Artikel Belajar dan Bermanfaat

Pengertian Investasi, Fungsi, Tujuan, Jenis & Manfaat Investasi


Advertisement
Loading...
loading...

Advertisement

Investasi adalah penanaman modal atau pembentukan modal suatu komponen yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Tabungan dari sektor rumah tangga yang melalui institusi keuangan akan mengalir ke suatu sektor perusahan, ketika para pengusaha memfungsikan uang tersebut dengan tujuan membeli barang-barang modal, pengeluaran demikian disebut sebagai investasi. Sedangkan arti bagi investor adalah si penanam modal. 

Selain itu definisi investasi adalah pengeluaran penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi yang dapat menambah kemampuan suatu produksi barang maupun jasa dalam perekonomian. 

Seara umum, pengertian investasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pribadi maupun badan hukum sebagai tujuan meningkatkan dan mempertahankan nilai modalnya, baik yang berbentuk uang (cash money), peralatan (equipment), aset tidak bergerak, hak atas kekayaan intelektual (HAKI), maupun juga dengan keahlian (skills).

Kemudian menurut Undang-Undang Pasal 1 Ayat 1 No. 25/2007 tentang penanaman modal atau dengan kata lain investasi, menyebutkan bahwa pengertian investasi atau penanaman modal adalah segala bentuk penanaman modal dari dalam negeri atau penanam modal asing yang bertujuan untuk menjalankan atau membuat suatu usaha di wilayah negara Republik Indonesia.

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli 

Urgensi investasi, menarik berbagai para ahli untuk mengeluarkan atau ikut memberikan sumbangsih gagasan dan pemikiran, salah satunya pengertian investasi menurut para ahli. Adapun pengertian investasi menurut para ahli adalah sebagai berikut..

1. Pengertian Investasi Menurut Mulyadi, (2001: 284)
Menurut Mulyadi yang memberikan definisi investasi menyatakan bahwa pengertian investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang.

2. Pengertian Investasi Menurut Supriyono, (1987: 424)
Menurut Supriyono, bahwa pengertian investasi adalah sebagai penanaman modal atau pemilikan smber-sumber dalam jangka panjang yang akan bermanfaat pada beberapa periode akuntansi yang akan datang.

3. Pengertian Investasi Menurut Halim, (2003: 2). 
Menurut Halim, bahwa definisi investasi adalah penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.

4. Pengertian Investasi Menurut Sharpe Et All (1993), 
Menurut Sharpe Et All yang ikut mendefinisikan investasi dengan pengertian investasi yakni mengorbankan asset yang dimiliki sekarang guna mendapatkan asset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar. 

5. Pengertian Investasi Menurut Jones (2004) 
Menurut Jones bahwa pengertian investasi adalah komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih asset selama beberapa periode pada masa mendatang. 

6. Pengertian Investasi Menurut Reilly dan Brown,
Menurut Reilly dan Brown, bahwa definisi investasi adalah komitmen mengikatkan asset saat ini untuk beberap periode waktu ke masa depan yang bertujuan dan berfungsi mendapatkan penghasilan yang dapat mengkompensasi pengorbanan investor seperti keterikatakan aset pada waktu tertentu, tingkat inflasi, dan yang terakhir ketidaktentuan penghasilan pada masa mendatang. 

Fungsi Investasi 

Sebagai bagian dalam usaha menjalankan perekonomian suatu wilayah ataupun negara secara luas. Investasi memiliki peranan, fungsi dan tujuan besar dalam memakmurkan dan meningkatkan pembangunan. Sehingga investasi atau penanaman modal, memiliki fungsi yang besar. Adapun fungsi investasi adalah sebagai berikut..
  1. Fungsi investasi adalah suatu pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang bertujuan dan berfungsi untuk mengganti dan juga menambah suatu barang-barang modal dan difungsikan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan. (Sudono, 2000). 
  2. Fungsi investasi yang kedua adalah kurva yang menunjukkan sebuah hubungan antara tingkat investasi dan juga tingkat pendapatan nasional. 

