Artikel Belajar dan Bermanfaat

Pengertian Pembangunan Berkelanjutan, Ciri, Tujuan, & Prinsip-Prinsipnya


Advertisement
Advertisement

Pembangunan Berkelanjutan - Konsep pembangunan berkelanjutan telah lama menyorot perhatian para ahli. Akan tetapi, istilah sutainability atau keberlanjutan baru hadir pada dekade awal lalu sejak Malthus tahun 1798 didasari dari ketersediaan lahan di Inggris akibat ledakan penduduk yang pesat. 

Pembangunan berkelanjutan baru mendapat perhatian setelah Meadow dan kawan-kawan tahun 1972 menerbitkan karya tulis berjudul The Limit to Growth yang mengutarakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sangat dibatasi oleh ketersediaan sumber daya alam. 

Dengan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas, arus barang dan jasa yang dihasilkan dari sumber daya alam tidak akan selalu bisa dilakukan secara terus menerus (on sustainable basis).

Walaupun dihujani kritikan tajam dari ekonom, namun buku tersebut memberikan pengaruh untuk menyadarkan manusia hingga pembangunan berkelanjutan kembali menjadi diskurkus tahun 1987 buku Our Common Future dalam World Commission on Environtment And Development (WCED) atau Brundland Commission. 

Perkembangan itu pula, hingga melahirkan konsep pembangunan ekonomi yang merelasian dengan lingkungan yang dikenal dengan pembangunan berkelanjutan. 

Babak itulah hingga dikenal Millenium Development Goals (MDGs) yang kemudian berganti Sustainable Development Goals (SDGs) yang dilatar belakangi dari daya dukung alam terhadap manusia semakin menurun. Gagasan SDgs diawali dari penyampaian pemerintah Kolombia dan Guatemala dalam pertemuan di Solo, Indonesia, Juli 2011. 

Apa itu Pengertian Pembangunan Berkelanjutan

Pengertian Pembangunan berkelanjutan adalah upaya manusia untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem yang mendukung kehidupannya. Dewasa ini masalah pembangunan berkelanjutan telah dijadikan sebagai isu penting yang perlu terus di sosialisasikan ditengah masyarakat. 

Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Para Ahli 

Adapun definisi pembangunan menurut para ahli antara lain: 

1. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Sofyan Effendi

Menurut Sofyan Effendi bahwa Pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan yang pemanfaatan sumber dayanya, arah invesinya, orientasi pengembangan teknologinya dan perubahan kelembagaannya dilakukan secara harmonis dan dengan amat memperhatikan potensi pada saat ini dan masa depan dalam pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat (Wibawa,1991:14).

2. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Komisi Brundtland 

Pengertuan Pembangunan Berkelanjutan menurut Komisi Brundtland yang diartikan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah “Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

3. Pengertian Pembanguan Berkelanjutan Menurut Ignas Kleden 

Defini dari Pembangunan berkelanjutan menurut Ignas Kleden yaitu sebagai jenis pembangunan yang di satu pihak mengacu pada pemanfaatan sumber-sumber alam maupun sumber daya manusia secara optimal, dan di lain pihak serta pada saat yang sama memelihara keseimbangan optimal di antara berbagai tuntutan yang saling bertentangan terhadap sumber daya tersebut (yayasan SPES, 1992:XV).

4. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 

Menurut Undang–undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa arti pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. 

5. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Emil Salim 

Menurut Emil Salim bahwa yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan atau suistainable development adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam sumber daya manusia, dengan menyerasikan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan (yayasan SPES,1992:3).

6. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut President’s Council on Sustainable Development in the United States as (USEPA, 2013)

Berdasarkan President’s Council on Sustainable Development in the United States as (USEPA, 2013), pembangunan yang berkelanjutan merupakan suatu proses perkembangan yang dapat meningkatkan tingkat perekonomian, menjaga kelestarian lingkungan, dan keadaan sosial untuk kebermanfaatan generasi sekarang dan generasi di masa depan

Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan 

Menurut Sutamihardja (2004), bahwa sasaran pembangunan berkelanjutan terdiri atas 6 sasaran. Sasaran tersebut yakni : 1). Pemerataan manfaat hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergeneration equity) yang diartikan sebagai pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan pertumbuhan dengan memperhatikan beberapa aspek dalam pengendalian ekosistem lingkungan serta diarahkan pada sumberdaya alam yang replaceable dan menekankan serendah mungkin eksploitasi sumber daya alam yang unreplaceable; 2). Safeguarding atau pengamanan kelestarian sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup yang ada dan pencegahan terjadi gangguan ekosistem dengan tujuan menjamin adanya kualitas kehidupan yang tetap baik bagi generasi yang akan datang; 3). Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi demi kepentingan pemerataan pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan antar generasi; 4). Mempertahankan kesejahteraan rakyat (masyarakat) yang menekankan pada berkelanjutan baik masa kini ataupun mendatang (inter temporal); 5). Mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang memiliki dampak manfaat jangka panjang ataupun lestari antar generasi; 6). Menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antar generasi berdasarkan habitatnya.

Sedangkan berkaca pada sisi ekonomi, menurut Fauzi (2004) memaparkan terdapat 3 alasan utama mengapa pembangunan ekonomi harus berkelanjutan. Pertama menyangkut alasan moral untuk memperhatikan ketersediaan sumber daya alam tersebut untuk generasi mendatang dengan memberikan kesempatan menikmati layanan yang sama bukan hanya pada generasi masa kini.

Kedua, didasarkan pada alasan ekologi yang selain didorong oleh faktor ekonomi akan tetapi tidak melupakan akan ancaman dari alam. Faktor ketiga, yang menjadi alasan perlunya memperhatiakan aspek keberlanjutan adalah alasan ekonomi. Alasan dari sisi ekonomi memang masih terjadi perdebatan.

Pembangunan berkelanjutan berkonsenterasi kepada tiga buah pilar yakni pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk menjamin tercapainya keharmonisan antara ketiga buah pilar tersebut pelaksanaan pembangunan haruslah mengacu kapada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dari berbagai konsep yang ada maka dapat dirumuskan prinsip dasar dari setiap elemen pembangunan berkelanjutan.  Dalam hal ini ada empat komponen yang perlu diperhatikan yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang. 

1. Prinsip Pembangunan yang Menjamin Pemerataan dan Keadilan Sosial

Pembangunan bertujuan pemerataan dan keadilan sosial yang dilandasi dari meratanya distribusi sumber lahan dan faktor produksi, meratanya peran dan kesempatan perempuan, meratanya ekonomi yang dicapai dengan keseimbangan distribusi kesejahteraan. Namun pemerataan bukanlah hal yang secara langsung dapat dicapai. Pemerataan adalah konsep yang relatif dan tidak secara langsung dapat diukur. Dimensi etika pembangunan berkelanjutan adalah hal yang menyeluruh, kesenjangan pendapatan negara kaya dan miskin semakin melebar, walaupun pemerataan dibanyak negara sudah meningkat. Aspek etika lainnya adalah prospek generasi masa datang yang dimana pembangunan generasi masa kini patut mempertimbangkan generasi masa datang dalam memenuhi kebutuhannya.

2. Prinsip Keanekaragaman hayati juga merupakan dasar bagi keseimbangan

Pemeliharaan keanekaragaman hayati adalah prasyarat tersedianya sumber daya alam secara berkelanjutan untuk masa kini dan masa datang sebagai dasar bagi keseimbangan ekosistem. Pemeliharaan keanekaragaman budaya akan mendorong perlakuan yang merata terhadap setiap orang dan membuat pengetahuan terhadap tradisi berbagai masyarakat dapat lebih dimengerti.

