Artikel Belajar dan Bermanfaat

Pengertian Kloning, Tujuan, Contoh & Manfaat Kloning


Advertisement
Loading...
loading...

Advertisement

Kloning, apakah anda mengetahui arti kloning. Tentu bagi sebagian kita mengetahu kloning itu. Ada yang berpendapat bahwa kloning dapat dimanfaatkan atau memiliki tujuan yang bermanfaat. Ada juga yang mengatakan bahwa kloning tidak memiliki manfaat. Terlebih lagi jika dibenturkan dalam agama. Terkadang, kloning tidak boleh digunakan, atau difungsikan.

Walaupun memang terdapat hal-hal yang perlu diketahui apa itu kloning yang sebenarnya. Penulis juga bertanya demikian, apakah itu pengertian kloning sebenarnya, ataukah apa yang dimaksud kloning sebagaimana mestinya.

Pernah penulis membaca atau melihat yang membahas mengenai kloning baik di buku ataupun di tayangan televisi, yang dimana saat itu sempat menjadi sebuah kontroversi bagi di Indonesi ataupun di Indonesia.

Teknologi ini langsung menggemparkan dunia hadirnya kloning, dan saat itu juga seluruh sejarah kloning pun dibuka dan terungkap. Ada yang mengatakan dalam sejarah tersebut bahwa kloning sudah lama digunakan. Baik digunakan untuk hal yang baik atau buruk.

Penulis juga masih belum mengetahui sejarah kloning yang sebenarnya. Bagai pisau bermata dua, kloning sarat akan permainan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Dampak kloning baik dampak positif kloning dan dampak negatif kloning juga mengaburkan yang mana yang harus dipilih ataukh kloning memang harus dihapuskan atau tidak digunakan.

Namun, untuk mengetahui hal tersebut mungkin terkaburkan dimana hal itu terjadi karena definisi atau pengertian kloning itu sendiri yang tidaklah sesuai sebagaimana mestinya.

Kloning tanaman dalam pengertian melalui kultur sel mula-mula yang dilakukan pada tanaman wortel. Dalam hal ini sel akar wotel dikultur, dan tiap selnya dapat tumbuh menjadi tanaman lengkap. Teknik demikian difungsikan atau ditujukan untuk membuat klon pada tanaman dalam perkebunan. Dari sel tersebut memiliki sifat yang unggul yang dipacu untuk membelah kultur, hingga ribuan atau bahkan sampai jutaan sel.

Kloning hewan dilakukan mula-mula pada amfibi (kodok), dengan melakukan transpalantasi nukleus ke dalam telur kodok yang dienukleasi. Sebagai donor yang bertujuan nukleus dari sel somaktik yang diambil dari sel epitel usus kecebong pun masih mampu untuk membentuk embrio normal.

Pengertian Kloning

Secara etimologi, pengertian kloning berasal dari bahasa Inggris yang berarti "cloning" yang memiliki pengertian bahwa kloning adalah suatu usaha menciptakan duplikat suatu organisme melalui proses aseksual atau dengan arti lain, membuat fotokopi atau pengadaan dari suatu makhluk hidup dengan cara aseksual. Arti kata dalam bahasa Inggris tersebut merupakan suatu istilah baru dalam kosa kata bahasa Inggris di tahun 1970-an.

Awalnya, kata Kloning dimana dunia hanya mengetahui clone yang berasal dari bahasa Yunani kuno "klon" yang memiliki pengertian "tembus". Secara terminologi, pengertian clon adalah suatu populasi sel atau organisme yang terbentuk dari pembelahan yang berulang dari satu sel atau organisme.

Klon memiliki arti menggandakan atau memperbanyak. Istilah Clone muncul dengan arti memperbanyak DNA pada bakteri. Para ilmuwan memperluas pengertian disetiap individu yang darinya dapat dihasilkan individu baru tanpa melalui perkawinan meski satu saja disebut juga dengan mengklon.