Tujuan Investasi 

Tidak hanya itu, Investasi memiliki tujuan yang real dalam segala sektor dalam kehidupan pribadi atau kelompok penanam modal ataupun juga dalam masyarakat. Berikut tujuan investasi.. 
  1. Bertujuan mendapatkan pendapatan tetap dalam setiap periode, seperti deviden, uang sewa, bunga, royalti, deviden dan sebagainya. 
  2. Bertujuan membentuk suatu dana khusus, seperti dana kepentingan ekspansi atau perluasan dan kepentingan sosial 
  3. Bertujuan mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, seperti pemilikan sebagai ekuitas perusahaan. 
  4. Bertujuan menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar produksi yang dihasilkan 
  5. Bertujuan mengurangi persaingan antara perusahaan yang sejenis 
  6. Bertujuan menjaga hubungan antara perusahaan 

Jenis-Jenis Investasi 

Secara garis besar, terdapat dua bentuk-bentuk investasi atau jenis-jenis investasi yakni investasi langsung atau direct investment dan investasi tidak langsung atau indirect investment atau portofolio investment. 
  1. Investasi Langsung atau Direct Investment merupakan jenis investasi yang dimana pengertian investasi langsung adalah suatu investasi dengan menggunkana surat-surat berharga pemilik surat tersebut yang mampu menentukan jalan suatu kebijakan dan dapat berpengaruh terhadap investasi surat berharga yang dimilikinya misalnya saham. 
  2. Investasi Tidak Langsung atau Indirect Investment merupakan jenis investasi yang didefinisikan sebagai suatu pengelolaan surat-surat berharga yang diwakilkan oleh suatu lembaga atau badan usaha tertentu untuk mengelola investasi para pemegang surat-surat berharga, dan dapat berusaha untuk menghasilkan keuntungan yang mampu memberikan kepuasaan terhadap pemegang surat-surat berharga. 
Jenis-Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu
Sedangkan macam-macam jenis investasi berdasarkan jangka wkatu adalah sebagai berikut..
  1. Investasi Jangka Panjang. Pengertian investasi jangka panjang adalah penanaman modal dengan harapan memperoleh keuntungan diwaktu yang akan datang melalui penguasaaan suatu asset bergerak dan asset yang tidak bergerak dalam kurun wkatu yang lebih dari satu tahun, Investasi jangka panjang memerlukan Modal atau Dana yang cukup besar dan biasa dilakukan oleh sautu insititusi atau badan usaha, Saran atau objek dari investasi demikian berupa property, kepemilikan saham (share holder), dan juga barang modal. 
  2. Investasi Jangka Pendek. Pengertian investasi jangka pendek adalah suatu penanaman modal dalam suatu asset tertent yang bersifat liquid dan berjangka waktu yang pendek dan biasanya memerlukan kurang dari satu tahun atau juga bisa dalam hitungna Jam, Hari, Minggu atauun bulan hingga sangat fleksibel tergantung kepada suatu kebutuhan para Investor. Instrumen investasi jangka pendek banyak sekali pilihannya sesuai edngan tingkat risiko yang dapat diambil. 
Jenis-Jenis Investasi Berdasarkan Ruang Lingkup Usahanya
Jenis-jenis investasi berdasarkan ruang lingkupnya dapat dibagi menjadi dua macam diantaranya...
  1. Investasi Aktiva Nyata. Investasi ini adalah tindakan investasi dalam bentuk yang dapat dilihat secara fisik, seperti pabrik, membeli emas, berlian, dan pembangunan rumah. 
  2. Investasi Aktiva Finansial. Investasi aktiva finansial adalah tindakan investasi berupa surat-surat berharga contoh investasi ini adalah obligasi, deposito, saham dan lain-lain yang terbagi dua cara yakni investasi langsung dan juga investasi tidak langsung.
Jenis-Jenis Investasi Berdasarkan Segi Kepastian Keuntungan
Macam-macam jenis investasi sebagai juga dalam bentuk investasi dilihat dari segi kepastian pendapatan keuntungan, terdiri atas beberapa macam atau bentuk investasi yang diantara:
  1. Investasi Bebas Berisiko. Pengertian Investasi bebas berisiko adalah investor (orang yang berinvestasi) tidak akan menanggung risiko yang kerap terjadi. Adapun contoh-contoh investasi demikian adalah saham, modal usaha dan lain-lainnya. 
  2. Investasi Berisiko. Pengertian investasi berisiko adalah investor akan menanggung resiko ketika terjadi. Contoh investasi berisiko adalah menanam saham, modal usaha dan lain-lainnya. 