3. Prinsip Pembangunan yang Menggunakan Pendekatan Integratif

Pembangunan berkelanjutan mengutamakan keterkaitan antara manusia dengan alam. Manusia mempengaruhi alam dengan cara yang bermanfaat atau merusak. Hanya dengan memanfaatkan pengertian tentang kompleksnya keterkaitan antara sistem alam dan sistem sosial. Dengan menggunakan pengertian ini maka pelaksanaan pembangunan yang
lebih integratif merupakan konsep pelaksanaan pembangunan yang dapat dimungkinkan. Hal ini merupakan tantangan utama dalam kelembagaan.

4. Prinsip Pembangunan yang Meminta Perspektif Jangka Panjang.

Masyarakat cenderung menilai masa kini lebih dari masa depan,.implikasi pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan yang melandasi penilaian ini. Pembangunan berkelanjutan mensyaratkan dilaksanakan penilaian yang berbeda dengan asumsi normal dalam prosedur discounting. 

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 

Menurut Emil Salim (1990) bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan adalah meningkatan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Pembangunan yang berkelanjutan yang pada hakekatnya untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa datang.

Menurut KLH (1990) pembangunan (yang pada dasarnya lebih berorientasi ekonomi) dapat diukur keberlanjutannya berdasarkan tiga kriteria yaitu : (1) Tidak ada pemborosan penggunaan sumber daya alam atau depletion of natural resources; (2) Tidak ada polusi dan dampak lingkungan lainnya; (3) Kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources ataupun replaceable resource.

Pertemuan secara tidak resmi itu, hingga bergulir perdebatan di kalangan anggota PBB dalam setiap pertemuan untuk menyempurnakan usulan dan konsep dari pembangunan berkelanjutan.

Laporan Sekjen PBB yang dipersiapkan oleh Panel Tingkat Tinggi tentang Keberlanjutan Global juga memberikan dukungan yang signifikan terhadap SDGs. Di dalam usulannya, kedua negara menyebutkan ada 7 tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu: 1. Combating Poverty;2. Changing Consumption Patterns; 3. Promoting Sustainable Human Settlement Development; 4. Biodiversity and Forests; 5. Oceans; 6. Water Resources; 7. Advancing Food Security; 8. Energy, including from renewable sources;

