l Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan | Artikelsiana

Artikel Belajar dan Bermanfaat

Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan


Advertisement
Advertisement

Apa itu Suspensi - Pengertian Suspensi adalah sediaan yang ciri atau sifatnya mengandung bahan obat berbentuk halus yang tidak larut tetapi terdispersi dalam cairan. 

Zat yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap, apabila dikocok perlahan-lahan endapan haris segera terdispersi kembali. 

Suspensi ialah istilah di bidang kimia. Istilah suspensi ini digunakan untuk menjelaskan kondisi atas dua atau lebih campuran dari beberapa benda atau zat. 

Dalam aktivitas manusia, terdapat manfaat atau suspensi yang biasa ditemui seperti kegiatan dalam mencampurkan macam-macam zat atau benda dalam satu wadah atau tempat. 

Contohnya saat menyajikan sebuah minuman es teh manis yang biasanya memasukkan beberapa zat ke dalam wadah dalam hal ini berupa gula, air, teh dan es batu. 

Selain itu, contoh yang lainnya misalnya dengan membuat kopi kita akan mencampurkan tiga jenis zat sekaligus diantaranya gula, air, dan kopi.

Umumnya, suspense mengandung zat tambahan yang difungsikan untuk menjamistabilitasnya, sebagai stabilisator dapat dipergunakan bahan-bahan disebut sebagai emulgator (joenoes, 1990).

Selain itu, Suspensi juga dapat didefenisikan sebagai preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi sevara halus yang disebut dengan "suspensoid" yang disebarkan secara merata dalam pembawa dimana obat menunjukan kelarutan yang sangat minimum. 

Suspensi kini tidak sulit untuk ditemui, beberapa diantara suspense resmi diperdagangkan tersedia dalam bentuk siap pakai, telah disebarkan dalam cairan pembawa dengan atau tanpa penstabil dan bahan tambahan farmasetik lainnya (Ansel, 1989). 

Bahan obat yangdiberikan dalam bentuk suspensi yntuk obat minum, mempunyai keuntungan bahwa (oleh karena partikel sangat halus) penyarapan zat berkhasiatnya lebih cepat dari pada bila obat diberikan dalam bentuk kapsul atau tablet, bioavailabilitasnya pun baik. 

Suspensi dapat dibagi dalam dua jenis yaitu: suspense yang siap digunakan atau suspensi yang dikonstitusikan dengan jumlah air untuk injeksi atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan. 

Suspensi tidak boleh diinjeksikan secara intevena. Pada bentuk sediaan suspensi harus diperhatikan bahawa obatnya betul diminum denagn sendok yang sesuai, sehingga obat diminum dengan dosis yang tepat (loenoes, 1990).

Pengertian Suspensi: Apa itu Suspensi 

Pengertian Suspensi adalah suatu campuran fluida yang mengandung partikel padat atau campuran heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam sebuah zat cair. 

Contoh-Contoh Suspensi 

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa 5 contoh suspense adalah Minyak dikocok dalam air, Debu di udara, Merkuri dikocok dalam minyak, Jelaga di udara dan Bubuk kapur dalam air

Ciri-Ciri Suspensi 

Kriteria atau ciri-ciri dari sediaan suspensi yang baik antara lain: 
  • Mampu dilihat dengan menggunakan mikroskop dan disaring dengan memakai kertas saring khusus.
  • Memiliki ciri-ciri yang dimana pengendapan partikel lambat sehingga takaran pemakaian yang serba sama dapat dipertahankan dengan pengocokan sediaan.
  • Memiliki ukuran partikel kurang dari 10-5 cm.
  • Selain itu, apabila terjadi  pengendapan  selama  penyimpanan  dapat dengan segera terdispersi kembali apabila suspensi dikocok.
  • Memiliki sifat yang labil. Maksud dari ciri tersebut adalah tidak tahan lama dan sering berubah-ubah.
  • Mudah mengalami koagulasi.
  • Termasuk dalam campuran heterogen.
  • Endapan   yang   terbentuk   tidak   boleh   mengeras   pada   dasar   wadah.
  • Viskositas  suspensi  tidak  boleh  terlalu  tinggi  sehingga  sediaan  dengan mudah dapat dituang dari wadahnya.
  • Memberikan warna, rasa, bau serta rupa yang menarik