Bentuk-Bentuk Investasi 

Menurut Senduk (2004-24) bahwa produk-produk investasi banyak tersedia pasaran. Macam-macam bentuk dari investasi dapat digunakan secara mudah dengan berbagai jenis-jenis pilihan investasi yang memuat contoh-contoh investasi untuk difungsikan dengan tujuan tertentu. Adapun menurut Senduk tentang produk-produksi investasi yang banyak tersedia di pasaran adalah sebagai berikut...
  1. Tabungan di Bank. Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita dalam mengambil uang kapanpun dinginkan. 
  2. Deposito di Bank. Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam depostio tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, terkecuali ketika uang tersebut telah menginap di bank dalam jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, hingga dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito demikian biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama depositio kita belumlah jatuh tempo, uang demikian tidak akan terpengaruh paa naik turunnya suatu suku bunga di bank.
  3. Saham. Pengertian saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut dengan membeli suatu saham, berarti membeli sebagian perusahaan. Ketika perusahaan demikian mengalami keuntungan, maka pemegang saham umumnya mendapatkan suatu kentungna yang disebut dengan deviden. Saham dapat dijual ke pihak lain, baik berupa harga yang lebih maupun yang tinggi dengan selisih harga yang disebut dengan capital gain maupun yang lebih rendah daripada kita membelinya dengan selisih harga yang disebut dengan capital loss. Jadi, keuntungan yang dapat didapat dari saham ada dua yakni deviden dan juga capital gain. 
  4. Properti. Pengertian investasi dalam proteri berarti investasi dalam bentuk tanah ataupun rumah. 
  5. Emas. Emas merupakan suatu bentuk barang yang berharga dan paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7. Harga emas mengikuti nilai mata uang dari negara tersebut. Semakin tinggi naiknya nilai mata uang asing, maka semakin tinggi pula harga suatu emas. 
  6. Mata Uang Asing. Segala macam mata uang asing umumnya dijadikan alat investasi. Investasi mata uang asing demikian lebih berisiko dibandingkan dengan investasi dalam satuan saham, karena nilai dari mata uang asing tersebut di Indonesia mneganut suatu sistem mengambang besar atau benar-benar tergantung pada permintaan dan juga penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat suatu nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif. 
  7. Obligasi. Obligasi adalah suatu surat untang yang diterbiatkan oleh pemerintah maupun juga oleh perusahaan, yang difungsikan untuk menambha modal perusahaan atau dengan membiayai suatu proyek pemerintah. 

Manfaat Investasi 

Adapun beberapa manfaat investasi yang didapatkan bagi seorang penanam moda, investor atau saat berinvestasi adalah sebagai berikut..
  • Potensi penghasilan jangka panjang
  • Menyesuaikan dengan suatu perubahan kebutuhan 
  • Memberikan penghasilan yang tetap
  • Sesuai dengan keadaaan keuangan 
  • Meningkatkan aset
  • Memenuhi kebutuhan hidup di masa depan 
  • Menciptakan kebahagiaan bagi keluarga
  • Mencegah dari jeratan utang
Demikianlah informasi mengenai investasi. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kita dan meningkatkan motavasi untuk tidak segan berinvestasi dan tetap jeli ataupun berinvestasi secara tepat guna mendapatkan manfaat investasi sebagaimana yang kita inginkan. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Investasi, Fungsi, Tujuan, Jenis & Manfaat Investasi