17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 

Pembangunan Berkelanjutan - Konsep pembangunan berkelanjutan telah lama menyorot perhatian para ahli. Akan tetapi, istilah sutainability atau keberlanjutan baru hadir pada dekade awal lalu sejak Malthus tahun 1798 didasari dari ketersediaan lahan di Inggris akibat ledakan penduduk yang pesat.  Pembangunan berkelanjutan baru mendapat perhatian setelah Meadow dan kawan-kawan tahun 1972 menerbitkan karya tulis berjudul The Limit to Growth yang mengutarakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sangat dibatasi oleh ketersediaan sumber daya alam.  Dengan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas, arus barang dan jasa yang dihasilkan dari sumber daya alam tidak akan selalu bisa dilakukan secara terus menerus (on sustainable basis). Walaupun dihujani kritikan tajam dari ekonom, namun buku tersebut memberikan pengaruh untuk menyadarkan manusia hingga pembangunan berkelanjutan kembali menjadi diskurkus tahun 1987 buku Our Common Future dalam World Commission on Environtment And Development (WCED) atau Brundland Commission.  Perkembangan itu pula, hingga melahirkan konsep pembangunan ekonomi yang merelasian dengan lingkungan yang dikenal dengan pembangunan berkelanjutan.  Babak itulah hingga dikenal Millenium Development Goals (MDGs) yang kemudian berganti Sustainable Development Goals (SDGs) yang dilatar belakangi dari daya dukung alam terhadap manusia semakin menurun. Gagasan SDgs diawali dari penyampaian pemerintah Kolombia dan Guatemala dalam pertemuan di Solo, Indonesia, Juli 2011.  Apa itu Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Pengertian Pembangunan berkelanjutan adalah upaya manusia untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem yang mendukung kehidupannya. Dewasa ini masalah pembangunan berkelanjutan telah dijadikan sebagai isu penting yang perlu terus di sosialisasikan ditengah masyarakat.  Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Para Ahli  Adapun definisi pembangunan menurut para ahli antara lain:  1. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Sofyan Effendi Menurut Sofyan Effendi bahwa Pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan yang pemanfaatan sumber dayanya, arah invesinya, orientasi pengembangan teknologinya dan perubahan kelembagaannya dilakukan secara harmonis dan dengan amat memperhatikan potensi pada saat ini dan masa depan dalam pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat (Wibawa,1991:14). 2. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Komisi Brundtland  Pengertuan Pembangunan Berkelanjutan menurut Komisi Brundtland yang diartikan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah “Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.” 3. Pengertian Pembanguan Berkelanjutan Menurut Ignas Kleden  Defini dari Pembangunan berkelanjutan menurut Ignas Kleden yaitu sebagai jenis pembangunan yang di satu pihak mengacu pada pemanfaatan sumber-sumber alam maupun sumber daya manusia secara optimal, dan di lain pihak serta pada saat yang sama memelihara keseimbangan optimal di antara berbagai tuntutan yang saling bertentangan terhadap sumber daya tersebut (yayasan SPES, 1992:XV). 4. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009  Menurut Undang–undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa arti pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.  5. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut Emil Salim  Menurut Emil Salim bahwa yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan atau suistainable development adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam sumber daya manusia, dengan menyerasikan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan (yayasan SPES,1992:3). 6. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan Menurut President’s Council on Sustainable Development in the United States as (USEPA, 2013) Berdasarkan President’s Council on Sustainable Development in the United States as (USEPA, 2013), pembangunan yang berkelanjutan merupakan suatu proses perkembangan yang dapat meningkatkan tingkat perekonomian, menjaga kelestarian lingkungan, dan keadaan sosial untuk kebermanfaatan generasi sekarang dan generasi di masa depan Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan  Menurut Sutamihardja (2004), bahwa sasaran pembangunan berkelanjutan terdiri atas 6 sasaran. Sasaran tersebut yakni : 1). Pemerataan manfaat hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergeneration equity) yang diartikan sebagai pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan pertumbuhan dengan memperhatikan beberapa aspek dalam pengendalian ekosistem lingkungan serta diarahkan pada sumberdaya alam yang replaceable dan menekankan serendah mungkin eksploitasi sumber daya alam yang unreplaceable; 2). Safeguarding atau pengamanan kelestarian sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup yang ada dan pencegahan terjadi gangguan ekosistem dengan tujuan menjamin adanya kualitas kehidupan yang tetap baik bagi generasi yang akan datang; 3). Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi demi kepentingan pemerataan pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan antar generasi; 4). Mempertahankan kesejahteraan rakyat (masyarakat) yang menekankan pada berkelanjutan baik masa kini ataupun mendatang (inter temporal); 5). Mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang memiliki dampak manfaat jangka panjang ataupun lestari antar generasi; 6). Menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antar generasi berdasarkan habitatnya. Sedangkan berkaca pada sisi ekonomi, menurut Fauzi (2004) memaparkan terdapat 3 alasan utama mengapa pembangunan ekonomi harus berkelanjutan. Pertama menyangkut alasan moral untuk memperhatikan ketersediaan sumber daya alam tersebut untuk generasi mendatang dengan memberikan kesempatan menikmati layanan yang sama bukan hanya pada generasi masa kini. Kedua, didasarkan pada alasan ekologi yang selain didorong oleh faktor ekonomi akan tetapi tidak melupakan akan ancaman dari alam. Faktor ketiga, yang menjadi alasan perlunya memperhatiakan aspek keberlanjutan adalah alasan ekonomi. Alasan dari sisi ekonomi memang masih terjadi perdebatan. Pembangunan berkelanjutan berkonsenterasi kepada tiga buah pilar yakni pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk menjamin tercapainya keharmonisan antara ketiga buah pilar tersebut pelaksanaan pembangunan haruslah mengacu kapada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.  