bertengger di pepohonan. Sehingga sudah selayaknya sekolah dipuji sebab menampakkan keindahan, nyaman dan kebersihan.,”

c. Pola Hubungan Sebab – Akibat 1 – Akibat 2

Arti dari pola hubungan sebab akibat 1-akibat 2 diartikan sebagai suatu sebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Hal itu sehingga pada akibat pertama adalah menjadi sebab timbulnya akibat kedua. Demikian seterusnya sehingga timbul rangkaian beberapa akibat.

Contoh

Adapun contoh dari pola hubungan sebab-akibat-akibat 2 yaitu:
“1) Krisis bahan bakar menambah parahnya inflasi. (2) Dalam waktu singkat, harga bahan bakar naik dua kali lipat. (3) Ongkos produksi pun ikut naik karena banyaknya pengguna bahan bakar. (4) Maka harga keperluan hidup pun mencekik leher.”

5. Contoh Paragraf Argumentasi Tentang Lingkungan

Hampir memuji keindahan dan kemajuan Kabupaten Bantaeng. Sebagai daerah yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Bantaeng tempat favorit bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Bisa dimengerti mengapa mereka betah dan senang untuk mengisi waktu liburannya di Kabupaten Bantaeng.
 
Daerah ini mempunyai hawa yang sejuk. Kabupaten yang beberapa kali mendapatkan adipura dengan kebersihan dan tata kelola daerahnya yang sungguh mempesona. Jika melihat tingkat kriminalitasnya juga relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan kabupaten lainnya.
 
Di daerah ini, juga terdapat diapit oleh pegunungan dan lautan. Sehingga sangat menyenangkan untuk memilih Bantaeng sebagai kota pilihan untuk berkunjung sebab jika ingin liburan di Pantai anda dapat mengunjung wisata bantaeng di Kota Ini. Selain itu, jika anda ingin mengunjungi perkebunan yang ada di pegunungan Bantaeng, anda dapat melihatnya dengan susunan bunga-bunga yang berjejer di jalan. Itulah beberapa hal yang menyebabkan para pendatang rela berkunjung dan tinggal di Kabupaten Bantaeng.

6. Contoh Paragraf Argumentasi Tentang Pendidikan

Bangsa Indonesia termasuk negara dengan tingkat kelahiran yang tinggi. Agar negara ini dapat makmur, generasi muda adalah harapan bagi Indonesia untuk terlibat dalam kemajuan bangsa. Hal itu biasa dicapai salah satunya meraih pendidikan setinggi-tingginya.
 
Pendidikan merupakan faktor penting kewibawaan sebuah negara didapatkan. Dengan pendidikan, maka generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten dalam bidangnya agar seorang yang berkarakter dan mempunyai ilmu pendidikan dan sosial yang tinggi.
 
Akan tetapi, kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala. Faktanya, indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
 
Data itu, juga menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menurut Survey Political and Economic Risk Consultant (PERC) berada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Selain itu, Indonesia memiliki daya saing yang rendah, menurut The World Economic Forum Swedia (2000), yaitu Indonesia menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.
 
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektivitas, efisiensi dan standarisasi pengajaran. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.
 
Oleh karena dibutuhkan peran untuk membangun kembali pondasi pola berpikir dalam meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan, masyarakat sekitar pun harus turut. Maka di sinilah seluruh elemen, dibutuhkan kerja sama baik pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia untuk kualitas pendidikan yang baik dan meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia.
 
Baca Juga: 

7. Contoh Paragraf Argumentasi Tentang Kesehatan

Sehat merupakan hak setiap warga negara. Tidak hanya sebagai hak, “sehat” adalah kewajiban negara sebagai komponen investasi penting bagi suatu bangsa. Sehat bukan hanya dari fisiknya, melainkan mentalnya, sehat dalam pergaulan sosial, dan tak lepas dari pembinaan aspek spiritual.
 