Perbedaan Suspensi, Larutan dan Koloid

Berikut perbedaan antara suspensi, larutan dan koloid dibawah ini…

1. Suspensi 

Berdasarkan dari ciri-ciri Suspensi diatas, maka tidak begitu sulit untuk menampilkan akan hal yang dapat digunakan sebagai bentuk perbedaan antara larutan dan koloid. 

Suspensi sendiri memiliki sifat-sifat heterogen, salah satu atau semua partikelnya berukuran lebih besar dari 100 nm, dua fasa, tidak stabil, dan dapat disaring. 

Macam-macam contoh dari suspensi yakni air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir, dan campuran air dengan minyak.

2. Larutan 

Sedangkan untuk perbedaannya dengan Larutan. Larutan memiliki jenis sifat homogen yang tidak dapat dibedakan walaupun dengan memakai alat mikroskop ultra sekalipun. 

Selain itu, larutan semua partikelnya berukuran kurang dari 1 mm, satu fasa, stabil, dan tidak dapat disaring. Adapun contoh-contohnya adalah larutan gula, larutan garam, alkohol 70%, udara yang bersih, dan bensin.

3. Koloid

Sedangkan untuk perbedaannya dengan Koloid. Secara mikroskopis, Koloid memiliki sifat homogen, namun heterogen apabila ditinjau dengan memakai mikroskop ultra. 

Selain itu memiliki partikelnya berukuran antara 1 nm sampai dengan 100 nm, dua fasa, stabil, dan tidak dapat disaring kecuali dengan penyaringan ultra. Adapun contoh-contohnya adalah sabun, susu, jelly, selai, mentega, dan mayonaise.