Dari berbagai konsep yang ada maka dapat dirumuskan prinsip dasar dari setiap elemen pembangunan berkelanjutan.  Dalam hal ini ada empat komponen yang perlu diperhatikan yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang.  1. Prinsip Pembangunan yang Menjamin Pemerataan dan Keadilan Sosial Pembangunan bertujuan pemerataan dan keadilan sosial yang dilandasi dari meratanya distribusi sumber lahan dan faktor produksi, meratanya peran dan kesempatan perempuan, meratanya ekonomi yang dicapai dengan keseimbangan distribusi kesejahteraan. Namun pemerataan bukanlah hal yang secara langsung dapat dicapai. Pemerataan adalah konsep yang relatif dan tidak secara langsung dapat diukur. Dimensi etika pembangunan berkelanjutan adalah hal yang menyeluruh, kesenjangan pendapatan negara kaya dan miskin semakin melebar, walaupun pemerataan dibanyak negara sudah meningkat. Aspek etika lainnya adalah prospek generasi masa datang yang dimana pembangunan generasi masa kini patut mempertimbangkan generasi masa datang dalam memenuhi kebutuhannya. 2. Prinsip Keanekaragaman hayati juga merupakan dasar bagi keseimbangan Pemeliharaan keanekaragaman hayati adalah prasyarat tersedianya sumber daya alam secara berkelanjutan untuk masa kini dan masa datang sebagai dasar bagi keseimbangan ekosistem. Pemeliharaan keanekaragaman budaya akan mendorong perlakuan yang merata terhadap setiap orang dan membuat pengetahuan terhadap tradisi berbagai masyarakat dapat lebih dimengerti. 3. Prinsip Pembangunan yang Menggunakan Pendekatan Integratif Pembangunan berkelanjutan mengutamakan keterkaitan antara manusia dengan alam. Manusia mempengaruhi alam dengan cara yang bermanfaat atau merusak. Hanya dengan memanfaatkan pengertian tentang kompleksnya keterkaitan antara sistem alam dan sistem sosial. Dengan menggunakan pengertian ini maka pelaksanaan pembangunan yang lebih integratif merupakan konsep pelaksanaan pembangunan yang dapat dimungkinkan. Hal ini merupakan tantangan utama dalam kelembagaan. 4. Prinsip Pembangunan yang Meminta Perspektif Jangka Panjang. Masyarakat cenderung menilai masa kini lebih dari masa depan,.implikasi pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan yang melandasi penilaian ini. Pembangunan berkelanjutan mensyaratkan dilaksanakan penilaian yang berbeda dengan asumsi normal dalam prosedur discounting.  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan  Menurut Emil Salim (1990) bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan adalah meningkatan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Pembangunan yang berkelanjutan yang pada hakekatnya untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa datang. Menurut KLH (1990) pembangunan (yang pada dasarnya lebih berorientasi ekonomi) dapat diukur keberlanjutannya berdasarkan tiga kriteria yaitu : (1) Tidak ada pemborosan penggunaan sumber daya alam atau depletion of natural resources; (2) Tidak ada polusi dan dampak lingkungan lainnya; (3) Kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources ataupun replaceable resource. Pertemuan secara tidak resmi itu, hingga bergulir perdebatan di kalangan anggota PBB dalam setiap pertemuan untuk menyempurnakan usulan dan konsep dari pembangunan berkelanjutan.  Laporan Sekjen PBB yang dipersiapkan oleh Panel Tingkat Tinggi tentang Keberlanjutan Global juga memberikan dukungan yang signifikan terhadap SDGs. Di dalam usulannya, kedua negara menyebutkan ada 7 tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu: 1. Combating Poverty;2. Changing Consumption Patterns; 3. Promoting Sustainable Human Settlement Development; 4. Biodiversity and Forests; 5. Oceans; 6. Water Resources; 7. Advancing Food Security; 8. Energy, including from renewable sources; 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan  Pada bulan Agustus 2015, 193 negara menyepakati 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Adapun tujuan tersebut antara lain:  Tanpa kemiskinan yang dimaksud dengan pengentasan segala bentuk kemiskinan di semua tempat. Tanpa kelaparan yang dimaksud dengan mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan. Kehidupan sehat dan sejahtera yang dimaksud dengan menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia. Pendidikan berkualitas yang dimaksud dengan memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang Kesetaraan gender yang dimaksud dengan mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan. Air bersih dan sanitasi layak yang dimaksud dengan menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua. Energi bersih dan terjangkau yang dimaksud dengan memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang dimaksud dengan mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak untuk semua. Industri, inovasi dan infrastruktur yang dimaksud dengan membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan dan mendorong inovasi. Berkurangnya kesenjangan yang dimaksud dengan mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara. Kota dan komunitas berkelanjutan yang dimaksud dengan membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab yang dimaksud dengan memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan Penanganan perubahan iklim yang dimaksud dengan mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya. Ekosistem laut yang dimaksud dengan pelindungan dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan Ekosistem daratan yang dimaksud dengan pengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh yang dimaksud dengan Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif Kemitraan untuk mencapai tujuan dengan menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan Demikianlah informasi mengenai Pengertian Pembangunan Berkelanjutan, Ciri, Tujuan & Prinsip-prinsipnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman sehingga saat melakukan suatu perencanaan dalam membangun sesuatu baik itu dari hal sederhana misalnya rumah atau apapun itu dapat melihat aspek lainnya, misalnya dalam hal lingkungan atau drainase. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Ilustrasi: Pengertian Pembangunan Berkelanjutan, Ciri, Tujuan, & Prinsip-Prinsipnya