Saat ini, Indonesia mengalami empat transisi masalah kesehatan yaitu demografi, epidemiologi, gizi, dan transisi perilaku. Dari keempat transisi ini, yang paling berat membebani adalah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular.
 
Awalnya, penyakit seperti penyakit stroke, hipertensi, jantung, gagal ginjal, kencing manis, pembuluh darah, kanker, dan lain-lain penyakit kronis akrab dengan populasi penduduk kaya. Dewasa ini, penduduk dengan penghasilan menengah juga banyak mengalami sakit serupa.
 
Langkah pencegahan dan penanggulangan patut dimulai sesegera mungkin. Adapun langkah-langkahnya adalah selamatkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan penerapan diet sehat serta aktivitas fisik yang teratur. Perlu ada gerakan bersama untuk dua hal ini, gerakan masyarakat sadar gizi dan sadar olahraga.
 
Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi - Secara sederhana, pengertian paragraf argumentasi adalah untuk meyakinkan sesuatu. Secara umum, pengertian Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi alasan atau argumen yang kuat tentang suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Tujuannya paragraf argumentasi adalah agar pembaca yakin bahwa terdapat ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti. Argumentasi merupakan karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan (statement). Pada teks argumen, penulis mempunyai macam-macam strategi atau disebut piranti retorika dengan tujuan menyakinkan pembaca akan kebenaran dan ketidak benaran suatu pernyataan. Menurut Nursisto (1999:43) bahwa pengertian argumentasi adalah karangan yang berusaha untuk memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan. Menurut Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2008) bahwa pengertian Argumentasi adalah pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Menurut Clark, Sampson, Winberger & Erkens (2007) yang menjabarkan bahwa struktur agumentasi disusun oleh Toulmin bahwa argumentasi mempunyai struktur dengan fungsi-fungsi berbeda. Menurut teori Toulmin yang membagi jenis-jenis struktur argumentasi menjadi enam bagian yaitu: "claims (assertions about what exists or what values people hold), data (statements that are used as evidence to support the claim), warrants (statements that explain the relationship of the data the claim), qualifiers (spescial conditions under which the claim holds true), backings (underlying assumptions), and rebuttals (statements that condradict either the data, warrants, or backings of an argument)" Ciri-Ciri Argumentasi Menurut Nursisto (1999:43) bahwa ciri-ciri argumentasi adalah: Mengandung bukti dan kebenaran Analisis rasional yang beradasarkan fakta. Memiliki alasan yang kuat Unsur subjektif dan emosional yang sangat dibatasi. Menggunakan bahasa denotatif. Sedangkan menurut Indriati (2001:79) yang menjelaskan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-ciri. Adapun gagasan indriati ini dalam ciri-ciri argumentasi yaitu: Klaim (claim). Bukti afirmatif (setuju) dan bukti berupa kondradiktif (bantahan). Garansi atau justifikasi (warrant). Kompromi (concessions) Sumber aset (reservations). 1. Pengertian Argumentasi: Apa itu? Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian argumentasi adalah usaha untuk meyakinkan pernyataan, pendapat, sikap atau keyakinan yang didukung oleh fakta yang bernilai benar. Sedangkan untuk pengertian paragraf secara umum adalah unit terkecil sebuah karangan yang terdiri atas kalimat pokok atau gagasan utama dan kalimat penjelas atau gagasan penjelas. 