Apa itu Suspensi - Pengertian Suspensi adalah sediaan yang ciri atau sifatnya mengandung bahan obat berbentuk halus yang tidak larut tetapi terdispersi dalam cairan.  Zat yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap, apabila dikocok perlahan-lahan endapan haris segera terdispersi kembali.  Suspensi ialah istilah di bidang kimia. Istilah suspensi ini digunakan untuk menjelaskan kondisi atas dua atau lebih campuran dari beberapa benda atau zat.  Dalam aktivitas manusia, terdapat manfaat atau suspensi yang biasa ditemui seperti kegiatan dalam mencampurkan macam-macam zat atau benda dalam satu wadah atau tempat.  Contohnya saat menyajikan sebuah minuman es teh manis yang biasanya memasukkan beberapa zat ke dalam wadah dalam hal ini berupa gula, air, teh dan es batu.  Selain itu, contoh yang lainnya misalnya dengan membuat kopi kita akan mencampurkan tiga jenis zat sekaligus diantaranya gula, air, dan kopi. Umumnya, suspense mengandung zat tambahan yang difungsikan untuk menjamistabilitasnya, sebagai stabilisator dapat dipergunakan bahan-bahan disebut sebagai emulgator (joenoes, 1990).  Selain itu, Suspensi juga dapat didefenisikan sebagai preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi sevara halus yang disebut dengan "suspensoid" yang disebarkan secara merata dalam pembawa dimana obat menunjukan kelarutan yang sangat minimum.  Suspensi kini tidak sulit untuk ditemui, beberapa diantara suspense resmi diperdagangkan tersedia dalam bentuk siap pakai, telah disebarkan dalam cairan pembawa dengan atau tanpa penstabil dan bahan tambahan farmasetik lainnya (Ansel, 1989).  Bahan obat yangdiberikan dalam bentuk suspensi yntuk obat minum, mempunyai keuntungan bahwa (oleh karena partikel sangat halus) penyarapan zat berkhasiatnya lebih cepat dari pada bila obat diberikan dalam bentuk kapsul atau tablet, bioavailabilitasnya pun baik.  Suspensi dapat dibagi dalam dua jenis yaitu: suspense yang siap digunakan atau suspensi yang dikonstitusikan dengan jumlah air untuk injeksi atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan.  Suspensi tidak boleh diinjeksikan secara intevena. Pada bentuk sediaan suspensi harus diperhatikan bahawa obatnya betul diminum denagn sendok yang sesuai, sehingga obat diminum dengan dosis yang tepat (loenoes, 1990). Pengertian Suspensi: Apa itu Suspensi  Pengertian Suspensi adalah suatu campuran fluida yang mengandung partikel padat atau campuran heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam sebuah zat cair.  Contoh-Contoh Suspensi  Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa 5 contoh suspense adalah Minyak dikocok dalam air, Debu di udara, Merkuri dikocok dalam minyak, Jelaga di udara dan Bubuk kapur dalam air Ciri-Ciri Suspensi  Kriteria atau ciri-ciri dari sediaan suspensi yang baik antara lain:  Mampu dilihat dengan menggunakan mikroskop dan disaring dengan memakai kertas saring khusus. Memiliki ciri-ciri yang dimana pengendapan partikel lambat sehingga takaran pemakaian yang serba sama dapat dipertahankan dengan pengocokan sediaan. Memiliki ukuran partikel kurang dari 10-5 cm. Selain itu, apabila terjadi  pengendapan  selama  penyimpanan  dapat dengan segera terdispersi kembali apabila suspensi dikocok.  Memiliki sifat yang labil. Maksud dari ciri tersebut adalah tidak tahan lama dan sering berubah-ubah. Mudah mengalami koagulasi. Termasuk dalam campuran heterogen. Endapan   yang   terbentuk   tidak   boleh   mengeras   pada   dasar   wadah. Viskositas  suspensi  tidak  boleh  terlalu  tinggi  sehingga  sediaan  dengan mudah dapat dituang dari wadahnya. Memberikan warna, rasa, bau serta rupa yang menarik Perbedaan Suspensi, Larutan dan Koloid Berikut perbedaan antara suspensi, larutan dan koloid dibawah ini… 1. Suspensi  Berdasarkan dari ciri-ciri Suspensi diatas, maka tidak begitu sulit untuk menampilkan akan hal yang dapat digunakan sebagai bentuk perbedaan antara larutan dan koloid.  Suspensi sendiri memiliki sifat-sifat heterogen, salah satu atau semua partikelnya berukuran lebih besar dari 100 nm, dua fasa, tidak stabil, dan dapat disaring. Macam-macam contoh dari suspensi yakni air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir, dan campuran air dengan minyak. 2. Larutan  Sedangkan untuk perbedaannya dengan Larutan. Larutan memiliki jenis sifat homogen yang tidak dapat dibedakan walaupun dengan memakai alat mikroskop ultra sekalipun.  Selain itu, larutan semua partikelnya berukuran kurang dari 1 mm, satu fasa, stabil, dan tidak dapat disaring. Adapun contoh-contohnya adalah larutan gula, larutan garam, alkohol 70%, udara yang bersih, dan bensin. 3. Koloid Sedangkan untuk perbedaannya dengan Koloid. Secara mikroskopis, Koloid memiliki sifat homogen, namun heterogen apabila ditinjau dengan memakai mikroskop ultra.  Selain itu memiliki partikelnya berukuran antara 1 nm sampai dengan 100 nm, dua fasa, stabil, dan tidak dapat disaring kecuali dengan penyaringan ultra. Adapun contoh-contohnya adalah sabun, susu, jelly, selai, mentega, dan mayonaise. Ilustrasi: Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan Demikianlah informasi mengenai Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Ilustrasi: Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Suspensi, Ciri, Sifat, Contoh, Perbedaannya Dengan Koloid & Larutan