Pada bulan Agustus 2015, 193 negara menyepakati 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Adapun tujuan tersebut antara lain: 
  1. Tanpa kemiskinan yang dimaksud dengan pengentasan segala bentuk kemiskinan di semua tempat.
  2. Tanpa kelaparan yang dimaksud dengan mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan.
  3. Kehidupan sehat dan sejahtera yang dimaksud dengan menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.
  4. Pendidikan berkualitas yang dimaksud dengan memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang
  5. Kesetaraan gender yang dimaksud dengan mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan.
  6. Air bersih dan sanitasi layak yang dimaksud dengan menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua.
  7. Energi bersih dan terjangkau yang dimaksud dengan memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua.
  8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang dimaksud dengan mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak untuk semua.
  9. Industri, inovasi dan infrastruktur yang dimaksud dengan membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan dan mendorong inovasi.
  10. Berkurangnya kesenjangan yang dimaksud dengan mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara.
  11. Kota dan komunitas berkelanjutan yang dimaksud dengan membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.
  12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab yang dimaksud dengan memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
  13. Penanganan perubahan iklim yang dimaksud dengan mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
  14. Ekosistem laut yang dimaksud dengan pelindungan dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan
  15. Ekosistem daratan yang dimaksud dengan pengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati.
  16. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh yang dimaksud dengan Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif
  17. Kemitraan untuk mencapai tujuan dengan menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan
Demikianlah informasi mengenai Pengertian Pembangunan Berkelanjutan, Ciri, Tujuan & Prinsip-prinsipnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman sehingga saat melakukan suatu perencanaan dalam membangun sesuatu baik itu dari hal sederhana misalnya rumah atau apapun itu dapat melihat aspek lainnya, misalnya dalam hal lingkungan atau drainase. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Pembangunan Berkelanjutan, Ciri, Tujuan, & Prinsip-Prinsipnya