2. Pengertian Paragraf Argumentasi: Apa itu? Secara sederhana, pengertian paragraf argumentasi adalah untuk meyakinkan sesuatu. Paragraf argumentasi berusaha meyakinkan terdapat yang disampaikan adalah benar. Cara meyakinkan kebenaran itu umumnya dengan cara mengajukan sejumlah fakta. Secara umum, pengertian Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi alasan atau argumen yang kuat tentang suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Tujuannya paragraf argumentasi adalah agar pembaca yakin bahwa terdapat ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti. Pengertian Paragraf Argumentasi menurut Suparno (2004:1.12), “Paragraf argumentasi adalah ragam wacana untuk meyakinkan pembaca akan kebenaran yang disampaikan oleh penulisnya. Tujuannya untuk meyakinkan pendapat atau pemikiran pembaca, maka penulis akan menyajikan secara logis, kritis, dan sistematis bukti-bukti yang memperkuat keobjektifan dan kebenaran yang disampaikan sehingga dapat menghapus konflik dan keraguan pembaca terhadap pendapat penulis”. 3. Ciri-Ciri Paragraf Argumentasi Adapun ciri-ciri paragraf argumentasi yaitu: Terdapat pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya. Terdapat alasan, data, atau fakta yang mendukung. Menjelaskan suatu pendapat agar pembaca yakin. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain. Menggali suatu sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. Pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan penutup berisi kesimpulan. Menurut Erlangga (2007:184) yang mengemukakan bahwa ciri-ciri paragraf argumentasi terbagi 3. Adapun ciri-ciri tersebut yaitu: Adanya pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya. Adanya alasan, data, atau fakta yang mendukung. Adanya pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Menurut Suparno (2004:1.14) bahwa langkah-langkah yang dilakukan dalam menulis paragraf argumentasi sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam menulis. Ada tiga tahap yang harus di lakukan yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan. 4. Jenis-Jenis Paragraf Argumentasi Dalam paragraf argumentasi, terdapat macam-macam pola sebagai jenis dari paragraf argumentasi. Yang dimaksud dengan pola ini adalah sebagai pengembangan argumentasi yang dapat dikemukakan dengan menggunakan hubungan sebab akibat. Adapun jenis-jenis hubungan sebab akibat yaitu: a. Pola Hubungan Sebab Akibat Maksud dari jenis paragraf argumentasi ini adalah hubungan sebab akibat yang mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui, yang bergerak maju menuju suatu kesimpulan sebab akibat. Contohnya: Contohnya jenis pola hubungan sebab-akibat dalam Paragraf Argumentasi yaitu: "Ruangan perlu penataan dengan mempertahatikan tata indah, tata, nyaman, tata sehat, dan tata bersih. Tidak hanya itu, meja guru yang ditata dan dijaga kebersihannya dapat terlihat rapi dan bersih. Dengan ventilisasi yang baik, maka dapat menjaga kesehatan bagi penghuninya sebab udaranya selalu berganti. Dengan demikian, penataan itu maka semua penghuni, memiliki suasana yang menjadi nyaman, menyenangkan dan damai," b. Pola Hubungan Akibat-Sebab Maksud dari hal ini adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui, yang bergerak menuju sebab-sebab yang telah menimbulkan akibat tadi. Contoh: Adapun contoh dari pola hubungan akibat-sebab sebagai bentuk penjelasan dari pola hubungan ini yaitu: "Semua warga sekolah dapat merasa bangga dengan wajah ceria. Setiap lomba taman dan keindahan dapat selalu menyandang juara. Hal itu membuat orang yang lalu lalang di depan sekolah tak lupa untuk melayangkan pandangannya. Tidak terdapat bunga layu di seluruh musim. Tidak terdapat ranting kering bertengger di pepohonan. Sehingga sudah selayaknya sekolah dipuji sebab menampakkan keindahan, nyaman dan kebersihan.," c. Pola Hubungan Sebab – Akibat 1 – Akibat 2 Arti dari pola hubungan sebab akibat 1-akibat 2 diartikan sebagai suatu sebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Hal itu sehingga pada akibat pertama adalah menjadi sebab timbulnya akibat kedua. Demikian seterusnya sehingga timbul rangkaian beberapa akibat. Contoh Adapun contoh dari pola hubungan sebab-akibat-akibat 2 yaitu: "1) Krisis bahan bakar menambah parahnya inflasi. (2) Dalam waktu singkat, harga bahan bakar naik dua kali lipat. (3) Ongkos produksi pun ikut naik karena banyaknya pengguna bahan bakar. (4) Maka harga keperluan hidup pun mencekik leher." 