Prinsipnya mengklon individu baru ialah dengan mengganti inti telur dengan suatu inti sel definitif yang kemudian dilakukan perangsangan telur agar mampu tumbuh, inti telur tersebutlah yang mengandung separuh kromosom sel definitif yang disebut dengan haploid.

Pengertian Kloning Menurut Para Ahli
Selain definisi tersebut terdapat beberapa pengertian kloning menurut para ahli. Adapun pengertian tersebut adalah sebagai berikut...

1. Pengertian Kloning Menurut Pratiwi Sudarsono 
Menurut Pratiwi Sudarsono, yang dimaksud dengan kloning adalah perbanyakan sel atau organism secara aseksual. Hasil kloning adalah klon,  yakni populasi yang berasal dari satu sel atau organisme yang mempunyai rangkaian kromosom yang sama dan sifat yang identik dengan induk asalnya.

2. Pengertian Kloning Menurut Dr. Abdul Aziz Muhammad bin Utsman Al- Rabiisy
Dr.Abdul Aziz Muhammad bin Utsman al-Rabiisy mengatakan bahwa istilah istinsa>kh (kloning) adalah sebuah penemuan baru. Oleh karenanya, kita tidak menemukan defenisinya dalam berbagai kamus bahasa. Walaupun demikian, ada beberapa pengertian kloning yang hampir mengena (mendekati), bila diartikan secara ilmiah.

Hanya saja, kloning sudah mendapat berbagai interpretasi dengan sesuatu yang lain. Kata al-naskh (baca; kloning dalam bahasa Arab) yang sering dipakai untuk istilah dalam ilmu Tafsir kemudian berkembang menjadi satu penamaan dalam dunia kedokteran khususnya pada istilah kloning sendiri. 

Jenis-Jenis Kloning

Berdasarkan penjelasan diatas terdapat berbagai macam jenis kloning yang dikenal, antaranya sebagai berikut:

  1. Kloning DNA rekominan. Kloning adalah pemindahan sebagian rantai DNA yang diinginkan dari suatu organisme di satu element replikasi genetik, contohnya penyisipan DNA dalam plasmid bakteri untuk mengklon satu gen.
  2. Kloning Reproduktif. Kloning reproduktif merupakan teknologi yang digunakan dalam menghasilkan hewan yang sama.
  3. Kloning Terapeutik. Kloning ini merupakan untuk memproduksi suatu embrio manusia sebagai bahan dalam penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan sel batang yang difungsikan dalam mempelajari perkembangan manusia dan dalam penyembuhan penyakit.

Manfaat Kloning

Teknologi kloning diharapkan mampu memberi manfaat kepada manusia, khususnya pada bidang medis. Beberapa di antara keuntungan terapeutik dari teknologi kloning adalah sebagai berikut.. 
  1. Kloning manusia memberikan manfaat bagi pasangan tidak subur untuk mendapatkan anak. 
  2. Organ manusia dapat dikloning secara selektif untuk dimanfaakan sebagai organ pengganti bagi pemilik sel organ itu sendiri yang mampu meminimalisir risiko penolakan. 
  3. Sel-sel yang dikloning dan diregenerasi tersebut mengantikan jaringan tubuh yang rusak misalnya pada urat syaraf dan jaringan otot. 
  4. Teknologi kloning memungkinkan para ilmuwan medis untuk menghidupkan dan juga mematikan sel-sel. Manfaatnya mampu untuk mengatasi kanker dan menghambat proses penuaan. 
  5. Teknologi kloning memberikan manfaat pengujian dan penyembuhan bagi penyakit-penyakit keturunan. Manfaat dapat menemukan obat kanker, menghentikan serangan jantung, dan membuat tulang, lemak, jaringan penyambung, atau tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien untuk tujuan bedah penyembuhan dan bedah kecantikan. 
Demikianlah informasi mengenai kloning semua info ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih salam berbagi teman-teman.




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Kloning, Tujuan, Contoh & Manfaat Kloning