5. Contoh Paragraf Argumentasi Tentang Lingkungan Hampir memuji keindahan dan kemajuan Kabupaten Bantaeng. Sebagai daerah yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Bantaeng tempat favorit bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Bisa dimengerti mengapa mereka betah dan senang untuk mengisi waktu liburannya di Kabupaten Bantaeng. Daerah ini mempunyai hawa yang sejuk. Kabupaten yang beberapa kali mendapatkan adipura dengan kebersihan dan tata kelola daerahnya yang sungguh mempesona. Jika melihat tingkat kriminalitasnya juga relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Di daerah ini, juga terdapat diapit oleh pegunungan dan lautan. Sehingga sangat menyenangkan untuk memilih Bantaeng sebagai kota pilihan untuk berkunjung sebab jika ingin liburan di Pantai anda dapat mengunjung wisata bantaeng di Kota Ini. Selain itu, jika anda ingin mengunjungi perkebunan yang ada di pegunungan Bantaeng, anda dapat melihatnya dengan susunan bunga-bunga yang berjejer di jalan. Itulah beberapa hal yang menyebabkan para pendatang rela berkunjung dan tinggal di Kabupaten Bantaeng. 6. Contoh Paragraf Argumentasi Tentang Pendidikan Bangsa Indonesia termasuk negara dengan tingkat kelahiran yang tinggi. Agar negara ini dapat makmur, generasi muda adalah harapan bagi Indonesia untuk terlibat dalam kemajuan bangsa. Hal itu biasa dicapai salah satunya meraih pendidikan setinggi-tingginya. Pendidikan merupakan faktor penting kewibawaan sebuah negara didapatkan. Dengan pendidikan, maka generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten dalam bidangnya agar seorang yang berkarakter dan mempunyai ilmu pendidikan dan sosial yang tinggi. Akan tetapi, kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala. Faktanya, indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999). Data itu, juga menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menurut Survey Political and Economic Risk Consultant (PERC) berada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Selain itu, Indonesia memiliki daya saing yang rendah, menurut The World Economic Forum Swedia (2000), yaitu Indonesia menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektivitas, efisiensi dan standarisasi pengajaran. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Oleh karena dibutuhkan peran untuk membangun kembali pondasi pola berpikir dalam meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan, masyarakat sekitar pun harus turut. Maka di sinilah seluruh elemen, dibutuhkan kerja sama baik pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia untuk kualitas pendidikan yang baik dan meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia. 7. Contoh Paragraf Argumentasi Tentang Kesehatan Sehat merupakan hak setiap warga negara. Tidak hanya sebagai hak, "sehat" adalah kewajiban negara sebagai komponen investasi penting bagi suatu bangsa. Sehat bukan hanya dari fisiknya, melainkan mentalnya, sehat dalam pergaulan sosial, dan tak lepas dari pembinaan aspek spiritual. Saat ini, Indonesia mengalami empat transisi masalah kesehatan yaitu demografi, epidemiologi, gizi, dan transisi perilaku. Dari keempat transisi ini, yang paling berat membebani adalah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular. Awalnya, penyakit seperti penyakit stroke, hipertensi, jantung, gagal ginjal, kencing manis, pembuluh darah, kanker, dan lain-lain penyakit kronis akrab dengan populasi penduduk kaya. Dewasa ini, penduduk dengan penghasilan menengah juga banyak mengalami sakit serupa. Langkah pencegahan dan penanggulangan patut dimulai sesegera mungkin. Adapun langkah-langkahnya adalah selamatkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan penerapan diet sehat serta aktivitas fisik yang teratur. Perlu ada gerakan bersama untuk dua hal ini, gerakan masyarakat sadar gizi dan sadar olahraga. Ilustrasi Gambar: Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi Demikianlah Informasi mengenai Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Ilustrasi Gambar: Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi
 
Demikianlah Informasi mengenai Ciri-Ciri Argumentasi, Struktur & 7 Contoh Paragraf Argumentasi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!